Pasukan Langit

Ayo Bertanding di Dompai

Ada ruang latihan yang harus dipakai dalam adu tanding itu, pejuang Jiro meminta lapangan di depan Pasukan Langit saja. Namun, semuanya harus bisa menjaga kekuatannya agar tidak menimbulkan kerusakan pada sekitarnya. Itu juga bagian dari menjaga kestabilan kekuatan mereka, kekuatan yang harus dikeluarkan dan juga harus ditahan.

Tim pertama memulai pertandingan dengan Jiro. Jiro tak berani mengganggu sosok pemuda yang masih saja melakukan pencerahan dengan meditasinya. Dia membiarkan pemuda itu.

Latihan tanding dimulai. Tim 1, anggota; Barsha, Nagada, Gayatri, Nora dan Hamda. Mereka melawan Jiro pada fase awal latihan. Hasilnya, serangan kombinasi dari tim 1 bahkan dengan kecepatan Barsha dan kekuatan energi serangan Gayatri. Pejuang Jiro dapat menahan dan menahan serangan dari mereka. Jiro menghentikan serangan Gayatri terlebih dahulu karena serangan jarak jauhnya berbahaya.

Kecepatan Jiro bahkan melampaui Barsha dan menyerang Gayatri dengan cepat. Saat Gayatri terkena serangan, yang lain hendak melindungi tapi Pejuang Jiro dapat membuat Nora dan  Hamda langsung terkena serangan dekat energinya.

Nagada melihat rekan-rekannya jatuh dan menyerang langsung kepada Jiro, Adu kekuatannya dengan pejuang Jiro namun Nagada langsung mental pada adu kekuatan itu. Terakhir Barsha saat menggunakan kecepatannya, dia sudah dihadang dengan kecepatan yang lebih tinggi oleh Jiro dan dia sudah tertahan dengan senjatanya sendiri yang direbut cepat oleh Jiro.

Tim 1, mereka hanya bertahan sekitar 10 menit. Mereka benar-benar kagum, bahwa pejuang Jiro benar-benar merupakan legenda hidup yang dikagumi banyak orang.

Tim dua mendapatkan giliran, mereka adalah; Arion, Astro, Yara, Sanjo dan Nanji. Pertarungan sesi kedua dimulai. Lima orang bersiap dengan posisi dan senjata sudah dikeluarkan karena melihat tim satu sebelumnya belum terlalu siap.

Sekejap, para anggota tim kedua bingung hendak menyerang duluan mereka kemudian hanya bertahan. Jiro sekejap langsung menghilang dan menyerang dengan cepat, hembusan energi dapat mereka rasakan.

Mereka semua siap dan bertahan dari semua tempat dan siaga. Jiro hendak menyerang Yara sebagai penyihir, mereka dapat mengantisipasi melalui gerakan cepat Arion dengan tombaknya tapi dia juga salah. Itu hanya tipuan.

Jiro ternyata sudah melumpuhkan Sanjo dan Nanji sebelum keduanya menghadang serangannya. Yara mencoba kekuatan sihirnya kearah Jiro, Jiro menahan serangan sihir itu dan menyerang balik. Arion dan Astro maju, kombinasi keduanya mampu menahan serangan Jiro. Namun, perbedaan kekuatan membuat mereka dalam lima menit tak bisa lagi mengimbangi dan mereka berdua terpental karena serangan fisik dari Jiro. Tinggal Yara, karena keempat lainnya sudah terkena serangan diapun mengangkat tangan tanda menyerah.

Tim kedua, jatuh dalam waktu 8 menit, lebih cepat dari tim pertama.

Pejuang Jiro tak ingin beristirahat, dia sedang bersemangat. Tim ketiga bersiap, mereka adalah; Alicia, Samuel, Binto, Aria dan Mega. Tak butuh lama waktu yang digunakan untuk melumpuhkan tim ketiga, tapi masih lebih lama yaitu 11 menit. Hal ini karena kemampuan Alicia dapat melindung rekan-rekannya dengan baik. Jiro mengakui kekuatan Alicia, sihirnya mampu menahan setiap serangannya meski karena sudah kelelahan menggunakan energi akhirnya dia menyerah saat benturan kekuatan terjadi.

Tim terakhir; Lao, Midan, Domar, Namud dan Rosa. Tim keempat bertahan dan dapat mengimbangi kekuatan pejuang Jiro dalam waktu 10 menit. Kekuatan Lao dan Rosa mampu menahan setiap gempuran dari Jiro, Lao selalu menggunakan cakram yang menyusahkan pergerakan Jiro meskipun semuanya dapat dihancurkan oleh Jiro. Rosa membantu menahan karena dirinya adalah seorang warior perempuan satu-satunya di kelompok anggota Pasukan Langit.

