Pengorbanan Cinta David

Bertemu Fans

Setelah pulang dari rumah sakit David berniat ingin mampir ke restoran terlebih dahulu untuk mengisi perutnya dan mencari udara segar.

 

Mobil Sport milik David telah membelah kota swiss, udara segar masuk menyelinap di dalam tubuhnya lewat sela-sela baju yang terbuka.

 

Mobil yang dikendarai David kini telah sampai pada restoran sang pelayan pun langsung mendatangi David sembari membawa menu makanan.

 

"Yang ini aja deh Mba," ujar David menunjukan makanan favoritnya jika di Swiss.

 

"Baik silahkan tunggu sebentar kami akan mengantarkan pesanan anda," sahut si pelayan tersebut.

 

Sejak tadi pagi David belum membuka ponselnya setelah dia mengirim pesan kepada Pak Hartono sang sekretaris Papahnya itu.

 

*Hamdan

 

"Kapan pulang bro? kalau Bokap lo sudah sembuh buruan pulang ya."

 

*Alex

 

"Woy bagaimana kabarnya? gimna kabar Bokap lo juga gue denger bokap lo masuk rumah sakit, oh ya tanggal 12 kita sudah mulai masuk kuliah loh jadi gue harap lo cepat kembali okey."

 

David pun langsung memberikan balasan kepada pesan ke dua temannya itu, dia sendiri pun tidak akan lupa akan jadwal masuk kuliahnya itu apalagi dia mendapatkan tugas presentasi ketika masuk nantinya.

 

Bagaimana pun David akan tetap memikirkan kepulangan dirinya nanti apalagi dia akan mengurus kantor Papahnya yang ditinggalkan di Jakarta.

 

Sudah hampir satu bulan dia tidam pernah mengirim pesan kepada Dinda begitu pun sebaliknya namun kini David tidak lagi merasakan rindu meski tidak dapat kabar dari cewek itu, apakah perasaannya mulai memudar? atau David sudah merasa lelah sendiri?

 

"Ini makanannya silahkan dinikmati!" seru si pelayan tersebut sembari tersenyum ramah.

 

"Thanks you," ujar David sambil mendekatkan piring makanannya.

 

Negara Swiss dikenal sebagai negara yang menghasilkan berbagai jenis keju.

 

Salah satu keju swiss yang paling terkenal adalah keju yang berlubang-lubang, seperti keju di film kartun.

 

Keju swiss yang berlubang-lubang itu adalah keju emental

 

Fondue berasal dari bahasa Prancis, yang artinya meleleh. Yap, cheese fondue ini adalah keju yang meleleh.

 

Namun, ada bahan lain yang dicampurkan dalam keju leleh itu, misalnya bumbu seperti bawang putih.

 

Orang Swiss punya cara unik untuk menyantap cheese fondue.

 

Biasanya, cheese fondue disajikan dalam sebuah panci. Kita bisa memakannya dalam keadaan masih hangat, karena di meja ada kompor kecil yang menyala.

 

Umumnya, cheese fondue ini disajikan bersama roti. Setiap orang yang makan di satu meja makan boleh mencelupkan rotinya ke dalam panci cheese fondue.

 

Namun, ada juga cheese fondue yang dimakan dengan kentang rebus atau makanan lainnya.

 

Begitulah keterangan mengenai salah satu makanan di restoran ini dan ada juga peraturan unik saat makannya yaitu menggigit dengan gigi depan.

 

Dengan lahap David menikmati makan malamnya ini, setelah makan dia akan pulang dan mengatakan kepada Oppah dan Ommahnya tentang kondisi Papahnya kini.

 

Penyakit yang diderita Papahnya tidaklah parah namun David khawatir seiring berjalannya waktu penyakit itu akan bertambah parah dan kembali menyerah tubuh Papahnya darah tinggi yang diidap oleh Papahnya bisa menyebabkan stroke dan kelumpuhan kapan saja.

 

Tidak salah David memilih restoran ini untuk tempatnya makan sebab makanannya sangat nikmat menyentuh di lidah untung saja tidak ada campuran babinya dan alhamdulillah David memang sudah tidak lagi memakai babi setelah pindah ke Jakarta hingga menjadi muallaf.

 

Setelah selesai makan dia pun langsung pulang tidak lupa dia membayar pada kasir terlebih dahulu sebelum meninggalkan restoran.

 

"Auww," pekik seorang wanita.

