Pasukan Langit
Laporan Penting dari Jiro
Pejuang Jiro kembali, beberapa hari dia menghilang dari para anggota Pasukan Langit. Dia mengatakan bosan kepada para muridnya yang diajarinya teknik-teknik bela diri. Para anggota Pasukan Langit sedang dibuatkan senjata, dan tentu saja pejuang Jiro mengambil kesempatan itu untuk pergi berkeliling sambil menunggu para muridnya mendapatkan senjatanya.
Lima hari, Pejuang Jiro tak kelihatan dan akhirnya dia menemui para anggota Pasukan Langit di kediaman yang telah disediakan oleh kota Linggar Emas.
”Kalian semua sehat bukan? Apakah makanan di sini mengenyangkan kalian semua?” sapaan akrab dari pejuang Jiro itu seperti mereka tidak bertemu bertahun-tahun lamanya. Para anggota Pasukan Langit pun tersenyum semuanya. Mereka sudah menciptakan keakraban dalam diri mereka dengan sang guru yang mengajari mereka.
Para anggota Pasukan Langit memberikan salam pada gurunya, mereka semua menghormati pejuang Jiro sebagaimana mereka menghormati guru mereka. Momen seperti ini membuat Aji tersenyum sambil tetap diam di ujung ruangan. Masa-masa muda yang indah tentunya, tapi mereka segera akan menghadapi ancaman besar. Mungkin, bercanda dan bergurau bersama adalah jalan untuk dikenang di masa-masa sulit nantinya.
”Maukah kalian berlatih sejenak denganku? Peragakan kemampuan terbaik kalian dengan senjata baru kalian.”
Mereka pun tersenyum. Para anggota Pasukan Langit keluar dari ruang kediaman mereka, dan menuju lapangan. Tersisa Aji dan pejuang Jiro.
”Aku sudah mendapatkan tempat paling disembunyikan di tempat ini Aji, mungkin di sanalah tempat yang kau maksudkan,” pejuang Jiro berbisik kearah Aji. Aji pun tersenyum. Rencana harus segera dimulai.
Pejuang Jiro meninggalkan Aji, dia pun berlatih tanding pada para muridnya dengan membentuk tim seperti sebelumnya. Jiro ingin mengetahui sebatas mana kemampuan mereka berkembang, ditambah dengan senjata baru mereka.
Pejuang Jiro bahagia, semua tim sudah semakin kuat. Bahkan dirinya selama lebih dari 30 menit tidak bisa menghancurkan masing-masing tim. Mereka sudah menjadi kuat, seperti yang diarahkan oleh Aji dalam pelatihan mereka. Jiro sendiri terus merahasiakan apapun soal Aji yang selalu menuntunnya, untuk membuat para Pasukan Langit menjadi sekuat mungkin.
Aji hanya menjelaskan jika waktunya tiba, maka dia akan memberikan mereka kekuatan yang lebih sehingga fisik mereka siap untuk menerima kekuatan itu. Aji menunjukkan jalan baru, bahwa bela diri adalah jalan seseorang untuk menjadi kuat, tanpa harus merelakan tubuhnya dalam menerima pengaruh kegelapan atau memberikan jiwa pada kesesatan.
Tubuh yang kuat, akan mampu menyerap energi alam dengan sangat kuat. Itulah kenapa, latihan yang tepat dibutuhkan untuk mengembangkan kekuatan fisik, dan juga kekuatan mental secara bersamaan.
Jiro melawan 4 tim bergantian, semunya bahkan sepertinya tidak mengerahkan kekuatan penuh mereka. Kerjasama mereka juga semakin baik, dirinya bahkan tak bisa lagi menjatuhkan mereka ketika bersama. Dia hanya bisa mengalahkan mereka dengan mudah, kalau mereka berpencar dan bertarung sendiri-sendiri.
Satu hal yang dilakukan Jiro, dia juga tidak mengeluarkan tenaga penuhnya. Apalagi, dia juga sudah mempelajari sebuah skill tertinggi dari mendiang gurunya, Ganada. Kekuatan itu tidak digunakannya karena itu adalah kartu As yang bisa dipergunakannya, untuk mengalahkan musuh yang kuat.
Selain itu, jurus itu memerlukan energi yang besar sehingga cepat menguras energinya. Maka, dia mulai melatih kekuatan circle dengan penuh hingga mencapai puncak sehingga dapat mencapai ketinggian di mana tak perlu lagi merasa kekurangan energi. Energi alam sangat melimpah, itulah pentingnya 8 circle dimiliki oleh seorang pendekar bela diri, jika ingin menggunakan suatu skill kuat yang menguras energi dengan cepat.
Metode latihan dari Aji yang dipraktekkannya memang sangat kuat. Dia adalah seorang guru yang luar biasa di usia mudanya. Namun, jangan lihat dari usianya, dia adalah sosok yang mewarisi kekuatan tiga legenda sekaligus.
