Pasukan Langit

Pertemuan Lima Gerbang

”Saya memiliki beberapa permintaan untuk anda wahai pejuang Jiro,” sebelum meninggalkan Dompai, Aji harus mengutarakan permintaannya.

”Selagi saya bisa, maka saya akan memenuhinya wahai pendekar,” wajah pejuang Jiro bahkan kini memandang bahwa pemuda di depannya seperti gurunya, dan orang yang layak dihormatinya.

”Pertama. Lupakan kejadian di sini, anggap aku seperti anggota Pasukan Langit yang lain. Aku tak ingin misiku dalam mengakhiri kekuatan Lord Demon harus terganggu. Aku harus menyembunyikan kehadiranku.

Kedua, aku minta pejuang Jiro tetap mengajari para anggota Pasukan Langit dengan baik, hingga mereka bisa mencapai puncak dari kekuatan mereka. Mereka akan menjadi bantuan besar saat menghadapi Lord Demon. Anda bisa sambil berlatih di dalam Dompai, tentunya saat-saat tertentu untuk melengkapi kekuatan Ghost Speed anda.”

Dua permintaan yang diajukan oleh Aji cukup sederhana. Melupakan kejadian barusan artinya, Aji ingin menyembunyikan kekuatannya. Pasti ada suatu rencana yang sudah dipersiapkannya dibalik semua ini. Permintaan kedua tentu saja, dia akan berusaha sebaik-baiknya karena hal itu juga yang ditugaskan Dasatama, padanya.

”Aku akan berusaha memenuhi permintaan anda, Pendekar.”

”Oya, panggil saja aku, Aji,” Aji tidak ingin dilebihkan dibandingkan rekan-rekan di Pasukan Langit lainnya.

”Baiklah..., Aji.”

”Dan satu lagi wahai pendekar Jiro.”

Jiro pun kaget, masih ada satu lagi, ”Apa itu wahai A.. Aji, selama saya bisa melakukannya saya akan melaksanakannya.”

Aji mengalihkan badannya dan bergerak kearah keluar dari Dompai, ”Menikahlah pendekar Jiro, carilah seorang isteri yang baik yang bisa menunggumu di rumah. Peperangan di depan nanti, akan ada cara bagimu untuk bisa kembali. Jika kau tidak memiliki hal untuk kau ingat untuk kau rindukan, maka peperangan yang ada di depanmu bukan lagi penuh motivasi untuk menang. Melainkan peperangan untuk menyerahkan nyawamu!”

Jiro mulai melangkah meninggalkan pejuang Jiro, permintaan ketiga membuat Jiro merasa heran. Bagaimana bisa seorang pemuda memberinya nasehat mendalam, soal keluarga? Bahkan dirinya selalu diminta oleh Dasatama untuk menikah segera.

Jiro selalu berdalih sedang sibuk melatih kekuatan bela dirinya, untuk mempersiapkan diri menghadapi kekutan jahat dari Lord Demon. Soal pernikahan, itu bisa nanti saja. Semakin dia disibukkan dengan keluarga, maka dia akan kehilangan waktu berlatih dan kurang dalam meningkatkan kemampuan bela dirinya.

Kenapa bisa seorang pemuda seperti Aji, memberinya nasehat bahwa dengan menikah akan membuatnya bisa menjadi penentu kemenangan juga?

”Tunggu pendekar Aji, bagaimana bisa kamu berpendapat bahwa dengan berkeluarga bisa menjadi penentu kemenangan? Bukankah dengan sibuk dengan keluarga membuat kita berkurang waktu untuk berlatih?”

Aji menghentikan langkahnya, ”Itu adalah pesan dari Pemukul Halilintar, keluarga memberi motivasi besar untuk mempercepat latihan. Saat kamu merindukan sesuatu, maka kamu akan membuat semua elemen dalam dirimu bekerja optimal.”

Pesan dari Pemukul Halilintar? Benar juga! Pemukul Halilintar sampai tua tidak memiliki keluarga dan anak, mungkin itu pesan mendalam sebelum kepergiannya dari dunia ini. Dia yang selalu berlatih setiap saat hingga mencapai puncak, tapi dia berpesan demikian dalam untuk membina keluarga.

Mungkin, Pemukul Halilintar menyesal selama hidupnya yang hanya sibuk berlatih, tanpa memiliki keluarga seperti halnya dua rekan perjuangannya; Ganada dan Yonan.

Seolah, Aji ingin berpesan padanya bahwa jangan sampai memiliki penyesalan di usia tua nanti. Sebagaimana penyesalan Pemukul Halilintar, dan seberapa banyak yang diketahui oleh Aji sungguh bukan seperti pemuda pada umumnya.

