Pengorbanan Cinta David
Malam Takbiran
Malam yang paling indah adalah malam yang mana langit malam dihiasi dengan gemerlap bintang-bintang yang berkedip dengan cantiknya, di mana ada bulan di sanalah ada bintang, serayu malam berembus menerpa kulit wajah dengan begitu manja.
Seseorang duduk di taman depan rumahnya dengan ditemani oleh kopi jahe, alunan musik takbiran yang terus menggema di telinganya, serta kembang api yang akan dia nyalakan begitu jam 00:00 WIB malam pikirannya kini melayang ke sana ke sini membebaskan imajinasi liarnya untuk berkelana, syair-syair indah telah terangkai di dalam buku catatannya.
Dia telah berhasil melewati masa kekanak-kanakannya dan masa-masa dia menjadi anak yang paling nakal yang selalu berkeliaran di dunia yang gelap, rasa syukur selalu dia panjatkan atas kehendak Tuhan yang maha esa dia telah diberikan petunjuk Illahi sehingga bisa berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya, dia telah dipertemukan dengan seorang teman yang begitu tulus menyayanginya memberikan bimbingan serta mengajarkannya tentang segala hal.
*Hamdan
"Assalamualaikum David, mohon maaf lahir dan batin ya bro maafin gue kalau ada kata, perilaku atau tindakan yang sudah menyakiti perasaan lo sesungguhnya gue yang termasuk manusia tidak luput dari salah dan dosa."
*Alex
"Malam mas bro David Nathantion, mohon maaf lahir dan batin ya gue sih merasa gak punya salah tapi karena sekarang pintu maaf sedang dibuka lebar-lebar sama Allah SAW jadi gue mau minta maaf takutnya ada kata atau perilaku gue yang sudah melukai perasaan lo dan selamat menikmati malam takbiran."
Seketika senyum David terbit menghiasi wajahnya, dia juga tidak ingin melewatkan waktu untuk tidak minta maaf kepada orang-orang yang dekat dengannya selama ini dia selalu bersikap gegabah dan cuek takut dengan sikapnya yang seperti itu telah melukai perasaan banyak orang.
*Bidadariku
"Assalamualaikum, mohon maaf lahir dan batin Dav aku banyak salah sama kamu maka dari itu maafin kesalahanku atau tingkah lakuku kepadamu, sesungguhnya aku adalah manusia biasa yang tidak luput dari salah dan dosa dan aku harap kau baik-baik saja di sana, selamat menikmati malam takbiran."
Hati dan perasaan David tersentuh dengan kata-kata yang tercantum dalam pesan itu, entahlah apakah dia harus senang atau sebaliknya, dia senang mengetahui kalau Dinda juga mencintainya namun dia belum bisa mempertanggung jawabkan atas perasaannya ada hal yang harus dia lakukan sebelum membawa Dinda ke dalam hubungan yang serius.
Nikah muda adalah perkara yang tidak mudah di mana mereka sama-sama masih dalam proses hijrah belum ada bekal untuk hidup bersama, namun David berjanji untuk meminang Dinda setelah menyelesaikan wisudanya nanti.
*Mamah
"Malam anak kesayangan Mamah, bagaimana kabarmu Nak? maafin Mamah ya Nak kalau selama ini Mamah bertindak salah dan maafin Mamah juga belum bisa menjadi sosok Ibu yang baik buat kamu, ketahuilah Mamah sayang sama kamu Nak selama bulan puasa pikiran Mamah selalu dipenuhi oleh namamu, Mamah khawatir kamu tidak kuat menjalankan ibadah puasa selama 30 hari karena Mamah tahu puasa paskah saja kamu tidak pernah sampai 40 hari, bagaimana dengan puasa ramadhan yang merupakan kewajiban dari agama islam namun Mamah senang akhirnya kamu bisa melewati hari-hari itu meski jauh dari ke dua orangtuamu, maka dari itu Mamah minta maaf ya Nak."
Air mata David menetes mengalir di ke dua pipinya, dadanya menjadi sangat sesak dia rasakan pesan dari sang Mamah berhasil menyentuh perasaan hatinya kini, entah bagaimana David selalu kangen akan manjaan dari sosok Mamahnya itu mungkin itu bawaan dari kecil sehingga kini dia masih ingin dimanja oleh sang Mamah namun setelah dia melewati hari-harinya di apartemen dia menjadi lebih kuat dan tegar untuk menghadapi semua masalah yang datang bertubi-tubi baik dari keluarga, para tetangga dan temannya di Eropa yang kini menjauh setelah mengetahui bahwa kini dia telah berpindah agama.
"Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar." Sholawat malam takbiran terus menggema sehingga tanpa sadar mulut David pun ikut bersenandung mengikuti irama musik, suara David yang bagus saat bernyayi tak kalah bagusnya saat dia bersenandungkan sholawat kini tangannya meraih gitar yang berada di sampingnya dan memetiknya sambil bersholawat malam takbiran.
Sedangkan di Jakarta Hamdan dan Alex menikmati malam takbiran berdua saja dulu dia pikir bahwa malam takbiran tahun ini akan mendapatkan teman baru untuk bisa merayakannya di masjid dan bisa keliling malam hingga esok harinya tapi kenyataannya tidak berjalan sesuai rencananya itu.
Hamdan memilih untuk bersholawat bersama anak-anak lain yang sudah meramaikan masjid, begitu pun dengan Alex yang memilih bergendang untuk mengiringi irama musik yang dilantunkan oleh Hakim.
Allaahu akbar allaahu akbar allaahu akbar. laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahilhamd
Artinya: "Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar. Tidak ada tuhan melainkan Allah, dan Allah maha besar, Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.
Salah satu wujud ketakwaan sesudah bulan Ramadhan adalah menghidupkan malam Idul Fitri dengan gema takbir dan ibadah lainnya. Rasulullah SAW bersabda:
Artinya: "Makna 'tidak mati hati orang yang menghidupkan malam hari raya' adalah tidak bingung hatinya ketika naza (sakaratul maut), ketika ditanya oleh dua malaikat (di alam barzakh), dan di hari kiamat. Bahkan hatinya tenang penuh keteguhan pada momen-momen tersebut," (Lihat Ahmad As-Shawi, Bulghatus Salik li Arqabil Masalik, (Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyyah, 1995 M 1415 H), juz I, halaman 345-346).
Pendapat kedua mengatakan cukup beribadah sesaat saja dari malam hari raya. Ini diperkuat dengan keterangan dari Imam As-Syafii yang mengisahkan bahwa ketika malam hari raya Idul Fitri dan Idul Adha para masyayikh kota Madinah datang ke masjid, berdoa, dan berzikir sampai lewat beberapa saat saja waktu malam tersebut.
Sungguh luar biasa malam takbiran ini David sudah pernah lihat di televisi atau sekadar cerita dari pembantu rumah tangganya akan keistimewaan malam takbiran ini tapi baru kali ini dia bisa merayakannya meski pun dengan Ommah dan Oppa dari pihak Mamahnya yang sudah memeluk agama islam sebab Ommah adalah asli orang Indonesia yang hijrah ke Eropa dan akhirnya menikah dengan Oppa.
"Sayang sebentar lagi jam 12, kamu siapkan dulu petasannya ya!" seru Oppa yang sudah memegang korek.
Sedangkan Ommah masih sibuk dengan jagung bakar yang sedang dipanggangnya di depan halaman rumah, David berhambur dengan Oppa serta Ommahnya untuk bisa merayakan malam takbiran.
"Kok kalian lama sekali sih perginya, David kira Ommah sama Oppa tidak akan pulang malam ini," ujar David sudah sejak dari dia menunggu kedatangan dua orang tersebut untuk bisa merayakan malam takbiran bersama.
Ommah tersenyum meski dia sudah keriput namun tetap cantik di mata David saat Ommahnya itu tersenyum, "Mana mungkin kita tega meninggalkan cucu Ommah merayakan malam takbiran sendirian di sini," katanya.
Mendengar hal itu David langsung tersenyum dia senang di pihak keluarganya ada yang beragama islam, oleh karena itu dia kembali ke Eropa untuk bertemu dengan mereka dan tinggal dengan mereka karena di rumahnya ada Kakek dan adik Papahnya yang tinggal di sana dan mengusir dirinya untuk ke rumah Omma karena hanya merekalah yang akan menerima kehadiran dirinya di sini.
Dengan sayang David memeluk Ommahnya itu dari belakang, "Terima kasih Ommah tanpa adanya kalian di sini mungkin David tidak tahu akan tinggal di mana," ungkap David.
"Sudah sudah kamu nyalankan musik takbirannya setelah itu kita akan menyalakan petasan tepat di jam 12, buruan tinggal lima menit lagi!" Oppa terus bersemangat untuk menyambut malam takbiran ini.
Tepat di jam 12 malam mereka pun melepaskan petasannya di atas langit, yang kini telah menghiasi langit dengan warna-warni dari petasannya sungguh indah dan cantik sekali langit malam ini dengan senang David memandang ke dua orang yang berada di ke dua sisinya kini.
