Pasukan Langit
Keputusan Sengturi
Ledakan besar terjadi, memecahkan gerbang dan dinding di mana ketua Gonan dan pemimpin Sengturi berada. Dua pasukan itu sedang menunggu dua orang yang dikirim untuk menyelidiki dan meminta izin.
Boooommmmmm!
Mereka semua yang di luar kaget, dua orang murid Bangau Emas bahkan terpental karena ledakan itu. Mereka yang berada di luar menutupi diri mereka dengan energi defense untuk menghindari efek dari ledakan energi itu.
Apa-apaan ini? Semuanya kini dapat melihat dari tembok yang hancur dan di dalam sosok-sosok yang masih temaram, karena debu yang pecah tadi. Mereka melihat, di sana terlihat pertarungan demi pertarungan sedang terjadi.
Ini gila! Para anggota Pasukan Langit bahkan kaget karena rekan-rekan mereka tengah bertarung dan mereka tidak mengetahuinya. Bahkan, mereka tengah bertarung dengan pasukan kegelapan?
”Lao dan Gayatri, serta pejuang Jiro dan Alicia? Mereka...” para anggota Pasukan Langit tak mengerti, apakah mereka mengetahui bahwa pasukan kegelapan mengintip dan memergoki mereka? Itulah yang dipikirkan para anggota Pasukan Langit yang lainnya.
”Reuni yang ramai rupanya!” suara menggelegar milik Gultron. Dia masih melayang di udara, ”Apakah kalian wahai anggota Bangau Emas! Memilih kami atau Pasukan Langit?”
Semua orang bingung mendengarkan suara tersebut, apa maksudnya dengan memilih? Jadi, selama ini memang benar desas-desus, yang mengatakan bahwa Bangau Emas adalah kaki tangan pasukan Lord Demon?
Wajah Sengturi menjadi pucat, dia menatap wajah ketua Gonan yang melihatnya.
”Benar yang dikatakan mereka! Saksinya adalah lelaki itu,” pejuang Jiro menunjuk kearah Nasura.
”Apa maksudmu itu ketua Gonan! Lelaki Nasura, apa hubungannya dengan kami sehingga anda berani menuduh kami sembarangan!” Sengturi membela diri.
”Kami membawa buktinya!” dua orang datang, dan membawa seorang yang amat dikenal mereka semua. Mereka berjalan melewati para Pasukan Langit yang lainnya. Barsha dan Aaman datang membawa seorang lelaki, yang selama ini menjadi kepala Blacksmith perguruan Bangau Emas. Dia adalah Rakuta.
Sengturi menjadi merah wajahnya, dia merasa kesal dengan semua ini, ”Murid-murid perguruan Bangau Emas! Dengarkan aku! Bunuh semua orang dari prajurit pemerintahan! Kita bekerjasama dengan pasukan kegelapan, untuk menyelamatkan perguruan kita dari kehancuran!”
Sengturi tidak punya pilihan lagi, jika bekerjasama dengan Pasukan Langit mereka masih dicurigai dan bagaimana bisa menang melawan satu dari Lima Gerbang. Jika mereka saat ini total membantu pasukan kegelapan, mereka masih bisa berlindung dan membesarkan Bangau Emas.
Meskipun, Alicia di pihak para Pasukan Langit, Sengturi harus merelakannya. Sengturi sudah mengincar Alicia cukup lama, dia sudah jatuh cinta padanya meski sudah memiliki seorang isteri. Keluarga Alicia sudah pasrah dengan lamarannya, pernikahan itu juga untuk menguatkan Bangau Emas. Hal itu bisa menjadikan cucu dari legenda saint Yonan, menjadi menantu dari perguruan Bangau Emas.
Kali ini, sudah terlambat. Semua sudah ketahuan, kali ini Sengturi lebih mementingkan perguruan Bangau Emas.
Para murid Bangau Emas bersiap dengan senjata mereka mengarah pada Pasukan Langit. Pasukan hitam atas-atas genting dan pepohonan, ada pasukan kegelapan yang juga akan menyerbu para Pasukan Langit.
Ini adalah pertempuran pertama mereka dengan pasukan kegelapan secara penuh. Mereka kini adalah Pasukan Langit, tidak peduli apapun. Para Pasukan Langit pun bersiap dengan senjata mereka.
Ketua Gonan pun marah, kali ini sudah terbukti. Dia melompat dan mengarahkan tongkat artefaknya ke arah Sengturi. Sengturi pun mencabut pedangnya dan benturan perang itu mulai terjadi di semua sisi.
Para Pasukan Langit yang lain berjuang melawan para murid Bangau Emas dan juga pasukan kegelapan yang berkolaborasi. Mereka tak gentar, pelatihan sudah mereka dapatkan, dan mereka sudah dipersiapkan untuk menghadapi keadaan seperti ini.
Perang benar-benar pecah! Pasukan Langit bukanlah orang rekrutan yang bisa diremehkan, mereka telah mencapai ketinggian tertentu karena tes tiga tahap sudah membuktikan kekuatan mereka. Ditambah sebelum mereka ke perguruan Bangau Emas, mereka dilatih dengan sangat ketat oleh pejuang Jiro. Saat inilah, mereka membuktikan latihan dan kekuatan mereka.
