Pasukan Langit
Keyakinan dan Rencana
Pasukan Langit terus berlatih, latihan mereka sungguh ketat dan juga sangat komprehensif. Pejuang Jiro melatih mereka pada pagi hingga sore, sore hingga malam dia akan kembali ke ruang pelatihan pribadi di Dompai.
Dia mendapatkan arahan khusus dari Aji, bahkan cara dia mengajari Gayatri, Lao dan Aria atas arahan dari Aji. Mereka akan lebih mendengarkan pejuang Jiro daripada dirinya. Oleh karena itu, cara meningkatkan kemampuan mereka yang tepat adalah membuat summon energi dan mampu mempertahankan mereka serta mampu berfungsi menyerap energi alam.
Ini adalah lebih tinggi tingkatannya daripada kemampuan penasehat Silvi. Penasehat Silvi menggunakan summon energi untuk dipertahankan gerakannya dan menyerang musuh. Namun, kali ini mereka diberi wawasan untuk membuat summon untuk menyerap energi.
Energi yang diserap akan dibagi ke dalam summon energi tersebut, dan bisa menyerang dengan kemampuan yang dapat melebihi batas fisik mereka. Seminggu selanjutnya, mereka terus dilatih sesuai dengan kemampuan mereka.
Sedangkan, minggu depan, mereka akan berangkat menuju perguruan Bangau Emas untuk membuat senjata khusus untuk mereka. Senjata yang akan dibuat khusus dengan kemampuan mereka. Mereka harus datang ke perguruan Bangau Emas, atas pengarahan langsung dari God of War, Dasatama.
Satu bulan ketat mereka berlatih sangat intensif oleh pejuang Jiro, mereka pun berangkat menuju perguruan Bangau Emas. Semua anggota Pasukan Langit disertai Jiro dan wakil ketua pertahanan yaitu ketua Gonan.
Mereka semua manaiki kuda masing-masing, dan tidak ditemani prajurit apapun. Mereka datang fokus untuk membuat senjata artefak tingkat tinggi yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing mereka.
Perjalanan yang mereka tempuh melewati dua gunung dan mereka memasuki kota Linggar Emas, kota kedua termegah setelah Kota Prisma. Mereka memasuki kota dan disambut oleh pemerintah kota tersebut, bisa disebut bahwa walikota Linggar Emas berada di bawah kekuasaan pemimpin tertinggi benua Orpris, Dasatama.
Dasatama bisa dibilang gubernur untuk benua Orpris dan Adante adalah pemimpin kota Linggar Emas. Mereka disambut langsung oleh walikota Linggar Emas tersebut di kediamannya dan mereka mengobrol cukup akrab.
Adante termasuk seumuran dengan pejuang Jiro, bahkan mereka sempat berlatih bersama di waktu muda. Mereka bernostalgia untuk beberapa saat, hingga ke intinya, pejuang Jiro memberikan surat resmi dari Dasatama, Kakaknya.
Adante membuka surat itu, para Pasukan Langit pun duduk di kursi yang disediakan untuk mereka. Banyak dari mereka yang juga dikenal oleh Adante, karena beberapa dari mereka adalah berasal dari benua Orpris.
Surat itu resmi dan dibubuhi dengan stempel asli milik Dasatama. Surat itu meminta kepada pemerintah kota Linggar Emas, untuk mengawal para Pasukan Langit dalam hal pembuatan; senjata sihir, atau senjata artefak, atau senjata kuat untuk masing-masing anggota Pasukan Langit. Mereka akan diarahkan ke perguruan Bangau Emas sebagai penangungjawab untuk blacksmith paling berpengaruh di seluruh benua.
Adante sendiri tidak merasa keberatan soal hal ini, di satu sisi, sepertinya rencana penguatan Pasukan Langit cukup cepat gerakannya. Bagaimana tidak, baru beberapa hari dilantik mereka sudah harus membuat senjata kuat untuk mereka. Belum lama ini, dia mengatahui bahwa pejuang Jiro bahkan didatangkan untuk pelatihan khusus bagi Pasukan Langit.
Artinya, asosiasi bela diri tidak main-main dalam mempersiapkan dengan baik para anggota Pasukan Langit untuk membuat mereka berada di garda depan, terutama mengungkap rahasia Lord Demon dan menumpas para Mondu.
Masalah bagi Adante adalah soal kekuasaan Bangau Emas. Perguruan Bangau Emas seperti diketahui seluruh penduduk di sepanjang kota Linggar Emas, bahwa mereka menguasai hampir seluruh kekayaan di kota Linggar Emas. Bahkan, kekuasaan perguruan Bangau Emas seperti bayangan bagi dirinya sendiri, bahkan jauh lebih luas.
