Sang Pelindung Bumi
Hunter Sejati, Tombak vs Tombak
Pasukan yang begitu banyak itu memperhatikan seorang manusia, dia berdiri dan seolah ingin menghadapi pasukan Cyprus itu sendirian. Bagaimana bisa seorang manusia lemah sepertinya bisa menghadang dan berani melawan pasukan Libris? Libris sendiri heran dengan keberanian manusia tersebut, apalagi dia adalah seorang wanita.
Wajah Libris nampak berkerut, armor kebesaran yang dipakainya ikut bergoyang. Dia berjalan maju dan pasukannya tetap diam, dia melankah dan semakin dekat ke arah hunter Nami. Tingginya antara tiga hingga empat meter.
Di bagian dahi Libris, ada tanduk yang terlihat kecil dan berwarna emas. Libris membawa pedang yang besar dan kini berada terikat di belakang punggungnya. Dia tersenyum kecil pada manusia di depannya itu. Pasukan masih berbaris di belakangnya dan diam. Jumlah pasukan Libris sangat banyak dan jumlahnya ribuan, mereka semua memakai armor yang kuat dan memang seperti pasukan yang siap berperang.
Nami sendiri tetap berusaha tegar, meskipun dia sangat heran. Bagaimana bisa pasukan mengerikan itu, dengan jumlah sebanyak itu. Apa yang mereka inginkan di dalam portal ini? Apakah mereka sedang berburu, atau apakah mereka sedang berusaha menginvasi bumi? Apa-apaan ini! Nami masih menahannya, dia harus mengulur waktu dan menemukan jawaban atas semua pertanyaannya.
Libris melihat seksama manusia tersebut, dia berpikir dan seolah menerka. Apakah makhluk kecil ini adalah bagian dari spesies manusia? Bentuk makhluk yang selalu diceritakan oleh nenek moyang bangsa Cyprus. Bumi yang dihuni oleh manusia, mereka tidak tinggi dan berkisar paling tinggi adalah dua meter saja. Makhluk di depan Libris itu, dia menghadap para pasukan Cyprus dan tetap tegar, dia diam berdiri dan memegang tombaknya.
”Apakah kamu, Manusia?” tanya Libris dan dia masih terlihat penasarna, suaranya seperti gabungan dari beberapa orang yang berbicara bersama. Ada tekanan kuat dalam energi suaranya, Nami mampu merasakannya. Ini bukanlah seorang monster yang bisa dihadapi, dia memiliki kekuatan yang mengerikan!
Hunter Nami kaget sekaligus tak percaya, Monster yang ada di depannya itu menggunakan bahasa manusia untuk berbincang dengannya. Nami meraskan kekuatan yang tinggi. Namun, dia masih mencoba untuk tetap tegak berdiri meskipun terkena tekanan energi. Kini, Nami hanya berpikir melakukan negosiasi mengingat monster itu bisa memahami dan menggunakan bahasa manusia.
Bisa jadi, monster itu adalah makhluk yang tidak jahat. Jadi, Nami masih berpikir melakukan negoasiasi agar tidak ada pertempuran.
”Saya adalah Nami, seorang manusia dari Bumi. Bolehkan saya tahu, anda dari mana wahai pasukan yang kuat?” tanya hunter Nami.
Pemimpin dari pasukan itu tersenyum, ”Aku merasakan energimu itu sangat lemah wahai manusia. Aku mencari manusia kuat yang sudah banyak membunuh prajurit kam dari Cyprus. Manusia yang kami cari adalah manusia yang kuat, mungkin dia adalah Guardian Bumi. Jadi, apakah aku harus menemuinya di bumi?”
Hunter Nami bingung dengan apa yang dikatakan Bos Monster itu. Dia mengatakan kalau para prajurit dari tempatnya berada sudah dibunuh oleh manusia. Lalu, dia datang untuk membalas dendam. Apa artinya ini? Mereka hanya monster di dalam portal dimensi bukan?
Nami juga belum memahami secara pasti, apa yang sebenarnya diinginkan dari pasukan sebanyak itu di depannya. Tapi, dia merasakan energi yang mengerikan dari pasukan di depannya. Pasukan itu memiliki kekuatan besar yang akan menyulitkan ketika masuk ke bumi. Bahkan, para Hunter Rank S akan kesulitan menghadapi mereka.
