Sang Pelindung Bumi

Pengorbanan dan Harapan

Sebelum Morgan sepenuhnya menghilang, dia melihat kekuatan manusia yang bertarung dengannya, apakah dia bisa menggantungkan harapan padanya untuk melawan Giganos dan membunuhnya?

Dalam penderitaan dan keputusasaan, Morgan sekarang harus menyerah pada keadaan dan harus rela dibunuh oleh mausia dari planet Bumi. Namun, rasa sakit akan kematian tidak dirasakannya karena kecepatan serangan dari manusia tersebut. Tidak ada rasa sakit, kecuali hanya ketenangan dan dia melihat cahaya berpendar mengelilinginya.

Sebelum menutup mata untuk terakhir kalinya, dia berkata pada Dinan, ”Manusia! Tolong balaskan dendamku karena bangsaku sudah dihancurkan oleh Giganos. Jadi, tolong bunuh Giganos! Aku akan tenang dalam kehilangan, jika dia mati!”

Tring!

Dinan melewati dan menembus tubuh Morgan. Dia tahu bagaimana melihat mata penyesalan yang ada dalam mata Morgan, meskipun hal itu hanya sekilas. Dia melihat harapan kuat untuk bisa membalas dendam pada Giganos. Sayangnya, jika Dinan membiarkan dia hidup maka dia akan menjadi pengikut Giganos dan dia hanya menjadi kaki tangan mereka. Lalu, dia akan banyak melakukan pembunuhan untuk lebih dekat dengan Giganos dan mencoba membunuhnya.

Maka, Dinan pun mengakhiri nyawa Morga dan dia berjanji akan meneruskan perjuangan Morgan untuk memburu Giganos.

”Aku berjanji padamu, seluruh bangsamu akan menerima ketenangan. Aku yang akan menghadapi Giganos. Percayalah padaku!”

Dinan tidak mau membuang banyak waktu lagi. Setelah menyelesaikan Morgan, Dinan berbalik dan melihat ke arah Videl. Dinan masih melayang di udara, kekuatan pengendalian one nature mampu membuatnya bergerak bebas di udara. Dia melesat dengan menolak kekuata, dia melesat dan menggunakan Eight Hand Shadow yang membentuk lingkaran ke belakang armor di tubuh Dian.

Eight Hand Shadow berputar sangat kencang dan membuat Dinan melesat super cepat. Dia mengarahkan pedangnya untuk menyelesaikan Videl secara langsung.

Kecepatan tinggi digunakan oleh Dinan. Videl melihat hal itu dan tak bisa menghindari serangan itu. Kecepatan serangan yang tinggi, hal itu membuat Videl bergetar dan pasrah dan meyakini bahwa itu adalah akhir dari kehidupannya. Tubuhnya tak bisa bergerak, seolah-olah tubuhnya dihimpit energi kuat. Manusia yang sedang menuju ke arahnya dengan pedang kuat itu, serangan kuat yang akan membunuhnya. Videl hanya memajukan dua tangannya dan membentuk shield dari kekuatan yang tersisa darinya.

Brush! Klang!

Serangan itu datang, menghantam perisai energi yang dibuat Videl. Namun, serangan Dinan mampu meropek penghalang energi itu dan membelahnya menjadi pecah. Pedang itu menembus shiel dan bersiap menusuk tubuh Videl.

Brush!

Sepersekian detik, saat pedang itu akan menembus tubuh Videl. Dinan dibuat kaget karena Videl tiba-tiba menghilang dari pandangannya. Kekuatan besar yang sudah difokuskan pada pedang penghancur semesta hanya mengenai tusukan kosong dan energi pedang meledak di depannya menghancurkan batu-batu di depan Dinan. Kemana makhluk itu menghilang?

Asap mengepul karena ledakan besar dari pedang Dinan, dan Dinan pun kaget karena dia merasakan Videl sudah ada di tempat lain. Tubuh Videl itu seperti menghilang dengan kecepatan tinggi.

[Kalahkan Libris, makhluk terkuat dari pasukan Giganos dengan urutan rank 55. Dia adalah seorang Swordmanship dengan kemampuan Telekinesis yang tinggi]

Dinan melihat pemberitahua sistem. Jadi begitu? Dia langsung menyadari bahwa kekuatan dari Libris yang merupakan prajurit kuat dari Giganos, dia memiliki kemampuan telekinesis yang kuat. Sama seperti kekuatan yang dimiliki oleh Dinan. Dengan kata lain, Videl ditarik dengan kekuatan telekinesis yang kuat dari Libris sehingga terhindar dari serangannya.

Kekuatan pasukan Giganos memang sangat kuat, bahkan ketika menghadapi pasukannya. Dinan masih kesulitan. Artinya, Dinan mengambil kesimpulan. Dia harus bisa menjadi lebih kuat dalam waktu yang cepat. Hal itu karena musuh memiliki kekuatan yang tidak terbatas.

