Pengorbanan Cinta David

Bertemu Dinda

Dinda terlihat pokus mendengarkan penjelasan dari Gio dan tidak lupa mencatatnya dalam buku mata pelajarannya yang selalu dia bawa-bawa di saat belajar dan kuliyah.

 

"Baik terima kasih jawabannya," ujar Dinda sembari tersenyum.

 

Mendengar presentasi yang dibawakan oleh kelompok pertama sang Dosen pun tersenyum puas dengan hasilnya anak muridnya itu lalu menyuruh mereka untuk duduk kembali.

 

"Baik kalian boleh duduk kembali dan presentasi kalian luar biasa Ibu kasih nilai 80," ujar sang Dosen sembari mencatatnya di buku.

 

"Yes, kita berhasil Dav!" seru Gio sambil melakukan tos high dengan David.

 

Betapa senangnya David mendapatkan nilai yang bagus itu, dia berdecak tidak percaya karena baru pertama kalinya dia berpresentasi di depan teman-teman barunya ini dan berhasil mendapatkan nilai yang bagus.

 

"Thanks juga bro! lo melakukannya dengan baik," ujar David sembari menepuk bahu Gio beberapa kali saking senangnya.

 

"Gue senang bisa bekerja sama dengan lo." Selama melakukan presentasi dengan teman-teman kelasnya baru kali ini Gio mendapatkan teman yang seperti David cerdas dan asik.

 

"Baiklah mungkin pertemuan kita cukup sampai sini ...." Sang Dosen pun menutup mata pelajaran pada pagi hari ini.

 

David bergegas keluar dari kelasnya dia berniat untuk ke perpustakaan karena ada buku yang ingin dia baca.

 

Hampir saja David lupa dia baru saja ingin berjalan ke kantin untuk membeli minuman dan tidak sengaja mendengar percakapan dua orang perempuan dengan berhijab jumbo sedang membahas puasa syaban seketika dia langsung menyebut Tuhannya saat sadar.

 

"Ah sial hampir saja puasa gue batal," desis David seraya membalikan tubuhnya dan berjalan ke arah perpustakaan kampus yang tidak jauh dari sana.

 

Sepanjang perjalanan pikiran David dipenuhi oleh banyak hal entah itu tentang mata pelajaran, buku yang sedang dibacanya saking penasaran dengan kelanjutan cerita dalam buku tersebut, tentang Dinda yang tadi ikut mata pelajarannya. Semua itu menguasi pikiran David kini ditambah lagi dia mendapatkan pengetahuan baru tentang berpuasa di bulan syaban dan keutamaannya.

 

"Mahasiswa baru ya?" tanya seseorang laki-laki yang bertubuh besar menghalangi jalannya masuk ke perpustakaan.

 

"Iya," ujar David lalu mengulurkan kartu perpustakaan kepada cowok itu yang dia duga seorang penjaga perpustakaan.

 

Lalu cowok itu pun mengulurkan tangannya, "Perkenalkan saya Rio petugas perpustakaan, kamu David kan?"

 

"Ya saya David, boleh saya masuk ke dalam, Pak?" seru David dengan tersenyum bagaimana pun dia adalah mahasiswa baru setidaknya dia harus bersikap sopan kepada orang lain apalagi yang lebih dewasa darinya.

 

Rio pun memberikan jalan untuk David masuk, "Okey silahkan!" katanya seraya menggeser tubuhnya dari pintu masuk.

 

Dengan langkah cepat David pun masuk ke dalam perpustakaan, dia berjalan mencari buku yang akan dibacanya ketika menemukan buku yang berkaitan dengan akutansi menajemen sejak dulu David memang suka mengabiskan waktunya di perputakaan milik Papahnya karena bagi Papahnya memiliki perpustakaan di rumah itu penting apalagi dia seorang pembisnis.

 

Salah satu sumber belajar di sekolah adalah perpustakaan. Perpustakaan yang merupakan salah satu bagian yang sangat penting dari program sekolah secara keseluruhan sebagai gudang informasi dan ilmu pengetahuan yang menjadi sumber belajar yang digunakan oleh guru, dosen, siswa dan mahasiswa serta masyarakat dalam pelaksanaan pembelajaran, perpustakaan seharusnya menjadi tempat yang paling dicari, terutama dalam mencari referensi untuk membuat atau menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan.

 

Tujuan perpustakaan pada dasarnya adalah sebagai wahana informasi yang dibutuhkan oleh dosen, guru, siswa, dan mahasiswa serta karyawan dan masyarakat pada umumnya sehingga proses penyebaran informasi dapat berjalan dengan baik. Sehingga penyelenggaraan perpustakaan bukanlah hanya untuk mengumpulkan dan menyimpan bahan-bahan pustaka saja, melainkan diharapkan mampu membantu mereka utamanya para pengajar dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, sehingga tujuan pembelajaran serta kompetensi yang harus dimiliki oleh peserta didik dapat tercapai dengan lebih mudah.

