Sang Pelindung Bumi
Kekuatan Senjata Rantai Jiwa
Pertarungann sudah berakhir. Libris tertawa keras dan dia melihat bahwa mulut manusia itu hanya omong kosong! Bagaimana seorang Guardian of Earth dikalahkan dengan mudah! Dan, ledakan dari serangan Morgan menghantam manusia tersebut.
Senjata rantai milik Videl bahkan langsung mengarah padanya, pedang manusia itu juga masih terikat dengan ujung rantainya. Hal itu terjadi, pasti karena serangan dari Morgan dan Rasi sudah berhasil mengenai manusia itu sehingga dia tak mampu lagi menahan pedangnya. Pedang yang kuat itu tertarik ke arah Videl, pedang itu sangat menarik dan pastinya itu pedang yang kuat. Pikir Videl.
Videl dan yang lain penasaran, ledakan dari dua serangan baik Rasi maupun Morgan. Apakah mereka berhasil mengalahkan manusia tersebut. Rasi yang masih penasaran karena asap masih tebal terlihat, dia merasa seperti sudah mengenai sesuatu yaitu kedua pedangnya. Sementara ledakan dari serangan Morgan juga meledak.
[Full Armor Supreme diaktifkan! Anda dapat menggunakan kekuatan Full Armor Supreme kapan saja anda memanggilnya. Kekuatan armor dapat melindungi Hunter dari serangan kuat dan menahan serangan yang dahsyat]
Rasi merasakan dua pedangnya yang tajam itu membentur sesuatu. Seperti benda yang sangat keras.
Brusshh! Bruk!
Di balik asap dan ledakan, Rasi masih mempertahankan dua pedangnya. Dia menekan kedua pedangnya untuk membelah sesuatu yang keras itu, pandangan memang masih tertutupi karena serangan energi dari Morgan. Dalam kabut yang gelap itu, samar terlihat, Rasi melihat manusia itu masih berdiri tegak dan tidak bergerak sama sekali.
Rasi kaget, dia bahkan sudah menggunakan kekuatan penuh namun tidak mampu menekan dan membelah tubuh itu. Morgan yang baru saja menyerang dari atas dengan energi pedang halilitar. Dia melihat ada yang aneh karena Rasi belum bergerak dari kabut itu. Morgan pun segera menyerang masuk, apakah Rasi mendapatkan masalah?
Morgan melesat ke arah kabut sisa serangannya itu, namun dua pedang terpental keluar dari kabut tersebut.
Klang! Klunting!
Pedang yang digunakan Rasi sudah terjatuh di tanah dan terpental. Saat kabutnya benar-benar sudah menghilang. Morgan langsung mundur, satu sosok tubuh berdiri membungkuk dan di depannya nampak ada seorang yang sudah terkulai dengan menghadap ke atas. Lelaki yang tergeletak di tanah sudah tidak bergerak.
Kini, mereka yang melihat pertarungan itu menyadari bahwa sosok yang membungkuk itu adalah Dinan, sedangkan yang tergeletak tak bergerak adalah Rasi. Saat Rasi menekan dengan kekuatan pedangnya, Dinan menghancurkan tubuh Rasi dengan pukulan kuatnya. Pedang yang dimiliki Rasi, keduanya terpental karena energi pukulan Dinan yang menghantam tubuh Rasi bagian depan.
Pasukan Libris kini melihat bahwa mereka sedang ditatap oleh manusia tersebut. Dia sudah memberikan syok pada pasukan Libris, bahwa Rasi yang menjadi salah satu pasukan terkuat Libris dibunuh dengan sangat cepat.
Dinan yang semula jongkok kini berdiri. Tubuhnya diselimuti dengan armor yang sangat kuat dan megah. Rambut di bagian depan Dinan terkena angin. Dengan tenang, Dinan mengangkat tangannya ke arah Videl. Semua orang tak percaya sekarang, manusia itu memang benar-benar kuat dan bahkan dia menjatuhkan Rasi dalam sekali serangan.
