Pasukan Langit
Gulungan Rahasia Swordmanship
”Aku akan menjalankan rencana untuk membongkar masalah logistik senjata ini, Aaman. Aku akan memerlukan bantuanmu setelah ini.”
Aji kembali berbisik pelan, hal ini penting tapi dia seolah sedang makan dengan santai, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan apapun dari orang-orang yang tengah makan. Dia benar-benar seorang yang sangat pandai menyembunyikan dirinya. Lebih pandai dari siapapun di dalam intelejen pertahanan, yang memang tugasnya mencari informasi dan bukti terselubung yang dilakukan oleh orang-orang yang korupsi maupun dari Mondu.
”Apapun yang bisa kulakukan akan aku kerjakan, Aji. Demi masa depan dunia dan dari ancaman Lord Demon.”
Mereka memiliki misi yang sama demi perdamaian dunia persilatan. Ancaman para pasukan kegelapan, dan juga pendekar yang sudah berafiliasi dengan mereka cukup menyusahkan untuk dibongkar.
Kali ini, jika memang apa yang dikatakan oleh Aji benar. Maka, perguruan Bangau Emas yang bisa jadi menjadi penyokong persiapan pasukan kegelapan untuk menaklukkan dunia. Maka, mereka seperti sudah menguasai 50% kemenangan sebelum pertempuran terjadi.
Kenapa?
Karena mereka menguasai senjata, hal itu sangat mengerikan jika senjata dari golongan putih kehilangan suplay dan pasukan kegelapan mengusai seluruh suplai senjata. Perang tidak akan imbang sama sekali. Sebelum pasukan kebenaran mencapai pasukan kegelapan, maka mereka akan diratakan dari jauh.
Aaman harus membongkar hal itu, kehancuran dunia sedang menunggu dan kekuatan Lord Demon pasti memang sedang mempersiapkan dirinya sebaik mungkin.
Mereka menyelesaikan makan mereka. Mereka pun berpisah. Sebelum berpisah, Aaman menanyakan soal kabar dari Barsha. Aji hanya tersenyum dan mengingat tingkah Barsha yang selalu ingin menjadi wanita yang mandiri dan terlihat sangat kuat.
Hal itu membuat Aaman menyadari memang sifat dari sepupunya itu demikian, dia selalu disanjung dan dilatih untuk menjadi nomor satu.
”Aaman, kamu adalah sahabat pertamaku setelah aku menghilang selama dua puluh tahun. Pertarungan kali ini akan sangat berat. Aku membawakan sesuatu untukmu,” Aji melihat potensi dari Aaman. Pedang yang dia bawa memiliki kekuatan artefak tinggi, jika mengukur kedalaman energi dari Aaman.
Setidaknya dia berada pada rank 8, untuk seorang ahli pedang.
Aaman sendiri merasa kaget mendengar Aji ingin memberinya sesuatu, apakah itu akan berbentuk artefak atau senjata?
”Apa maksudmu Aji, aku sudah mendapatkan banyak informasi penting darimu.”
Aji mengeluarkan sesuatu dari dalam baju luarnya. Sebuah gulungan.
”Kamu harus mempelajari ini, ini adalah peluangmu untuk menjadi seorang pahlawan baru bagi dunia ini. Ini adalah rahasia tertinggi dari ilmu pedang, aku menambahkan magic yang dapat seiringan dengan keahlian berpedang.”
Aji memberikan gulungan itu pada Aaman, ”Ingatlah, pelajari dengan sebaik-baiknya. Kamu akan menjadi aset besar ketika perang besar pecah lagi. Aku takut, jika aku tak bisa membantu lebih banyak dalam perang besar nanti.”
Aaman semakin bingung, tapi dia menerima gulungan tersebut. Kali ini, Aji berpamitan. Aaman menyambungkan alat komunikasi dirinya dengan milik Aji, pada cincin artefak mereka. Setelah disambungkan satu sama lain, maka mereka dapat berkirim sinyal dan dapat mengetahui siapa yang sedang mengirimkan sinyal.
Dalam dunia ini, semua mengetahui bahwa sinyal dapat dikirimkan melalui artefak dan konsentrasi untuk menyalurkan energi pada sebuah artefak. Kebanyakan, semua pendekar memilih cincin sebagai alat artefak penyalur energi tersebut.
Hal itu karena mudah untuk disimpan, dan juga mudah ketika melihat ada sinyal pesan dari siapapun yang tengah dituju.
