Pengorbanan Cinta David
Perpisahan
Malam yang panjang bagi David di mana dia tidak bisa tertidur dengan nyaman di kamarnya sendiri sehingga saat ini dia memilih untuk mencari udara segar di luar.
Serayua malam berembus melewatinya tubuhnya, menerpa kulit wajahnya dan membelai-belai manja rambutnya kini hingga sesekali David harus merapihkan kembali rambutnya yang berantakan.
"Waktu berlalu dengan begitu cepat banyak kejadian-kejadian yang telah dia lalui bersyukur itu pasti bagaimana pun aku akan selalu bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikanku beribu-ribu nikmat." David bergumam pandangannya tertuju pada pohon di depannya kini.
Tidak pernah menyia-nyiakan waktu David selalu membawa buku bacaan ketika sedang santai atau sudah tidak ada kerjaan lagi seperti sekarang ini.
Malam ini David akan membaca buku tentang kisah Nabi Muhammad yang diangkat Nabi.
Di antara peristiwa manakjubkan menjelang kenabian, yaitu adanya sebuah batu yang mengucapkan salam kepada beliau Shallallahu alaihi wa sallam. Peristiwa ini diceritakan sendiri oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, sebagaimana dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim (4/1782) :َ Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Sungguh aku mengetahui, ada sebuah batu di daerah Mekkah, yang dia itu mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diangkat menjadi Rasul. Aku sungguh mengetahuinya sekarang.” Ketika menjelaskan hadits ini, Imam Nawawi mengatakan, di dalam hadits ini terdapat penjelasan tentang salah satu mu’jizat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . PERISTIWA TURUNNYA WAHYU Aisyah Radhiyallahu anhuma menceritakan, peristiwa menjelang kenabian dan saat wahyu pertama diturunkan melalui Malaikat Jibril Alaihissallam, ia Radhiyallahu anhuma mengatakan: “Peristiwa yang mengawali turunnya wahyu kepada Rasulullah, yaitu mimpi yang benar dalam tidur. Beliau tidak memimpikan sesuatu, kecuali mimpi itu datang bagaikan cahaya Subuh.” Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam suka berkhalwat (menyendiri), bertempat di dalam Gua Hira. Di sanalah beliau Shallallahu alaihi wa sallam bertahannuts (yaitu beribadah) selama beberapa malam sebelum pulang ke keluarganya dan mengambil bekal lagi untuk beribadah, kemudian kembali lagi ke Khadijah, serta mengambil bekal lagi untuk itu. Peristiwa ini berulang terus sampai al haq datang kepadanya. Namun tidak ada riwayat yang menjelaskan cara beliau Shallallahu alaihi wa sallam beribadah pada waktu itu. Malaikat Jibril mendatangi Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dan mengatakan :
"Bacalah!” Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menjawab,”Saya tidak bisa membaca,” beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,” lalu Malaikat Jibril merangkulku, sampai aku merasa kepayahan, kemudian dia melepasku dan mengatakan :
“Bacalah!” Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menjawab,” saya tidak bisa membaca,” dia merangkulku untuk kali kedua, sampai aku merasa kepayahan, kemudian dia melepasku dan mengatakan, "Bacalah!” Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menjawab,” saya tidak bisa membaca,” dia merangkulku untuk ketiga kalinya, sampai aku merasa kepayahan, kemudian dia melepasku, dan mengatakan :
Bacalah dengan (menyebut) nama Rabb-mu yang menciptakan, dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabb-mulah yang paling pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
"Masya Allah," gumam David kepalanya geleng-geleng dia tidak mengerti mengapa kisah Nabi Muhammad sekeren ini.
Selama ini dia tidak pernah absen membawa alkitab dulu hingga dia hafal dengan apa yang Nabi Isa As katakan pada kitab injilnya itu.
"Malam Dav," seru seorang yang datang dari arah pintu masuk.
David menoleh ke arah sumber suara ternyata itu adalah Rachel.
"Malam eh kok malam-malam ke sini? ada perlu apa?" David menyambut kedatangan Rachel dengan baik, dia pun membetulkan duduknya yang tadi kakinya berada di atas sofa kini dia turunkan.
Rachel mendekat dan duduk di samping David. "Hemm gue gak ganggu lo kan dengan datang malam-malam begini?" katanya dengan lembut.
"Tidak santai aja kali gue juga gak lagi sibuk kok," sahut David sambil kembali membuka-buka lembaran bukunya.
"Lo lagi baca apa Dav?" Rachel mendekat dia ingin tahu buku apa yang sedang David baca malam-malam begini.
Karena Rachel sudah membalik duluan bukunya David pun menutupnya dan menunjukan cover bukunya, "Kisah Nabi Muhammad isinya keren banget deh."
David mempromosikan buku yang sedang dibacanya kepada Rachel, sedangkan cewek itu menatap bingung David.
"Rajin banget sih baca bukunya Dav," ujar Rachel dia ingin mengajak ngobrol David namun ragu dan gugup.
Sekilas David melirik sebuah kotak yanh dipegang Rachel, "Itu apa Rach hah?" katanya.
