Pengorbanan Cinta David

Bertemu Orangtua David

"David, ustad pulang duluan ya Nak!" seru ustad Abdullah sembari memegangi bahu David dan tersenyum.

 

Mendengar namanya disebut membuat David langsung menoleh ke sampingnya dan mendapati Gurunya itu. "Baik ustad hati-hati di jalan!" katanya sambil tersenyum lebar.

 

"Iya ustad hati-hati di jalan!" sahut Hamdan yang berada di samping David.

 

Setelah acara pengajian jumatan selesai sebagian orang langsung pulang begitu pun dengan para Bapak-bapak yang sudah pasti akan dicari atau ditunggu oleh anak-anak mereka dan istrinya, David dan ke dua temannya itu memilih untuk mengaji di masjid hingga jam sembilan lewat nanti.

 

Hamdan dan Alex sedang berlomba-lomba dalam menghatamkan al-quran begitu cepat sekali mereka dalam membaca membuat David iri ingin sekali bisa lancar dalam membaca al-quran setiap setelah salat dia tidak pernah meninggalkan waktunya untuk tidak membaca al-quran selain ada kesibukan yang mendesak dia akan menunda waktunya untuk membaca al-quran.

 

"Sodaqollahul adzim," seru Alex mengakhiri bacaannya, cowok itu menciumi al-quran setelah menutupnya berharap dia mendapatkan ridho dan berkah setelah membaca kitab sucinya itu.

 

Seketika bola mata David bertemu dengan sosok Hakim, laki-laki yang kerap kali mengobrol dengan Dinda sehingga membuatnya mengenali wajahnya, dengan menampilkan wajah cerianya dia menghampiri Hakim yang memiliki jabatan penting di rohis.

 

"Tunggu Kim, ada yang ingin gue sampaikan," sergah David menghentikan langkah kaki Hakim yang hendak meninggalkan masjid.

 

"David, ada apa?" Hakim mengernyit bingung mengetahui jika Davidlah yang sudah memanggilnya.

 

David dia terlebih dahulu memikirkan bahasa yang akan dia sampaikan, "Begini Kim gue mau nanya sesuatu sama lo tentang salat istiqoroh kapan ya waktu yang tepat untuk melaksanakannya?"

 

"Salat istikharah dapat dilakukan kapan saja, baik siang maupun malam hari, asalkan bukan dikerjakan pada tiga waktu yang terlarang, yakni ketika matahari terbit atau sedang berada di tengah atau sedang terbenam. Imam an Nawawi menjelaskan, salat istikharah merupakan sunnah yang sangat dianjurkan pada semua perkara yang memiliki beberapa alternatif atau kemungkinan. Rasulullah mengajarkan kepada kami cara mengerjakan salat istikharah dalam segala urusan, sebagaimana Rasulullah mengajarkan kami surat Alquran. Jika diantara kalian ingin melakukan suatu perkara/urusan, maka rukuklah dua rakaat: kemudian membaca doa (HR. Bukhari)” jelas Hakim sambil tersenyum pasalnya dia mengira bahwa David akan mengistiqorohkan seorang wanita.

 

"Ah terima kasih ilmunya Kim, aku kira salat istiqoroh hanya bisa dilakukan malam hari," ujar David dengan terkekeh.

 

"Memang lo mau salat istiqoroh?" tanya Hakim ingin tahu apakah David akan benar-benar melaksanakan salat sunnat tersebut.

 

Dengan cepat David menganggukan kepalanya, "Iya gue pengen coba melaksanakan salat sunah juga, thanks ya Kim udah mau bagi ilmu baru ke gue!"

 

"Iya sama-sama, ya sudah gue pulang dulu ya." Hakim pun berlalu meninggalkan David yang masih terpaku.