 

Saat David membalikan tubuhnya tidak sengaja dia menabrak seorang wanita.

 

"I am sorry," ujar David seraya membantu wanita itu untuk kembali berdiri tegap.

 

Wanita itu pun menatap wajah David dia mengenal sosok cowok di depannya ini.

 

"David Nathation?" seru Wanita tersebut, "Saya Fera fans kamu ah senangnya bisa bertemu langsung oh ya tidak apa-apa aku baik-baik saja tidak perlu khawatir," lanjutnya.

 

Mendengar hal itu David hanya terbengong dia tidak tahu jika ada yang mengenalinya di sini.

 

David pun memberikan senyumannya, "Oh ya saya minta maaf ya saya tidak melihat kalau ada kamu di belakang saya," katanya.

 

"Iya tidak apa-apa ka, kalau boleh saya minta foto bareng bisa? akan sangat di sayangkan jika tidak berfoto benar bukan?" Fera pun dengan memohon untuk bisa mengambil foto dengan David seorang modeling majalah dan kesehatan.

 

"Boleh-boleh silahkan," kata David mengizinkan.

 

Akhirnya David pun mengizinkan untuk berfoto berdua dengan ponsel milik wanita tersebut setelah mendapatkan dua potretan wanita itu pun menyudahinya.

 

"Terima kasih banyak." Wanita itu menangkupkan ke dua tangannya ke depan dada.

 

"Iya sama-sama terima kasih juga telah mengenaliku, saya permisi mau pulang dulu ya." David pun berlalu pergi setelah diizinkan pergi oleh Fera.

 

"Hati-hati dijalan ka," teriak cewek itu saat David sudah berjalan lima langkah dari keberadaannya tadi.

 

Setelah menghidupkan mobil David pun langsung masuk dan menyalahkan mesin mobilnya.

 

Kini mobil David telah membelah kota swiss di mana rumah ke Papahnya tinggal.

 

Tidak butuh waktu lama untuk David sampai rumah Oppah sebab restoran tempatnya makan sudah sangat dekat dengan kediaman Oppahnya itu.

 

Tinn ... tinn ... tinn

 

David pun membunyikan klakson mobilnya yang dengan segera saptam pun membukaan gerbang.

 

"Sebentar Den," teriak Pak saptam seraya mendorong gerbangnya.

 

"Oppah sudah pulang Pak?" tanya David begitu dia sudah keluar dari mobilnya.

 

"Sudah, mereka sedang menunggu kepulangan Den David sejak tadi," ujar Pak saptam dengan lukasnya dalam berbicara.

 

Mendengar tentang itu David pun segera masuk menemui Oppah dan Ommahnya yang belum tidur di jam segini sebab menunggu dirinya saja, awalnya David mengira bahwa Oppah dan Ommahnya masih berada di luar.

 

"Assalamulaikum," ujar David ketika sudah melangkah masuk ke dalam rumah.

 

Mendengar suara David sang Ommah pun langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri David. "Waalaikumsalam."

 

"Ommah kok belum tidur?" seru David pura-pura tidak tahu sifat Ommahnya kayak gimana.

 

Ommah menepuk bahu David pelan, "Bagaimana mungkin Ommah bisa tidur kamu saja belum pulang tanpa memberi kabar apapun." Ommah mengomel wajahnya terlihat jelas sedang kesal.

 

"Maafkan aku ommah tadi aku mematikan ponselku dan tidak ingat apa-apa," terang David terakhir dia membuka ponsel ketika menghubungi Hamdan saja setelah itu sudah tidak lagi.

 

"Bagaimana kabar Papahmu David?" seru Oppah yang muncul dari ruang tengah.

 

David pun langsung menghampiri Oppahnya lalu mencium tangannya. "Alhamdulillah Oppah, Papah sudah sadar dan keadaannya sudah membaik," jelas David.

 

"Syukurlah besok kita akan menjenguknya kamu akan ikut menghantar kami ke sana ya!" ujar Oppah dia akan selalu meminta David untuk mengantarkannya pergi apalagi kini hanya David yang tahu tempat di rawatnya Nathan.

 

****

 

Dengan sengaja David membawa Omah dan Oppahnya datang pagi-pagi ke rumah sakit untuk menegok Papahnya yang sudah tiga hari berada di tempat yang tidak sedap itu, sejak dulu David paling tidak suka dengan aroma rumah sakit yang bisa dibilang bau obat.