Dia sangat bijak dan mengambil pelajaran dari tiga saint yang mengajarinya dengan baik. Dia adalah pemuda yang akan bisa memimpin dunia dalam keadilan. Benar, itulah apa yang dipikirkan oleh pejuang Jiro saat ini.

Keluarga?

Mungkin, mulai hari ini, Jiro akan mempertimbangkannya dengan baik. Keluarga yang akan bisa memberinya semangat untuk berjuang menegakkan kebenaran.

Di sisi lain, Aji melangkah ke luar pintu Dompai, pejuang Jiro mengikutinya. Aji hanya mengatakan apa adanya, dia tidak ingin sosok pejuang Jiro mengalami nasib seperti Legenda Pemukul Halilintar.

Aji tidak ingin ada orang yang melangkah sebagaimana langkah Pemukul Halilintar, dan menyesal karena tidak ada yang dia rindukan sebagai jalan pulangnya.

Sampai di pintu Dompai, Aji berhenti dan menunggu pejuang Jiro. Dia mempersilakan Jiro untuk meminta dibukakan pintu dan Aji akan berjalan di belakang pejuang Jiro. Jiro memberi kode melalui energi batu cincin yang dipegangnya, pintu Dompai pun terbuka dan mereka keluar dari sana.

***

Empat orang tengah mengelilingi sebuah meja bundar. Mereka sibuk dengan dirinya sendiri, sesekali ada yang berbicara namun sesekali diam. Mereka menunggu seseorang dan pertemuan itu akan segera dimulai.

Mereka semua tengah sibuk, tapi menyempatkan waktu karena ada panggilan untuk bertemu. Mereka berempat cukup kesal dengan seorang lagi yang belum datang. Namun, mereka menunggunya karena mereka tetap harus kompak.

Seseorang muncul dengan energi portal, seseorang sudah membuatkan portal untuknya dari jarak yang mungkin di tempat lain yang tak jauh dari sana. Sosok itu keluar dan menyibakkan baju panjangnya yang tergerak di bagian ujungnya. Seperti biasanya, itulah Denta dengan segala gayanya.

Denta mendekati kursinya dan duduk seperti tak ada beban dan tak ada masalah.

Mereka berlima adalah Lima Gerbang, senjata terkuat dari Shura, Lord Demon.

”Aku dengar, kau baru saja kehilangan orang kepercayaanmu karena ingin mengambil muka di hadapan Lord Demon. Langkahmu, bahkan tidak meminta pertimbangan kami terlebih dahulu,” itu adalah suara dari Nesia. Sosok yang memakai jarum di gulungan rambutnya. Senyumnya bahkan mengerikan, meski mengesampingkan pesonanya yang bisa membuat seorang lelaki terpedaya olehnya.

Denta melihat ke arah Nesia sedikit kesal, ”Aku hanya ingin mempersembahkan yang terbaik untuk Lord Demon. Aku ingin menyerahkan Heart Dragon padanya, tapi sepertinya para pendekar putih sudah mempersiapkan diri mereka lebih baik ketimbang dulu.”

”Alasan! Kamu hanya cari muka Denta!” suara Zagar menimpali, tubuhnya yang besar serta brewokan di sekitar pinggir wajahnya menambah seram wajahnya.

”Cukup!” Gultron perlu melerai mereka semua, ”Kita disini tidak untuk berkelakar! Kita di sini sedang membicarakan tentang persiapan invasi kita. Terutama invasi yang berhubungan dengan senjata yang sudah dipersiapkan dengan baik!”

Benar saja, tujuan mereka adalah mempersiapkan jalan yang mudah, untuk Lord Demon menguasai sekali lagi dunia. Lord Demon sedang dalam pengasingan, dia sudah pulih dalam kesembuhan lukanya akibat perang besar 20 tahun yang lalu. Masa pulihnya sudah teratasi, dia sedang menyerap energi dari ritual yang belum selesai sekarang.

Dia sedang menyatukan dan menyempurnakan Blood Supreme. Jika sudah sempurna, dunia tinggal menunggu berada dalam kekuasaan mereka. Lima Gerbang akan mendapatkan kekuasaan untuk masing-masing benua.

Dan, dunia akan sepenuhnya menjadi milik pasukan kegelapan.

Mimpi yang ditakuti oleh manusia di seluruh benua. Ancaman itu merupakan ancaman besar dan pertarungan besar akan datang sebentar lagi.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!