Pengorbanan Cinta David
Bertemu Dengan Rachel
Perlu David sadari bahwa Raya mempunyai bakat menjadi fotografer.
"Ya sudah yuk kita ke sana," ujar David mengajak Raya untuk bergabung dengan Ommah dan Oppahnya.
David menikmati pemandangan yang indah beserta bangunan-bangunan kuno yang ada di sekitarnya.
Tuileries Garden merupakan sebuah oase yang indah di jantung kota Paris. Taman Tuileries merupakan tempat yang tepat untuk bersantai setelah wisatawan mengunjungi museum Louvre. Perpaduan indah antara air mancur, kolam dan taman yang memukau.
Taman Tuileries adalah taman tempat wisata di Paris umum yang terletak di antara Louvre dan Place de la Concorde di arondisemen ke-1. Dahulu taman ini dibuat oleh Catherine de ‘Medici sebagai taman Istana Tuileries pada tahun 1564. Taman yang cukup luas ini terdiri dari empat bagian, yaitu Jardin du Carrousel, Terasse, Moat of Charles V dan Grand Carre of the Tuileris. Sebagian besar bagian-bagian tersebut menampilkan karya seni patung pahatan.
Pembagian area tersebut untuk memisahkan dan mengklasifikan berdasarkan sejarah, cerita dan juga tipe karya seni yang ada. Kebanyakan wisatawan mancanegara yang mengunjungi tempat ini menggunakan waktunya untuk mengenal sejarah, sekedar bersantai atau mengabadikan dengan mengambil beberapa foto.
Di taman tempat wisata di Paris ini juga terdapat bar kecil dan kafe ala Perancis yang menjual minuman dingin pada saat musim panas atau minuman hangat pada saat musim dingin. Saat berjalan menyusuri taman akan terlihat Sungai Seine dan dari kejauhan juga terlihat Arc de Triomphe yang spektakuler.
"David mari duduk di sini sebentar!" seru Oppah seraya meraih tangannya agar David segera mendekat kepadanya.
"Baik Oppah," sahut David sebelum itu dia melepaskan gandengan tangan Raya pada lengannya.
Akhirnya David pun duduk di samping Oppahnya sedangkan Raya memilih untuk berbelanja dengan Ommah di mall Afri dekat sini di sebrang jalan.
"Ada sesuatu yang ingin Oppah katakan sama kamu Nak, kalau suatu saat kamu menikah bawalah dia ke Eropa dan kunjungilah menara Eiffel konon ada berbagai hal romantis yang bisa kamu tunjukan kepada cewek pilihanmu nantinya," ujar sang Oppah seraya tersenyum.
"Dulu Oppah juga sering sekali bawa Ommahmu itu ke sini dan akan duduk di bangku ini menikmati pemandangan dan orang-orang yang berlalu lalang sembari memakan es krim karena dulu Ommah sangat suka makan es krim." Mata Oppah melirik ke atas seakan-akan sedang berusaha mengingat moment indah dalam hidupnya bersama istrinya.
"Oppah, apa dulu Oppah dibenci orangtua dan keluarga saat pindah agama dan menikahi Ommah?" seru David dia bertanya hal yang sudah lama ingin dia tanyakan kepada Oppahnya.
David ingin tahu apakah Oppah juga mendapatkan kebencian dari orang-orang setelah pindah agama.
Mendengar hal itu Oppah langsung menjawabnya, "Ada tapi dari beberapa orang saja, yang lainnya syukur alhamdulillah mereka menghargai toleransi dan menerima keputusan Oppah," ungkapnya seraya tersenyum kecut.
Ya jawaban Oppahnya hampir sama dengan apa yang dia rasakan saat ini, David pun memandang air mancur dengan tatapan kosong masalahnya dia dijauhi oleh teman-teman di sini yang dulunya sangat dekat bahkan mereka selalu David traktir dalam acara apapun namun kini mereka malah menjauhinya.
"Apa alasan kamu pindah agama Nak?" tanya Oppah kali ini dia menatap mata David dalam.
