Pengorbanan Cinta David

Kode Dari Dinda

Anna uhibuka fii Allah," ujar Dinda seraya tersenyum manis.

 

Betapa candunya David melihat senyuman indah menawan itu, sudah lama sekali dia tidak melihat senyuman itu kini akhirnya dengan mudahnya dia bisa menikmatinya.

 

****

 

Tidak ada kata untuk bisa mewakili perasaan David saat ini selain kerinduan ingin bersama dengan Dinda serta bertukar cerita bersama.

 

Dunia seakan sedang berpihak kepadanya sehingga ke mana pun David pergi dia akan selalu bertemu dengan Dinda begitu pun saat ini.

 

"Dewi keberuntungan sedang berpihak kepadaku," gumam David sambil tersenyum menatap Dinda dan Najma di arah sana.

 

Akhirnya David menghampiri Dinda, tidak sengaja mereka bertemu di masjid at-taufiq jadi tanpa ragu dia mendekati Dinda.

 

"Assalamualaikum," ujar David seraya tersenyum.

 

Dinda dan Najma pun langasung menoleh kaget, "Waalaikumsalam."

 

"David!" pekik Dinda dia mengenal suara cowok itu sehingga saat mendengarnya dia mengira jika itu adalah David dan benar saja.

 

David tersenyum, "Kalian habis tadarusan di masjid?" tanyanya.

 

Anggukan kepalanya Dinda mewaliki jawaban yang akan dikatakan oleh Najma.

 

"Sedang apa kau di sini? perasaan aku sering ke sini tidak pernah melihatmu," ujar Dinda dengan ke dua alis yang saling bertautan.

 

"Hemm sudah lama sejak gue masuk islam, masjid inilah yang pertama kali gue masukin dan Hamdan juga selalu ngajak salat di masjid ini, jadi ya harus bagaimana lagi gue sering berada di sini, jika lo juga sering datang berarti memang kita itu jodoh yang Allah pertemukan," celetuk David santai.

 

Raut wajah Dinda kesal matanya menyorotkan rasa kaget mendengarnya namun jantungnya berdegup dengan sangat kencang saat ini. Najma sendiri pun yang dengar ikut tersenyum jika dia ada di posisi Dinda sudah pasti wajahnya akan memerah dan dia akan lari sekarang juga untuk menghindari rasa malu.

 

"Afwan jangan dibawa perasaan gue hanya bercanda saja, tetapi kemarin bukannya kita juga bertemu di pasar kini di masjid padahal gue sudah janji untuk tidak menemui lo lagi," pekik David pelan dia menyesali tindakannya kini kesalahannya pun sudah fatal.

 

Memang perasaan tidak bisa dibohongi jika rindu ya bertemu, jika sayang ya katakan, jika lo benci jauhi, itulah mengapa David kini memutuskan untuk bertemu dengan Dinda sebab ada rindu dalam hatinya.

 

"Kalau ngomong jangan sembarang aku tidak enak dengan Najma!" omel Dinda atas ucapan David yang terlalu vulgar tentang bagaimana perasaan cowok itu terhadap dirinya.

 

"Santai saja Din, Dav. Aku tidak akan tersinggung kok tapi aku hanya merasa rindu juga dengan seseorang yang jauh di sana," ungkap Najma dengan lirih secara spontan mulutnya langsung berkata jujur dengan dua orang tersebut.

 

"LDR ya Naj?" seru David menebak-nebak.

 

Dengan pelan Najma menganggukan kepalanya membuat Dinda langsung meraih tangan Najma dan menggenggamnya.

 

"Kamu puasa Dav kemarin?" ujar Dinda.

 

"Ya alhamdulillah gue full seharin berpuasa, oh ya bagaimana kabar Nyokap gue Din, lo tahu gue kemarin ke rumah dan bertemu dengan mereka?" seru David saat dia ke rumahnya dia tidak melihat sosok Dinda di sana, yang ada malah tetangga yang menguncapkan turut senang dengan keputusannya ya meski pun dia harus dijauhi dengan ke dua orangtuanya.

 

Dinda menatap Najma mencoba mengingat ke mana dia kemarin, "Kapan Dav aku memang berpergian kemarin dengan teman-teman?"

 

"Malam, tapi untung saja gue gak bertemu dengan lo di sana." David memang merasa bersyukur tidak bertemu dengan Dinda sebab matanya bengkak habis menangis serta keadaab dirinya sedang tidak stabil takut cewek itu akan kena amarahnya.

 

"Oh ya gue di masjid tadarusan semalam apa ada sesuatu yang telah terjadi sama lo?" Meski ragu Dinda menanyakan itu kepada David.

 

Melihat David yang diam saja seperti tidak ingin menjawab apa yang dia tanyakan, "Ya sudah tidak apa-apa jika kamu tidak mau mengatakannya."