 

Seseorang pun menepuk ke dua pundaknya dengan keras, "Woy!" teriaknya

 

Dengan sedikit kesal David menoleh, "Gak lucu tahu kalian tuh kebiasaan banget ngagetin orang mulu kalau dia punya penyakit jantungan bisa-bisa meninggal itu," omelnya.

 

Hamdan dan Alex pun duduk di samping David, "Sensi banget, lagi pms lo?" celetuk Alex.

 

"Au nih bulan puasa tuh kita harus sabar tidak boleh marah-marah apalagi kesal sama orang," tukas Hamdan mengingatkan.

 

"Astagfirullah, kalian sih bikin gue kaget mulu," sahut David tanpa menoleh ke arah ke dua temannya itu.

 

"Iya sorry Dav pasti lagi ngelamun ya? sampai kaget gitu." Hamdan selalu bisa menebak keadaan David.

 

David memilih tidak menjawabnya terlebih dahulu pikirannya sudah dipenuhi dengan kepulangan dirinya ke Eropa tahun ini dia ingin menemui Oppa dan Ommanya di sana yang mungkin belum tahu tentang dirinya.

 

"Ada apa Dav? lo kayanya bete banget sekarang, kalau ada masalah cerita aja." Alex cukup tahu ekspresi David ketika ada masalah cowok itu pasti diam tidak banyak bicara jadi dia cukup mengetahuinya.

 

"Gue mau ketemu orangtua gue Lex gue kangen dengan mereka, selama ini gue gak pernah jauh dengan ke dua orangtua gue apalagi Mamah," jelas David dengan nelangsa nada bicara pelan sekali seperti ada luka yang sedang ditahan olehnya.

 

Hamdan menoleh menatap David dari samping terlihat jelas di mata temannya itu ada kerinduan yang berat sedang dia rasakan, "Apa lo mau datang ke rumah Nyokap lo?"

 

"Kalau memang lo mau datang ke sana ayo biar kita antar Dav!" seru Alex dia juga pernah merasakan ditinggal ke dua orangtuanya saat mereka pulang kampung namun David tidak ikut.

 

David diam butuh waktu untuknya membuat keputusan, "Gue takut ke dua orangtua gue bakal mengusir gue lagi," keluh David dengan nelangsa.

 

"Dav jangan ngomong gitu dulu, percaya sama gue jika sudah bertemu kemungkinan hati lo juga tenang." Hamdan berusaha untuk menenangkan hati David dan membuat temannya itu percaya.

 

Akhirnya Hamdan dan Alex berhasil membujuk David untuk pergi ke rumah ke dua orangtuanya yang sudah hampir sebulan tidak pernah di kunjungi David hanya mendapat kabar dari Dinda kemarin tentang Mamahnya yang kadang suka menangis dan suka bertanya tentang keberadaan dirinya kini kepada Dinda.

 

Rumah David memang memiliki gerbang yang tinggi berwarna putih agak sulit untuk David bisa bertemu dengan orangtuanya jika hanya menunggu di depan saja, akhirnya Hamdan menghampiri saptam di posnya.

 

"Malam Pak," seru Hamdan menyapa Pak Bayu yang sedang berjaga malam.

 

Sedikit terkejut Pak Bayu melihat kedatangan anak muda, "Iya malam ada apa ya Nak?" tanyanya bingung.

 

"Kami temannya David Pak," sahut Alex dengan tersenyum dia merencanakan untuk mencari tahu lewat saptamnya terlebih dahulu tentang ke dua orangtua David.

 

"Oh temannya Den David ya tapi sayang Den David sudah tidak tinggal di sini lagi semenjak tiga bulan yang lalu," kata Pak Bayu dengan nelangsa bagaimana pun dia cukup dekat dengan anak majikannya itu dan pastinya dia juga selalu bersama dengan David ke mana pun anak itu akan pergi.

 

"Iya Pak kami sudah tahu kami ke sini mau nanya apakah orangtua David ada di rumah sekarang?" ujar Alex to the point.

