Pasukan Langit
Murid Tiga Legenda?
Aji tersenyum saat serangan datang, dia menghadang kecepatan dan kekuatan pukulan energi dari pejuang Jiro. Pejuang Jiro melihat Aji sungguh berani menghadapinya secara langsung, dan frontal. Pukulan dibalas pukulan, itulah cara seorang warior bertarung.
Keduanya sama-sama tersenyum, jalan seorang warior sudah mereka miliki. Dan benturan energi dari dua pukulan dahsyat itu pun menggetarkan ruangan Dompai, hingga membuat senjata-senjata di rak senjata bergetar hebat.
Saat benturan ledakan karena dua pukulan terjadi, ruangan bergoncang dan senjata-senjata berhamburan terpental kesana-kemari, sungguh berantakan. Mereka berdua tertahan dengan energi itu, dan masih saling menekan dengan benturan energi pada kedua pukulan mereka.
Mereka saling mendorong dengan kekuatan mereka, bahkan tubuh pejuang Jiro merasa bergetar cukup kuat. Bagaimana bisa seorang pemuda yang bahkan mungkin masih 20 tahun, memiliki kekuatan yang mampu mengimbanginya dengan baik? Tidak hanya mengimbangi, bahkan kekuatan sihir dan kecepatan gerakannya bahkan bisa dibilang melebihi dirinya?
Cukup lama, Jiro merasa tubuhnya gemetaran, dia sudah membuka circle ketujuhnya. Dia menyatu dengan alam dan menyerap energi alam, tapi tetap masih seperti membentur dinding yang amat kokoh. Ada apa dengan kekuatan pemuda di depannya itu? Apakah dia seorang monster? Kekuatan mereka terus meledak dan menggoncang sekeliling mereka.
Jiro mencoba peruntungannya lagi, dia menyerap energi yang besar di sekitarnya dan menyatukan dengan energi dari dalam tubuhnya. Internal dan eksternal digabungkan, ini adalah kekuatan yang besar yang bisa menjadikan ledakan besar.
Jiro tak terlalu khawatir pada efeknya, karena Dompai setelah kejadian tes ketiga kemarin diperkuat lagi dengan artefak tingkat tinggi dan array tingkat tinggi.
Pejuang Jiro mundur ke belakang dan melompat, dia mengumpulkan energi alam dan energi internalnya. Ledakan energi seperti angin yang berputar-putar mengelilingi tubuh Jiro. Kekuatannya terlihat mengerikan dan membuat angin meledak-ledak marah disekitarnya.
Aji merasakan kekuatan besar yang akan dikeluarkan oleh Jiro. Dia pun mempersiapkan kekuatannya, dia memperkuat energi di tangan kanannya. Mengumpulkannya dengan konsentrasi, dan meluncur kembali menghadang pukulan dari pejuang Jiro.
Duaaaarrrrr! Boooooooommmmm!
Pecahan energi menyeruak ke seluruh penjuru, di dalam Dompai seperti ada gemuruh. Kekuatan array dan artefak sihirpun bergetar di dalam Dompai. Para penjaga di luar Dompai kaget, bahkan kepala Dompai mampu merasakannya. Itu adalah pelatihan yang dahsyat menurut mereka.
Beruntungnya anggota Pasukan Langit yang bernama Aji itu mendapatkan latihan khusus dan dahsyat di dalam Dompai. Mereka semua mengira bahwa, kekuatan pejuang Jiro memang luar biasa dan mampu menggetarkan Dompai.
Di dalam Dompai sendiri, pejuang Jiro menahan kekuatan pemuda itu, Aji. Dia mengeluarkan semua energi di tambah energi alam yang terus merasukinya. Namun tetap saja, dia seperti berbenturan dengan sebuah benteng pertahanan yang tidak tertembus.
”HIIIIAAAAA!” bahkan kali ini, pejuang Jiro berteriak dan seolah terdorong ke belakang. Di depannya, Aji nampak memusatkan energi lagi di tangan kanannya. Dia masih memiliki tenaga sebesar itu? Pejuang Jiro mencoba menahan itu. Dan...
Duaarrrrrrrr!
Entah apa yang terjadi, saat berusaha menahan serangan energi yang lebih besar dari pemuda itu. Tubuh pejuang Jiro seperti terkena setruman, dia tak bisa menjaga keseimbangan energinya lagi. Dia terpental dengan serangan Aji yang masuk ke pertahanannya. Dia terpendal cukup jauh dan membentur dinding Dompai.
Duaaak!
Energi pejuang Jiro pecah, dia masih menyelubungi tubuhnya dengan energi tapi dia kelelahan dan terjatuh ke bawah. Dia jatuh terduduk, tidak ada luka serius, dia hanya kelelahan dan kehabisan energi.