Kekuatan Dinan dapat bertambah kuat jika dia bisa menyerap kemampuan energi dari monster yang dibunuhnya. Dinan harus bisa mengalahkan banyak monster untuk memperkuat energinya, selain itu pelatihan dari fisiknya harus ditingkatkan hingga titik tertinggi.

Dan sekarang, saatnya untuk santapan akhir. Menghadapi Libris sang pemimpin dari pasukan yang bersiap menghancurkan bumi. Musuhnya, Libris makhluk yang tingginya sekitar empat meter dengan armor yang kuat. Dia tersenyum ke arah Dinan, dan saatnya bagi mereka untuk bertarung.

Libris menggerakkan tangannya, dia melepaskan pengaruh telekinesis yang dia kontrol pada tubuh Videl. Kini, Videl berada di sebelahnya. Dia tersenyum ke arah Dinan dan maju, ”Manusia yang menarik! Ini akan menjadi pertarungan yang seru. Jadi, gunakan semua kekuatanmu, manusia!”

Angin berhembus, dan tiupannya dalam sekeap memperingatkan bahwa pertarungan dahsyat akan segera dimulai. Hidup dan mati, pertarungan untuk mempertaruhkan segalanya. Pertarungan akan pecah! Dinan pun menyadari kekuatan besar dari Libris. Dia memperkuat seluruh kekuatan dan kakinya bersiap untuk menolakkan energi.

Pertarungan demi pertarungan sudah dialami oleh Dinan. Dia telah ditempa dengan pertarungan tiada henti. Kematian yang menyakitkan dari menara ujian yang sudah dialaminya, membuatnya tidak takut lagi pada apapun. Ujian di menara memang merupakan tutorial untuk menghadapi perang di dunia nyata untuk mempertahankan kedamaian bumi.

Saat ini, di dunia ini. Dinan harus bisa meningkatkan levelnya lebih keras. Dia pun teringat Abras! Maka, dia berusaha untuk meneruskan harapan Abras dan melindungi Bumi apapun yang terjadi. Karena bumi, adalah tempat yang nyaman untuk hidup bagi keluarganya, terutama senyuman Dion adik lelakinya.

Wusshh!

Pertarugan dimulai.

Libris memerintahka semua pasukan yang ada dalam komandonya untuk menyerbu bersamaan. Dia memerintahkan untuk fokus membunuh manusia itu, seluruh pasukan pun bergerak dan menyerbu ke arah Dinan. Begitupun dengan Libris yang menerjang bersama pasukannya.

Ini adalah perang yang sangat tidak masuk akal, perang melawan ribuan orang dan hanya satu manusia yang bertarung. dari kejauhan di belakang Dinan, hunter Nami melihat hal itu.

Dia khawatir pada Dinan, apakah Dinan akan bertahan dan bisa menang melawan pasukan mengerikan tersebut?

Serangan datang.

[Stealth diaktifkan hingga tingkat tertinggi!]

Kecepatan penuh digunakan, pasukan Libris menyerang tempat kosong. Beberapa pasukan Libris langsung terjatuh dan terbelah tubuhnya. Kecepatan yang sangat tinggi, serangan datang lagi begitu Dinan muncul. Semua prajurit mencari tubuh Dinan, saat muncul mereka menyerang dan Dinan sudah menghabisi banyak di antara mereka.

Luar biasa! Libris bahkan tidak menyangka jika manusia itu memiliki kekuatan kecepatan bagaikan cahaya. Sekejap muncul, dan sekejap kemudian menghilang lagi. Dia memang pantas disebut sebagai Guardian of Earth.

Dalam satu menit, lebih dari sepersepuluh pasukannya sudah berjatuhan dan tidak bergerak lagi.

Dinan mundur ke belakang, dia melihat musuh yang masih terlalu banyak dan juga mereka kuat. Mirip dengan pertarungan dengan pasukan Uzain di dalam menara yang berjumlah jutaan. Namun, Uzain lebih lemah dari pasukan Libris tersebut.

”Biarkan aku membantumu, hunter Dinan! Aku bukan seorang Hunter yang hanya berperan sebagai beban. Hidup dan matiku adalah untuk menjaga kehidupan manusia untuk menjadi lebih baik dan damai,” suara Hunter Nami. Dia sudah memegang tombaknya, dia tidak mau menjadi beban dan harus berjuang selayaknya seorang Hunter. Dia merasa bahwa dia harus ikut dalam pertarungan ini.

Dinan melihat ke arah hunter Nami, seorang senior yang sudah banyak bertarung dan punya banyak pengalaman. Harusnya, Dinan tidak perlu meragukan bagaimana kemampuan hunter Nami dalam bertarung.

Dinan tersenyum ke arah hunter Nami, ”Saya menghormati anda, hunter Nami. Jadi, mari kita bertarung bersama dan mengakhir mereka semua!”

Keduanya saling tersenyum dan saling memberikan semangat. Begitulah seharusnya para Hunter untuk berjuang bersama. Mereka menggenggam senjata mereka  masing-masing.

Saatnya kembali bertarung dengan semangat membara.

Wuusshh!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!