 

"Woy, gue cariin lo dari tadi eh tahunya diam di sini!" gerutu Hamdan yang langsung duduk di depan David, "Ponsel lo kok gak aktif Dav, ada apa?"

 

Sejak tadi Hamdan mencari temannya ini namun tak kunjung ketemu dihubungi pun tidak bisa dan saat pirasatnya berkata bahwa David berada di perpustakaan dia pun langsung ke sini dan akhirnya bertemu.

 

"Tuh ponsel gue lagi di cas tadi mati," sahut David dengan mengulurkan telunjuknya yang menunjuk ke arah ponsel miliknya yang sedang di cas di power bank.

 

Hamdan pun mendengus kesal, "Serius banget lo Dav baca bukunya!" dan beranjak untuk mengambil buku bacaan yang berada di rak tak jauh darinya duduk.

 

Mereka pun disibukan dengan buku bacaannya masing-masing, ke dua manusia yang memiliki hobby yang sama ditakdirkan untuk bertemu dan menjalin persahabatan yang tak mudah dijalani ada banyak masalah yang mereka hadapi, meski mereka berbeda keyakinan tetapi tidak menjadi penghalang di antara ke duanya untuk menjalin persahabatan, bukankah toleransi itu indah?

 

"Dan, lo tahu gak? tadi pas gue presentasi ada Dinda ikut mata pelajaran di kelas gue awalnya gue gak sadar kalau ada dia Dan, saat itu dia mengajukan pertanyaan tentang berapa hari puasa syaban itu untung saja Gio sudah menjelaskan semuanya secara detail," jelas David dengan pelan.

 

"Lalu gimana nilai presentasi lo Dav?" Hamdan bertanya dengan raut wajah yang begitu penasaran.

 

David pun menepuk bahu Hamdan, "Gue dapat nilai 80 bro!" serunya dengan bangga.

 

Mendengar hal itu Hamdan kaget dan memandang wajah David dengan serius, "Wahh keren gue bangga punya teman kaya lo."

 

Tiba-tiba ponsel Hamdan bergetar terdapat panggilan masuk dari Alex yang dengan cepat langsung diangkat oleh Hamdan, saat itu Alex bertanya sedang di mana ketika Hamdan memberitahu sambungan pun langsung terputus begitu saja.

 

"Kenapa kok dimatiin?" tanya David dengan sebelah alisnya yang terangkat ke atas.

 

"Enggak tahu tuh dia, kayanya sih dia mau ke sini soalnya nanyain gitu lagi di mana," terang Hamdan dengan acuh.

 

Karena tidak ada mata kuliah lagi hari ini mereka disibukan dengan belajar di perpustakaan Alex pun ikut bergabung di sana, hingga tak terasa adzan dhuhur pun terdengar membuat Hamdan dan Alex bergegas ke masjid dekat kampus.

 

"Dav, gue mau ke masjid lo mau ikut kita keluar atau mau nunggu di sini?" tanya Alex sambil bangkit dari duduknya.

 

Sebetulnya Alex ingin mengajak David untuk menunggunya di depan masjid atau di taman agar dia tidak sendirian di perpustakaan setelah berpikir David pun memutuskan untuk ikut dengan ke dua temannya itu.

 

"Ya sudah gue ikut ya, gue bakal nunggu di taman," kata David yang langsung ikut berdiri.

 

Akhirnya mereka pun pergi ke masjid suara adzan saat itu masih menggema di seluruh ruangan, David berbelok ke taman yang tak jauh dari masjid dan dengan sabar dia menunggu ke dua temannya itu yang sedang melakukan ibadah.

 

Karena lama menunggu David pun memutuskan untuk membaca Alkitab yang selalu dia bawa di tasnya sedangkan Alex dan Hamdan sedang membaca Alquran di masjid setelah melaksanakan salat. Perbedaan yang terlihat jelas namun tidak ada yang memungkinkan untuk mereka bersama, David mengetahui jika di bulan syaban ini banyak sekali pahala yang bisa didapatnya mulai dari rajin beribadah, beramal dan mengingat Tuhan.

 

"David!" panggil Alex sembari melangkah ke arah David.

 

David menoleh memandang ke dua temannya yang sudah kembali dari masjid, "Sudah selesai?"

 

"Yuk cabut pulang gue ada kerjaan nih di rumah," ujar Hamdan yang memang ingin membangun bisnis dengan Pamannya.

 

"Nanti kalau mau buka puasa kabarin gue ya!" David berseru sebelum menyalakan mesin motornya.

 

Setengah hari sudah David lewati dengan baik dia berharap bisa bertahan hingga sore harinya, kira-kira apa lagi yang akan David lakukan ya? yuk geser untuk dapat mengetahui ceritanya.

 

Hangat hangat untuk para readers :)

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!