Rachel langsung menatap kotak di tangannya, "Ah ini..."
"Buat gue ya?" sergah David dia langsung merebut kotak tersebut dari tangan Rachel dengan mudahnya.
"Iya itu buat lo Dav gue dengar besok lo mau pulang ke Jakarta buat kuliah dan menganggantikan Bokap lo di kantor jadi gue bawain lo ini," kata Rachel sembari tersenyum.
Saking penasarannya David langsung membuka kotak dari Rachel yang dibungkus pita.
"Apa ini?" ujar David waktu belum sepenuhnya terlihat.
"Lihat saja!" Rachel tidak ingin memberitahu cowok itu dia ingin David sendirilah yang akan melihatnya.
Sebuah syal berwarna putih terlihat jelas dari dalam kotak ada tanda love dan inisial D di ujung syal tersebut.
David mengelurkannya agar terlihat jelas, "Woww bagus banget ada tanda kepemiliknya lagi."
"Aku sengaja membuatnya untuk lo Dav gue harap lo gak akan pernah lupain gue, ketika lo berada di Jakarta lo boleh makai syal ini kapan pun lo mau dan di sanalah lo akan ingat gue," tukas Rachel lirih.
Satu hal yang membuat David tetap mau menghargai Rachel ya ketulusan cewek itu kepadanya.
"Thanks ya gue akan selalu ingat lo kok tenang saja," sahut David sambil menepuk bahu Rachel pelan.
Sentuhan David membuat jantung Rachel berdebar dengan sangat kencang perlahan tangannya pun ikut memegangi bahu bekas sentuhan David tadi.
"Sama-sama Dav thanks juga udah mau menerima pemberian gue awalnya gue kira lo bakal menolaknya seperti dulu dan nyatanya lo dengan senang hati menerima pemberian gue," terang Rachel dia sering sekali memberikan sesuatu kepad David cowok itu memang menerimanya namun diberikan kepada orang lain.
"Gue janji akan memakainya nanti soalnya di Jakarta pun gak ada syal." David tersenyum hangat kepada Rachel.
Tiba-tiba keluar Ommah dari dalam rumah dia terkejut melihat ada Rachel bersama David.
"David kok tamunya gak disuruh masuk Nak?" tanya Ommah dengan mengerutkan keningnya.
Rachel bangkit dari duduknya, "Malam Ommah," sapanya.
"Biar di luar Ommah udaranya segar ya kan Rach?" David melirik ke arah Rachel yang langsung dijawab dengan anggukan kepalanya.
***
Malam yang panjang bagi David di mana dia tidak bisa tertidur dengan nyaman di kamarnya sendiri sehingga saat ini dia memilih untuk mencari udara segar di luar.
Serayua malam berembus melewatinya tubuhnya, menerpa kulit wajahnya dan membelai-belai manja rambutnya kini hingga sesekali David harus merapihkan kembali rambutnya yang berantakan.
"Waktu berlalu dengan begitu cepat banyak kejadian-kejadian yang telah dia lalui bersyukur itu pasti bagaimana pun aku akan selalu bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikanku beribu-ribu nikmat." David bergumam pandangannya tertuju pada pohon di depannya kini.
Tidak pernah menyia-nyiakan waktu David selalu membawa buku bacaan ketika sedang santai atau sudah tidak ada kerjaan lagi seperti sekarang ini.
Malam ini David akan membaca buku tentang kisah Nabi Muhammad yang diangkat Nabi.
DIANGKATNYA MUHAMMAD MENJADI NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM
Di antara peristiwa manakjubkan menjelang kenabian, yaitu adanya sebuah batu yang mengucapkan salam kepada beliau Shallallahu alaihi wa sallam. Peristiwa ini diceritakan sendiri oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, sebagaimana dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim (4/1782) :َ Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Sungguh aku mengetahui, ada sebuah batu di daerah Mekkah, yang dia itu mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diangkat menjadi Rasul. Aku sungguh mengetahuinya sekarang.” Ketika menjelaskan hadits ini, Imam Nawawi mengatakan, di dalam hadits ini terdapat penjelasan tentang salah satu mu’jizat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . PERISTIWA TURUNNYA WAHYU Aisyah Radhiyallahu anhuma menceritakan, peristiwa menjelang kenabian dan saat wahyu pertama diturunkan melalui Malaikat Jibril Alaihissallam, ia Radhiyallahu anhuma mengatakan: “Peristiwa yang mengawali turunnya wahyu kepada Rasulullah, yaitu mimpi yang benar dalam tidur. Beliau tidak memimpikan sesuatu, kecuali mimpi itu datang bagaikan cahaya Subuh.” Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam suka berkhalwat (menyendiri), bertempat di dalam Gua Hira. Di sanalah beliau Shallallahu alaihi wa sallam bertahannuts (yaitu beribadah) selama beberapa malam sebelum pulang ke keluarganya dan mengambil bekal lagi untuk beribadah, kemudian kembali lagi ke Khadijah, serta mengambil bekal lagi untuk itu. Peristiwa ini berulang terus sampai al haq datang kepadanya. Namun tidak ada riwayat yang menjelaskan cara beliau Shallallahu alaihi wa sallam beribadah pada waktu itu. Malaikat Jibril mendatangi Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dan mengatakan :
"Bacalah!” Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menjawab,”Saya tidak bisa membaca,” beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,” lalu Malaikat Jibril merangkulku, sampai aku merasa kepayahan, kemudian dia melepasku dan mengatakan :
“Bacalah!” Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menjawab,” saya tidak bisa membaca,” dia merangkulku untuk kali kedua, sampai aku merasa kepayahan, kemudian dia melepasku dan mengatakan, "Bacalah!” Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menjawab,” saya tidak bisa membaca,” dia merangkulku untuk ketiga kalinya, sampai aku merasa kepayahan, kemudian dia melepasku, dan mengatakan :
Bacalah dengan (menyebut) nama Rabb-mu yang menciptakan, dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabb-mulah yang paling pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
"Masya Allah," gumam David kepalanya geleng-geleng dia tidak mengerti mengapa kisah Nabi Muhammad sekeren ini.