 

Pak Bayu mengangukan kepalanya mengerti siapa yang dicari oleh ke dua temannya David ini, "Oh malam ini mereka tidak ada di rumah besok mereka akan merayakan pembukaan the king D sebuah restoran yang menyediakan beberapa jenis minuman yang telah dikelola oleh tuan Nathan jadi mungkin malam ini mereka menginap di hotel," jelasnya.

 

Samar-samar David mendengar penjelasan yang dikatakan oleh supir pribadi keluarganya itu, ada rasa sedih yang bekecambuk di dalam hatinya saat mengetahui bisnis Papahnya sudah menyebar luas di kota ini bagaimana dia akan kembali ke Eropa jika Papahnya senang berbisnis di Indonesia.

 

"Baik tolong berikan surat ini kepada Nyokapnya David ya Pak, ingat jangan sampai Bokapnya tahu tentang surat ini ya apakah Bapak bisa saya percaya?" Hamdan nampak memincingkan matanya ragu jika Pak saptam itu akan membocorkan surat ini kepada Papahnya David.

 

Dengan ragu Pak Bayu akhirnya mau menerima surat yang berada di dalam amplop tersebut, "Bismillah saya bisa dipercaya!" katanya tegas.

 

Setelah urusan mereka berdua selesai, mereka pun menemui David yang sedang menunggu di teras bawah pohon tidak jauh dari rumah David apapun yang telah mereka lakukan adalah cara mereka untuk kembali menyatukan hubungan keluarga David meski dengan perbedaan di antaranya.

 

"Dav," seru Alex saat mereka sudah sampai di depan David.

 

Tangan David terjulur seakan-akan sedang menghentikan apa yang ingin Alex katakan, "Gue sudah dengar jadi tidak perlu dijelaskan lagi," katanya.

 

"Ya sudah malam ini gue mau ngajak lo keliling monas mau?" Hamdan menawarkan David untuk keliling monas di malam hari untuk menikmati keindahan di sana yang akhirnya disetujui oleh cowok itu.

 

"Ya sudah ayo ah gue butuh refreshing otak gue lagi mumet butuh ketenangan," sahut David sembari bangkit dari duduknya untuk pergi bersama ke dua temannya itu, "Lo memang paling pengertian Dan," katanya dengan tersenyum.

 

****

 

Flashback

 

Hari ini David mendengar bahwa ke dua kakaknya datang ke Jakarta membuatnya ingin menemui sang kakak tercintanya dan David berharap kakaknya belum tahu akan dirinya yang kini sudah memeluk agama islam.

 

David akan menjelaskannya sendiri kepada ke dua kakaknya akan hal ini agar mereka lebih mengerti akan apa yang David rasakan dan agar ke dua kakaknya pun mau membujuk ke dua orangtuanya untuk bisa menerimanya kembali sebagai anak kandungnya sendiri.

 

Kemarin David sudah berkunjung ke rumahnya sendiri namun tidak ada mereka sedang berada di luar kota, dan akhirnya dia kembali mengunjungi rumahnya itu dan melihat ke dua orangtuanya yang baru keluar dari mobil dan ingin masuk ke rumahnya.

 

"Papah, Mamah!" seru David saat itu dia melangkah masuk ke dalam gerbang hanya untuk menemui ke dua orangtuanya.

 

Pandangan Anggelia dan Nathan tajam menatap anak bungsunya itu mereka melihat penampilan yang David gunakan saat ini membuat emosi pada diri Nathan kembali mengebu-ngebu melihatnya.

 

"Kenapa kamu kembali? beraninya kamu menghadap ke saya dengan penampilan kamu yang seperti ini?" omel Nathan masih dengan sorot mata yang tajam dan memerah.

 

Sebetulnya Nathan tidak mempermasalahkan pakaian yang digunakan David saat ini namun keadaan hatinya yang tidak stabil membuat dirinya mudah terpancing emosi apalagi saat melihat kehadiran anaknya yang sudah berani melawan perintahnya.