Salah satu prajurit yang ada di samping Libris, dia adalah Lorens. Prajurit wanita yang memiliki tentakel di sekitar mulutnya, dia terlihat seperti monster yang bisa bicara dan rambutnya memiliki lebar yang besar seperti ular pada tiap helai. Rambutnya itu sebesar jari manusia. Dia mendekat ke arah pemimpin pasukan yaitu Libris.
”Tuan Libris, aku merasakan bahwa energi manusia yang tadi berjumlah cukup banyak tiba-tiba menghilang. Apakah mungkin mereka kembali ke dimensi bumi sehingga saya tidak bisa merasakannya sama sekali,” kata Lorens.
Lorens adalah prajurit yang baik dalam hal sense dan merasakan energi. Libris mempercayakan soal melacak musuh selama ini padanya. Dia juga menggunakan senjata yang sama dengan manusia itu, sebuah tombak.
Libris mendengarkan laporan Lorens, dia kemudian menatap manusia tersebut, ”Apakah pasukanmu atau orang-orang yang bersamamu telah kembali ke dimensi nyata yaitu Bumi? Energi mereka semua telah menghilang beberapa saat yang lalu!”
Deg!
Hunter Nami tak bisa menahan keterkejutannya. Mereka memiliki prajurit yang juga mampu merasakan energi sense yang menghilang dari tim raid hunter Nami sebelumnya. Kini, Nami merasa cemas. Mereka mampu merasakan energi, dan mengetahui kalau Hunter yang bersamanya tiba-tiba hilang. Mereka semua bukanlah musuh yang bisa dilawan oleh Hunter rank A sekalipun. Mereka semua pasukan berbahaya, entah apa yang terjadi jika mereka sampai di bumi.
Mungkin, kehancuran akan menimpa bumi.
”Bolehkah saya tahu, apa tujuan Tuan sebenarnya berada di portal dimensi ini?” tanya hunter Nami sedikit ragu. Namun, dia harus melakukannya untuk memastikan apa tujuan mereka sebenarnya. Sejak tadi, mereka mengatakan Bumi dan manusia.
Libris bergerai, dia menarik pedangnya dan menghantamkan pedang itu pada batu besar di sampingnya. Batu besar itu seperti roti dan langsung terbelah.
Brak! Nami berusaha tetap tegar, itu adalah tanda dominasi yang sangat kuat. Tekanan yang dihembuskan dari hawa energi sudah menusuk ke seluruh organ di dalam tubuh Nami.
”Aku datang ke Bumi, aku adalah utusan dari rajaku, Giganos! Aku akan menemukan raja manusia yang telah membunuh prajurit kami. Aku datang untuk membalaskan dendam dan untuk membunuh semua manusia, terutama Raja Manusia yang membunuh Hernet dan Andalf!”
Mendengar hal itu, Nami merasa gemetar. Dia tidak tahu, siapa itu Hernet dan juga bahkan Andalf. Kapan dua orang itu ke bumi dan manusia membunuhnya? Tapi, dia mengetahui bahwa tujuan mereka adalah penghancuran dan akan membunuh manusia.
”Baiklah manusia, aku menemukanmu adalah manusia pertama dan kamu adalah seorang wanita. Tapi, katakan padaku. Dimana teman-temanmu itu bersembunyi. Kamu akan selamat jika kamu mengatakan dimana teman-temanmu. Kamu akan aku biarkan hidup, dan seluruh temanmu itu akan aku bunuh. Penawaran ini menarik bukan?” suara Libris nampak mengerikan. Dia membuat wanita itu untuk membuat pilihan sulit dalam hidupnya.
Semua prajurit di belakang Libris sudah tahu tentang kelicikan komandan perangnya itu. Seperti biasanya, dia adalah seseorang yang memiliki permainan dan tantangan sebelum bertarung. Dia akan membuat musuh untuk percaya namun pada akhirnya mereka akan dikhianatinya.
Libris membawahi puluhan ribu pasukan yang kini bersamanya di dalam portal tersebut. Dia adalah kekuatan terkuat dari ranking seratus orang yang menjadi kepercayaan dari Giganos.
”Aku akan memberikanmu satu penawaran lagi. Pilihlah untukmu, kamu akan selamat dan rekan-rekanmu yang bersembunyi akan mati. Atau ..., kamu mati dan teman-temanku yang akan selamat. Jawablah dan apa pilihanmu!” kata Libri dengan tegas, pedangnya yang besar diarahkan ke hunter Nami.
