Pasukan Langit
Senjata Khusus untuk Pasukan Langit
Hari di mana para anggota Pasukan Langit, menuju kantor khusus Blacksmith milik perguruan Bangau Emas pun tiba. Semua anggota Pasukan Langit diarahkan oleh kepala Blacksmith Bangau Emas, Rakuta.
Pejuang Jiro tidak ikut dengan mereka dan memilih mencari udara segar. Ketua Gonan mengawal semua anggota Pasukan Langit, untuk membantu mereka menentukan senjata yang tepat seperti yang sudah dievaluasi oleh pejuang Jiro.
Saat mereka dibimbing oleh Rakuta, mereka pun menemui beberapa orang yang tengah menempa senjata. Baik saat dipanaskan maupun saat ditempa dengan sihir, semua proses itu diperlihatkan oleh Rakuta selaku kepala Blacksmith.
Semua pekerja cukup sibuk, dan seolah tak ada yang beristirahat di antara mereka. Beberapa orang bekerja demikian giat. Mereka istirahat sambil meminum air minum dan melanjutkan aktivitasnya kembali.
Aji mendapatkan sinyal saat itu dari cincinnya, pesan itu dari Aaman. Setiap pesan yang menjadi representatif memperlihatkan cincin itu menyala. Dan, energi yang dirasakan dapat menentukan siapa yang sedang memberikan sinyal. Hal itu karena mereka sudah bertukar informasi dan menyatukan kedua artefak pesan tersebut.
Aji meminta izin keluar terlebih dahulu, anggota Pasukan Langit yang lain masih antusias dalam melihat para pembuat senjata dan persiapan mereka masing-masing untuk pembuatan senjata. Mereka sudah tidak sabar menunggu senjata apa yang akan mereka dapatkan, dan bagaimana kelebihan senjatanya itu.
Aji bertemu dengan Aaman di pinggir gerbang kota. Tidak ada yang curiga dengan pertemuan mereka, karena Aji memakai seragam Pasukan Langit dan Aaman memakai seragam pertahanan benua. Hal itu menjadi wajar, Aaman sendiri bertugas di satuan khusus intelejen dan di bawah kewenangan dari ketua Yarko.
”Saya memastikan mereka mengirimkan utusan setelah malam tiba.”
Penjelasan dari Aaman semakin memantapkan kecurigaan Aji. Utusan yang dimaksud dari Aaman, adalah permohonan agar perguruan Bangau Emas menerima tamu yang datang dari pusat pemerintahan agar tidak ada kecurigaan.
Artinya, Adante sendiri sebenarnya secara pemerintahan takut dengan perguruan Bangau Emas. Mungkin tidak takut, hanya saja dia sudah merasa selalu diberikan kemudahan dalam kepemimpinan dan pengaturan kota. Mereka saling membantu, sehingga Adante secara khusus menyampaikan melalu utusan dan tidak berani memerintahkan Bangau Emas begitu saja.
Di sisi lain, Aji mendapatkan kabar dari Aaman bahwa pemerintahan dari perguruan Bangau Emas kini dipegang oleh Sengturi. Dia merupakan anak dari Drakos, pemimpin sebelumnya. Aji mengenal betul siapa Drakos, dia menjadi antek dari Lord Demon saat perang pecah 20an tahun yang lalu.
Sengturi sendiri sudah memiliki satu orang isteri, dan dia sudah berumur 30 tahun. Dialah yang juga menginginkan Alicia menjadi isteri keduanya.
Persoalan lainnya adalah, Aaman mendapatkan kabar dari rekan intelejen dan dirinya yang juga melakukan penyelidikan. Hari ini, orang yang bekerja di Blacksmith tiba-tiba diliburkan dan itu bahkan lebih dari 80 persen pekerjanya. Hal itu mendadak dilakukan oleh Blacksmith. Jadi, pembicaraan di semua tempat, akhirnya sampai pada telinga Aaman.
Ada sesuatu yang ingin ditutupi oleh perguruan Bangau Emas. Benarkah mereka tengah mempersiapkan senjata besar-besaran untuk diberikan pada pasukan Lord Demon? Jika itu benar, maka tentunya ada tempat persembunyian dari seluruh tempat di kota Linggar Emas yang harus ditemukan sebagai bukti akan hal ini.
Beberapa tempo lalu bahkan, Aaman yang menyamar sebagai pendekar biasa dan memesan senjata tidak diperkenankan untuk membeli dan menempa senjata. Hal itu karena mereka sedang banyak pesanan, hal itu juga yang menguatkan prediksi dari Aji. Rencana mereka harus digagalkan, Aaman pun merasa banyak keganjilan yang terjadi.