"Wahh," seru David tanpa sadar mulutnya bersuara ketika melihat pemandangan yang indah di depannya kini.
Ommah pun ikut memandang ke arah langit yang kini menampakan kembang api yang indah mengiasi gelapnya malam, menemani kesunyian dan menerbangkan pikiran jauh di atas sana, luas biasa.
"Oppa berikan kepadaku lagi petasannya!" seru David sambil mengocok-ocok petasan yang sudah habis di tangannya kini.
Sumbu yang ada di dalam petasan pun keluar sisa dari petasan yang dinyalakan oleh David.
Oppa pun menoleh menatap kepada cucu kesayangannya, "Nih Nak, malam ini kita habiskan petasannya okey!" katanya sembari tersenyum.
Sudah satu tahun berlalu David pergi meninggalkan Oppa dan Ommanya di sini, sejak kecil David di asuh oleh mereka berdua hingga umur 6 tahun Nathan dan Anggelia mengurus pendidikannya hingga memberikan David pengawalan untuk menjaga-jaga terjadinya sesuatu kepada anak laki-lakinya itu.
Hingga akhirnya Omma dan Oppanya terpisahkan oleh David sampai beberapa tahun kemudian meninjak David remaja baru Anggelia membawa David kembali bertemu dengan Omma dan Oppanya.
Perbedaan agama di antara Anggelia dan ke dua orangtuanya itulah yang mengakibatkan jarak terbentang di antara mereka, Anggelia memilih untuk ikut dengan suaminya dan Oppa memilih untuk tinggal bersama dengan Omma sang istri tercintanya.
Pandangan David pun tertuju pada Ommanya yang diam menatap langit, "Omma ... sini cobalah pegang petasan ini akan sangat senang ketika kita yang mengendalikannya!" rajuk David kepada sang Omma.
"Tidak perlu, kau sajalah!" kata Ommanya dengan melangkah menjauh dari David.
"Tidak apa-apa Ommah peganglah akan David jagain kok." David dengan iseng masih terus membujuk sang Ommah untuk bersamanya memegang petasan kembang api.
Ommah terus berusaha menolaknya, "Ommah takut ah nanti kena atap lagi," katanya mencari alasan entah itu benar atau alasannya saja.
David mendekat memberikan petasan yang belun dinyalakannya, "Percayalah David tidak akan membiarkan Ommah kenapa-napa jadi peganglah ini aku ingin Ommah merasakannya juga," ujarnya seraya tersenyum memberikan keyakinan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Akhirnya petasan kembang api pun dinyalakan oleh David dengan cepat tangan Ommahnya David arahkan ke atas langit sehinggat terbentuklah kembang api di atas sana, tangan Ommah terasa gemetaran membuat David tidak bisa melepaskan tangannya dia akan terus memegang tangan Ommahnya dengan erat.
"Hebat-hebat," seru Oppah seraya memberikan tepuk tangan yang begitu meriah untuk keberanian sang istri.
Seketika ke dua mata Ommah pun menoleh ke arah Oppa lalu tersenyum manis begitu pun dengan David yang ikut merasa senang.
"Apa masih lama David tangan Ommah sudah keram nih!" pekik sang Ommah dengan nelangsa.
Satu hal yang baru saja David sadari bahwa Ommahnya sudah sangat tua sehingga tidak bisa melakukan hal yang berat-berat bahkan memegang petasan pun membuatnya terasa keram.
"Sabar Ommah ini petasan isi lima belas dikit lagi juga habis." David menjelaskan bahwa petasan yang dipegangnya kini sangat banyak dari sebelumnya sehingga harus menunggu sampai habis.
Lima kali tembakan lagi sumbu dalam petasan akan habis membuat Ommah senang sebab tak sabar menunggunya, setelah petasan telah habis Ommah pun langsung merentangkan tangannya dan duduk di bangkunya lagi terasa sangat pegal jika lama-lama berdiri.
"Ya sudah yuk kita makan jagung bakar!" Dengan antusias Oppah pun berseru sembari terus mengipas-ngipas jagung bakarnya.
David pun membuang bekas petasan yang sudah habis lalu mencuci tangannya dia ingin membantu Oppahnya untuk memasak jagung bakar. Malam takbir ini terasa seperti tahun baru bagi David hanya saja ada di malam takbir kita dianjurkan untuk bertakbiran di masjid hingga menjelang hari raya di esok harinya, karena jarak masjid agak jauh dari rumah jadi David menyalakan musik takbiran saja yang dilantunkan oleh ustad terkenal dikalangan orang-orang islam sebab dakwahnya yang luar biasa.