Hal itu membuat David agak risih dan tidak bisa berbohong, "Maafkan David Oppah sebelumnya aku telah jatuh cinta pada wanita muslimah di Jakarta dia seorang muslimah di kampus, setiap aku melihat pakaiannya dan akhlaknya membuatku tersentuh dan ketika dia menyebutkan kreteria cowok idamannya ternyata tidak ada pada diriku itu membuatku terluka dan tersaiki Oppah namun pada saat malam harinya secara tidak sengaja aku mendengar seseorang melatunkan ayat al-quran kitab suci yang dibawakan oleh nabi Muhammad Saw yang ternyata itu adalah suara Dinda dia tetangga David Oppah jadi suaranya terdengar ketika di malam hari dari saat itulah David bersungguh-sungguh dalam mencari jadi diri yang sebenarnya sampai akhirnya David berbicara dengan teman-teman David di Jakarta mereka seorang laki-laki muslim." David menoleh menatap Oppahnya dan ingin melihat bagaimana ekspresi Oppahnya nanti.
"Kau sungguh anak yang hebat Nak ingatlah satu hal bahwa kamu adalah anak laki-laki satu-satunya jadi Oppah harap kamu tidak lupa dengan kewajiban kamu sebagai anak laki-laki," ujar Oppah memberikan peringatan kepada David agar cucunya itu mau mengembangkan perusahaan Nathan yang sudah diliris di mana-mana.
Menjadi seorang pewaris atau penerus perusahaan Papahnya menjadi impiannya dulu waktu dia umur 14 tahun dia ingin cepat tumbuh besar sehingga dia bisa menunjukkan kepada semua orang jika seorang David anak yang nakal kini menjadi orang yang sukses, namun saat tumbuh dewasa David merasa belum siap untuk menjadi penerus Ayahnya.
"Baik Oppah David mengerti doakan yang terbaik untuk David ke depannya," kata David sembari mengulas senyum pada wajahnya.
"Ya sudah mari kita pergi makan kasihan Ommah pun sudah lapar," ajak Oppah.
Dengan cepat David pun menganggukan kepalanya dan membawa mobilnya kembali ke sebuah rumah makan
Sekian lama David tidak bertemu dengan cewek itu kini tanpa disengaja cewek itu muncul dihadapannya
"David!!" seru Rachel sembari jari telunjuknya yang menujukan David.
Sedikit terkejut mendengar suara orang yang tidak asing baginya, ketika David menoleh Rachel pun langsung memeluk tubuh David hingga akhirnya David terpaksa langsung melepaskannya. Perlakuan Rachel kepadanya telah menimbulkan dosa dan fitnah.
"Maafkan aku tapi aku kangen banget sama kamu Dav," ungkap Rachel dengan mata yang berkaca-kaca.
Serba salah keadaan ini membuat David bingung dia tidak bisa melihat wanita menangis namun dia juga harus menjelaskan bahwa sudah tidak ada hubungan apalagi yang akan kita lakukan nantinya.
"Ikut gue ke sana Rachel!" ujar David sembari menoleh ke kanan serta ke kirinya dia melangkah ke sebuah caffe dan duduk di sana.
Dengan senang hati Rachel mengikutinya, "Kapan kamu kemari kenapa kamu gak kasih kabar ke aku kalau kamu datang ke Eropa?" seru Rachel wajahnya nampak sangat senang.
David mengusap wajahnya dengan kasar, "Gue minta maaf sama lo Rachel Tapi hubungan kita cukup sampai sini saja." David akhirnya berhasil mengatakannya hal itu.
Diam Rachel sangat tidak suka jika David sudah berkata seperti itu, "Kamu apa-apaan sih Dav orang kata Mamah juga kita mau menikah kok," sahur Raya mencoba mengalihkan pikiran David tentang pernikahannya.
"Gue muallaf Rach, di Jakarta gue sudah punya cewek pilihan gue dan bukankah perjodohan ini tidak ada unsur persetujuan dari gue terlebih dahulu jadi mending lo gak usah berharap lagi sama gue, sekali lagi gue minta maaf sama lo Rach terima kasih telah perhatian sama gue selama ini," kata David sambil menelan bibir bawahnya.
Mendengar perkataan David membuat perasaan Rachel terluka, dia bukan kaget karena David telah menolaknya namun mengetahui bahwa David sudah meninggalkan Tuhannya.
Deg, Rachel diam terpaku entah apa yang harus dia katakan kepada David yang pasti perkataan cowok itu membuatnya mati rasa.
"Maafin gue Rach, kalau gue sudah membuat lo sakit hati atau kecewa karena pernyataan gue ini tetapi lo harus tahu ini adalah pilihan gue sendiri tidak ada hubungannya dengan cewek itu jadi jangan berpikir kalau gue menjadi muallaf karena dia," jelas David dia tidak ingin ada kesalahpahaman pada perkataannya barusan.