Braaaaakkkk! Booommmmmm!
Para pasukan kegelapan satu dua terpelanting dan menghantam apa saja, pertarungan sungguh sangat sengit di semua sisi. Jumlah yang banyak dari pihak musuh membuat Pasukan Langit kewalahan.
Di sisi musuh, Gultron belum bergerak. Dia merasa di atas angin. Dia akan turun ketika mereka sudah kelelahan, apalagi Bangau Emas sudah sepenuhnya menjadi bagian dari mereka dan dia membiarkan saja mereka bertarung terlebih dahulu. Dalam hati Gultron, para pasukan dari Bangau Emas hanya sekedar biduk catur yang bisa dipermainkan. Bangau Emas tak penting, hanya selama ini mereka di butuhkan, untuk mempersiapkan logistik senjata untuk persiapan invasi pasukan kegelapan.
Pejuang Jiro dengan gerakannya membantu para Pasukan Langit. Dia segera ingin mencapai Gultron dan berhadapan dengannya. Namun, dia merasa kesulitan karena serangan para pasukan kegelapan pada Pasukan Langit. Dia tak bisa meninggalkan mereka begitu saja.
Dua belati yang terbuat dari bahan kuat, dan dialiri dengan sihir dipegang oleh pejuang Jiro. Saatnya menggunakan teknik milik saint Ganada.
”Ghost Speed!”
Gerakannya meliuk bagaikan halilintar yang dipenuhi sengatan energi. Dia kesana kemari dan menjatuhkan para murid dari Bangau Emas dan juga pasukan kegelapan. Dia membantu seperti roaming yang melaju kesana dan kemari, membantu tiap anggota Pasukan Langit untuk mempermudah mereka dalam membuat celah.
Sekejap kemudian satu-persatu para pasukan kegelapan dan murid Bangau Emas terhempas.
Alicia memegang pedangnya dengan erat, dia beralih dari Lunox dan dia menuju kepada pemimpin perguruan Bangau Emas, Sengturi. Lelaki yang melamar dirinya melalui perguruan bela diri, dan berkedok menyelamatkan keluarganya. Mereka adalah para Mondu, Alicia pun melesat kearah Sengturi dengan pedangnya.
Sengturi menangkis pedang dari Alicia, kanan dan kiri, menangkis dan mengindar dan tebasan pedang saling bertemu.
”Kau ikut saja denganku Alicia, aku tidak akan menyakitimu atau membunuhmu!” Sengturi terus menyerang Alicia. dia masih menawari sosok Alicia untuk menjadi isterinya. Hal itu karena dia yakin bahwa semua orang di sini yaitu Pasukan Langit akan mati, dan tak bisa melihat matahari esok pagi.
”Pengkhianat! Tidak punya malu, bagaimana bisa kamu menjadi seorang seniman bela diri, jika kamu menjadi budak dari Lord Demon!” Alicia menghantamkan pedang barunya, energi sihir meluap.
Sengturi juga tak mau ragu lagi, energi gelap keluar dari tubuhnya. Seperti awan hitam yang mengerikan, dia membalas serangan demi serangan dari Alicia. Sengturi pun kagum dengan perubahan kekuatan dari Alicia. Dia telah berubah drastis, dulu dia pernah adu tanding dengannya dan Alicia kalah denganya setelah bertarung cukup lama.
Kini, Alicia semakin kuat. Pengendalian Alicia dalam hal pedang sihir dan tangannya, sesekali Alicia mengeluarkan energi sihir cukup stabil dan sempurna. Sengturi pun tak mau meremehkan Alicia, dia mempertebal defense dari kekuatan gelap yang sudah dipelajari dari ayahnya, Drakos.
Benturan terjadi lagi, ada celah pada diri Sengturi. Dia mendorong Alicia saat pedang mereka beradu. Alicia dapat dipukul mundur, namun Alicia bersiap kembali menyerang.
”Kau menyerah saja, apakah kamu tahu kenapa ayahmu meninggal?” senyum Sengturi seolah mengejek Alicia di tengah pertempuran dan ledakan disana-sini.
Alicia kaget mendengar hal itu, ”Apa maksudmu Sengturi!” Alicia marah, dulu dia menghormati Sengturi, tapi kini dia tahu kalau dia adalah bagian dari Mondu.
”Ayahmu mati karena racun! Kamilah yang bertanggungjawab atas kematiannya! Ha.. ha..” sudah terlambat untuk diketahui, Sengturi malah semakin senang karena pasti Alicia akan marah dan itu akan membuatnya sulit menjaga kekuatan energinya.
Udara di sekitar mereka seperti beku, mata Alicia menyala diserta nyala merah penuh aliran listrik pada pedang Alicia.
”Apa yang kau katakan benar dasar penjahat!” mata itu menyala dan seperti hendak membakar apapun di sekitarnya. Alicia memegang pedangnya dengan sangat erat dan keras dan mengangkatnya ke atas. Halilintar seolah marah dan mengaliri pedang Alicia dengan aliran yang besar.
Sengturi kaget, bagaimana bisa kekuatan seperti itu dimiliki Alicia?