Selama ini dia tidak pernah absen membawa alkitab dulu hingga dia hafal dengan apa yang Nabi Isa As katakan pada kitab injilnya itu.
"Malam Dav," seru seorang yang datang dari arah pintu masuk.
David menoleh ke arah sumber suara ternyata itu adalah Rachel.
"Malam eh kok malam-malam ke sini? ada perlu apa?" David menyambut kedatangan Rachel dengan baik, dia pun membetulkan duduknya yang tadi kakinya berada di atas sofa kini dia turunkan.
Rachel mendekat dan duduk di samping David. "Hemm gue gak ganggu lo kan dengan datang malam-malam begini?" katanya dengan lembut.
"Tidak santai aja kali gue juga gak lagi sibuk kok," sahut David sambil kembali membuka-buka lembaran bukunya.
"Lo lagi baca apa Dav?" Rachel mendekat dia ingin tahu buku apa yang sedang David baca malam-malam begini.
Karena Rachel sudah membalik duluan bukunya David pun menutupnya dan menunjukan cover bukunya, "Kisah Nabi Muhammad isinya keren banget deh."
David mempromosikan buku yang sedang dibacanya kepada Rachel, sedangkan cewek itu menatap bingung David.
"Rajin banget sih baca bukunya Dav," ujar Rachel dia ingin mengajak ngobrol David namun ragu dan gugup.
Sekilas David melirik sebuah kotak yanh dipegang Rachel, "Itu apa Rach hah?" katanya.
Rachel langsung menatap kotak di tangannya, "Ah ini..."
"Buat gue ya?" sergah David dia langsung merebut kotak tersebut dari tangan Rachel dengan mudahnya.
"Iya itu buat lo Dav gue dengar besok lo mau pulang ke Jakarta buat kuliah dan menganggantikan Bokap lo di kantor jadi gue bawain lo ini," kata Rachel sembari tersenyum.
Saking penasarannya David langsung membuka kotak dari Rachel yang dibungkus pita.
"Apa ini?" ujar David waktu belum sepenuhnya terlihat.
"Lihat saja!" Rachel tidak ingin memberitahu cowok itu dia ingin David sendirilah yang akan melihatnya.
Sebuah syal berwarna putih terlihat jelas dari dalam kotak ada tanda love dan inisial D di ujung syal tersebut.
David mengelurkannya agar terlihat jelas, "Woww bagus banget ada tanda kepemiliknya lagi."
"Aku sengaja membuatnya untuk lo Dav gue harap lo gak akan pernah lupain gue, ketika lo berada di Jakarta lo boleh makai syal ini kapan pun lo mau dan di sanalah lo akan ingat gue," tukas Rachel lirih.
Satu hal yang membuat David tetap mau menghargai Rachel ya ketulusan cewek itu kepadanya.
"Thanks ya gue akan selalu ingat lo kok tenang saja," sahut David sambil menepuk bahu Rachel pelan.
Sentuhan David membuat jantung Rachel berdebar dengan sangat kencang perlahan tangannya pun ikut memegangi bahu bekas sentuhan David tadi.
"Sama-sama Dav thanks juga udah mau menerima pemberian gue awalnya gue kira lo bakal menolaknya seperti dulu dan nyatanya lo dengan senang hati menerima pemberian gue," terang Rachel dia sering sekali memberikan sesuatu kepad David cowok itu memang menerimanya namun diberikan kepada orang lain.
"Gue janji akan memakainya nanti soalnya di Jakarta pun gak ada syal." David tersenyum hangat kepada Rachel.
Tiba-tiba keluar Ommah dari dalam rumah dia terkejut melihat ada Rachel bersama David.
"David kok tamunya gak disuruh masuk Nak?" tanya Ommah dengan mengerutkan keningnya.
Rachel bangkit dari duduknya, "Malam Ommah," sapanya.
"Biar di luar Ommah udaranya segar ya kan Rach?" David melirik ke arah Rachel yang langsung dijawab dengan anggukan kepalanya.