 

"Pagi Pah," sapa David seraya tersenyum hangat kepada Nathan.

 

Nathan yang memang sudah bangun sejak tadi kini hanya memejamkan matanya saja langsung bangun saat mendengar suara David.

 

"Kamu datang lagi Nak?" ujar Nathan, sejak kemarin David memang rajin mengunjungi Nathan di rumah sakit.

 

David tersenyum membalasnya lalu dia meletakan buah-buahan yang sudah dibelinya waktu perjalan menuju rumah sakit.

 

"Iya Pah, nih bareng Omah dan Oppah," sahut David serta bergeser.

 

"Gimana keadaan kamu Nathan?" tanya Oppa yang dibalas dengan senyuman Nathan seakan-akan dia sedang baik-baik saja.

 

"David baru sampai?" seru kakak ke duanya yang sudah menemani Nathan sejak semalam.

 

"Iya ka pasti kakak dari tadi malam ya? kalau begitu biar aku yang merawat Papah kasihan ada bayi dalam kandungan kakak kalau kakak kelelahan akan berbahaya." David memberikan nasehat kepada kakaknya dan calon keponakannya nanti sudah genap 6 bulan kandungannya pastinya harus dijaga dengan baik.

 

Arabella pun mendekati ke arah David sambil tersenyum, "Kakak akan pulang setelah Mas Jeff kembali," katanya sambil berlalu menghampiri tempat tidur Papahnya.

 

Pandangan mata David pun mengikuti ke mana Arabella berjalan, "Memangnya ke mana Mas Jeff?"

 

"Sedang ada urusan sebentar di bank." Arabella adalah sosok kakak David yang lemah lembut dia tidak pernah berkata kasar kepada David bahkan saat tahu adiknya itu masuk islam dan menjadi muallaf dia biasa saja dan menghargai keputusannya.

 

"Pah ayo makan dulu nanti minun obat!" ujar Arabella sambil menepuk lengan Papahnya pelan.

 

Keadaan Nathan masih lemah, darah tingginya sudah menurun sedikit demi sedikit tubuhnya pun masih gemuk seperti biasanya untung saja paru-parunya baik-baik saja tidak perlu dikhawatirkan tentang penyakit paru-parunya yang sudah diderita Nathan sejak dulu.

 

David membantu menyandarkan Nathan pada punggung ranjang agar bisa Arabella bisa menyuapkan nasi pada mulut Papahnya.

 

"David, apa kamu sudah memikirkan kapan kamu apa pulang Nak? sudah satu Minggu Papah tidak kerja tugas di kantor pasti sudah menumpuk," seru Nathan lirih dia tidak akan memaksa David akan kepulangannya tetapi dia berharap penuh bahwa anaknya ini bisa mengerti kondisi yang terjadi sekarang.

 

"Lusa Pah, aku tadi pun sudah bertemu dengan Dokter bahwa kondisi Papah sudah membaik jadi aku sudah memutuskan untuk berangkat ke Jakarta lusa aku juga perlu menyelesaikan tugas kuliah di sana." David sudah memutuskan untuk kembali ke Jakarta meski ada kebahagiaan di sini.

 

Dua suapan masuk ke dalam tubuh Nathan, Arabella senang mendengar bahwa Papahnya sudah kembali menyayangi David setelah kejadian yang menimpa David dahulu.

 

"Pah, aku akan tinggal di sini sampai persalinanku selesai," ungkap Arabella dia berharap bisa lahir dalam keadaan normal dan selamat.

 

Nathan pun tersenyum, "Papah juga gak mungkin langsung kembali meski pulih nanti jadi kemungkinan David akan tinggal sendirian di Jakarta tidak apa-apa kan Nak?"

 

Buset! pekik David dalam hatinya, bagaimana mungkin dia bisa tinggal sendiri di negara orang lain? tidak bersama keluarganya? David pun diam terpaku membayangkan apa saja yang akan terjadi nantinya, perlahan dia mengembuskan napasnya pelan, meski dia sudah terbiasa tinggal sendiri namun masih bisa melihat kedua orangtuanya dari jauh tapi nanti dia tidak akan bisa lagi.

 

"Bagaimana Dek?" pekik Arabella seraya menatap wajah adiknya itu penuh tanda tanya.

 

"Siang," sapa seseorang bersamaan dengan terbukanya pintu kamar.