 

David berjongkok kepalanya dia tundukan dalam-dalam, "Maafkan David Pah, tolong terima David sebagai anak Papah dan Mamah kembali tidak bisakah kita hidup bersama dengan perbedaan ini? David rindu dengan kalian."

 

Ya harus David akui tinggal di apartemen sendirian itu sangatlah membosankan dan dia merasakan kesepian tanpa belaan hangat dari sang Mamah dan dia juga rindu perkataan Papahnya yang bijak.

 

"Pah tolong berhenti memperlakukan David seperti ini!" sergah Anggelia dengan ketakutan dia membangunkan David untuk berdiri.

 

Tatapan Nathan beralih ke arah lain jujur saja dia tidak tega melihat keadaan istri dan anaknya menangis di depannya kini, "Bawalah dia pergi saya tidak ingin melihatnya di sini!" katanya seraya berlalu pergi meninggalkan David dan Anggelia yang masih berdiri dengan lemah.

 

"Mah mengapa sikap Papah jadi berubah?" ujar David dia sangat mengenal sosok panutannya itu namun kali ini dia seperti sudah salah menilai Papahnya sendiri.

 

Anggelia menggelengkan kepalanya, "Tidak Nak, Papahmu tidak berubah dia masih memendam kekecewaan terhadapmu jadi biarkan dia tenang dulu, kamu tidak usah mendengarkan apa yang dikatakan olehnya karena itu akan sangat menyakitkan." Anggelia memberikan pengertian penuh terhadap putra bungsunya agar tidak kemakan emosi atas apa yang dilakukan oleh suaminya itu.

 

Akhirnya Anggelia membawa David ke ruang depan untuk diberikan minum terlebih dahulu, "Minumlah Nak!" serunya seraya mengulurkan gelas kepada David.

 

"Mah maafkan aku tapi apakah David salah dengan jati diri David yang baru ini? haruskah David terus-menerus mengikuti apa yang orang lain katakan meskipun itu adalah ke dua orangtua David, ya selama ini David berpikir bahwa apa yang sekarang aku lakukan adalah hal yang telah membuat kalian kecewa maka dari itu David minta maaf atas tindakan David jika menurut Mamah salah." David menundukan kepalanya seraya meminta maaf kepada Mamahnya itu bagaimana pun dia ingin menjadi anak yang berbakti.

 

Dengan lembut Anggelia membangunkan David, "Sayang Mamah tidak pernah menganggap kamu salah bagaimana pun kamu berhak untuk memilih, sebelum Mamah pindah ke sini Mamah sudah terbiasa dengan budaya islam seperti puasa, salat, tahlilan atau mengaji karena itu Mamah tidak pernah menyalahkan kamu atas keputusan kamu."

 

"Sejak tinggal di sini David berpikir mengapa David harus menyembah Tuhan yang jelas-jelas mereka memiliki wujud yang sama dengan kita? sejak saat itulah David menyimpan semua pertanyaan demi pertanyaan hingga David menemukan jawaban dari sana, nabi Isa A, S adalah putra Maryam yang tidak memiliki Ayah sebab kuasa dari Allah SAW yang telah memperintahkan malaikat untuk meniupkan ruh dalam rahimnya karena kehormatan dan kesuciannya, Rasulullah juga sangat menyanjung Maryan binti Imran dan menyebutnya sebagai wanita sempurna dan terbaik yang pernah ada." David menjelaskan semua yang telah dia ketahui dan dapatkan dari al-quran serta dari ustad Abdullah yang selalu mengartikan atau menafsirkan apa yang dia tanyakan mengenai makna dalam al-quran.