Jiro cukup bersemangat dan mengatakan bahwa di usia mereka yang masih muda. Mereka semua memiliki bakat yang sangat hebat. Latihan yang rajin dan menggunakan kombinasi kerjasama yang baik, akan bisa membuat mereka lebih cepat dalam peperangan dan mengalahkan musuh.

Jiro memberikan saran kepada mereka agar mereka lebih memusatkan pada kekuatan masing-masing. Mereka harus tahu porsi kekuatannya, sehingga bisa bermanfaat dengan baik saat pertempuran tim.

Semua anggota Pasukan Langit diberikan arahan khusus setelah beradu tinju dengan mereka, dengan berhadapan langsung. Jiro langsung memahami pelatihan apa yang cocok untuk masing-masing dari mereka.

Besok, Jiro akan mengajak mereka untuk masuk ke perpustakaan di kota Prisma. Perpustakaan khusus ilmu bela diri tingkat sedang hingga tinggi. Itu semua boleh diakses oleh pendekar, apalagi mereka adalah Pasukan Langit.

Jiro akan memberikan mereka saran untuk melatih sesuatu jurus atau teknik yang mampu mereka kuasai dengan cepat dan efektif. Selain itu, dia akan mengarahkan secara khusus apa yang sudah dipelarinya dari pelatihan di segala penjuru tempat.

”Bolehkan aku berhadapan dengan anda pejuang Jiro?” suara pemuda yang sedari tadi tidak membersamai latihan. Itu adalah pemuda yang sedari tadi sibuk dengan bersemedi dan mengasah konsentrasinya.

Pemuda itu sudah berdiri di belakang barisan 20 anggota Pasukan Langit. Bahkan, Jiro yang sudah malang melintang dan beradu tanding dengan banyak pendekar hebat di seluruh benua karena itu ambisinya. Dia tidak merasakan bagaimana aura dari pemuda itu. Energi yang dipancarkan demikian tipis dan stabil.

Pemuda ini berbeda dengan anggota Pasukan Langit yang lainnya.

”Siapa namamu pemuda?” Jiro bertanya sopan.

”Aku, Aji Bagaskara dari pedalaman sebuah desa dari benua Fosfit.”

”Baiklah, kita akan beradu kekuatan satu lawan satu. Aku akan menghargai permintaanmu.”

Aji maju ke depan, beberapa rekannya membuatnya melewatinya. Sesampainya Aji di depan rekan-rekannya dia membuat permintaan cukup aneh kepada pelatih Jiro. Dia ingin berlatih adu tanding di dalam Dompai, hanya mereka berdua.

Jiro menjadi penasaran, pemuda itu bahkan tidak berubah sama sekali energinya, stabil bahkan sedang berhadapan dengannya. Dia diakui semua pendekar bahkan setiap kali ada yang melihatnya mereka semua berubah energi dalam tubuhnya, Jiro dapat merasakan itu.

Dasatama sendiri setiap bertemu dengannya, Jiro selalu meminta kakaknya itu untuk berlatih tanding meskipun kekuatannya dulu dibawah Dasatama. Itulah yang membuat Jiro malah semakin rajin berlatih di seluruh penjuru benua. Kakaknya yang sibuk tentu kurang berlatih, dan entah kali ini apakah dia bisa seimbang dengan kakaknya karena pelatihannya yang tanpa henti dan terus mencari pengajaran untuk perkembangannya.

Setiap berhadapan dengan Dasatama, ada perubahan energi pada diri Dasatama. Itu artinya, Dasatama juga merasakan ada perasaan, apakah kali ini Jiro bertambah lebih kuat lagi. Namun, pemuda itu bahkan di hadapannya dan menantangnya tak terjadi perubahan energi sedikitpun.

Apakah pemuda ini memang memiliki kemampuan yang luar biasa, sehingga dia sendiri tidak bisa merasakan kedalaman kekuatan energinya?

Para anggota Pasukan Langit yang lain merasa heran dengan keberanian Aji meminta hal yang aneh untuk latih tanding dengan seorang legenda hidup seperti pejuang Jiro. Apakah dengan meminta bertanding tertutup membuatnya lebih keren, karena tahu akan kalah sehingga tidak ingin teman-temannya mengetahuinya?

Mana mungkin pejuang Jiro mengabulkan permintaannya itu, itulah yang dipikirkan oleh para Pasukan Langit yang lainnya.

”Baiklah, mari kita ke Dompai.”

Pejuang Jiro tersenyum, seolah dia sedang bahagia dan senang. Dia memang selalu bahagia ketika mendapatkan lawan tanding yang kuat, kali ini dia merasa sangat bahagia seperti biasanya dan penasaran dengan pemuda tersebut.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!