Di depan jauh sana, Aji turun ke lantai dengan tenang. Energinya masih stabil dan dia mulai berjalan mendekati pejuang Jiro dengan tenangnya. Jiro mengakui kekalahannya, dia sendiri begitu kaget ada seorang pemuda yang tidak diketahui identitasnya sebelumnya. Dia mampu mengalahkan dirinya dalam waktu yang cukup cepat.
Dia adalah monster!
Pejuang Jiro menyelubungi dirinya dengan energi alam untuk memulihkan kekuatannya. Aji mendekatinya dan duduk menghadap pada pejuang Jiro.
”Aku tidak menduga, ada seorang pemuda yang begitu kuat di dunia bela diri sepertimu Aji, aku mengaku kalah,” Jiro mengucapkannya dengan tulus.
Aji pun tersenyum, ”Anda juga sangat kuat pejuang Jiro, dunia persilatan pasti bangga memiliki pahlawan seperti anda.”
Sanjungan pemuda itu sungguh menentramkan, itu sangat bijak bahkan untuk seorang pemuda. Biasanya, orang yang tidak berpengalaman akan merasa sombong dengan kemampuan hebatnya. Sosok di depannya itu pasti sudah sangat memahami karakter dan sifat manusia, serta memiliki pengalaman yang luar biasa.
Pejuang Jiro adalah sosok pendekar yang lapang dada menerima kekalahan. Bahkan, dia akan meminta pencerahan pada siapapun pendekar, yang dianggapnya memiliki kemampuan yang luar biasa.
”Kalau boleh saya tahu, apakah guru anda adalah para legenda?” tanya pejuang Jiro, yang dimaksud Jiro adalah para legenda. Mereka adalah Ganada, Yonan dan Pemukul Halilintar. Jiro merasakan ada kekuatan besar pada diri pemuda itu, bisa jadi salah satu dari mereka atau ketiganya benar-benar mengangkat murid.
Pejuang Jiro pun mengingat bahwa dirinya pernah menjadi murid bagi Ganada, dia mempelajari kemampuan Ghost Speed hingga tingkat 8. Diketahui oleh pejuang Jiro, Aji sempat menggunakan Ghost Speed pada pertarungan awal mereka tadi. Jadi, Jiro beranggapan mungkin saja, dia mempelajari itu dari Ganada.
Ataukah memang Aji memiliki guru yang lain yang tidak diketahui oleh pejuang Jiro?
”Aku memang pernah mendapatkan pengajaran dari mereka, baik Yonan maupun Ganada. Soal kemampuan Warior....,” kalimat Aji terhenti karena pejuang Jiro segera menyahut sebelum Aji menyelesaikannya.
”Aku sudah menduganya, jadi apakah pendekar muda adalah murid ketiga legenda. Saya yakin hal itu, saya yakin mereka mempersiapkan seseorang pendekar yang akan meneruskan perjuangan mereka. Pertarungan mereka 20an tahun yang lalu, tidak membuat mereka terbunuh dengan mudah.”
Pejuang Jiro antusias, dia mengira bahwa setelah perang besar itu, tiga legenda masih hidup dan mempersiapkan seorang pemuda dan melatih mereka. Hal itu karena, tidak ditemukan mayat ketiganya dari peperangan besar itu.
Hanya mayat dari pihak pasukan kegelapan Lord Demon. Jumlahnya ribuan dan tak terhitung jumlahnya. Itu adalah peperangan yang sangat dahsyat dan besar.
”Sayangnya, pejuang Jiro salah. Anda tidak akan bisa bertemu dengan mereka lagi. Mereka sudah meninggal dengan tenang. Mereka mempercayai generasi selanjutnya untuk menyelesaikan pertempuran dengan Lord Demon, Shura.”
Bahkan, pejuang Jiro kaget, pemuda itu mengetahui nama asli dari Lord Demon. Tidak semua orang mengetahui rumor rahasia tersebut. Pemuda itu, sangat misterius. Apakah dia adalah orang yang ditugaskan oleh tiga legenda?
Pejuang Jiro kini menyadari. Mungkin saja, Aji adalah sosok murid ketiga legenda atau bisa jadi. Dia adalah makhluk yang diciptakan dari kekuatan mereka bertiga, untuk meneruskan tujuan besar mereka untuk menyelamatkan dunia?
Apakah hal seperti itu benar-benar ada? Menciptakan seorang makhluk yang memiliki ketiga kekuatan dari tiga legenda dalam tubuh seorang pemuda? Analisa pejuang Jiro sungguh membuatnya penasaran.