 

Dalam hati Anggelia terselip rasa sedih yang mendalam mendengarkan apa yang anaknya itu katakan, karena sesungguhnya Angelia juga dulunya beragama Islam namun sejak dia menemukan Nathan akhirnya pindah agama, apa yang dialami David sebaliknya dari kisah Anggeli. Di dekat televisi Nathan telah menginai serta mendengarkan apa yang sedang David jelaskan mengenai pengetahuan barunya membuat dirinya ikut bertanya-tanya.

 

"David siap diusir dari rumah ini asal jangan pernah putuskan ikatan antara orangtua dan anak karena itu akan membuat David merasa menjadi anak yang durhaka Mah," ujar David dengan sungguh-sungguh itulah yang memang ingin dia katakan kepada orangtuanya dan berharap Papahnya dapat mengerti akan semuanya.

 

Anggelia memeluk David dengan erat, dia tidak pernah salah mendidik anak-anaknya begitu pun dengan David perubahannya telah memberikan hatinya kedamaian tetapi keadaannya berbeda. 'Aku percaya dengan apa yang kau yakini, Nak namun izinkan Mamah untuk membujuk Papahmu agar bisa menerimamu kembali di rumah ini Mamah berjanji akan hal itu Nak.' Dalam hatinya dia melantunankan janji kepada David yang dia sendiri ragu apakah bisa atau tidak untuk menepatinya.

 

Dari balik pintu dapur Bi Yuli memperhatikan ke dua orang yang dia sayangi itu, "Ya Allah tolong bukakanlah hati Tuan Nathan untuk bisa kembali menerima Den David di rumah ini dan menganggapnya sebagai anaknya kembali saya percaya Tuan Nathan masih memiliki rasa sayang kepada Den David," pekiknya pelan.

 

Perlahan David melepaskan pelukannya, "Mah jaga diri baik-baik di sini aku akan pergi menghampiri kakak aku dengar dia ke sini untuk mengunjungi kalian jadi aku harap aku bisa bertemu dengannya juga," ujarnya seraya tersenyum hangat.

 

"Mereka sedang berada di luar sekarang Nak nanti malam datanglah kembali ke sini, dan di mana kamu tinggal sekarang?" Selama ini Anggelia belum tahu di mana David tinggal selama anaknya itu pergi dari rumah.

 

"David tinggal di apartemen dekat sini Mah, jangan khawatir aku bisa menjaga diri dengan baik sampaikan salam untuk Papah juga tentang apa yang sudah aku katakan sama Mamah, ridhoi aku Mah jangan jadikan aku anak yang durhaka!" David memohon kepada Mamahnya agar dia bisa mendapatkan ridho, restu dan doa dari orangtuanya, dia percaya doa orangtua akan lebih cepat dikabulkan oleh sang kuasa.

 

Anggelia menganggukan kepalanya lalu tersenyum, "Baik sayang doa Mamah akan selalu menyertaimu kok kamu hati-hati ya!" pintanya sebelum David beranjak pergi meninggalkan rumahnya ini.

 

Nathan juga ikut pergi ke kamarnya setelah David sudah pergi keluar dari rumah hatinya sungguh sangat sedih tapi dia tidak tahu mengapa mulutnya dan tindakannya selalu saja kasar apalagi saat melihat perubahan penampilan David saat ini.

 

"Den apa perlu saya antar?" Pak Bayu menawarkan diri untuk mengantar David pulang ke apartemennya.

 

David tersenyum menghargai kebaikan Pak Bayu kepadanya bagaimana pun beliau sudah menolongnya dan membantu dirinya, "Tidak usah Pak aku naik angkot saja," katanya.

 

"Baiklah kalau begitu hati-hati di jalan ya Den!" teriak Pak Bayu agar bisa didengar oleh David yang sudah melangkah menjauh dari rumahnya ini.

 

Kini langkah kaki David sudah keluar dari gerbang rumah ke dua orangtuanya, hatinya sedikit lega karena telah mengatakan apa yang sudah dia sampaikan pikirkan sebelumnya.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!