Tekanan yang sangat kuat langsugn dirasakan menembus tubuh Nami. Dia gemetaran di tempat berdirinya. Benar-benar ancaman yang sangat menakutkan, seolah pedang itu menusuk tubuhnya. Belum pernah dalam raid dan pertarungannya, Nami menghadapi makhluk yang memiliki tekanan yang sangat kuat seperti makhluk yang kini ada di depannya tersebut.
”Maafkan saya, Saya adalah seorang Hunter di dunia Manusia. Kami manusia, bukanlah makhluk lemah. Kami semua akan melawan ancaman apapun dan kami akan saling melindungi. Kami tidak takut pada Raja kalian sekalipun. Majulah, jika kalian semua ingin mati!” Nami tidak lagi peduli dengan nyawanya. Dia menggerakkan tombaknya dan menghadapkan ujung tombaknya pada pasukan yang berjumlah banyak di depannya tersebut.
Tawa Libris menggelegar, diikuti oleh semua pasukan di belakangnya. Manusia lemah dan hanya satu orang, dia mengancam untuk membunuh pasukan Cyprus dan bahkan mengancam tuan Libris!
”Komandan Libris, biarkan saya saja yang melawannya!” kata Lorens meminta pada komandannya untuk bertarung. Dia sudah muak melihat manusia tersebut, tentakel di mulutnya terus bergerak seolah-olah tak sabar untuk menghabisi manusia sombong tersebut.
Libris tersenyum, ”Menarik! Majulah Lorens! Aku tidak mau mengeroyok manusia lemah sepertinya, apalagi mengotori pedangku. Jadi, habisi saja dia jika kamu memang menginginkannya!”
Lorens tersenyum, dia puas. Bangsa Cyprus memang ditakdirkan untuk bertarung, tidak peduli menang atau kalah. Tapi, mereka sejak kecil sudah diajari cara bertarung dan menguasai apapun yang mereka inginkan. Dia menghadapkan tombaknya, terlihat mengkilat dan terbuat dari logam yang sangat kuat. Jarak lima meter dari hunter Nami dan bersiap untuk menyerang.
Wanita melawan wanita, pertarungan yang pasti menarik! Libris melihat dengan antusias. Tentu saja, dia tahu bahwa dia belum bisa memasuki bumi sebelum ada portal yang terlihat terbuka dan mengarah ke dimensi bumi.
Pandangan Lorens dan Nami bertemu, mereka saling bersiap. Energi tipis sudah menyelubungi masing-masing dari mereka. Lorens akan menyelesaikan manusia tersebut dan di sisi lain, Nami akan mengulur waktu dan membuat para Hunter yang bersembunyi akan teralihkan di Dimensi Kedua. Dia harus bertahan selama mungkin.
Mata Nami yang tajam, sudah terasah sangat lama dalam pertempuran. Matanya yang bening melihat pergerakan Lorens yang langsung menyerang ke arahnya. Di sekitar mulut Lorens, nampak ada tentakel yang mirip dengan Gurita. Sungguh menjijikkan, dia adalah makhluk dari planet lain atau sejenisnya.
Ujung tombak Lorens dengan sangat cepat mengarah pada hunter Nami. Nami sudah melihat pergerakan itu, pengalamannya dalam pertarungan membuatnya siap dan menebak ke arah mana serangan tombaknya itu akan mendarat. Nami begerak cepat dan menghalau serangan ujung tombak milik Lorens.
Klang!
Ujung tombak yang menusuk ke arah Nami dihalau dengan gagang tombak, efek serangan dari tombak Lorens membentuk dorongan. Hunter Nami terdorong ke belakang karena serangan itu, dia tak menyangka energi Lorens sangat kuat. Meski mampu menahan serangan itu, namun energi tekanan itu membuatnya terdorong sejauh tiga meter.
Nami menjejakkan salah satu kakinya agar tidak terlempar terlalu jauh, dia membentuk energi dorongan agar tubuhnya stabil. Dia harus hati-hati, satu makhluk yang bertarung dengannya itu pasti adalah salah satu prajurit terkuat dari pasukan inti Libris.
Lorens nampak tersenyum, ”Lumayan juga kamu manusia!” Lorens cukup tenang sambil mempersiapkan serangan susulan. Dia menghadapkan tombaknya ke atas dan mengayunkannya lagi ke arah hunter Nami dengan jarak yang cukup jauh. Kekuatan energi yang besar muncul dari tombak Lorens dan membelah angin dengan energi itu. Suara bergemuruh.
