Pasukan Langit

Misi Melindungi Nasura

”Lumayan Bocah! Ha.. ha.. ha.., sayangnya kamu tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa!” lelaki kekar nampak maju, dia baru saja melihat tiga anak buahnya bahkan roboh, dengan sekali pukulan oleh pemuda bermata tajam itu.

Dia mengambil sebuah senjata dari punggungnya, cahaya menyala pada senjatanya dan itu adalah kapak dengan dua mata tajam yang berkilauan. Diselimuti dengan energi gelap, ditambah energi yang keluar dari tubuh kekar itu juga mulai mengeluarkan asap gelap. Itu adalah kekuatan dari pendekar kegelapan.

Aji pun tersenyum dan masih dengan sikapnya yang siaga, setelah menjatuhkan tiga orang sebelumnya.

”Sebelum kamu pergi ke alam langit! Aku akan mengatakan namaku Bocah,” tenaga gelap mengalir dan memenuhi kepak di tangan kanannya. Kapak itu seperti cahaya berkilauan kegelapan, mirip mendung yang ditimpali halilintar.

”Namaku adalah Tamuraaaaaa!” sambil berteriak, lelaki kekar bernama Tamura itu melompat dan mengangkat kapak besarnya. Dia siap memotong tubuh Aji dengan kesumatnya.

Blaaaaaarrrrrr!

Ledakan besar terjadi, tanah menggumpal dan pandangan terganggu. Lelaki yang rambutnya diikat beberapa bagian itu menyeringai.

”Sudah beres, Tamura. Ayo kita bergegas mengejar kepala Blacksmith itu segera!” sosok itu akan melompat pergi, disertai lima orang yang tersisa di belakangnya. Semua bersiap pergi.

”Tunggu Magot! Aku kehilangan bocah itu!” suara Tamura seolah mencari ke kanan dan ke kiri saat asap mulai menghilang. Kapaknya sempurna menghancurkan tanah di depannya dan menimbulkan lubang besar.

”Serangan yang kuat!” pemuda itu, Aji sudah berada di sebuah atas pagar di depan mereka. Tempat kepala Blacksmith tadi keluar. Aji berdiri di sana, terpias wajahnya dari cahaya bulan yang temaram.

Magot merasa bahwa bocah itu memiliki kemampuan, dia bisa menghindari serangan cepat dan kuat milik Tamura. Baju kebesaran dari Pasukan Langit juga dikenakannya, tentu saja, menurut informasi yang mereka dapatkan. Bahwa, Jasum dan Mora yang merupakan orang kuat dan di bawah kepemimpinan dan Denta, dikalahkan oleh anggota Pasukan Langit.

Jasum dan Mora merupakan sosok kuat di perwakilan pasukan kegelapan. Denta sendiri mendapatkan luka berat dengan kematian orang kepercayaannya itu. Jadi, mereka tidak boleh meremehkan siapapun yang berhubungan dengan Pasukan Langit.

Mereka adalah orang-orang yang sudah dipilih asosiasi bela diri, untuk melawan pasukan Lord Demon. Magot pun tidak mau meremehkan pemuda itu lagi.

”Tamura! Kita serang bersama!” teriak Magot.

Tamura merasa heran, jika Magot sudah berkata seperti itu. Artinya, pemuda di atas pagar di pintu keluar itu bukan sosok sembarangan. Dia pun menarik kapak besarnya, lima anggota mereka juga bersiap.

Aji tersenyum dari atas, dia melesat dan menyerang Magot dengan pukulannya. Magot menyambutnya dengan pedang besarnya. Pukulan Aji bertabrakan dengan pedang besar milik Magot, dan ledakan serta dorongan energi terjadi. Energi terang dan gelap saling mendorong.

Tamura melihat situasi, ada celah. Lima orang bawahannya pun menyadari hal itu, mereka masuk ke pertempuran dan menyerang Aji dari segala sisi. Aji menyadari hal itu, dia melepaskan serangannya pada Magot.

Mata Aji langsung melihat kearah Tamura yang menyerangnya. Dia menggunakan kekuatan Tamura untuk mementalkan tubuhnya. Dia menendang kakinya kearah kapak Tamura dan energi mereka berbenturan. Tenaga besar dari Tamura digunakan untuk tumpuan tolakan oleh Aji, dan dia melesat cepat.

Kecepatan tolakan itu dimanfaatkan Aji dengan baik, dalam sekejap, lima orang di bawah kepemimpinan Tamura dan Magot dijatuhkan satu-persatu dalam kilatan serangan yang cepat.

Bug! Braaak! Booomm!

Aji turun ke bawah perlahan, dan berbarengan dengan jatuhnya lima pasukan kegelapan itu satu-persatu jatuh ke tanah.

Bruukkkkkk!

Mata Aji menajam kearah Tamura dan Magot yang masih ada di atas, dan pandangan mereka tertutupi dengan jatuhnya lima pasukan kegelapan yang diserang Aji dengan cepat. Mata mereka bertiga saling bertatapan. Tinggal mereka, 2 vs 1.

