Pengorbanan Cinta David

David Sakit

Selama ini David tidak pernah ikut berpuasa lama-lama bahkan dulu pun saat ke dua orangtuanya menyuruh dirinya untuk berpuasa paskah dia selalu menolak atau hanya ikut berpuasa selama 3 hari saja jadi pada saat David menjalankan ibadah puasa ramadhan dia down dia tumbang karena gak kuat menahan rasa pusing dan rasa sakit pada perutnya semua ini sebab dia tidak bangun sahur semalam pun makan juga hanya sedikit.

 

Sengaja David tidak memberi tahu kabar ini kepada siapa pun dia yakin dengan istirahat yang cukup tubuhnya akan kembali pulih.

 

"Maafin David ya Allah, hari ini David gak bisa berpuasa," ujar David

 

Setelah seharian berdiam diri di kamar David merasa bosan dengan semuanya, ingin tidur pun dia tidak bisa sebab dia memang anak yang tidak bisa diam di rumah pengennya keluruyan saja.

 

"Hallo saya penghuni kamar nomor 012 tolong antarkan paket saya ke kamar ya Mba," seru David pada seseorang pelayan hotel ini.

 

Dia memang sudah tidak kuat menahan rasa sakit pada perutnya apalagi dia memiliki penyakit mag dari pada dia menderita mending dia tidak ikut berpuasa dulu untuk sehari saja akhirnya dia memutuskan untuk memesan go food dan meminum obat yang selalu dia sediakan di lacinya.

 

Ting nong, ting nong.

 

Alarm kamar berbunyi membuat David langsung bangkit untuk menghampiri tamunya itu.

 

"Selamat siang Pak, ini pesanan Bapak telah sampai," kata perempuan tersebut seraya tersenyum.

 

Dengan malu-malu David mengambil alih makanan yang ada di tangan pelayan itu, "Terima kasih banyak ya Mba," ujarnya sembari menutup kembali pintu kamarnya.

 

David melangkah masuk ke dalam kamarnya menaruh makanannya di meja dia akan makan di ruangan yang tertutup ini agar yang lain tidak bisa melihatnya atau akan menggoda orang lain, dia akan menjaga etika dengan baik saat ini.

 

Suara dering ponsel terdengar menampilkan panggilan suara dari Hamdan membuat dirinya bingung akan mengangkatnya atau membiarkannya, jika dia mengangkatnya sudah pasti temannya itu akan bertanya tentang dirinya dan mengkhawatirkan kesehatannya.

 

"David kenapa tidak angkat telepon dariku? kau di mana sekarang kenapa tidak memberiku kabar?"

 

Sebuah pesan masuk di ponsel David dia sudah menduga bahwa temannya itu sedang mencarinya atau lebih tepatnya sedang mengkhawatirkan dirinya, akhirnya dia memutuskan untuk memberikan balasan untuk Hamdan.

 

"Sorry Dan gue lagi gak bisa pergi ke mana-mana hari ini juga gue gak berpuasa tapi jangan khawatir gue baik-baik saja kok!"

 

Akhirnya David mengatakan yang sebenarnya dia tidak bisa membohongi teman satunya itu sebab dia sering sekali ketahuan jika sedang berbohong apalagi di bulan ramadhan jadi dia tidak bisa berkata dusta kepada Hamdan.

 

Membaca balasan dari David tentu saja membuat Hamdan panik, "Ya Allah David sedang sakit? cowok itu memang selalu saja mencoba menutupinya bagaimana kalau gue tidak menelponnya pasti dia tidak akan mengatakan yang sebenarnya," gumamnya dengan ke dua alis yang saling bertautan.

 

Dahlia duduk di samping Hamdan yang sedang membaca buku, "Ada apa Dan?" tanyanya penasaran dia sempat mendengar ucapan anaknya itu.

 

"David sedang sakit Mah dia tadi bilang hari ini sedang tidak berpuasa," sahut Hamdan tanpa menoleh ke arah Mamahnya itu.