Satu lagi, serangan Morgan dengan kekuatan energi pedang halilintarnya, tidak menggores luka sedikitpun pada Dinan.
[Serangan energi pedang kosmik ditahan dengan baik oleh Full Armor Supreme]
[Telekinesis Magic diaktifkan! Anda dapat mengontrol benda kecil maupun besar dengan kemampuan anda, konsentrasi diperlukan]
Dinan melihat ke arah pedangnya, fokus dikuatkan. Pedangnya yang masih dililit dengan rantai dari Videl bergetar kuat. Rantai milik Videl bergerak, seolah ada energi yang mulai menggerakkan pedang tersebut. Videl mulai gemetar sekarang, Rasi sudah dibunuh, namun sebagai Bangsa Cyprus, tidak boleh bagi mereka lemah. Lebih baik mati demi kejayaan Cyprus!
Dinan maju ke depan sambil tangan kanannya mencoba menarik pedangnya kembali. Videl mundur satu langkah, dan pedang bergerak ke arah Dinan. Namun, Videl juga menyalurkan energi terkuatnya pada rantai sehingga mereka saling menarik dengan energinya. Videl memberi isyarat pada Morgan di sisi belakang Manusia itu.
Morgan pun paham dan dia pun mempersiapkan pedangnya lagi. Dia melesat dengan cepat ke arah Dinan yang masih mencoba menarik pedangnya. Morgan sekali lagi mengeluarkan aliran listrik dari pedang lenturnya. Pedangnya mirip seperti cambuk dan mengarah pada Dinan.
Dari depan Dinan, Videl mengatur ujung rantai satunya lagi yang juga memiliki senjata tajam. Dia mengarahkan satu ujung rantainya itu ke atas dan diayunkan ke arah Dinan. Jadi, dua serangan sekaligus datang pada Dinan.
Dinan melihat semua pergerakan dua orang tersebut, dia menguatkan kekuatannya.
[Manipulasi kekuatan ditingkatkan maksimum]
Tangan kanan Dinan menahan serangan dari rantai Videl, dia menahan serangan itu dengan energi penghalang. Tangan kiri Dinan masih menarik pedang dengan energi telekinesis.
Brush!
Serangan Morgan dari atas mengarah pada Dinan, namun Dinan menarik rantai yang kini ditangkapnya dan digunakan untuk menghadang serangan pedang lentur dari Morgan.
Klang!
Morgan menarik serangan pedangnya lagi, dia kemudian melihat celah di perut Dinan. Dia mengayunkan kembali pedangnya dengan memutar dan mencoba menyabet perut Dinan. Namun, Dinan menggunakan manipulasi energi dan menahan serangan pedang Morgan seolah-olah membentur dinding energi yang kuat.
Morgan tidak hanya memiliki kemampuan berpedang, dia juga menguasai energi warrior dengan pukulannya. Dia mengalihkan pedang di tangan kiri dan tangan kanannya bersiap untuk memukul. Aliran energi kembali menyelimuti tangan kanan Morgan, aliran listeri terasa menyilaukan di tangan kanan Morgan. Dia bersiap dan langsung menghantam Dinan dengan pukulan kuatnya.
Pukulan dari Morgan datang, Dinan pun menggunakan energinya untuk mendorong telekinesis pedangnya. Sehingga, pedangnya terdorong ke arah Videl dan Videl kaget akan hal itu. Videl muncur karena energi dorongan telekinesis terhadap pedang Dinan.
Dinan menghadang serangan pukulan dari Morgan, energi berpendar di kepalan tangan Dinan. Jika memang ingin satu lawan satu dan adu kekuatan, maka Dinan akan mengabulkannya. Dia menghadang serangan pukulan Morgan dengan pukulan energinya. Pukulan mereka pun bertemu.
Wuusshh! Booom!
Pukulan energi yang beradu, menciptakan getaran dan kehancuran di sekitar mereka. Tanah di bawah mereka meledak dan pasir seolah pecah, bebatuan besar hancur dan meledak.
