Pesantren, Jalan Petualangan
Bersyukur dengan Tempat Tinggal
Bab 6. Bersyukur dengan Tempat Tinggal
“Tadi malam bersama kedua orang tua.” balas Arda.
“Orang tuaku menginap di kamar ini. Propinsiku Sumatra Selatan.” tambah Arda.
“Kamu tidak takut sekolah di Jawa?” Ahsan masih penasaran dengan keberanian Arda.
“Nanti kalau liburan, main ke rumahku aja, dekat.” rayu Ahsan.
“Di Bekasi. Paling setengah jam insya Allah nyampai.” terang Ahsan.
“Kamu gak takut sekolah di pulau Jawa, jauh dari orang tua?” Ahsan masih pingin tahu tentang Arda.
“Gak takutlah! Kenapa harus takut?” Arda balik tanya ke Ahsan.
“Masih kurang enam anak. Kita tunggu malam ini, semoga mereka sampai dengan selamat.” Doa Ardi.
“Iya.” Arda sudah siap untuk berangkat ke masjid.
“Teman-teman, aku dan Arda ke masjid dulu, ya.” Ijin Ahsan ke semua teman.
Ahsan bersama Arda mengeluarkan sandal jepit dari tas.
“Alhamdulillah, ini bukan mimpi,” Ahsan berandai dalam benaknya.
“Assalamu’alaikum,” tiga anak memberikan salam.
“Wa’alaikum salam, silahkan masuk.” “Perkenalkan, saya Hengky, ini Abdul dan Kamil.”