Pasukan Langit
Rencana Lord Demon
Di sebuah tempat yang cukup gelap, hanya ada samar-samar cahaya. Empat orang tengah duduk berjongkok dengan bertopang pada satu lututnya, dan satu lutut lainnya terangkat. Empat orang itu tampak tertunduk semuanya.
Mereka berempat diam saja, meraka tak berani mengatakan apapun semenjak datang dan langsung merunduk penuh kerendahan. Wajah mereka juga tak kelihatan, karena ruangan itu tertutup dengan cahaya. Tempat yang paling tersembuyi.
”Mereka semakin berani ternyata! Bahkan, Gultron sudah mereka bunuh!” ada suara penekanan di kata terakhir. Angin kengerian membuat empat orang yang menunduk itu belum berani bersuara. Angin kemarahan dari orang yang masih duduk membelakangi mereka itu, membuat mereka menahan kekuatan itu dengan tenaga energi mereka.
Mereka masih diam, seolah tak percaya bahwa rekan mereka Gultron telah tiada. Mereka hanya merasa, kenapa mereka tak mendapatkan kabar apa-apa darinya setelah rapat terakhir. Mereka masih saja belum bisa percaya karena kekuatan Gultron setidaknya setara dengan mereka. Lalu, ada Blood Black. Apa yang sebenarnya terjadi hingga Gultron bisa mati?
Jika itu dari Lord Demon, maka tidak mungkin itu salah. Jiwa para Lima Gerbang ada dalam ikatan yang dia buat. Dia pasti merasakan energi dari Gultron terputus.
”Nesia! Apa yang kamu rencanakan selanjutnya? Apakah semua sumber dayamu telah kamu siapkan?”
Nesia, satu-satunya wanita di antara Lima Gerbang, dia masih menunduk. Tapi, ini adalah perintah Lord Demon yang dianggapnya sebagai tuannya sendiri.
”Tuanku. Aku sudah mempersiapkan baik-baik seluruh orang-orang kita. Mereka semua sudah bersiap. Mereka masih di semua tempat rahasia, dan membuat kekacauan. Kita akan bergerak dengan leluasa begitu Tuanku siap!”
Nesia sedikit mengangkat kepalanya, dia pun melihat ada yang bercahaya di punggung orang yang disebut tuannya, dia tak lain adalah Shura. Lord Demon yang tengah mempersiapkan kekuatannya.
Sejak petempuran dua puluh tahun yang lalu dengan Tiga Legenda. Lord Demon mengalami luka, karena dia belum selesai melakukan penyatuan Blood Suprem dengan ribuan jiwa yang akan diserapnya.
Mereka diserang oleh Tiga Legenda dan menggagalkan rencana mereka untuk menguasai dunia, tepat beberapa saat sebelum mereka melakukan invasi pada dunia.
Lord Demon mengalami luka karena serangan dari Tiga Legenda sekaligus, meskipun Lord Demon juga mampu menumbangkan mereka semua. Saat ledakan besar terjadi, Lord Demon masih belum yakin dengan benar jika ketiga legenda itu binasa.
Ledakan yang bahkan bisa menghancurkan satu benua sekaligus. Ledakan itu ditahan oleh kekuatan mereka. Entah bagaimana Lord Demon dapat mengingat ketiganya, dan kebenciannya kepada mereka bertiga dia simpan.
Mereka bertiga adalah generasi paling kuat yang pernah diketahui oleh Lord Demon. Saat itu, Lord Demon belum sempurna dalam menyerap Blood Supreme. Kekuatan Lord Demon bahkan masih separuh dari kekuatan aslinya, dan dia terganggu dalam ritualnya tersebut.
Dua puluh tahun, dia menunggu saat-saat ini untuk bangkit kembali dengan kekuatan penuhnya. Lima Gerbang lah yang selama ini mengontrol kekuatan baru mereka. Setelah separuh lebih kekuatan mereka dimusnahnya hanya oleh tiga orang.
Tiga Legenda itu telah membuat Lord Demon marah, hingga dia sembunyi selama dua puluh tahun hanya untuk menyempurnakan kekuatannya.
Namun apa mau dikata, ketiganya sudah pasti binasa dalam ledakan besar itu. Kali ini, apakah Lord Demon akan menemui kekuatan yang besar lagi setelah mereka pergi? Tapi, begitu melihat satu dari Lima Gerbang mati. Sepertinya, memang ada orang yang memiliki kekuatan besar di antara para pendekar aliran putih.
Entah itu adalah anggota dari Pasukan Langit, atau dia adalah Dasatama sendiri. Benar, Dasatama diakui sebagai salah satu pendekar paling kuat dari perguruan putih.