 

"Maaf bukan gue gak mau cerita Din, tapi ini belum saatnya lagi pula gue sedang tidak ingin membahasnya, maaf ya Naj," ujar David dengan memelas dia memang ingin bercerita tetapi nanti setelah dia menenangkan dirinya.

 

"Iya gak apa-apa santai saja Dav." Najma tersenyum manis dia mengerti apa yang kemungkinan telah terjadi namun itu hanya pirasatnya saja.

 

Mereka pun mengobrol cukup lama membahas tentang komunitas anak millenial perempuan yang sedang mengadakan sedekahan untuk orang-orang yang tidak mampu, serta tentang keputusan David untuk kembali ke Eropa untuk beberapa minggu di sana.

 

"Kamu gak mau lebaran di sini Dav?" kata Najma seraya melipat ke dua tangannya di depan dada.

 

David bingung akan kepergiannya itu ke dua kakaknya bilang lebih cepat maka lebih baik jika tidak akan memperkeruh keadaan di sana.

 

Entah bagaimana suasana lebaran David tidak tahu tetapi Hamdan kemarin pernah bercerita tentang petasan, acara syukuran, malam takbiran yang indah dan hari raya di mana semua orang saling bersalah satu sama lainnya untuk meminta maaf.

 

"Entahlah gue masih mempertimbangkan tapi yang pasti nanti izinin gue kalau kuliah sudah masuk," tukas David sembari tersenyum simpul.

 

Dinda pun menganggukan kepalanya dia tidak ada hak untuk ikut campur urusan David meski dia sedikit terkejut mendengar ucapan cowok itu yang akan kembali ke Negaranya.

 

"Nanti ceritakan tentang tempat lahirmu itu ya, aku ingin dengar bagaimana suasana di sana," kata Dinda pelan dia memang pernah mempunyai mimpi untuk pergi ke luar negeri namun impian atau harapannya jadi tidak tercapai saat ke dua orangtuanya melarang untuk pergi jauh apalagi di masa pandemi saat ini.

 

"Baik nanti gue akan bercerita kepada kalian, oh ya Din besok lo bisa kan bawa Choco ke taman Mawar gue kangen banget sama dia," ungkap David dengan nelangsa sudah berapa minggu dia meninggalkan kucing peliharannya itu bersama orang lain.

 

Dinda langsung menganggukan kepalanta mengerti, "Sepertinya dia juga rindu sama kamu Dav," katanya. Dia menundukan kepalanya setelah mengatakan itu bukan Choci saja yang merindukan David, karena dia pun juga merindukan David tinggal di rumahnya lagi bersama ke dua orangtuanya.

 

Mendengar akan hal itu Najma bisa menebak bagaimana perasaan Dinda kepada David.

 

"Hamdan dan Alex ke mana mereka Dav?" Kini giliran Najma yang mencairkan suasana di antara mereka.

 

David pun langsung menoleh ke arah masjid, "Mereka sedang berlomba-lomba hataman al-quran di dalam masjid."

 

"Masya Allah hebat banget mereka bisa berlomba-lomba dalam kebaikan oh ya Naj kenapa kita juga tidak mengadakan perlombaan seperti mereka?" seru Dinda sambil menatap Najma.

 

Dengan cepat Najma menggelengkan kepalanya, "Ah tidak mau aku Din untuk bulan ramadhan kali ini, aku tidak bisa berlomba-lomba untuk hataman al-quran dengan siapa pun kau tahu sendiri bagaimana kesibukanku kini?"

 

Najma sedih tidak bisa berlomba-lomba hataman al-quran kali ini kesibukannya membuatnya memiliki waktu yang sempit untuk membaca al-quran jika dulu dia bersantai sekarang dia sibuk mencari cuan untuk bisa membeli pakaian baru untuk lebaran nanti.

 

"Ah ya sudah kalau tidak bisa tidak masalah, yang terpenting kita harus bisa menargetkan bulan ini bisa hatam satu kali jika lebih maka akan lebih baik," terang Dinda sambil mengulas senyum pada wajahnya dia tidak kecewa dengan penolakan Najma sebab dia cukup mengerti bagaimana keadaan sahabatnya itu.

 

Tiba-tiba perut Najma terasa sakit, "Duh kayanya aku harus ke kamar mandi dulu deh, kamu tunggu di sini dulu ya Din," katanya seraya pergi meninggalkan David dan Dinda.

 

Kesempatan tidak datang dua kali selagi mereka sedang berdua David akan membicarakan sesuatu yang menyangkut dengan perasaannya.

 

"Din gue mau tanya sama lo, tentang laki-laki idaman yang akan lo jadikan suami, apa gue juga termasuk dalam kreteria?" tanya David gugup ucapannya jadi terbata-bata.

