Pasukan Langit
Aji Menggunakan Pukulan Halilintar
Pasukan Langit yang bertahan di kediaman yang disediakan oleh kota Linggar Emas dan perguruan Bangau Emas, mereka bersiaga. Mereka mendengarkan pertarungan yang dahsyat dan benturan senjata terdengar dari tempat mereka.
Ketua Gonan segera memerintahkan mereka semua untuk melengkapi senjata mereka. Kekacauan sedang terjadi malam ini, mereka harus bergegas melihat situasi di perguruan Bangau Emas. Apakah benar ada penyerangan dari pasukan kegelapan? Kelompok mereka disadari tidak lengkap, ketua Gonan pun menjadi khawatir dan meminta semua untuk segera keluar.
Semua Pasukan Langit yang tersisa itu pun keluar bersama dengan ketua Gonan, lengkap dengan memakai perlengkapan Pasukan Langit. Mereka siap berjuang sekarang.
Di sisi yang lain, Aji masih melawan dua orang yang tersisa dari pasukan kegelapan, dua orang petinggi. Tamura dan Magot.
Keduanya bersiap, mereka tak mau meremehkan pemuda itu lagi. Meskipun terlihat seperti bocah amatiran, tapi dia menjatuhkan lima orang kepercayaan mereka dengan mudah. Dia juga mampu menghindari serangan kuat dari Tamura.
Tamura memegang kapaknya lebih erat dan Magot mengalirkan energi hitam di pedang besarnya. Mereka berdua maju bersamaan dari sisi depan berbarengan. Aji maju dan menghadang mereka.
Sabetan pedang besar magot dari kiri, Aji cepat menunduk dan kapak besar menyambutnya di tengah. Aji melihat itu dan menahan dengan kedua tangannya yang sudah dilapisi oleh energi.
Duaagggg!
Aji terpental ke belakang dan membentur dinding di kantor Blacksmith tersebut. Tamura dan Magot tampak tersenyum. Berakhir sudah bocah itu, mereka mengira bahwa mereka sudah mengalahkannya. Serangan double gabungan mereka mampu melihat celah yang baik, dan seorang petarung pun akan terhempaskan dan remuk.
”Ayo selesaikan Nasura!” keduanya hendak melompat.
”Mau kemana kalian?”
Sebuah suara mengagetkan Tamura dan Magot. Mereka menoleh, pemuda itu terlihat bergerak dan energi tipis menyelubunginya. Dia bergerak dan bangun kembali.
”Bocah sialan!” Magot berteriak dan menerjang dengan pedang besarnya. Tamura menyusulnya dengan kapak yang siap diayunkan.
Di tepi dinding itu, tak ada tempat untuk mundur. Magot menerjang dengan energi gelapnya.
Wussshhhh! Booooommmm!
Serangan Magot mengenai dinding dan hancur. Namun, pemuda itu menghilang. Aji sudah berada di belakang Magot. Kapan pemuda itu bergerak? Tamura melihatnya kaget, pemuda itu sudah menghadangnya. Kapaknya pun menyambar tubuh Aji.
Kini, Aji tidak menghindar tapi menangkap kapak itu dengan tangannya. Kapak itu benar-benar terhenti. Energi berbenturan, tapi Aji mampu menahan energi serangan dari kapak milik Tamura. Magot melihat kesempatan, ditariknya pedang besarnya dan menerjang Aji yang masih menahan serangan kapak milik Tamura.
Aji melirik sisi Magot yang menyerangnya itu, dia menekankan kekuatan pada tangan kananya yang memegang kapak. Kekuatannya mengalir dan...
Craaakkk!
Kapak milik Tamura pecah berkeping-keping dengan kekuatan Aji. Aji melompat terbang keatas menghindari serangan pedang milik Magot. Dia bersalto di udara dan mendarat dengan cepat di belakang Magot. Dia menarik tangannya dengan cepat dan memukul Magot dari belakang dengan energi besar.
Brussh!
Magot merasakan punggungnya panas dan tubuhnya terdorong kuat menghantam Tamura. Mereka bertabrakan dan terhempas hingga menabrak dinding gerbang kantor Blacksmith. Asap mengepul dan Aji turun dengan santai di tanah. Dia melihat arah dua orang yang terhempas itu.
Sedetik kemudian, ada angin yang marah dan menghempas. Energi hitam nampak seperti ledakan gunung berapi. Aji paham apa yang terjadi, mereka berdua melakukan Demon transform. Metode terakhir mereka untuk mengalahkan musuhnya. Mereka menggunakan segel jiwanya yang sudah direstui oleh Lord Demon.
