Sang Pelindung Bumi

Tolong, Akhiri Diriku

Pertarungan sudah berakhir, kabut masih tebal dengan pertarugan dahsyat yang sudah dilalui oleh Dinan dan hunter Nami.

Angin berhembus lagi, Dinan mendekati hunter Nami dan membantunya untuk berdiri.

[Portal dimensi belum diselesikan, pintu keluar dari raid belum terbuka untuk Hunter]

[Return Skill! Semua skill dihilangkan. Pedang dan armor serta Eight Hand Shadow menghilang]

Dinan melihat hunter Nami sudah cukup kuat dalam memulihkan dirinya. Dinan memberikan efek healing pada hunter Nami dan membuat Nami hampir pulih dengan cepat. Nami hanya tak bisa berkata apa-apa lagi. Kekuatan hunter Dinan di luar imajinasi. Kekuatan yang mampu memiliki skill yang kuat dan banyak jumlahnya.

Jika itu adalah Dinan, maka dia seperti satu tim raid yang memiliki kemampuan lengkap; baik itu mage, assasin, warrior maupun seorang healer.

”Terima ..., Terima kasih, hunter Dinan,” kata hunter Nami yang sudah pulih.

”Cukup nyonya Nami, aku melakukan ini karena memang tugas Hunter adalah untuk melindungi dunia ini. Dunia ini, sudah diambang perang, portal dimensional terus meningkat. Itu tandanya, musuh yang kuat akan segera datang,” kata Dinan sambil melihat ke arah pintu portal.

Hunter Nami mengikuti pandangan Dinan. Pintu portal masih belum terbuka dan energi di dalam portal sudah menurun tapi masih menyisakan eenrgi monster. Apa yang dikatakan Dinan memang ada benarnya, kenaikan rank dimensional selalu terjadi dan peningkatan rank tiba-tiba terbentuk.

Jika memang perang akan terjadi dengan datangnya kekuatan besar yang mengancam bumi. Tugas Hunter hanyalah menghadapi mereka dengan kekuatan yang mereka miliki.

Jika saja, para Hunter di seluruh dunia menyadari hal itu seperti yang disadari oleh Dinan. Maka, para Hunter tidak akan sibuk dengan mengumpulkan kekayaan dan popularitas, bahkan mereka menjadi arogan hanya karena kekuatan mereka seolah-olah sudah pada puncaknya.

Pelajaran bagi Nami hari ini, musuh yang mengerikan mengintip di semua portal dimensi yang ada. Jadi, Hunter harus memiliki keinginan kuat untuk terus berlatih dan bersiap jika ada monster kuat yang menginvasi bumi.

Hunter Nami melihat Dinan sebagai salah satu Hunter kuat yang memiliki berbagai kekuatan. Semua kekuatan itu pasti didapatkan dengan jalan yang panjang serta latihan tiada henti. Bahkan, dia memiliki kemampuan seorang summoner dan juga penyihir.

Saat detik terakhir pertarungan, Dinan membangkitkan makhluk yang sudah mati untuk melindungi hunter Nami.

”Siapa anda sebenarnya, hunter Dinan? Apakah anda memiliki misi lain untuk memburu para pasukan yang kuat dan ingin menginvasi bumi?” tanya Nami penasaran. Tentu saja dia penasaran, hunter Dinan tercatat seorang Hunte biasa Rank D dan bekerja magang di Asosiasi Hunter.

Dinan hanya tersenyum, ”Aku hanyalah seorang Hunter biasa. Sebut saja aku dengan nama Dinan! Hunter yang kebetulan bersama anda dalam misi kali ini. Hal ini setidaknya cukup mengobati rasa penasaran anda, hunter Nami.”

Senyuman Dinan membuat hunter Nami tak berani bertanya lagi. Nami bersiap dan menggerakkan tubuhnya dengan mudah sekarang. Hunter Nami bergerak diikuti oleh Dinan. Mereka berdua menyelidiki tempat tersebut sebelum pergi dari portal, sepertinya masih ada bos monster yang sesungguhnya yang menempati portal tersebut.

Ini artinya, Libris masuk dalam portal dimensi ini dan sudah menginvasi apa yang ada di dalam portal ini.

Jadi, apakah benar bahwa bos monster yang sesungguhnya masih hidup di dalam portal ini? Seperti biasanya, mereka harus mengalahkan bos monster agar portal bisa terbuka untuk mereka dan akan kembali tertutup untuk selamanya.

Karena pintu belum terbuka, artinya bos monster belum dikalahkan. Mereka harus menemukan Bos Monster yang sebenarnya. Dinan mengajak hunter Nami untuk melihat lebih jauh tanpa harus memanggil terlebih dahulu rekan-rekan Hunter yang masih bersembunyi di dimensi kedua.

Dinan merasakan bahwa keduanya sudah cukup untuk mengalahkan monster jika ada yang tersisa.