 

Dinda diam dia harus mengakui bahwa David adalah laki-laki yang berani untuk mengatakan itu kepada dirinya, selama ini banyak laki-laki yang menyukainya namun mereka hanya mengirim surat saja, tidak akan berani berbicara langsung dengannya seperti David kini.

 

"Sebelumnya aku minta maaf Dav, sama kamu gara-gara aku ngomong gitu kamu jadi ingin masuk islam sebab kamu ingin bersama denganku, itu adalah hal bagus namun niatnya salah," ungkap Dinda baru kemarin dia mendapatkan kabar tersebut.

 

David menatap Dinda yang kini pandangan cewek di depannya itu menunduk ke bawah, "Niat awal gue memang itu Din, tapi waktu Hamdan memberikan gue penjelasan kembali gue jadi sadar lo itu miliki Tuhan lo, ketika gue suka sama lo berarti gue harus menjadi hamba-Nya dan mencintai-Nya juga, jadi demi Allah gue masuk islam karena gue cinta al-quran Din," jelas David sambil mengangkat tangannya ke atas.

 

"Alhamdulillah kalau begitu, maka cintailah aku karena Allah, jika kamu sayang sama aku tolong jangan bawa aku dalam maksiat dan zina aku percaya dengan kamu, semoga kamu dapat mengerti Dav," ujar Dinda berterus terang tentang bagaimana perasaannya dan apa yang dia inginkan untuk David.

 

****

 

"Maka cintailah aku karena Allah, jika kamu sayang sama aku tolong jangan bawa aku dalam maksiat dan zina aku percaya dengan kamu semoga kamu dapat mengerti Dav," ujar Dinda berterus terang tentang bagaimana perasaannya dan apa yang dia inginkan untuk David.

 

****

 

Pikiran David kini terus berputar mengenai pembicaraannya dengan Dinda, entah mengapa kata-kata cewek itu terus berputar di otaknya membuat dirinya terus hanyut dalam pikirannya.

 

'Apakah Dinda juga mempunyai rasa yang sama denganku hanya saja dia tidak mau berpacaran sebab agama islam melarangnya?' guman David yang kini sudah berada di apartemennya menikmati teh hangat serta televisi yang sedang menampilkan seputar anak-anak tahfidz.

 

Tiba-tiba ponselnya berdering menampilkan pesan dari ustad Abdullah untuknya.

 

*Guru

 

"Assalamualaikum Nak David bagaimana kabarnya alhamdulillah bukunya sudah ustad terima, Nak David sehat-sehat ya terus semangat belajarnya."

 

Sebuah perhatian, keperdulian, serta kasih sayang selalu dia dapatkan dari ustadnya itu yang sudah dia anggap sebagai Guru besarnya. Seorang Guru yang telah membimbing jalannya selama ini beliau juga yang telah menjadi saksi atas dirinya atas kepercayaannya.

 

"Baik ustad, terima kasih juga telah memberikan buku itu kepada David banyak sekali pengetahuan yang David ambil dari sana, ustad juga jaga diri baik-baik jaga kesehatannya jangan sampai sakit."

 

Sebuah kepercayaan telah dia dapatkan dari Gurunya itu, selama ini dia tidak pernah melakukan akan banyak hal untuk Gurunya namun dia berjanji tidak akan melupakan jasa-jasanya.

 

Adzan dhuhur berkumandang dari alarm ponsel miliknya yang dengan sengaja dia jadikan notip ketika telah memasuki waktu salat.

 

Akhirnya David beranjak ke kamar mandi untuk melaksanakan ibadah salat, jika dulu dia bertanya-tanya mengapa ibadah orang islam memiliki banyak gerakan apakah itu tidak membuat mereka capek? ternyata kini baru dia sadari bahwasannya ada banyak arti dalam setiap gerakan serta bacaan di dalamnya.

 

"Allahu akbar," ucap David memulai gerakan salatnya.

 

Hatinya selalu tersentuh oleh hal-hal yang masih baru baginya dan jantungan selalu berdegup setiap kali dia melantukan bacaan-bacaan dalam setiap gerakannya harus dia syukuri dan hargai apa yang telah Allah SAW berikan kepadanya.

 

Setelah salat selesai David meraih mengambil al-quran miliknya yang hendak dia baca, dengan perlahan David melantunkan bacaan al-qurannya dia percaya semakin dia gigih dalam belajar mengaji dia akan semakin lancar juga saat membacanya.

 

Dia sangat suka membaca surat al-kahfi setiap hari jumat dia akan selalu membacanya, arti yang terkandung dalam surat tersebut pun sangat bagus seperti sedang membaca novel ketika David sedang membaca arti surat al-kahfi.

 

"Siapa yang membaca surat Al-kahfi pada hari Jumat, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat." (Hadits riwayat Ibnu Umar dalam at-targhib wa al-yarhib).