Kembali mendengar penjelasan David membuat Rachel diam, "Mengapa bisa seperti itu Dav bukankah lo yang selalu mengingatkan gue betapa pentingnya kita mengingat Tuhan dan sekarang?" ujar Rachel sembari tersenyum getir.
Dia tidak habis pikir dengan David saat ini mengapa cowok itu bisa meninggalkan Tuhan yang dulu sangat dia sayangi.
Agak sulit untuk David menjelaskan semuanya kepada Rachel, dia ingat betul akan kejadian dulu waktu Rachel sempat melakukan kesalahan dengan pergi ke bar dan bermabuk-mabukan setiap kali cewek itu sedang stress masalahnya dia selalu mengalami stress sebab dirinya dan keluarganya yang selalu bertengkar meminta cerai.
Bahkan saat Rachel ingin bunuh diri dengan melompat di jembatan merah dia selalu mengajak cewek itu ke suatu tempat dan menasehatinya bahwa Tuhan akan memberikan jalan untuknya dan akan menolongnya.
Dengan merubah kata panggilan 'aku' menjadi 'gue' menampakan kekesalan pada cewek itu kepadanya.
"Rachel, gue telah menemukan siapa jati diri gue dan tujuan buat apa gue ditakdirkan di dunia ini ketahuilah Rach! bahwa sesungguhnya hanya Allah Tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang dialah Tuhan yang patut kita sembah dia juga yang telah menciptakan kita," ujar David memberitahu meski dia yakin bahwa Rachel tidak akan paham dengan apa yang dia katakan sama halnya dengan dirinya dulu waktu Hamdan memberitahu akan kekuasaan Allah SWT.
Mata Rachel menatap David dengan sendu, "Gue enggak ngerti lagi Dav, tapi mendengar ucapan lo membuat gue yakin bahwa lo pindah agama tidak semata-mata mencari jati diri lo saja tetapi lo juga ingin bersama dengan wanita itu bukan? jangan naif jadi cowok Dav! gue paling benci sama cowok kaya lo yang berani meninggalkan Tuhan hanya demi cewek itu," sengit Rachel nada suaranya menjadi tinggi.
Diam, David terdiam dia bingung apa yang harus dia katakan, "Astagfirullah Haladzim gue tahu Rach lo kecewa sama gue tapi gue gak suka jika lo menuduh gue sembarangan."
"Selama ini cuma lo Dav yang gue percaya di dunia ini cuma lo ... namun mengetahui bahwa keyakinan kita berbeda membuat gue ragu apakah kita masih bisa bersama dengan saling menjaga toleransi?" lirih Rachel dia memang kecewa dengan David namun lebih tepatnya dia sedih telah kehilangan orang yang dicintainya.
David meneguk air minumnya hingga tersisa setengah gelas, "Tidak ada larangan untuk kita bisa berteman namun maaf Rachel gue gak bisa bersatu dengan lo," sahut David.
"Kenapa apa karena perbedaan ini?" sergah Rachel matanya melotot mendengar dia akan kehilangan David.
"Rachel, dalam agama kita tidak boleh menikah dengan beda agama dan lebih tepat laginya gue akan mengkhitbah Dinda nanti." David menjelaskan kebenaran atau fakta pada dirinya dia sudah berniat akan melakukan khitbah dengan Dinda dan akan menikah setelah mereka sama-sama lulus kuliah.
Dengan prustasi Rachel mengacak-acak rambutnya yang sudah tertata rapih, Rachel adalah modeling di Eropa dia memiliki tubuh yang tinggi dan langsing dia juga selalu tampil berbeda dari segi gaya rambutnya yang diwarnai atau dari segi pakaiannya baginya dia ingin tampil menawan di depan semua orang apalagi dirinya seorang model tidak heran jika banyak cowok yang mendekatinya namun hatinya tetap untuk David seorang.
Rachel adalah teman David waktu SMP dari sanalah dia jatuh cinta pada David, ya cinta pada pandangan pertama hingga mengetahui bahwa ke dua orangtuanya adalah teman bisnis membuat perjodohan itu akhirnya ada dan terjadi.