Dia berguru pada mereka bertiga dengan sangat baik. Jiro hanya menyesal kenapa tidak dari dulu dia bertemu dengan sosok Aji tersebut. Namun, lebih baik tetap demikian, meski terlambat dia akan tetap mengejarnya.
Misi kali ini sudah dekat, tempat yang dicurigai oleh ditugaskan untuknya diselidiki dan dia menghilang sambil mencari pemandangan segar dan mencari tempat itu. Tempat di mana ada penjagaan yang ketat, dan tempat persembunyian yang sangaat tersembunyi.
Tempat yang paling disembunyikan di kota Linggar Emas. Sebenarnya, apa yang sedang disembunyikan oleh perguruan Bangau Emas? Jiro merasa penasaran apa hal yang ingin diungkap oleh Aji, bahkan menggunakan cara membuat senjata sebagai tameng untuk membongkarnya.
Sebenarnya, semua ide pembuatan senjata adalah usul dari Aji. Pejuang Jiro menjalankan usulan itu untuk mengungkap sesuatu di perguruan Bangau Emas. Mendayung perahu sekaligus mendapatkan manfaat. Senjata kuat didapatkan, sekaligus untuk mencari barang bukti.
Pejuang Jiro sebenarnya juga merasakan kehadiran kekuatan besar dan gelap yang ada di perguruan Bangau Emas. Namun, dia tak mau berspekulasi jauh karena memang Mondu yang dia ketahui ada dimana-mana. Mereka adalah pengkhianat yang bersembunyi di balik nama kepahlawannya. Padahal, mereka adalah penyokong kuat kekuatan Lord Demon dan ingin menguasai dunia.
Jika bukti tak ada, salah-salah akan terjadi perang besar antar perguruan kebenaran itu sendiri. Kecurigaan adanya oknum Mondu di perguruan Bangau Emas memang sudah lama ada. Namun, tidak pernah terbukti sedikitpun. Itulah masalahnya.
Setelah latihan itu, Jiro kembali keluar lagi sambil menunggu semua senjata para anggota Pasukan Langit selesai semuanya. Dia akan kembali memeriksa tempat itu. Tempat yang sudah disebutkan Aji, tiga tempat aneh. Namun, satu tempat yang paling aneh dan pergerakan orangnya cukup intens. Artinya, ada sesuatu yang mungkin sedang disembunyikan di sana.
***
Seorang wanita nampak ragu-ragu untuk memasuki sebuah kediaman, kediaman itu adalah milik Nasura. Wanita itu terlihat cantik memakai sebuah topi, dan mata indanya begitu indah karena jaring halus menutupi topinya dan matanya terlihat serta bibirnya yang manis.
Para penjaga di kediaman itu bahkan sampai menelan ludahnya, dua orang yang berjaga begitu gemetar penasaran ingin melihat wajah seluruhnya wanita itu.
”Nona cantik mau kemana?” tanya seorang penjaga sambil matanya melirik kesana kemari, dan ingin melihat wajah wanita yang ditutupi dengan jaring-jaring halus yang terikat mengelilingi topi bambunya. Jaring penutup itu melambai ke bawah dan kadang tertiup angin.
”Saya ditugaskan oleh seseorang untuk melayani tuan Nasura, saya sudah dibayar olehnya,” suara lembut dari wanita itu benar-benar membuat dua orang penjaga itu terpesona, dan seperti melayang dalam angan-angan mereka.
Mendengar nama Nasura, mereka berdua pun menjadi cemberut. Kenapa juga selalu tuan mereka yang jahat itu yang selalu mendapatkan wanita cantik. Nasib mereka sebagai pelayan benar-benar seperti tidak disukai langit. Mereka hanya menjadi budak dan hanya menjadi pelayan. Andaikan mereka adalah tuan kaya, mereka akan bisa menikmati wanita setiap saat. Apa boleh buat, mereka pun langsung lemas.
”Silakan masuk Nona,” penjaga itu membukakan pintu gerbang tersebut. Mereka tidak curiga sama sekali, karena memang sudah menjadi kebiasaan tuan Nasura yang mereka jaga. Dia adalah sosok yang hanya suka mengumbar nafsunya saja, uang berapapun dia punya.
Wanita itu pun masuk dengan gaya khas yang membuat dua penjaga seolah tak bisa berkedip.
”Hati-hati nona penghibur, tuan Nasura adalah seorang yang ganas, ha.. ha.. ha..” tawa penjaga itu dan diikuti oleh tawa satu penjaga yang lainnya. Pintu pun ditutup, para penjaga pun berfantasi ria, andaikata mereka yang jadi tuan Nasura. Alangkah indahnya hidup ini, seperti di dalam surga saja.