”Baiklah Nesia! Teruskan tugasmu. Aku ingin para petarung bela diri putih saling bertempur, sehingga itu menjadi pertunjukkan sebelum aku menghancurkan mereka semua. Ha... ha... ha...!”
Tawa Lord Demon nampak mengerikan, dan penuh dengan kesumat. Lima Gerbang kini hanya tersisa 4 orang saja. Mereka harus berhati-hati sekarang, ketika mereka berhadapan dengan Pasukan Langit.
Benar, apakah di antara Pasukan Langit memang ada pendekar yang memiliki kemampuan kuat? Denta sudah pernah mengalami hal itu, dan mendapatkan laporan kalau orang kepercayaannya mati di tangan Pasukan Langit.
Gultron sendiri memiliki kekuatan yang sangat besar, dengan kemampuan Blood Black yang diturunkan oleh Lord Demon sendiri. Bagaimana bisa kemampuan regenerasi gelap itu bisa hilang atau tidak berfungsi?
”Soal senjata yang sudah dibuat...” Lord Demon kembali berkata sambil melirik ke belakang kepada para Lima Gerbang itu, ”Tidak usah dipikirkan lagi. Kita berencana membuat senjata masal itu bukanlah untuk senjata kita sejak awal. Itu adalah senjata yang dibuat dan direncanakan untuk membuat mereka saling bertarung.”
Benar saja, para Lima Gerbang juga sudah memahami sejak awal. Senjata-senjata itu dibuat untuk mengadu domba dan membuat petarung bela diri putih untuk saling bertarung dan bersaing. Pasukan kegelapan hanya akan menonton hingga pertunjukkan membosankan, barulah kekuatan kegelapan akan mengambil alih dunia.
Rencana selanjutnya tetap akan dilaksanakan. Kerugian yang diderita pasukan gelap yaitu kematian Gultron memang membekas dalam jiwa para Lima Gerbang yang lain. Namun, mereka percaya dengan Lord Demon bahwa Shura, tidak akan pernah kalah dengan siapapun di dunia putih, bahkan Dasatama sekalipun.
Lima Gerbang pun tunduk serta menjaga Lord Demon hingga waktunya tiba. Dan mereka juga akan menjadi penguasa-penguasa bayangan di seluruh benua. Mereka menunggu waktu-waktu itu.
***
”Terima kasih kalian mau mengunjungiku, orangtua yang sudah banyak dilupakan oleh orang,” senyuman penasehat Alex nampak tulus. Dia mengangkat kedua tangannya ke depan dan meminta tamu-tamunya untuk duduk dan bersikap biasa saja.
Aji dan Barsha masih duduk dan memberi salam dengan menangkupkan kedua tangannya di dadanya. Berbeda dengan Nora yang dia langsung bangkit dan melipat kaki kanannya ke bawah. Dia memberi salam sebagaimana salam seorang murid pada gurunya.
”Saya menghadap anda Tuan Penasehat. Saya adalah Nora, salah satu anggota dari Pasukan Langit,” kedua tangan Nora dimajukan dan ditangkupkan di depan kepalanya.
Penasehat Alex kaget dengan sikap tiba-tiba pemuda agak gemuk itu. Namun, dia yakin bahwa lelaki itu pasti memiliki salah satu hubungan dengannya. Pemuda itu pasti salah satu anggota Pasukan Langit yang berasal dari benua Emerald. Dia membawa Pedang setidaknya itu tebakan dari penasehat Alex.
Penasehat Alex maju ke depan dan menyentuh kedua pundak Nora, ”Bangunlah, tidak perlu begitu. Aku hanyalah seorang pendekar biasa, mungkin takdir yang membawaku hingga ke posisiku saat ini. Siapa sebenarnya kamu, apakah kita saling mengenal?”
Penasehat Alex meminta Nora untuk bangkit dengan kedua tangannya. Nora pun akhirnya bangkit.
”Saya adalah anak kecil yang pernah anda biayai dulu hingga masuk ke perguruan terbaik di kota ini. Kini saya sudah menjadi anggota Pasukan Langit. Saya ingin berterima kasih langsung kepada anda Penasehat.”
Alex pun tersenyum. Benar saja, Alex bahkan tak ingat tentang hal itu.
”Tuan pernah berkata saat aku kecil dulu sebelum berpisah,” Nora meneruskan kata-katanya, ”Anda berharap saya akan menemani anda menghadapi kekuatan gelap jika saya sudah kuat.”
Saat mendengar kata-kata dari Nora, ada airmata yang tiba-tiba membasahi kedua mata penasehat Alex. Kata-kata itu adalah penyemangat hidup dalam diri Alex, sejak muda..., hingga peristiwa berat itu menimpa Alex.