Energi benturan masih terjadi, Dinan mendorong dan Morgan juga menekan dengan energinya. Morgan berharap bahwa Manusia itu akan kelelahan dan kehabisan energi sehigga dia bisa menghancurkan tubuh Dinan yang diselimuti armor. Tekanan masih terus bertemu dan mereka ingin saling menjatuhkan.
Videl yang baru saja terpental karena energi telekinesis dan rantai yang melilit pedang tiba-tiba dihempaskan ke arahnya. Kini, dia dapat mengontrol kekuatannya lagi. Dia segera mengontrol rantai jiwanya. Dan, kekuatan rantai yang dimilikinya bukan hanya sekedar rantai kuat biasa. Kekuatan sebenarnya dari rantai jiwanya adalah, dia mampu mengunci jiwa makhluk yang menjadi target dari serangan segel rantainya tersebut.
Maka dari itu, senjatanya diberi nama Rantai Jiwa.
Melihat bahwa musuhnya kuat, Videl menggunakan kemampuan terkuatnya dan mempersiapkan kekuatan dari rantai jiwanya. Dia mengalirkan energi hingga ke ujung rantainya dan dia memutar bagian dari kedua ujung rantai tersebut. Dia memutar rantai dan masing-masing tangannya memegang ujung rantai yang merupakan senjata tajam. Dia memutar di sisi tangan masing-masing.
Videl melihat celah di mana Dinan sedang bertarung adu kekuatan dengan Morgan. Saatnya serangan ultimate. Videl melemparkan kedua ujung rantainya ke arah Dinan. Kedua ujung rantai itu seperti dikontrol dari jarak jauh dan melesat ke arah Dinan. Rantai itu hanya menargetkan Dinan semata.
Saat Dinan masih beradu kekuatan dengan Morgan, serangan dari rantai itu melesat ke arah Dinan dengan cepat. Dinan pun melihat serangan dari samping kanannya, kecepatan serangan yang sangat kuat dan menerjang ke arahnya. Dinan mencoba membuat penghalang energi dan menahan serangan rantai itu. Tapi, serangan kedua ujung rantai itu sangat cepat.
Kekuatan serangan dari Videl itu adalah serangan terkuatnya, jadi penghalang energi yang dibuat oleh Dinan dapat dipecahkan. Ujung kedua rantai menembus penghalang dan mengitari tubuh Dinan dengan kontrol kekuatan dari Videl. Ujung rantai terus bergerak dan mengikat tubuh Dinan dengan kuat. Terus memutar dan melilit tubuh Dinan bagaikan ular.
Morgan yang mengetahui itu menarik pukulannya dan mundur, membiarkan tubuh manusia itu dililit sepenuhnya dan baru mereka akan menyerang dengan kekuatan penuh.
Tubuh Dinan sepenuhnya sudah tertutupi dengan rantai jiwa milik Videl. Dinan mencoba bergerak, namun dia seperti disegel dengan kekuatan tekanan yang luar biasa kuat. Semakin mencoba untuk lepas, Dinan semakin merasakan tubuhnya semakin dililit dengan sangat kuat.
Ini adalah kekuatan yang sangat kuat! Layak menjadi kekuatan penyegel dan memang itu menjadi mungkin. Karena, Videl adalah salah satu pasukan terkuat dari Libris.
Morgan yang melihat Dinan tidak bisa melepaskan diri dari rantai jiwa. Maka, Morgan mengambil kesempata dan dengan kekuatan terkuatnya dia mengalirkan energi hingga ke ujung pedang.
Saatnya untuk habis-habisan!
Energi kuat meledak dari tubuh Morgan, pedangnya berkilauan dan menghempas kuat ke arah Dinan.
”Matilah dengan bangga di bawah pedangku, manusia!” teriakan Morgan nampak begitu kesumat, dia yakin bahwa pedangnya yang kuat namun lentur itu mampu membelah tubuh manusia itu.
[Nine Hand Shadow – Kekuatan yang mampu mengeluarkan kekuatan tambahan dengan 100 kali lipat]
Klang!