Mereka meyusuri portal dimana ada pasir dan bebatuan, dan di ujung sana terdapat sebuah tebing. Mereka merasakan ada energi di sekitar sana. Untuk membuka portalnya, bos monster harus dibunuh.

Sebelum pergi dari tempat pertempuran itu, mayat-mayat dari pasukan Libris dikumpulkan dengan kekuatan telekinesis. Mayat-mayat itu disatukan dan dimasukkan ke dalam dimensi aneh yang dibentuk oleh Dinan. Dinan memindahkan semua mayat tersebut dan menghilangkan semuanya.

Hal itu membuat hunter Nami semakin heran dengan kemampuan Dinan yang sebenarnya punya kekuatna dimensi ruang sendiri. Itu menjadi alasan bagi penjelasan sebelumnya. Dinan yang keluar dari portal dimensi kedua yang dibuat oleh hunter Nok.

Mereka terus mengarah ke ujung dari tebing. Dinan dan Nami merasakan ada energi yang tersisa di belakang tebing. Energi itu ada meskipun sangat kecil. Mereka semaki mendekat ke arah energi yang tersisa lemah itu.

Dan, saat melewati tebing, mata mereka berdua tak bisa lepas dari ribuan mayat monster yang bergelimpangan. Semuanya tak bersisa di telah terjadi peperangan besar di balik tebing itu. Dan, hanya tersisa satu  monster yang dalam kondisi terikat. Monster itu mengalami hal yang menyakitkan karena ada bekas penyiksaan dari seluruh tubuh monster tersebut.

Itu adalah bos monsternya. Tangan besar bos monster bersayap itu ditusuk dengan pedang hingga dia merintih kesakitan. Kedua kakinya juga terbuka dan ditusuk senjata, darahnya masih menetes satu persatu dan dia meratap kesakitan. Begitu kejam sosok yang telah menyiksa monster tersebut.

Meskipun mereka monster yang jahat, namun penyiksaan mengerikan itu adalah sebuah ciri bahwa memang pasukan Libris sebelumnya adalah psikopat gila. Pasukan Giganos dari Cyprus bisa dibilang mereka adalah makhluk yang lebih rusak dari monster secara umum.

Kieeekk! Kieeekkk! Kieeekk!

Monster itu mengerang kesakitan. Sungguh penyiksaan yang memilukan, dia terlihat sangat meratapi kesakitan yang dirasakannya.

Suara bos monster itu semakin menyayat hati siapapun yang mendengarkan suaranya. Dia terluka sangat parah. Dia memiliki sayap yang sudah patah dan hancur, dia juga monster seperti burung atau kelelawar. Ada belalai di hidungnya yang mirip dengan gajah. Tangannya tertusuk da menempel pada dinding tebing bukit tersebut.

Dinan merasa kasihan meskipun itu adalah monster, teriakan kesakitan sangat membekas di hati Dinan dann Nami.

[Bunuh bos monster, Retris! Dia adalah Bos monster yang menguasai portal dimensi. Dia terluka dan berharap untuk mati, pintu portal akan terbuka setelah bos monster dibunuh]

Retris adalah bos monster sebenarnya di portal ini. Ini artinya, kedatangan Libris dan pasukannya adalah dengan mesuk ke portal dimensi. Selama ini, Dinan memang bertemu dengan beberapa dari pasukan Giganos di dalam portal dimensi. Ini menandakan mereka tidak bisa memasuki dimensi yang langsung masuk ke bumi.

Pelindung yang disebutkan Kasa mungkin adalah benar bahwa mereka pasukan Cyprus tak bisa menembus dan menemukan koordinat bumi. Mereka hanya bisa masuk ke dalam portal yang ada di bumi. Jadi, kemungkinan bahwa portal dimensi memang ada untuk melindungi dan mengurung letak koordinat dari bangsa Cyprus.

Retris yang penuh luka memandang Dinan dan Nami, matanya nampak pasrah dan seolah tak memiliki semangat untuk hidup.

”Manusia ..., Manusia ...!”

[One Nature berevolusi, Nature Art. Anda dapat memahami bahasa makhluk lain selain manusia]

Dinan kaget melihat pemberitahuan tersebut. Dia bisa mendengar kata-kata dari monster tersebut. Kepala Retris sudah terkulai dan dia sangat terluka. Dia sudah lemah tak berdaya dan suaranya sangat lirih hampir-hampir tak terdengar. Kesungguhan kuat dari Retris nampak membuatnya memiliki kemauan agar dapat didengar oleh manusia.

Dinan melihat Retris, bahkan dia meneteskan airmatanya karena melihat penderitaan Retris. Sakit dan kesedihan yang dirasakan Retris mencapai ujungnya. Alangkah kejam pasukan Libris. Jadi, para pasukan Cyprus memang pasukan yang kejam dan sudah membuat banyak kesengsaraan di seluruh galaksi.

’Akhiri aku, Manusia. Aku akan berterimakasih padamu. Aku akan pergi menemani prajurit dan anak-anakku pergi ke langit!’

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!