Pasukan Langit
Drakos Tiba di Pertempuran
Lao melesat kuat ke arah Bezman, melihat hal itu Bezman melepaskan rantainya sehingga dia bisa fokus menghadang serangan dari Lao. Lao menyerang dengan kedua cakramnya. Bezman menghadang dengan energi gelap untuk melindungi dirinya.
Booooommmmm!
Gayatri masih bisa fokus membantu kakaknya, dia pun menarik kembali summon energi yang dibuat sebelumnya. Kini, dia sudah mempelajari dan mengerti bagaimana konsep membuat summon bergerak, dan bahkan seperti punya jiwa. Itu seperti kemampuan memisahkan diri tapi dalam jangkauan mata sehingga tidak hancur summon energi itu.
Rasu menyerang dengan kedua kipasnya, kipas Rasu seperti mesin yang bererak melayang, dikontrol dengan energi Rasu dengan kendalinya. Rasu sudah sempurna menjelma menjadi Demon Transform. Energi gelap sudah membentuk fisiknya menjadi berkali lipat kuatnya.
Mereka adalah musuh-musuh yang kuat. Gayatri pun harus bisa mencari celah karena musuh di depannya sudah dipastikan kini seperti seorang rank 9 pada bela diri putih. Rasu sudah menggunakan demon transform. Tentunya, hal itu menguras energi dengan sangat besar. Namun karena dia sudah menjadi bagian dari kekuatan gelap. Maka, dia hanya akan kehabisan energi ketika efek dari Demon Transformnya mencapai puncaknya.
Di ujung atas sana, Gultron melihat pertarungan demi pertarungan di bawahnya. Itu cukup mengasyikkan baginya. Para pendekar putih juga kini semakin kuat, namun meskipun demikian. Dia menyadari bahwa kekuatan dari Shura yang dia junjung tinggi, atau Lord Demon. Mereka semua tidak ada artinya.
Bahkan, Lima Gerbang jika mereka bergabung menjadi satu sekalipun. Gultron tidak yakin mereka bisa mengalahkan Lord Demon. Itulah sebabnya, mereka mengabdi kepada Lord Demon, karena melihat kekuatan yang tak terhingga dari Lord Demon.
Melihat Pasukan Langit dan perguruan Bangau Emas saling bertarung membuat kesenangan tersendiri bagi Gultron. Pertunjukkan yang bagus, bahkan dia tidak menanggapi dengan serius kekuatan dari Bangau Emas. Tidak peduli, mereka hanyalah pasukan pion yang ditumbalkan pada akhirnya.
Iming-iming uang dan kekuasaan sudah membuat mereka lupa pada temannya sendiri. Mereka memang hanya dijadikan tangga bagi tujuan Lord Demon.
Cukup lama, Gultron merasa sedikit bosan. Dia pun mengeluarkan energi kegelapan dari dalam tubuhnya. Kekuatan itu mengalir hingga kedua tangannya yang terbuka kearah pertempuran di bawahnya. Kedua tangannya terbuka dan cahaya kegelapan yang mendesis dan meraung-raung seolah hendak ditembakkannya.
Dia mengarahkan energi pekat dan seperti kilat menyambar di antara awan. Energi hitam itu menebal. Siap diluncurkan, Gultron mengarahkan pada peperangan di tengah yang menjadi titik pertempuran antara Pasukan Langit dan pasukan kegelapan. Di sana ada ketua Gonan dan juga pejuang Jiro yang membantu para Pasukan Langit.
Di samping bawah, Gayatri seperti merasakan energi super kuat yang hendak meledak. Fokus pertarungannya dengan Rasu terganggu, dan dia membuat summon energi darinya untuk menahan serangan kipas gelap milik Sura. Dia melihat ke atas, serangan itu adalah....
Mata Gayatri tak bisa lepas dari energi yang semakin pekat dari musuh di atas sana. Jika itu diluncurkan, maka bisa hancur seluruh tempat di areal pertarungan. Itu tidak mungkin! Bagaimana serangan itu bisa dihentikan!
Gayatri sudah memprediksi seberapa besar kekuatan dari energi gelap itu. Defense energi pun mungkin akan pecah dengan energi sekuat itu. Itukah kekuatan dari salah satu Lima Gerbang?
Halilintar marah di langit sana, seperti langit yang bergemuruh. Pertarungan menjadi tidak fokus lagi, mereka semua melihat ke arah langit dan dilihatlah Gultron sudah hampir meledakkan tempat dimana mereka bertarung. Itu adalah energi yang dahsyat! Lalu, apakah Gultron berniat untuk membersihkan semua pasukan, bahkan pasukannya juga?
Saat semua melihat energi itu, Gultron pun mendorong energi pekat yang menyelubung dipenuhi cahaya berkerlap-kerlip itu. Energi itu meledak ke bawah dengan sangat cepat dan mengarah pada kehancuran.
Splaassshhhh! WOOOOOOONNNGGGGGGG!
Suara lengkingan energi itu seperti halilintar yang marah, kasar dan memekakkan telinga.
”Menghindar Semua!” Gayatri berteriak kencang.