Berjalannya kota Linggar Emas bahkan sangat disokong sebagian besar kemajuannya dari uang yang mereka berikan pada pemerintah kota. Tapi, karena ini adalah perintah langsung dari Dasatama, maka mau tidak mau dia akan menjalankan tugas tersebut. Adante tidak mau reputasinya terlihat buruk dan bahkan tidak memenuhi perintah dari Dasatama.
”Besok, aku sendiri akan mengantarkan kalian semua ke perguruan Bangau Emas dan meminta khusus pada mereka, untuk membuatkan kalian masing-masing senjata yang kalian inginkan.”
Tidak ada yang membuat mereka curiga, justru itu menunjukkan kalau pemerintah kota Linggar Emas mengapresiasi mereka dengan baik. Hal itu ditunjukkan dia mau mengantar langsung ke perguruan Bangau Emas, untuk meminta secara langsung permintaan Dasatama soal senjata untuk Pasukan Langit.
Berbeda dengan Aji, dia melihat bahwa Adante seperti ragu-ragu hendak menerima perintah untuk pembuatan senjata di blacksmith terbesar benua milik Bangau Emas. Ada sesuatu yang berbeda menurutnya, dan itu sesuai dengan analisanya.
Kenapa tidak sekarang, atau kenapa tidak meminta utusan untuk memanggil petinggi perguruan Bangau Emas untuk datang langsung ke kediaman sang Walikota. Hal ini tidak lain, karena petinggi kota Linggar Emas tidak berani berbuat di atas Bangau Emas. Mereka telah menjadi pemimpin sebenarnya dari kota Linggar Emas di balik layar. Ini yang dipahami Aji, wajah bimbang dari Adante kentara jelas. Aji merasa sudah berpengalaman, dan ini benar-benar waktu yang tepat untuk membuktikan keterlibatan Bangau Emas pada Lord Demon.
Semua sepakat bahwa besok akan menuju ke perguruan Bangau Emas. Mereka semua diminta istirahat di tempat yang sudah disediakan pemerintah kota Linggar Emas. Hari juga sudah mendekati sore. Mereka pun diarahkan ke tempat peristirahatan di kota Linggar Emas.
Saatnya melihat dengan lebih dekat, Aji sudah memastikan dengan mengirim sinyal di cincinnya. Saat yang lain istirahat, dia keluar dan memakai topi untuk menutupi dirinya. Sinyal yang diberikan Aji adalah untuk Aaman, dan Aaman sudah berada di kantor intelejen pertahanan untuk kota Linggar Emas.
Mereka kembali janji ketemu di rumah makan yang cukup dekat dengan kediaman Adante.
”Sudah saatnya kita bergerak Aji?” seperti biasa, Aaman makan sambil bersantai dan berbicara sambil seolah tak peduli dengan ucapannya itu.
Aji pun makan dengan tenang, ”Benar, kamu selidiki orang dari Adante. Mereka pasti akan mengirimkan utusan pada Bangau Emas, untuk meminta mereka memenuhi permintaan dari Dasatama. Hal ini karena, Adante adalah orang pemimpin yang tidak berani mengusik Bangau Emas sama sekali.”
Tentu saja, Aaman paham maksud dari Aji, itu adalah di mana pemerintahan Adante dikabarkan menerima uang lebih dan pengamanan yang tinggi dari Bangau Emas. Dengan catatan, jangan mencampuri urusan bisnis senjata yang mereka jalankan.
Adante mendapatkan banyak manfaat, baik berupa kekayaan uang melimpah dan juga penjagaan dari kejahatan di kota Linggar Emas. Murid perguruan dari Bangau Emas dikabarkan selalu membantu keamanan di seluruh Linggar Emas.
”Pastikan bahwa kabar itu benar, jika benar maka akan semakin mudah menguak kasus ini dan membongkar buruknya Bangau Emas.”
Ucapan Aji itu benar-benar seperti dia yakin bahwa Bangau Emas memang bagian dari Mondu. Jika hal ini bisa dibuktikan, sekali lagi maka dunia bela diri seluruh benua akan mengalami goncangan yang besar.
Dan...., tentu saja akan berpengaruh pada kepercayaan para pendekar itu sendiri. Bahaya terbesar dari kehancuran pasukan bela diri adalah pada pengkhianatan dari dalam, dan itu sangat besar akibatnya.
Mereka pun berpamitan, Aji akan menjalankan tugasnya kembali mereka berpisah seperti kawan lama yang lama tak bertemu.
Di sisi lain, di ujung luar rumah makan itu, Barsha ternyata melihat hal itu. Dia terlalu lama mencurigai Aji, dan dia mengetahui bahwa Aaman dan Aji sepertinya tengah merencanakan sesuatu yang besar. Mereka memang terlihat sangat aneh.