Kekuatan mereka akan berlipat ganda, persis seperti yang terjadi saat tes Pasukan Langit di Dompai. Saat Pasukan Langit melawan Jasum dan Mora.
Tubuh kedua orang itu bangkit dan melayang, sisik-sisik seperti binatang serta tanduk muncul dari kedua pundak Tamura dan Magot. Mereka sepenuhnya telah menjadikan energi gelap sebagai inti kekuatan mereka. Kekuatan besar yang mereka serap dan ubah menjadi energi hitam tidak bertahan lama.
Itu adalah metode iblis, di mana mereka mengorbankan tubuh mereka demi mencapai ketinggian bela diri tanpa kesulitan. Itu adalah kontrak energi jiwa mereka pada Lord Demon dan bersumpah setia pada Lord Demon.
Aji pun bersiap mengalirkan kekuatan di tangannya. Dia tak punya banyak waktu, dia harus segera pergi ke tempat rekannya yang lain. Dia merasakan ada kekuatan hitam yang besar di sisi yang lain.
Tamura dan Magot sempurna sudah berubah, mereka meledakkan kekuatan gelap yang seperti berkilat-kilat. Mereka menerjang berdua kearah Aji.
Akhiri secepatnya. Aji mengangkat tangannya ke atas, dan dia meninju dengan kekuatan yang besar ke tanah. Aji ingin mengakhiri dengan cepat. Aji menghantamkan tangannya ke tanah.
Duaarrrrrrrrr!
”Pukulan Halilintar!”
Tanah meledak dan seperti ledakan gempa yang cukup besar. Tanah bergetar dan bangunan Blacksmith hancur beserta pagar dindingnya. Goncangan itu membuat Magot dan Tamura seolah berhenti karena angin, langit dan bumi seolah bergoncang. Mereka kehilangan keseimbangan di udara.
Tanpa mereka sangka. Pemuda itu telah berada di dekat mereka dengan kecepatan penuh dan memukul mereka masing-masing dengan satu kepalan tangannya. Aji dari atas menghantam keduanya dengan kekuatan penuh dan menghempaskan keduanya ke tanah.
Bagaimana bisa? Keduanya terkejut, bahkan dengan kekuatan mereka yang sudah ditingkatkan ke level demon transform, bahkan tak bisa melawan pemuda itu dalam waktu lama. Bahkan itu hanya sekejap. Siapa pemuda itu?
Boooommmmmmmm!
Bersamaan dengan Magot dan Tamura yang terbentur di tanah, menimbulkan ledakan dan memuntahkan debu serta energi gelap yang hancur berkeping-keping. Getaran goncangan dari efek ledakan Aji pun berhenti.
Hanya tersisa debu yang masih belum reda dan angin sepoi menerpa perlahan di malam itu. Dua sosok tubuh yang sebelumnya melakukan demon trasnform pun, sudah terkapar dan kembali ke tubuh mereka seperti sebelumnya.
Aji menatap mereka sejenak, dia pun segera melesat meninggalkan tempat itu dan menuju arah pertempuran yang lain. Musuh kali ini dirasakan Aji memiliki energi yang menakutkan. Apakah salah satu dari Lima Gerbang yang pernah dihadapinya 20 tahun lalu datang ke sini?
Bisa jadi, karena memang ini adalah proyek besar mereka untuk menguasai dunia. Senjata masal akan menjadi jalan mudah untuk menggulingkan semua pemerintahan prajurit dan para pendekar sekaligus.
Setidaknya, mereka pasti memerintahkan salah satu Lima Gerbang untuk bertanggungjawab pada misi kali ini. Jika itu benar, maka teman-temannya dalam bahaya. Aji melesat dengan kecepatan penuh, berharap tidak terjadi sesuatu yang menakutkan.
Sosok Lima Gerbang belum bisa dilawan oleh para Pasukan Langit, mereka tentu belum siap. Persiapan Aji adalah ketika semua anggota sudah mencapai minimal rank 8. Maka, Aji akan mengimplantasikan Heart Dragon kepada mereka semua.
Hal itu membutuhkan setidaknya wadah tubuh yang kuat dan minimal rank 8. Itulah sebabnya, Pejuang Jiro sedang menempa mereka untuk mempersiapkan implantasi Heart Dragon untuk Pasukan Langit. Itu harus dilakukan sebelum melawan Lord Demon.
Aji hanya berpikir bahwa pejuang Jiro sudah datang ke titik pertempuran yang lain. Aji pun meneruskan pergerakannya.