"Kenapa lo selalu membuat sakit hati Dav? Kenapa lo tidak menyadari perasaan gue selama 5 tahun ini? Lagi pula kenapa lo diam saat ke dua orangtua kita menjodohkan? Kenapa Dav kenapa lo selalu datang menyelamatkan gue dan membantu gue padahal lo tidak suka sama gue? Tolong jawab pertanyaan aku Dav, kumohon!" Air mata Rachel tumpah tidak kuat menahan rasa sakit serta mengalami perjuangan dan penantian yang sia-sia selama ini membuatnya menahan rasa sakit yang amat mendalam.
Rachel menangkupkan wajahnya dengan ke dua tangannya sesekali dia mengambil tisu untuk mengelap air matanya yang berjatuhan.
David paling tidak bisa melihat cewek menangis akhirnya dia pun bangkit dari duduknya dan memeluk Rachel. Dia mengusap-usap punggung cewek itu dengan lembut memberikan pengertian bagaimana pun Rachel sudah dia anggap adiknya sendiri sebab cewek itu beda setahun darinya.
"Da-vid kenapa kita gak bisa kembali seperti dulu lagi?" gumam Rachel dengan isak tangisnya yang masih terus menggema.
"Sorry Rachel, gue minta maaf kalau gue gak bisa buka hati gue buat lo bagaimana pun dulu itu namanya cinta monyet dan lo itu sudah gue anggap seperti adik gue sendiri gue gak bisa menikah sama lo Rachel, gue janji akan terus menemui lo tapi tidak untuk kembali merajut asa." David pun kembali memberikan penjelasan kepada Rachel.
Akhirnya Rachel pun diam tapi masih menangis, tidak lama David melepaskan pelukannya dia takut akan menimbulkan fitnah jika melakukan hal itu di depan umum terlebih laginya Rachel dan dirinya telah dikenal banyak orang.
"Kak David," panggil Raya dengan tiba-tiba nada suaranya mengecil saat pandangannya tertuju pada kakaknya yang sedang berduaan dengan Rachel.
Hati Raya menjadi tidak enak sebab akan mengajak kakaknya itu pulang sedangkan sekarang David sedang menyelesaikan masalah dengan cewek itu.
"Ya sudah deh aku ajak Ommah sama Oppah buat keliling saja lagi, sepertinya kak David sedang ada urusan dengan seseorang," gumam Raya sembari beranjak pergi meninggalkan David, dia tidak mengerti apa yang telah terjadi namun melihat Rachel yang sedang menangis membuatnya enggan untuk menganggu David.
"Gue gak mau kehilangan lo Dav cuma lo yang gue punya selama ini," lirih Rachel sambil menatap David.
David pun tersenyum hangat, "Lo gak akan kehilangan gue kok karena gue akan selalu ada buat lo jadi jangan manangis lagi okey? Nanti make upnya luntur loh," ejek David di akhir-akhir perkataannya.
Mendengar hal itu dengan cepat Rachel pun memantulkan dirinya pada layar ponsel iphonenya lalu menatap David dengan wajah cemberut.
"Begini nih yang gue suka dari lo Dav dan gak bisa berpindah hati," ungkap Rachel seraya tersenyum kepada David.
Melihat Rachel kembali tersenyum membuat David senang, "Hemm gue yakin lo pasti akan mendapatkan cowok yang mencintai lo dengan tulus apa adanya," katanya.
Sengaja David mengejek Rachel dengan riasan wajahnya sebab cewek itu tidak akan membiarkan make upnya luntur dengan alasan apapun.
"Makasih buat selama ini semoga gue bisa move on dari lo," pekik Rachel sendu.
Setelah semuanya sudah selesai David pun kembali pergi untuk menemui Ommah dan Oppahnya serta Raya yang mungkin mereka sudah ingin pulang.
Perlu dia sadari bahwa dulu pun Rachel menjadi cewek satu-satunya di hatinya di saat banyak puluhan cewek yang berusaha menggodanya.
Berbeda dengan kini yang malah David terkesan membuat Rachel begitu saja eh bukan David yang duluan memutuskan hubungan tetapi Rachel yang ketahuan selingkuh dengan pria lain yang kerap kali mengatakan cinta kepada Rachel dan sanggup menunggu Rachel jika putus dengan David yang akhirnya itu terjadi namun tidak berlangsung lama Rachel tidak bisa melupakan David begitu saja apalagi dia mendengar bahwa cowok itu akan kembali pulang ke Eropa membuat hatinya senang.