"Sini biar David yang bantu kipasin apinya Oppah duduk saja di sana, oh ya Oppah nanti jangan lupa ceritain budaya-budaya di Eropa ya Oppah," seru David sembari terus mengipas-ngipas jagung bakar yang sudah dia oleskan mentega.
Aroma wangi pun mulai tercium oleh hidung mereka, api unggun menyala sebab David yang sudah mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk membuat jagung bakar itu segera matang.
Saking kagetnya Ommah pun bangkit dari duduknya, "Ya Allah David hati-hati Nak, pelan-pelan saja ngipasinnya nanti juga matang dengan cepat kalau begitu yang ada jagungnya nanti ke bakar," omelnya.
"Hehehe iya... Ommah jangan khawatir aku akan menjaga jagung ini dengan baik dan tidak akan gosong," sergah David sembari terkekeh.
Yang benar saja David sudah mengeluarkan tenaga dalamnya untuk membuat jangan bakar itu cepat matang namun apinya malah menyala dengan besar.
"Nih Ommah, Oppah silahkan di makan jagungnya huhmm aromanya wangi sekali deh." David mengendus aroma jagung di ada di tangannya kini dan meletakannya di atas nampan panjang yang sudah disediakan oleh sang Ommah.
"Sini taruh sini jagungnya!" seru Oppah dengan tidak sabar ingin menyantap jagung bakar tersebut yang sudah menggoda dirinya dengan aromanya yang enak.
Dengan pelan-pelan David memberikan jagung tersebut kepada Oppahnya lalu menunggu respon Oppahnya yang hendak menggigit jagung tersebut.
Oppah pun sudah mulai menggingit jagungnya, "Hemmm ... rasanya enak pas di lidah," gumamnya.
Akhirnya mereka pun sama-sama menikmati malam takbir ini dengan perayaan kecil yang biasa dilakukannya setiap tahunnya.
Kembang api menjadi lambang perayaan disertai sholawat takbiran yang terus menggema memenuhi kediaman Oppah dan Ommahnya kini di kompleksnya.
"Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar wali llahi ilham," seru Ommah pelan.
David pun mengikuti alunan lagu yang terdengar indah dan menyedihkan lalu Ommahnya bercerita tentang indahnya bulan ramadhan dan hari raya idul fitri.
"Ada banyak sekali kisah dibalik bulan ramadhan yang telah kita lewati kini adapun kewajiban berpuasa ini dijalankan kaum muslimin setiap hari dari adzan subuh hingga datangnya maghrib, sampai ‘Idul Fitri tiba.
Pada malam 1 Syawwal dikumandangkan takbir secara serentak, tanda kemenangan kaum muslimin melawan hawa nafsu selama satu bulan penuh. Lalu keesokan harinya, umat Islam melaksanakan salat sunnah ‘Idul Fitri. Salah satu wujud ketakwaan sesudah bulan Ramadhan adalah menghidupkan malam Idul Fitri dengan gema takbir dan ibadah lainnya. Rasulullah SAW bersabda:
Artinya, “Siapa saja yang qiyamul lail pada dua malam Id (Idul Fitri dan Idul Adha) karena Allah demi mengharap ridha-Nya, maka hatinya tidak akan mati pada hari di mana hati manusia menjadi mati,” (HR As-Syafii dan Ibn Majah)." Ommah pun tersenyum memandang David sembaru mengelus-elus rambut cucunya itu dengan penuh kasih sayang.
David yang bersadar di bangku kini pandangannya beralih menatap wajah Ommahnya, "Ommah maafin David, kalau selama ini David tumbuh menjadi anak yang nakal maafin kesalahan orangtua David juga jika mereka melakukan kesalahan kepada kalian selama ini," ujar David lirih.
Sang Ommah pun tersenyum senang, "Ommah, sudah memaafkan terlebih dahulu sebelum mereka menyadari kesalahannya, bagaimana pun kita harus menjadi orang yang pemaaf karena Allah SWT juga maha pengampun," jelasnya.
"David berharap Papah juga memaafkan kesalahan David, jujur aku rindu dengan mereka Ommah," ungkap David lirih dia ingin sekali melihat ke dua orangtuanya kembali tersenyum kepadanya.
Bulan ramadhan telah berlalu besok David akan menyambut kedatangan hari raya idul fitri yang sudah dinanti-nanti oleh banyak orang.