Pengorbanan Cinta David

David Menyukai Dinda?

David tidak mengerti akan sikap Dinda yang menjauh saat dia ingin mendekati kucing yang dipegang cewek itu

 

"Ada apa Dinda, kok lo menjauh gitu kan gue mau lihat kucing," tukas David dengan keningnya yang mengernyit bingung. Perasaan dia tidak mempunyai maksud lain selain ingin melihat keadaan kucing itu.

 

"Maaf David, aku tidak bisa berbicara dengan jarak yang dekat apalagi dengan lawan jenis, aku takut akan ada fitnah di antara kita jadi cukup berdiri di sana saja akan kuberikan kucing ini kepadamu," jelas Dinda sembari mengulas senyum malu pada wajahnya yang begitu cantik.

 

Seketika David terbuai oleh senyuman Dinda yang begitu indah dia mengerti oleh peraturan agama islam yang melarang seorang laki-laki dan perempuan untuk berdekatan apalagi di tempat yang sepi itulah yang Dinda takutkan saat ini.

 

Setelah itu Dinda meletakan kucingnya di tanah agar David bisa memegangnya. "Nih lihatlah! kasihan sekali pasti dia menahan rasa sakit pada kakinya."

 

David mengambil kucing tersebut dan memeriksa kakinya, "Oh seperti aku harus memperban kakinya deh, boleh gue rawat kucing ini?" ujarnya seraya menatap Dinda yang menundukan pandangannya atau memandang ke arah lain untuk tidak melihat wajahnya.

 

"Apa aku bisa mempercayaimu untuk merawatnya hingga sembuh?" Ya Dinda ragu kepada David, bagaimana pun David seorang laki-laki yang cenderung tidak suka merawat hewan.

 

"Ya ampun Dinda, gue bersungguh-sungguh ingin merawatnya hingga dia sembuh dan bisa kembali berjalan," sahut David sambil terkekeh, baru kali ini dia merasa diragukan oleh seseorang selama ini semua orang begitu percaya dengannya.

 

Akhirnya Dinda mengizinkan cowok itu untuk membawa kucing yang sebenarnya ingin dia rawat sebagai hewan peliharaannya.

 

"Baiklah aku serahkan kucing itu padamu, nanti kalau ada waktu boleh kan aku melihatnya? soalnya aku ingin memelihara kucing ini," ungkap Dinda, dia takut jika David akan melarangnya bertemu dengan kucing yang sudah membuatnya suka dengan lucunya kucing ini.

 

David mengusap-usap kucing yang sudah dia gendongnya, "Silahkan saja lagi pula rumah lo kan dekat dengan rumah gue jadi gak perlu khawatir."

 

Mendengar ucapan David membuat Dinda percaya begitu saja dia menganggukan kepalanya sembari tersenyum tipis.

 

"Ya sudah gue pulang duluan ya makasih sudah menolong dia, eh lo mau ke mana?" tanya David yang melihat Dinda berjalan sendirian.

 

"Aku mau ikut pengajian di masjid." Dinda tersenyum dia sempat melirik wajah David sekilas yang terlihat begitu keren dia tidak bisa mengembunyikan debaran jantungnya David adalah cowok pertama yang selalu mengajaknya berbicara tanpa ada rasa takut sedikit pun membuat Dinda merasa asik berbincang-bincang dengan cowok itu.

 

"Oh kalau boleh gue saranin mending lain kali jangan jalan sendirian di malam hari tidak baik, lo cewek, cantik pula akan banyak cowok yang terdoga melihatmu!" saran David dia mengamati penampilan Dinda yang memang terlihat anggun dengan hijab yang menjulur panjang.

 

"Terima kasih sarannya aku memang sudah ditinggal oleh kawan-kawanku ya sudah aku pergi dulu yah assalamualaikum," kata Dinda sembari bergegas pergi sampai lupa dia mengucapkan salam kepada David.

 

Terlihat wajah Dinda yang berubah merah merona seperti menahan rasa malu saat mendengar David memuji wajahnya membuat David ikut tersenyum dia tidak salah berkata seperti itu sesuai dengan fakta.

 

"Oh my god, no no jangan bilang gue suka sama Dinda!" pekik David saat melihat cewek itu sudah berjalan pergi.