Genap debu terlihat menutupi pandangan akibat jatuhnya lima orang itu, mereka melesat dan pertempuran dahsyat menggelegar. Benturan energi terjadi, hancurnya beberapa sisi bangunan di kantor Blacksmith perguruan Bangau Emas itu.

Booommmmm! Blaaaarrrr! Braaaaakkkk!

***

Ratusan orang berpakaian gelap, seluruh mata mereka mengawasi dua orang berpakaian Pasukan Langit yang tengah membawa Nasura bersama mereka. Lao dan Gayatri melepas pakaian gelap mereka, pakaian penyamaran mereka.

Kali ini, mereka siap menghadapi serbuan pasukan kegelapan. Seperti yang dikatakan Aji, bahwa kali ini kita akan bertempur habis-habisan. Awalnya, mereka berdua kurang percaya, tapi setelah membawa Nasura. Kini mereka sadar, perkataan Aji memang benar.

Lao dan Gayatri juga percaya, Aji sedang melakukan hal lain yang juga penting di luar sana. Tugas mereka berdua adalah menyelamatkan saksi. Bantuan akan segera tiba, mereka harus bisa menahan para pasukan kegelapan tersebut.

”Matilah kita! Aku tidak mau mati!” lagi-lagi, Nasura merengek dan bersembunyi di balik punggung dua orang Pasukan Langit itu.

Lao mengeluarkan dua cakramnya, itu adalah senjata baru yang sudah selesai dibuat oleh Blacksmith Bangau Emas. Lao menyalurkan energi dari kedua cakram dan seperti ada benang yang menghubungkan kedua cakram. Seperti petir-petir kecil yang menyala, dan saling terhubung. Dia telah bersiap.

Gayatri membuka tangannya dan lingkaran gerigi energi mundul di atas kepalanya, ada jarum energi yeng menyembul dari lingkaran gerigi itu dan seperti bola berduri. Gayatri juga sudah bersiaga.

Orang-orang berpakaian gelap itu pun mengeluarkan energi kegelapan dari tubuhnya, mereka bersiap menyeran dengan senjata-senjata mereka. Mata mereka pun menyala seperti merah saga. Semuanya melompat dan berirama menuju kearah Lao dan Gayatri. Nasura sendiri semakin ketakutan dan duduk berjongkok di lantai di ruang tengah kediamannya itu.

Nasura tak berani melihat, dia memejamkan matanya karena ketakutan. Benturan senjata, benturan dan ledakan tampak memekakkan telinganya.

Lao menahan serangan dengan senjata cakramnya, gerakannya sangat cepat. Di satu sisi menahan beberapa serangan, namun sekejep kemudian sudah berada di tempat lain untuk melindung Nasura. Misi mereka adalah membawa Nasura dengan selamat. Gayatri pun demikian, jarum-jarum energi yang melesat dari gerigi lingkaran itu menghalau setiap serangan dari para pasukan kegelapan.

Mata Gayatri tampak fokus dan konsentrasi menghalangi setiap serangan yang menuju pada Nasura. Dia hanya peduli pada nyawa Nasura, dia harus selamat untuk membuktikan keterlibatan dari Bangau Emas.

Trang! Klang! Booommm!

Ratusan orang dengan kemampuan tinggi, tentu membuat Lao dan Gayatri kesulitan. Mereka harus bertarung sambil melindungi seseorang. Ini merupakan sesuatu yang susah dilakukan. Mereka harus fokus dengan dua hal dalam pertarungan. Tidak boleh kehilangan fokus.

Ketika ada celah, pasukan kegelapan melempar senjata tajam kearah Nasura. Melihat hal itu, Gayatri meledakkan senjata energi dari gerigi dan pecahan pisau, energi berhamburan kemana saja. Itu menyulitkan para penyerang. Saat itulah, Lao segera melesat dan menarik tubuh Nasura dan senjata itu menghantam tanah dengan kuat.

Blaaaarrrr! Boooom!

Nasura selamat. Melihat Nasura selamat, pasukan kegelapan ratusan orang itu kembali menyerbu. Di antara mereka juga sudah ada beberapa orang yang roboh akibat kekuatan dari Lao dan Gayatri. Mereka tak peduli dan melesat menyerang lagi, dan seolah langit terisi oleh bayangan mereka. Semuanya hanya ada satu tujuan, membunuh Nasura. Itu adalah bukti yang harus dihilangkan.

Bagaimanapun caranya.

Gayatri mengambil langkah dan langsung menggerakkan tangannya. Ledakan energi besar terjadi. Gayatri menggunakan energi yang besar, dan menciptakan barier kuat sehinga para penyerang tak bisa menembus barier energi yang dibuat Gayatri. Dia menahannya sekuat tenaga. Gayatri sedikit kesulitan tapi dia berusaha keras menahan setiap serangan energi dari luar oleh para pasukan kegelapan itu.

Lao masih memegangi pundak Nasura, ’Bertahanlah Adikku.’

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!