Dia pun bersiap untuk membantu Aji, karena hal ini sangat berbahaya bagi dunia bela diri jika itu memang benar.
”Kita selidiki, jika ada tempat yang mencurigakan. Maka kabari aku segera,” Aji memberi pesan khusus pada Aaman. Jangan sampai hal ini bocor, dia juga akan mencari bukti yang lain agar bisa menguak misteri dari perguruan Bangau Emas. Bangau Emas sejak lama dipercaya sebagai perguruan yang bersih dan selalu membantu dunia bela diri.
Mereka berpisah kembali, Aji kembali ke Blacksmith. Dia masih penasaran, artinya jika para pekerja diliburkan sebagian besar. Mereka tengah menutupi kinerja selama ini dari Pasukan Langit dan pasukan pertahanan.
Mereka membuat bukti seolah mereka sedang tidak memproduksi dalam jumlah besar, hal itu berbalik dari ketika seorang biasa hendak membuat senjata dan mengatakan kalau mereka sibuk.
Beberapa hari di Bangau Emas akan membuktikan siapa mereka sebenarnya. Apakah semuanya terlibat atau hanya beberapa oknum.
Aji kembali ke Blacksmith, beberapa rekannya sudah diarahkan dengan baik oleh pencatatan dari Blacksmith soal pesanan tiap-tiap anggota Pasukan Langit. Hal itu sudah ditunjukkan oleh pejuang Jiro kepada ketua Gonan. Senjata yang tepat untuk personal Pasukan Langit, hanya saja soal bentuk maka itu terserah kepada para personel Pasukan Langit.
Mereka dapat menentukan bentuk yang tepat untuk pribadi mereka, dan mereka dapat memutuskannya. Misalkan, untuk Nagada dia diarahkan kepada pedang artefak sihir. Untuk bentuknya, dia bebas memilih antara terlalu panjang atau sedang, atau misalnya ukiran dari gagang maupun ketebalah bilah pedangnya itu.
Itu adalah contohnya. Cakram milik Lao pun bisa dimodifikasi bentuknya. Lao tidak menyangka bahwa dirinya seperti menerima sebuah permintaan untuk senjata yang sesuai menurut kehendaknya. Bahan dan artefak untuk Lao juga tidak sembarangan, itu kuat dan juga harus dapat mengalirkan energi dengan baik.
Nora yang sejak awal adalah pedang besar, kini mendapatkan arahan agar pedangnya tidak terlalu besar. Pada kondisi normal memang tetap besar, namun lebih kecil dari pedang sebelumnya karena itu akan memberatkan Nora dalam melakukan penyerangan.
Pedang Nora yang diarahkan adalah pedang dengan ketebalan lebar tiga kali pedang biasa. Namun, pedang untuknya adalah dari artefak kuat dan bahan paling keras. Hal ini karena Nora tidak akan fokus pada sihir, melainkan dia fokus pada kekuatan fisiknya. Nora sangat rajin berlatih fisik, sehingga akan mendukung senjata yang berasal dari bahan yang kuat dan tajam.
Defensif dari Nora yang kuat sangat cocok untuk pedang yang sedang dibuat untuknya karena pedang itu berasal dari Adamantium yang sangat kuat dan tajam. Pedang itu mampu menahan pedang manapun, dan juga bisa menebas dengan cepat. Nora tak sabar menunggu pedangnya itu selesai dibuat.
Berbeda untuk Arion, dia diarahkan untuk membuat tombak yang memiliki dua sisi yang sama tajam dan juga dialiri energi api. Artefak yang dibuat bahkan berasal dari gunung paling berapi, batu bongkahan dari sisa-sisa lahar yang sudah sangat mengeras.
Batu itu sangat langka, tapi kemampuan Arion sangat serasi dengan kemampuan tombak dua bagian yang tajam. Dari bahan, energi apinya mampu membuat tombaknya menyala dan memberikan damage yang besar.
Arion ingin bentuk dari ujung tombaknya memilki ukiran, dia pun menggambarkan ukiran yang ingin dibuatkan untuknya. Kedua ujung tombaknya yang sama-sama memiliki mata tombak harus sesuai dengan keinginannya soal ukiran ketajamannya.
Sihir api dari artefak batu yang dibuatkan senjata untuk Arion, akan meresonansi efek sihir api yang dikuasainya.
Mereka semua sangat bahagia, Blacksmith milik Bangau Emas memang sangat lengkap. Mereka sangat senang mendapatkan perhatian khusus, bahkan secara pribadi mendapatkan pelayanan secara khusus untuk menciptakan senjata miliknya, sesuai dengan apa yang diinginkannya.
Ini seperti memiliki Blacksmith pribadi. Mereka tinggal menunggu beberapa hari hingga senjata mereka selesai dibuat.