 

Hatinya terus merasa senang berada di dekat cewek itu ada rasa ingin mendekatinya tetapi sepertinya sangat sulit, tidak mau berlarut lama David segera melenyapkan pikirannya tentang cewek itu, dia kembali menjalankan motornya hingga masuk ke dalam gerbang yang masih terbuka.

 

Pak Bayu kaget saat melihat David yang sedang membawa seekor kucing.

 

"Den David kok bawa kucing malam-malam?" pekik Pak Bayu kaget karena baru mengetahui jika anak bosnya ini suka dengan kucing.

 

"Saya hampir nabrak nih kucing Pak jadi saya membawanya pulang karena kaki kucing ini sedang terluka, Pak Bayu tolong ambilkan tempat untuknya beristirahat besok setelah pulang kuliah saya bakal membawanya ke Dokter hewan," jelas David tangannya tidak berhenti mengelus-elus kucing itu dengan lembut sama seperti dia memperlakukan choco anjing kesayangannya di Eropa.

 

Dengan patuh Pak Bayu pun meraih kucing yang berada di genggaman David, "Sini biar Bapak yang menaruhnya di kandang bekas kelinci," katanya dia memang pernah membersihkan kandang bekas kelinci yang sudah meninggal waktu itu.

 

"Baiklah tolong kasih makan dia juga sekalian ya Pak untuk sementara kasih apa saja deh, oh ya Papah sudah pulang?" David baru menyadari akan kehadiran Pak Bayu yang mana sebelumnya sedang mengantarkan Papahnya kerja.

 

"Sudah Den, tadi habis magrib baru sampai," sahut Pak Bayu tersenyum.

 

David pun langsung menganggukan kepalanya, "Oh ya sudah saya ke dalam dulu ya Pak."

 

Setelah berkata seperti itu David langsung berjalan masuk ke dalam rumahnya, dia ingin mendengar bisnis yang sedang Papahnya kembangkan di Indonesia.

 

"David!" panggil Nathan saat melihat anaknya baru pulang.

 

Merasa dipanggil David langsung menoleh menatap ke dua orangtuanya yang sedang makan.

 

"Come here David!" seru Anggelia seraya melambaikan tangannya menyuruh David untuk menghampirinya.

 

Akhirnya David menghampiri ke dua orangtuanya dan duduk di samping Papahnya.

 

"Kamu dari mana David?" tanya Nathan yang memang tidak tahu kepergian anaknya itu.

 

David menghela napasnya pelan mendengar pertanyaan Papahnya, "Habis main Pah, Papah sendiri baru pulang?"

 

Nathan menganggukan kepalanya, "Nanti Papah mau bicara sama kamu," katanya dengan nada serius.

 

Di situ Anggelia hanya diam saja tidak ingin ikut campur dalam pembicaraan suami dan anaknya dia hanya menyuruh anaknya untuk makan.

 

"Baik Pah tapi David mau mandi dulu ya gerah," ujarnya sembari meminta Mamahnya untuk menyuapinya buah apel yang sedang dikupas Mamahnya itu.

 

Nathan menganggukan kepalanya mengizinkan anaknya untuk pergi mandi sedangkan Anggelia menyuruh David untuk bergegas.

 

"Sudah sana cepat mandi nanti turun lagi Papahmu ingin berbicara!" ujar Anggelia seraya memuku lengan David yang kekar itu.

 

Dengan tersenyum David pun berlalu menaiki tangga menuju kamarnya yang berada di lantai dua, sepanjang perjalanannya menuju kamar dia bersenandung merdu hatinya sedang merasa senang hari ini itulah yang membuatnya ingin bernyayi lagu favoritnya yang berjudul snowman.

 

"Don't cry, snowman, not in front of me

 

Who'll catch your tears if you can't catch me, darling

 

If you can't catch me, darling."

 

Ada daya tarik dari diri David saat melihat penampilan Dinda yang begitu idaman sebagai seorang wanita, dia memang menyukai cewek yang memakai pakaian sexy yang selalu menarik pandangannya sama halnya dengan dia bertemu Dinda yang meski berpakaian tertutup tetap saja dia tertarik melihat Dinda.

Dia ingat betul pandangan cewek itu yang terus menunduk tak pernah melihatnya saat berbicara meski David pernah sekilas melihat mata coklat indah serta senyum manis milik cewek itu yang kini membuat dirinya senyum-senyum sendiri saat mengingatnya.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!