Energi yang keluar dari tombak itu menghentak dan menimbulkan efek energi yang memancar. Menyerang sejauh puluhan meter dengan energi kosmik. Bebatuan di depannya hancur dan tanah terbelah karena serangan energi tombak itu.
Booom!
Itu adalah serangan energi jarak jauh!
Hunter Nami segera menyadari serangan itu, dia membuat energi pelindung dengan sebuah dinding energi yang dibentuk dari kekuatan energinya. Dia sudah membawa item artefak yang dibentuk sebagai dinding energi. Sebuah perisai muncul di depan Nami dan dia menambahkan energi defensif dengan memutar tombaknya. Serangan Lorens datang.
Klang!
Crak! Crak!
Perisai yang dipertahankan Nami retak, perisai itu tak bisa menahan serangan kuat dari Lorens. Nami segera melompat ke kanan dengan cepat ketika dinding energi itu hancur. Tanah yang lurus dari serangan Lorens pun meledak dan tercipta sebuah parit besar karena serangan energi kosmik dari Lorens.
Luar biasa! Satu pasukan mereka saja memiliki kekuatan yang setara dengan Hunter Rank A. Kekuatan musuhnya itu tidak bisa dianggap sepele. Dan, itu hanyalah satu dari pasukan Libris. Nami tak mengira, bagaimana kekuatan pasukan itu bisa sekuat ini? Jika mereka sampai keluar ke dimensi bumi, maka bumi akan mengalami bencana yang besar.
Nami bangkit, dia harus mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk mengalahkan Lorens. Dia harus menajamkan seluruh konsentrasinya.
Strange Full Armor! Upgrade!
Nami menekan tombol di gelangnya. Armor kuat menambah menjadi full di tubuh Nami. Energinya pun bertambah dalam beberapa menit, itu adalah kekuatan buff dan ultimate dari item sihir. Ini adalah kekuatan pamungkas yang bisa Nami gunakan. Dia dapat meningkatkan kekuatannya secara drastis dalam beberapa waktu.
Keduanya kembali bersiap untuk bertarung. tombak bersiap untuk bertemu dan energi tekanan meledak di sekitar mereka. Bebatuan hancur karena efek energi keduanya. Mereka terus memainkan tombak mereka untuk saling menjatuhkan. Pertarungan sengit terjadi, Lorens pun menyadari bahwa manusia itu memiliki kekuatan yang besar. Dia pun menggunakan kekuatan penuhnya sebagai bangsa dari Cyprus.
Serangan tombak dari atas hampir mengenai Nami, namun dia menghadangnya lagi dengan gagang tombaknya. Mereka saling menekan, energi dikeluarkan. Nami menunggu dan melihat celah. Dia menggunakan kakinya dengan menendang perut Lorens dengan energi kuat.
Bug!
Lorens tak mengira, sejak awal Nami sudah menunggu melihat celah. Dia tertipu. Lorens terpental dan pergerakan Nami secepat kilat melihat respon terpentalnya sang musuh. Nami melesat ke arah jatuhnya Lorens. Dia harus cepat sebelum lawannya menyadari dan memulihkan diri.
Nami melompat dengan cepat, ultimate digunakan. Dia akan mengakhiri pertarungan dan dia menarik tombaknya. Ujung tombaknya bersiap menghunjam ke arah tubuh Lorens yang jatuh. Lorens melihat hal itu, namun dia sedang terjatuh.
Apakah ini kekalahannya!
Ujung tombak Nami sudah mendekati tubuh Lorens.
Boom!
Sebuah serangan energi datang, energi itu mengenai gagang tombak hunter Nami sebelum mengakhiri nyawa Lorens. Itu adalah serangan jarak jauh dan serangan kuat dari Libris. Libris tidak terima dengan kekalahan anak buahnya, bahkan akan dibunuh di depan matanya.
Nami terpental karena energi itu sangat kuat, dia terdorong cukup jauh. Armor kuatnya mampu menahan efek dari serangan energi itu. Kekuatan ultimate buff berakhir, energinya terkuras. Mungkin, ini adalah akhir bagi Nami. Dia kesulitan untuk bangun.
Lorens yang langsung bangkit dan mengambil tombaknya, dia kini bergantian melihat Nami jatuh. Dia mengambil kesempatan itu dan bersiap mengarahkan tombaknya ke arah Nami dengan cepat. Nami sudah kesulitan menggunakan energinya. Serangan itu datang.
”Matilah kamu manusia! Selesai sudah kesombonganmu!” teriak Lorens dan ujung tombaknya sudah sangat dekat dengan Nami.
Clap!