Petinju Tercepat di Dunia Kekacauan

Racun Apa Ini?

Lampu sorot arena terasa menusuk mata Arya, menyisakan kilatan putih yang menyakitkan di balik kelopak matanya yang berat. Ia mencoba bertumpu pada lutut, namun rasa mual yang hebat menghantam lambungnya seperti hantaman tinju yang tak terlihat. Dunia di sekitarnya berputar, membuat garis pembatas ring tampak meliuk tidak wajar.

Apa yang terjadi? Tidak mungkin Maya mengkhianatiku dengan memberikan racun. Apa yang terjadi, kenapa di saat seperti ini?

Di sudut arena, sosok Maya tampak menjauh, menyelinap di antara kerumunan penonton yang bersorak riuh. Arya menatap punggung wanita itu, mencari secercah kepedulian, namun yang ia temukan hanyalah punggung yang dingin dan tak acuh. Tatapan terakhir Maya sebelum menghilang benar-benar asing, seolah mereka adalah dua orang asing yang tak pernah berbagi rahasia.

Tidak mungkin kamu melakukannya kan, Maya! Bukankah kita sudah berjanji bahwa ini adalah pertandinganku yang terakhir. Aku memang tidak selalu bersamamu, aku ingin berubah dan ini adalah pertandingan terakhirku. Katakana padaku, jangan tinggalkan aku! Kamu tidak mungkin memberiku racun kan?

Apakah karena aku selalu sibuk dengan duniaku? Sehingga, kamu marah dan menghancurkanku melalui cara ini?

"Arya! Bangun! Kau tidak boleh menyerah sekarang!" teriak pelatihnya dari pinggir ring, suaranya tenggelam oleh gemuruh penonton.

Arya tidak menjawab. Ia hanya bisa merasakan keringat dingin mengalir di pelipisnya, bercampur dengan rasa pahit yang mulai naik ke kerongkongan. Ia mencurigai sesuatu yang salah dengan botol air yang diberikan Maya tepat sebelum ronde terakhir dimulai. Ada rasa logam yang tertinggal di lidahnya, sebuah anomali yang kini terasa seperti racun yang sedang bekerja.

Lawannya, petinju Amerika bertubuh raksasa itu, sudah kembali ke posisi tengah ring. Ia menatap Arya dengan seringai meremehkan, menunggu sang juara yang kini tampak seperti rongsokan manusia. Suara dentuman sarung tinju yang menghantam samsak di kejauhan terdengar seperti detak jantung Arya yang semakin tidak beraturan.

Aku tidak bisa bernapas. Apa yang dia masukkan ke dalam botol itu?

Dengan sisa tenaga yang nyaris habis, Arya memaksa tubuhnya berdiri. Ia mengabaikan teriakan wasit yang memerintahkannya untuk kembali ke posisi siap. Rasa sakit di perutnya kini berubah menjadi gelombang panas yang melilit, menuntut untuk dikeluarkan. Ia tidak peduli lagi pada gelar juara atau sorakan ribuan orang yang menghujatnya karena terlihat lemah.

Arya tidak mungkin mengeluarkan aib kotoran dari mulutnya di hadapan penonton yang begitu banyak.

“Sang Petinju tercepat! Gelar bodoh yang pernah diberikan untukmu, Arya! Sini, majulah. Jangan jadi pengecut!” teriak petinju Amarika itu. Dia beberapa kali membenturkan dua kepalan tangannya.

Puk! Puk!

Arya tak peduli, Perutnya sudah tidak bisa menahan rasa sakit.

Arya berlari sempoyongan meninggalkan ring, menerjang kerumunan yang mencoba menghalanginya. Ia tidak melihat ke belakang, tidak peduli pada tatapan bingung para juri atau kemarahan manajernya. Fokusnya hanya satu: mencapai pintu keluar menuju lorong sepi, sebelum seluruh kehormatannya hancur di depan kamera televisi.

Langkah kakinya terasa berat, seolah setiap inci lantai beton yang ia injak berubah menjadi lumpur hisap. Ia butuh tempat tersembunyi, sebuah ruang di mana ia tidak perlu berpura-pura kuat di hadapan dunia yang sedang mengkhianatinya. Lorong menuju area belakang stadion terasa sangat panjang dan remang-remang, seakan-akan kegelapan sedang menunggunya di ujung sana.

Apakah segalanya akan hancur setelah hari ini. Semua image dan pelatihan tinju yang telah dilakukannya akan menjadi sia-sia? Gelar sebagai petinju tercepat di dunia dengan kemampuan tinju yang mampu membuat KO musuh dalam waktu cepat.

Hancur gara-gara racun aneh yang ada di perutnya?

Apakah ini akhirnya?

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!