 

"Bang Jeff!" pekik David begitu ceria melihat kedatangan kakak iparnya, sudah lama dia tidak pernah melihat kakak iparnya ini yang dulunya sangat baik kepadanya.

 

Bang Jeff pun langsung merangkul David sembari menepuk-nepuk bahu adik iparnya yang sudah berbeda keyakinan namun tidak mengurangi rasa sayangnya kepada David, begitulah indahnya toleransi.

 

"Bagaimana kabarmu Dav?" seru Jeff sembari melepaskan rangkulannya.

 

"Alhamdulillah baik bang, bagaimana dengan bangunan barunya? aku dengar Abang mau buat rumah sakit benar?" kata David dia sendiri sebetulnya tidak yakin dengan ucapannya ini dia hanya mendapat laporan saja dari mata-mata.

 

Seketika pandangan Jeff langsung beralih melihat ke arah Arabella yang bungkam dan tersenyum tipis.

 

"Abang ikut senang dengarnya, masalah pembangunan rumah sakit itu hanya rencana pembangunannya akan dilanjut setelah proses persalinan Arabella selesai." Jeff akhirnya buka suara padahal dia ingin merahasiakannya terlebih dahulu.

 

"Iya Pah jadi aku sama mas Jeff berniat ingin membangun rumah sakit di kota Paris di dekat pasarnya namun niat kami diurungkan setelah membeli tahan dan membuat pondasi untuk sementara dan pembangunannya akan dilanjut nanti setelah aku lahiran," teras Arabella kembali memberikan penjelasan kepada pihak keluarganya.

 

Mendengar ke dua kakaknya ini saling menjelaskan David merasa ada yang salah dengan ucapannya barusan, "Wah sepertinya ini menjadi rahasia kalian ya? duh aku jadi tidak enak telah membocorkannya di depan Papah," gumam David dengan cengengesan.

 

Jeff pun menepuk bahu David, "Tidak masalah boss lagi pula kami kan memang akan mengatakan ini namun belum ada keberanian saja karena sudah ketahuan oleh kamu sendiri jadi ya kami harus memberitahu yang lain juga agar mendapat dukungan lebih," serunya.

 

"Syukurlah kalau begitu aku merasa tenang mendengarnya sukses selalu pokoknya untuk Abangku ini." David berseru dengan antusias.

 

"Arabella, kakakmu sudah sampai mana katanya dia juga sedang dalam perjalanan ke sini?" ujar Nathan dia mendapat kabar dari istrinya sebelum pulang bahwa anak-anaknya akan datang hari ini untuk bergantian.

 

"Besok Pah hari ini biar aku yang akan merawat Papah kata ka Clara hari ini mereka tiba di bandara jadi akan sangat melelahkan dan kemungkinan besok baru akan ke sini," jelas David menjelaskan apa yang telah kakaknya katakan kepadanya.

 

"Ya sudah kalau begitu kakak pamit pulang dulu ya!" ujar Arabella sambil mengusap-usap perutnya dia sudah merasakan sakit pada perutnya sejak tadi yang selalu berkontraksi.

 

"Hati-hati ya di jalan, Jeff jaga istrimu baik-baik di sana!" pinta Nathan kepada Jeff untuk selalu menjaga Arabella.

 

"Iya hati-hati di jalan jaga calon keponakan itu ya Om sudah gak sabar pengen lihat wajahnya ketika keluar nanti kira-kira akan mirip orangtuanya atau Omnya ini ya?" canda David sambil terkekeh kemarin sore Mamahnya telah memberitahu bahwa Arabella sedang mengandung seorang anak laki-laki itu hanya perkiraan Dokter kandungan saja.

 

Arabella pun melangkah menghampiri Papahnya untuk mencium tangan orangtuanya ini.

 

"Terima kasih Pah aku janji akan menjaga diriku dengan baik," tukasnya dengan tersenyum manis.

 

Disusul dengan Jeff dari belakang, "Saya pamit pulang dulu ya Pah, Papah cepet sembuh kembali biar bisa beraktifitas seperti biasanya dan tidak perlu mengakhawatirkan Bella dia aman bersamaku."

 

Jeff memang selalu bisa diandalkan oleh Nathan dia senang mempunyai menantu seperti Jeff yang menjabat sebagai Dokter di klinik dan dia juga banyak meraih penghargaan atas pencapaiannya.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!