Mereka pun pergi meninggalkan rumah makan itu dan berpisah di halamannya. Aji pergi dan kembali ke kantor Pasukan Langit, untuk mempersiapkan diri membongkar kasus untuk perguruan Bangau Emas.
Di masa lalu, pemimpin Bangau Emas merupakan salah satu murid tersembunyi dari Lord Demon, Shura. Drakos, Aji mengingat bahwa Drakos saat perang besar akan terjadi, dan tiga legenda maju sendirian. Dialah yang mempersiapkan dengan baik penyerangan dari pasukan Lord Demon.
Informasi dari saint Yonan terakhir kali saat penyerangan tiga legenda, menyebutkan jika mereka selamat maka mereka akan mengadili Drakos. Saat itu, Drakos berada di antara pasukan Lord Demon dan menyamar.
Namun, Yonan mengetahui energi Drakos dan sempat memergoki bertarung. Sayangnya, Shura melindunginya. Dan, mereka baru mengetahui jika Drakos adalah murid rahasia dari Shura sendiri. Drakos dipersiapkan untuk menjadi orang penting di dunia bela diri, untuk mempermudah langkah mereka.
Dua puluh tahun berlalu, kini Aji merasa bahwa perang akan kembali terjadi. Menjadi anggota Pasukan Langit adalah salah satu jalan untuk menghentikan jaring-jaring kuat, yang sudah dibentuk oleh Pasukan Kegelapan. Kali ini, target Aji adalah membongkar siasat dari Bangau Emas. Jika benar, maka mereka sedang mempersiapkan senjata khusus untuk penaklukan dunia, dan mempersiapkan kemenangan yang mudah untuk Lord Demon.
Kali ini, Aji harus membantu semua pasukan kebenaran. Mempersiapkan perang besar dengan baik, dan dia merasa harus dapat bermanfaat bahwa nyawanya bisa selamat saat perang besar. Kedua sahabat baiknya, mempercayakan tanggungjawab di pundaknya. Kali ini, tugasnya diberikan kesempatan kedua adalah untuk menghentikan Lord Demon, demi kebaikan seluruh benua. Ini adalah tugasnya, tidak ada tugas yang lain selain ini.
***
Aaman mencari tempat di pelatihan Dompai. Dia langsung menyewa ruangan pelatihan khusus. Di Dompai sendiri, ada ruangan besar untuk latih tanding. Ruangan itu, adalah ruang yang digunakan Aji dan pejuang Jiro bertanding.
Selain ruangan dengan jangkauan khusus itu, ada ruang-ruang khusus yang memang dipergunakan untuk latihan pribadi. Ruangan ini biasanya digunakan untuk bermeditasi atau latihan khusus, agar tidak diketahui oleh banyak orang sebagai ruang isolasi latihan khusus.
Aaman meminta izin dengan lisensinya sebagai intelejen pertahanan, dan dia mudah mendapatkan ruangan khusus itu. Dia melewati ruangan besar untuk latihan umum. Di sana banyak yang berlatih, baik latihan tanding sesama perguruan atau latih tanding berbeda perguruan.
Aaman melewati mereka semua, dan memasuki ruangan khusus yang sudah dipesannya. Memasuki ruangan itu, Aaman menguncinya dari dalam. Dia penasaran dengan gulungan yang diberikan Aji kepadanya. Ada segel dalam gulungan itu, Aaman membukanya dengan kekuatan energinya.
Gulungan itu terbuka, sebuah energi cahaya seolah melengkapi tulisan demi tulisan yang ada di dalamnya. Gulungan ini baru saja dibuat, itu menggunakan tulisan yang disertai sihir. Dari dalam gulungan itu keluar sebuah hologram manusia, yang ukurannya seperempat dari manusia secara umum.
Itu benar-benar sebuah pengajaran yang hanya bisa dilakukan oleh seorang master tingkat tinggi. Aaman semakin percaya jika Aji adalah Pemukul Halilintar, ini merupakan bukti nyata bahwa dia memiliki tingkat seorang legenda. Hologram itu bergerak dan Aaman begitu memperhatikannya. Itu adalah teknik swordmanship, itu adalah teknik yang belum pernah Aaman lihat sebelumnya.
Aaman merasa beruntung mendapatkan pengajaran langsung dari gulungan itu, ini adalah teknik yang sangat halus, kuat dan tinggi dalam Swordmanship. Teknik ini bahkan belum pernah ada di benua ini.
Aji sudah menyempurnakannya dengan pengamatan pelatihan khususnya.