 

Ada banyak arti yang terkandung di dalamnya membuat David selalu ingin mengingatnya dan mengamalkannya.

 

Ketika sudah selesai membaca al-quran David memilih untuk mandi dan pergi tidur untuk bisa menjaga daya tahan tubuhnya bagaimana pun dia harus beristirahat.

 

Air yang mengalir dari shower sangat dingin, sejak pagi David belum mandi jadi saat tubuhnya tersentuh dengan air dia akan merasa segar. Dengan segera dia pun langsung memakai handuknya melilitkab kain tersebut pada tubuhnya dibagian perut hingga bawah. Hanya dada bidangnya saja yang telihat setelah dia selesai memakai baju dia pun meraih ponsel miliknya untuk menonton chanel youtube dari seseorang.

 

"Jika kamu punya waktu senggang tontonlah channel youtubenya ustad Hanan Attaqi agar kamu bisa mendapatkan insfirasi dari sana serta hati akan merasa tenang setelah mendengarkannya."

 

Kata-kata Dinda kembali memutar di pikiran david, dia akan sangat kesulitan untuk melupakan Dinda dari hatinya bagaimana pun dia telah terpesona pada pandangan pertama dengan cewek itu.

 

"Aku berjanji akan mengosongkan ruang dalam hatiku untuk kamu seorang," pekik David seraya tersenyum malu.

 

Kali ini tausiyah dari ustad Hanna Attaqi yang akan menghantarkan dirinya ke dalam mimpi.

 

Setelah melihat video nya ternyata Istighfar ini benar-benar hebat banget. Kehebatannya juga sangat luar biasa sekali. Antara lain sebagai berikut.

 

1.Hati menjadi lebih tenang

 

Dengan mengucapkan istighfar dapat membuat hati kita menjadi lebih tenang.

 

2.Meringankan beban masalah

 

Dengan ber-istighfar mungkin tidak akan membuat masalah menjadi hilang.Namun, dengan ber-istighfar setidaknya akan membuat beban yang ada menjadi lebih ringan dari yang sebelumnya.

 

3.Mengampuni dosa

 

Satu kali istighfar yang kita dapat menhapus dosa meskipun itu sebanyak langit dan bumi. Tapi jangan hanya sekali saja ya.

 

4. Membuat Allah senang

 

Setiap kali ada hambanya yang beristighfar Allah itu sangat senang. Meski sudah pernah berbuat salah sekalipun Allah seakan melupakannya ketika seorang hamba beristighfar. Seakan berkata “sini hambaku” langsung dipeluk sama Allah.

 

5. Segala urusannya dipermudah

 

Siapa yang sering beristighfar maka Allah akan mempermudah segala urusannya.

 

Begitulah isi dari ceramah ustad Hanan Attaqi dalam video you tube yang beliau unggahnya.

 

****

 

"Bagaimana Dan, apa yang harus gue lakukan sekarang?" ujar David ketika sudah berada di kediaman rumah Hamdan.

 

Hamdan yang masih sibuk dengan golok dan kelapa ditangannya tidak pokus mendengarkan cerita David namun dia menyimak kalimat yang dikatakan Dinda kepada temannya itu.

 

"Sebentar Dav, mending lo simpan dulu memori lo tentang Dinda, sekarang lo bantuin gue buka nih kelapa, gue mau masuk ke dalam rumah dulu untuk mengambil teko," ujar Hamdan seraya memberikan David goloknya dan berlalu pergi meninggalkan David bersama dengan kelapa.

 

"Duh mana gue tahu cara bukanya bagaimana?" keluh David kesal, dia mengacak-acak rambut hitamnya kini dengan prustasi.

 

Akhirnya setelah sekian lama dia berkutik dengan golok serta kelapanya kini dia sudah berhasil membukanya seperti yang dilakukan di Bali saat itu.

 

Hamdan datang dengann membawa teko berwana hijau beserta sendoknya. "Mana apa sudah selesai?" tanyanya kepada David.

 

"Sudah nih!" David mengulurkan kelapa yang telah dibukanya.

 

"Hah, dasar anak orang kaya," omel Hamdan saat melihat hasil kerja yang David lakukan.

 

Jika Hamdan tahu jika david tidak bisa memotong kelapa dan lihatlah hasilnya? cowok itu memang telah membuka kelapanya tapi seperti potongan kelapa yang dipantai.

 

"Ya tidak apa-apa kan yang penting terbuka dan airnya juga tidak tumpah," sahut David tidak mau kalah pasalnya dia sudah melakukanya dengan benar.

 

"Ya sudah sudah gue gak nyalahin lo kok tapi kayanya gue perlu ngajarin lo cara memotong kelapa jika perlu lo harus bisa manjat pohon kelapa itu!" Hamdan berseru serta menunjukan pohon kelapa yang berada di kebun sebrang rumahnya dengan jali telunjuknya.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!