Pejuang Jiro tahu seberapa besar energi itu, mungkin dia bisa selamat dari serangan itu. Namun, bagaimana dengan murid-muridnya di angggota Pasukan Langit? Dia membentuk sebuah perisai dari tangannya, membaut barier yang besar dengan cepat. Waktunya memang kurang, setidaknya dia bisa melindungi para generasi muda, untuk meneruskan perjuangan para pendekar.
Saat energi gelap dan besar itu mendekat ke arah pertempuran. Sesosok bayangan yang sangat cepat, bahkan mungkin tidak ada yang menyadarinya. Sosok itu bagaikan ilusi yang seolah ada atau tidak. Sesosok energi cahaya yang tiba-tiba melesat masuk ke dalam serangan kuat itu. Kekuatan itu bahkan seperti tanpa masa dan waktu, tiba-tiba saja, ledakan energi terjadi.
Blaaammmmmmmm!
Semua mata seperti tak percaya. Baru saja ada energi besar yang hampir menghantam mereka. Namun, saat ketakjuban dan ketakutan itu bercampur, seolah ada sesuatu yang membuat mereka tak sadar. Saat kesadaran mulai kembali. Saat itulah, energi yang pecah itu seperti sebuah bola salju yang lembut dan tenang jatuh ke semua tempat.
Apa yang terjadi? Semua orang tak bisa menjelaskannya.
Gultron pun langsung melotot tak percaya, karena itu benar-benar di luar imajinasinya. Siapa yang melakukan itu? Apa yang terjadi dengan sepersekian detik saat kekuatan energinya itu menghilang tiba-tiba? Dia sendiri yang mencapai sebuah ketinggian dalam segala kekuatan, tiba-tiba merasa khawatir.
Adakah manusia yang bisa melakukan hal itu? Atau, seorang utusan dari Tuhan tiba-tiba datang dan melakukan keajaiban?
Semua kembali sadar, dan pertempuran dimulai kembali karena pasukan kegelapan langsung menyerang kembali.
”Hentikan!” sebuah suara menggelegar muncul dari ujung jalan. Lelaki tua berewok dan memiliki janggut itu berjalan dengan langkah tegap. Dia tak percaya ada keribuatan dan perang besar di daerahnya.
Itu adalah, Drakos! Ayah dari Sengturi, yang merupakan pemimpin dari Bangau Emas sebelumnya. Dia sendiri sudah dilaporkan bahwa ada pertempuran, tapi baru menyadari sekarang bahwa mereka sudah ketahuan.
Mau tak mau, sekarang dia harus mengambil sikap.
”Ayah, kita harus membantu pasukan kegelapan! Kita harus membunuh semua saksi mata di sini!” teriak Sengturi sambil menghadapi Alicia.
Drakos mengepalkan tangannya dengan kuat, dia memang mengetahui bahwa suatu saat rahasianya akan terbongkar. Seperti tempo dulu, dua puluh tahun yang lalu saat penyerangan pasukan Lord Demon hampir terjadi dan hampir saja mereka menguasai dunia. Namun, Tiga Legenda dunia bela diri datang dan mencampuri urusannya saat itu.
Padahal, saat itu dia sudah berada di sisi Lord Demon. Dia pun saat itu ketahuan, tapi ketiga legenda itu pun musnah dan menghilang entah kemana.
Ketika saksi sudah musnah, maka mereka aman. Kali ini, Lord Demon akan segera menyerang kembali. Dia harus mempersiapkan diri dengan baik karena mungkin kali ini, kemenangan Lord Demon akan menjadi kenyataan.
Mau tak mau, dia harus membantu pasukan kegelapan untuk saat ini. Ini akan menjadi bukti kesetiaan mereka. Saatnya memilih pilihan yang tepat, begitu pikiran Drakos berkecamuk. Demi keluarga dan perguruannya. Kali ini, dia harus memusnahkan seluruh Pasukan Langit.
Energi dari Drakos meledak ke kedua tangannya. Dia maju kearah Pasukan Langit disertai pasukan dan murid di belakangnya.
Kekuatan Drakos adalah kekuatan yang kuat. Pejuang Jiro yang harus mengambil alih, dia maju dan menghadang Drakos. Benturan energi terjadi dan keduanya terlibat pertempuran.
Di atas sana, Gultron masih bingung dengan apa yang terjadi. Mungkin, orang lain tidak terlalu bingung karena bisa jadi energi itu bisa ditahan oleh seseorang yaitu misalnya pejuang Jiro. Namun, bagi Gultron, dia sudah mengerahkan kekuatan besar bahkan bisa menghancurkan sebuah kota. Kenapa energi itu hilang dan pecah begitu saja?
Apa harus aku coba lagi? Namun, energinya kali ini sudah berkurang. Cukup beberapa waktu untuk mengembalikan energi gelapnya.
Gultron ingin mencoba lagi, meskipun kekuatan serangan kedua ini tidaklah sebesar kekuatan pertamanya. Tapi, itu cukup untuk membuat kedua pasukan di bawah akan kocar-kacir. Gultron menyalurkan energi kembali dan siap diledakkan. Energi meluap, hitam bersinar, kali ini tidak akan ada kesalahan!
”Hiaatttttt!”
Splaassshhhh! WOOOOOOONNNGGGGGGG!
Energi kembali diluncurkan Gultron. Angin marah dan meledak-ledak. Gayatri melihat hal itu kembali. Kali ini..., harus dihentikan!