Sang Pelindung Bumi

Cerita Guardian of Earth

”Selama pelindung di bumi ini masih kuat, Giganos dan pasukannya dari bangsa Cyprus akan sulit menembus dimensi bumi. Mereka akan terhalang dengan lapisan yang melindungi bumi. Oleh sebab itu, pasukan Cyprus menuju bumi dengan perjalanan normal dan tidak menggunakan dimensi.”

Abras menjelaskan bahwa manusia harus bersiap dengan kedatangan Giganos dan pasukannya. Maka dari itu, Abras dan Kasa menjalankan misi untuk memperkuat manusia dengan mendirikan menara ujian bagi para manusia yang ingin menjadi Hunter.

Kebangkitan manusia dimulai dan secara system, semua manusia memiliki tanda yang sama sehingga mereka bisa melakukan pembangkitan kekuatan. Mereka akan dipindahkan ke dunia dimensi, dimana mereka akan masuk ke dalam menara.

”Aku telah mengorbankan kekuatanku sepenuhnya, untuk menciptakan menara ini dan memberikan kekuatanku untuk manusia menjadi lebih kuat dengan kekuatan yang mereka inginkan dalam ujian di menara.”

Dinan mendengarkan kisah dari Abras tersebut, dia baru menyadari sistem menara dan sistem dimensi yang muncul di bumi.

”Wahai Penjaga Bumi,” Dinan bertanya pada Abras, ”Bukankah Anda sangat kuat dan pasti anda akan mampu mengalahkan Giganos dan pasukannya. Jadi, Anda tidak perlu membuat ujian di menara dan menyelesaikan pertarungan dengan Giganos?”

Abras tersenyum pada Dinan. Dia selama ini sudah melindungi bumi dengan kekuatannya. Sejak jutaan tahun yang lalu, dia sudah melindungi bumi. Ada Sosok yang mengutus Abras dan dia diciptakan begitu saja untuk melindungi bumi sejak Bumi diciptakan.

Dinan bertanya dengan tepat! Jika Abras bisa mengalahkan Giganos dan pasukannya, lalu untuk apa dia membuat manusia lebih kuat dan mengorbankan kekuatannya?

Abras terlihat berjalan ke depan, dia melihat lagi bintang-bintang yang begitu banyhak jumlahnya memenuhi langit.

”Dinan! Aku sudah lelah dan ingin beristirahat. Aku sudah mengabdikan seluruh hidupku melindungi bumi dari segala ancaman.”

Abras kembali menceritakan soal dirinya, dia diciptakan di bumi dan dalam pikirannya, selalu ada bisikan untuk melindungi bumi. Bisikan itu mengatakan bahwa, ’Kamu adalah Abras, Kamu diciptakan dengan kekuatan dan kamu akan melindungi bumi!’

Sejak itu, Abras melindungi bumi dari benturan asteroid yang menghantam bumi. Alien bangsa dari planet lain yang akan menuju bumi, bahkan Nuklir yang hendak diledakkan manusia. Abras menghancurkannya dan menghilangkan daya ledaknya. Abras melakukan apapun untuk melindungi bumi tetap aman sampai saat ini.

Semua ancaman dihadapi oleh Abras, tanpa sepengetahuan manusia itu sendiri.

Tidak untuk kali ini, Abras tidak lagi menemukan bisikan untuk melindungi bumi. Dia seolah diberikan kebebasan untuk memilih. Maka, Abras menggunakan semua kekuatannya untuk menciptakan menara ujian. Siapapun yang bisa mencapai lantai 100, maka Abras akan memberikan kekuatannya.

Mendengar pasukan Giganos hendak menuju bumi. Kekuatan Giganos adalah kekuatan yang besar. Entah bagaimana jika Abras bertarung dengan Giganos dan pasukannya. Abras tidak tahu endingnya. Dia hanya tahu, bahwa setiap planet memiliki Pelindungnya sendiri-sendiri.

Namun, dari cerita Kasa. Planet-planet sudah banyak yang dikuasai oleh Giganos. Berarti, pelindung dari planet yang dihancurkan Giganos juga kalah melawan Giganos. Oleh karena itu, menara ini diciptakan untuk mempersiapkan seorang penerus bagi Abras dan dia akan melindungi bumi setelah Abras.

Abras mencari sosok manusia yang akan menggantikan tugasnya. Dia ingin mencari manusia yang mampu naik hingga lantai seratus. Dengan kegigihan dan tekad yang kuat. Abras sudah menemukan sosok itu, dan sosok itu adalah Dinan.