 

Mendengar keadaan David membuat Dahlia kaget bagaimana mungkin anak itu bisa sakit, "Lantas mengapa kamu hanya diam saja di sini kenapa tidak ke apartemennya, jenguklah dia Mamah kasihan dia tidak ada yang merawat di sana."

 

"Iya Mah nanti sore Hamdan ke sana lagi pula David anak yang kuat jadi tidak perlu khawatir dengan keadaannya," sahut Hamdan dia tahu betul bagaimana respon Mamahnya jika sudah mendengar nama David, selalu khawatir seakan-akan cowok itu anaknya sendiri kadang hal itu juga membuat dirinya cemburu kepada David.

 

Dahlia pun langsung menganggukan kepalanya, "Ya sudah nanti kalau ingin pergi katakan sama Mamah terlebih dahulu Mamah akan buatkan makanan untuk anak itu serta jamu," katanya dia ingin membuatkan bingkisan untuk David. "Mamah ke kamar dulu hari ini Mamah merasa lelah dan panas."

 

Hari ini memang nampak begitu panas hawanya, di bulan ramadhan cuaca seperti ini kayanya semua orang tidak boleh keluar deh yang ada nanti mereka tidak kuat dan akan merasa kehausan, matahari begitu terang tadi malam memang habis hujan jadi tanah yang basah kini sudah kering terkena terik matahari yang begitu menyengatkan. Kulit pun bisa berubah belang jika sampai terkena teriknya begitu panas sekali.

 

"Untung saja Mamah sudah cuci baju jadi nanti sore pasti akan kering bajunya," ujar Dahlia sembari tersenyum senang bagaimana pun dia merasa beruntung sudah mencuci pakaian.

 

Hamdan ikut tersenyum mendengar ocehan orangtuanya itu, "Mamah termasuk orang yang beruntung hari ini karena telah mencuci pakaian coba jika besok atau hari-hari kemarin yang mana hujan turun begitu deras."

 

Sudah dua hari setiap menjelang magrib selalu turun hujan, sampai imam terawih di masjid tidak terdengar dengan jelas karena derasnya air hujan yang jatuh ke atap masjid, mendengar ucapan Hamdan tentu saja membuat Dahlia selalu bersyukur karena itu.

 

Setelah Dahlia menutup pintu kamarnya, Hamdan pun membaringkan tubuhnya di atas sofa sambil menonton televisi dia berniat untuk tertidur dengan ditemani ocehan orang-orang yang berada di layar televisi yang akan mengantarkan dirinya dalam ruang mimpi.

 

"Jangan-jangan nanti Hamdan ke sini lagi dan memberi tahu Alex, duh gue harus bagaimana ini?" David bingung otaknya tidak bisa diajak kerja sama saat sedang seperti ini.

 

Setelah menyelesaikan makan siangnya, David buru-buru minum obatnya agar cepat kembali pulih, saat diraih keningnya David mengembuskan napasnya yang terasa berat suhu tubuhnya masih panas dengan segera dia pun memesan batu es kepada pelayan dan menempelkannya di kening agar panasnya turun ketika nanti Hamdan ke kamarnya dirinya sudah merasa baikan dan sehat.

 

Menjelang sore hari Hamdan memang sudah memberikan kabar tentang keadaan David kepada Alex dan Dinda, oleh karena itu dia mengajak Alex untuk pergi bersama dirinya ke apartemen David begitu pun dengan Dinda yang hendak ikut untuk mengetahui keadaan David.

 

Sesampainya di pintu masuk hotel, Hamdan dan yang lainnya langsung menyelonong masuk dan menemui pelayan hotel di sana untuk menanyakan kamar David dan memberi tahu cowok itu akan kedatangan dirinya sebagai tamu.

 

"Terima kasih banyak mba, kami akan langsung naik ke lantai 5, no 012," kata Alex seraya menundukan kepalanya kepada pelayan perempuan itu setelah berhasil menghubungi David.

 

Mereka sengaja tidak mengatakan kepada David secara langsung, akan menjenguknya, para pelayan itu hanya berbicara jika ada tamu yang akan datang ke kamarnya, jadi mereka pun berjalan menuju kamar David ada rasa tidak sabar dalam diri Dinda bagaimana hotel yang ditinggali oleh David, sebab sebelumnya dia tidak pernah pergi ke hotel atau apartemen sebagus ini.

 

"Assalamualaikum," seru Hamdan sambil mengetuk-ngetuk pintu masuk kamar David.

 

Saat pintunya dibuka cowok itu langsung kaget dugaannya benar, "Waalaikumsalam silahkan masuk tidak baik menunggu di luar namun ada apa kok ...." Perkataannya terhenti saat melihat sosok Dinda di belakang Alex. "Lah kok lo juga ke sini? Dan, sebenarnya ada apa sih, hah?"

 

Mereka pun masuk ke dalam pintu kamar langsung ditutup oleh David, "Lo kan sedang sakit jadi kita bawa obat yang bisa menyembuhkan lo," sahut Alex seraya melirik ke arah Dinda.

 

Najma akan selalu hadir untuk mendampingi Dinda ke mana pun dia akan pergi jadi tidak akan ada fintah atau kesalah pahaman yang akan terjadi diantara mereka nantinya.

 

Mendengar jawaban Alex membuat David langsung melirik ke arah Dinda, "Lo mau jengukin gue ke sini?" tanyanya dengan santai.

 

Dinda lantas menganggukan kepalanya membenarkan apa yang telah David katakan, "Hemmm."

 

"Nih kita bawain buah-buahan dan obat aku sama Dinda dengar kabar kalau lo sedang sakit jadi Dinda langsung mengajakku untuk ikut dengannya," jelas Najma sesuai fakta.

 

"Kebiasaan lo Dan, selalu buat gue merasa bersalah terus," pekik David sedikit kesal, temannya ini selalu melakukan kebaikan serta pertolongan untuknya, itu akan membuat dirinya merasa berhutang budi dan tidak enak hati. Meski hatinya merasa senang melihat Dinda datang menjenguknya.

 

Mereka semua akhirnya masuk ke dalam, hari ini David memakai Hoodie karena sebelumnya dia merasa begitu kedinginan diikuti rasa panas secara bersamaan, teman-temannya kini sudah duduk di bangku apartemen yang ada di balkon kamar.

 

"Gimana keadaan Lo Dav?" tangan Hamdan langsung menyentuh kening David dan merasakan kehangatan pada tubuh cowok itu. "Udah minum obat? Badan Lo masih panas begini."

 

"Udah kok tadi siang," jawab David lemah, dia juga heran mengapa suhu tubuhnya belum turun-turun padahal udah istirahat dan minum obat.

 

Dinda menatap wajah David yang terlihat lemah berbeda dari biasanya, hatinya ikut merasa sedih dan kasihan.

 

Pas adzan magrib mereka buka puasa bersama membuat David merasa malu untuk bergabung karena hari ini dia tidak berpuasa.

 

"Sini Dav, Makan!" seru Najma melihat David malah duduk diatas bangku.

 

"Sok kalian aja gue gak laper," kata David sambil tersenyum.

 

Tangannya sedang mengetik pesan untuk temannya di Eropa, dia sedang mengatur jadwal keberangkatannya di tanah kelahirannya itu, wajahnya melirik Dinda yang sedang makan begitu cewek itu menoleh ke arah David membuat dia tersenyum hangat.

 

"Ya ampun kok dia lagi ngelihatin aku sih? Semoga jantung aku aman," gumam Dinda dalam hatinya.

 

Alex bangkit untuk mengajak David ikut makan bersama yang akhirnya David juga mau, "Dia malu gess, karena gak puasa jadi gak ikut makan, ternyata seorang David sudah berubah yah."

 

Tepat dihadapan Dinda, David duduk untuk makan bersama, ada banyak hal yang memberatkan hati David untuk meninggalkan Indonesia salah satunya sahabatnya ini.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!