”Aku sudah menguras seluruh energi kehidupanku untuk menunggu penerusku, Dinan. Aku sudah tiada, kamu hanya bertemu denganku dalam sebuah ingatan data yang aku tinggalkan dalam sistem di menara ini. Setelah aku memberikan kekuatanku padamu, maka, Aku akan menghilang dan kembali dalam ketiadaan.”

Penjelasan Abras tersebut benar-benar membuat Dinan bingung. Bagaimana mungkin dia yang selama ini hanya orang biasa dan hanya ingin melindungi adik laki-lakinya. Kini, dia harus menjadi seorang Pelindung Bumi?

”Aku akan memberikan seluruh kekuatanku yang tersimpan dalam data, aku juga akan membekali dirimu dengan sebuah sistem. Apapun yang aku ketahui tentang alam semesta akan bersamamu dalam sebuah sistem pemberitahuan, Dinan.”

Dinan mulai sadar sekarang. Jadi, pemandu yang bernama Kasa yang ditemui dalam tes di menara. Dia adalah seorang manusia dari planet lain, yaitu planet Ahkasa! Selanjutnya, Dinan akan diberikan kekuatan tak terhingga untuk menghadapi Giganos dan pasukannya saat datang ke bumi.

Ini benar-benar di luar pemahamannya. Hal ini tidak tergambar apapun lagi dalam pikirannya.

Kekuatan Dinan yang diperhatikan oleh Abras adalah, kekuatan tak kenal menyerah. Ribuan kematian yang sudah dialami Dinan di dalam menara ujian. Itu adalah kekuatan yang besar dan menempa pengalaman yang kuat untuk mempersiapkan seorang Pelindung Bumi terbaik. Orang yang sudah tak takut kematian, dia akan bisa menjadi lebih kuat dari siapapun!

”Aku sudah memperhatikanmu dengan baik Dina, sejak pertama kamu masuk ke menara ujian. Kekuatanmu itu adalah karena kamu ingin melindungi, kamu gigih berjuang. Kekuatanmu berasal dari kekuatan untuk melindungi. Kamu pantas untuk menjadi seorang Pelindung Bumi!”

Dinan mengerti sekarang, dia memang sudah tak takut lagi pada kematian. Dia bahkan selalu bangkit dan belajar dari setiap kematian. Rasa sakit akan kematian ditahannya dan dia semakin kuat setiap kematian datang.

”Bolehkah saya bertanya?” Dinan pun bertanya dan Abras mempersilakannya.

”Apakah aku bisa menghidupkan kedua orangtuaku yang meninggal karena monster yang muncul karena Portal Crash?”

”Secara umum,” Abras menjawab hal itu, ”Seorang yang mati tidak bisa dihidupkan lagi, Dinan. Tapi, jika kamu memiliki kekuatan untuk memutar waktu, atau menciptakan dunia yang baru. Maka, hal itu bisa terjadi. Kamu bisa melakukan hal itu jika kamu mengumpulkan energi yang besar dan menguasai tiga kekutan artefak semesta yang ada.”

”Artefak Semesta?” Dinan bingun sekarang, apa yang dimaksud dengan Tiga Artefak Semesta itu?

”Benar Dinan, aku juga memiliki satu dari tiga artefak semesta. Aku akan memberikannya kepadamu jika kamu sudah siap menjadi seorang penerus dari Guardian of Earth.”

”Tapi Abras, apakah aku bisa menjadi seorang Pelindung bagi bumi? Aku hanya seorang manusia biasa.”

Abras tersenyum, ”Itu semua tergantung dari usahamu untuk melindungi bumi. Jika kamu memang bersedia, maka kamu akan berusaha menjadi semakin kuat. Kamu akan berjuang untuk menjadikan bumi tempat yang indah untuk ditempati manusia.”

”Sudah saatnya, Dinan. Aku akan memberikan kekuatanku padamu. Aku sudah lelah dan ingin beristirahat dalam ketenangan. Bersiaplah, Dinan!”

Dinan masih sedikit bingung, namun, dia tetap harus menarima takdirnya. Abras sudah mempercayakan kekuatan yang besar kepada Dinan. Maka, Dinan hanya bisa berusaha untuk menjalankan wasiat tersebut.

”Kamu bebas untuk melakukan apapun, Dinan. Setelah ini, kamu akan memilih jalanmu sendiri. Aku mempercayaimu, Dinan!”

Splash!

Abras tersenyum untuk terakhir kalinya dan Abras tiba-tiba bercahaya dengan demikian terang dan membentuk cahaya yang berpendar-pendar. Dia masuk ke dalam tubuh Dinan dengan cepat.

AAAHHHHHHHH!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!