Sang Pelindung Bumi

Pecahan Jiwa yang Kuat

[Tiga Beast Nature berada di dalam Portal Langka, mereka menunggu manusia untuk berhadapan dan menguji mereka]

Tiga Beast Nature? Apa dan bagaimana mereka menguji manusia? Dinan tak bisa menemukan jawabannya. Dia harus masuk lebih jauh dan melihat apa sebenarnya yang berada di dalam Portal Langka yang dimasuki Dinan.

[Penyerapan otomatis dilakukan jika mengalahkan Beast Nature, Makhluk legenda yang terpecah dari pecahan energi Galaxy Soul]

Pecahan dari jiwa galaksi? Jika benar Galaxy Soul adalah salah satu artefak semesta dan keberadaannya tercecer. Maka, Dinan merasa harus menyelesaikan semua Portal Langka untuk membentuk ulang artefak tersebut.

Namun, Dinan merasa sangat dekat dengan semua hal berbau artefak semesta. Dia bahkan merasakan seolah jiwanya dipanggil, untuk datang ke Portal Langka tersebut. Sense dalam diri Dinan memiliki hubungan kuat dengan Portal Langka. Apakah ini semua karena kekuatan dari Abras yang memang memiliki hubungan khusus dengan Portal Langka?

Mereka bertiga memasuki sebuah tempat yang hanya terisi kabut, mereka seolah berada di antara awan-awan yang menggumpal. Mereka merasa berada di atas awan?

”Dimana kita brother Dinan?” tanya Raymond yang penasaran.

”Entahlah! Aku juga tidak tahu, Raymond.”

Hunter Aline merunduk, dia mengambil sesuatu dari pijakan kakinya. Dia merasakan awan yang menggumpal dan membuyar ketika naik ke atas. Seperti asap tipis.

”Kita berada di atas pegunungan!” kata Aline

Pegunungan? Bukankah kita memasuki Portal Langka. Tapi, kenapa seolah mereka tetap berada di gunung. Mereka memang memasuki Portal Langka di bawah Pegunungan Alpen. Namun, biasanya mereka akan dipisahkan dengan dunia nyata dan masuk dimensi lain.

”Ada yang datang!” teriak Aline. sense miliknya bekerja dengan baik, karena ada kekuatan yang datang dengan tekanan kuat. Itu bukan hanya satu tekanan, melainkan tiga kekuatan besar yang mendekati mereka sekaligus.

Benar saja. Ada beberapa sosok besar yang mulai membayang terlihat di antara kabut tipis, di depan mereka. Semakin lama semakin dekat, dan monster yang datang sudah membuat Raymond merinding, dan dia mundur ke belakang.

Kabut tipis yang terganggu dengan makhluk besar yang mendekat. Nampaklah kepala ular yang sangat besar, dan maju dengan menjulurkan lidahnya. Ular yang bahkan tak pernah terbayang besarnya. Lebih besar dari batang pohon maupun sebuah drum besar. Ukurannya sangat mengerikan. Kepalanya menjulur sangat besar. Diameter kepala ular itu bahkan sepanjang dua meter persegi.

 Satu lagi muncul di sampingnya, seekor harimau yang sangat besar. Kepala harimau besar juga setara dengan kepala ular di sebelahnya. Namun, Harimau besar itu memiliki satu tanduk di dahinya.

Dan, satu lagi monster di sisi paling kanan. Dia adalah monster kadal yang sangat besar, dan lidah bercabang dan kulit yang terlihat halus seperti ular. Namun, kedua kakinya terlihat sangat dekat di lehernya. Apakah itu Naga?

Monster-monster yang sangat besar.

[Titan Boa, ular raksasa yang menjadi legenda datang. Ular dengan bentuk tertinggi dan terkuat. Bajra, Harimau dengan tanduk legenda. Bajra adalah Raja hutan yang menguasai auman yang menggetarkan. King Modo, Raja reptil yang menguasai dimensi kesepian. Mereka adalah Beast Nature yang menguasai mitos di negara ini]

”Raymond, bersiap dari belakang dan bantu kami dari kejauhan,” perintah Dinan kepada Raymond.

Raymond pun mengangguk dan mundur dengan cepat, dia melompat ke belakang. Dia kini sudah sangat berpengalaman sebagai penyerang jarak jauh. Namun tetap saja, Raymond gemetaran melihat tiga makhluk kuat dan besar tersebut.

Raymond tahu, ini adalah Portal Langka. Semua monster yang muncul di dalam Portal Langka, tidak bisa dibandingkan dengan semua monster yang pernah muncul di Portal Dimensi.

”Ada juga manusia yang masuk kembali ke sini, dan Kalian akan menjadi makanan bagi kami!” kata King Modo kepada kedua rekan monsternya. Mereka berkata dengan bahasa mereka. Aline dan Raymond tidak memahami bahasa King Modo, namun Dinan memahaminya dengan baik. Suara deruman dari King Modo itu dapat dipahami oleh Dinan. Kemampuan Supreme One Nature bekerja.

Supreme One Nature aktif dengan sendirinya, Dinan mampu memahami bahasa dari para Beast Nature tersebut.

”Menyerahlah para Beast Nature?” kata Dinan kepada ketiga monster besar itu.

Kata-kata itu membuat ketiga Beast Nature kaget, dan semuanya menatap kepada manusia yang paling tengah. Bagaimana seorang manusia mampu memahami mereka, dan bahkan dapat berbicara seperti itu?

”Siapa kamu wahai Manusia?” tanya Titan Boa yang matanya langsung mendelik, dan menatap tajam ke arah Dinan. Kedua rekan monsternya juga penasaran dan menunggu jawaban manusia itu.

”Aku adalah Dinan. Dan ..., Aku datang untuk memberikan kalian sebuah pilihan,” Dinan membuat para Beast itu masih penasaran, ”Aku memberi kalian pilihan; Satu kalian menyerah dan mematuhiku atau kedua, Aku harus memaksa kalian untuk menyerahkan kekuatan kalian!”

”Sombong! Seperti itulah manusia, dari dulu mereka selalu serakah akan kekuatan. Mereka hanya ingin menjadi raja, dari seluruh penghuni dunia ini!” teriak Bajra marah.

”Aku tidak peduli kalian menyebutku apa. Tapi yang jelas, aku membutuhkan kekuatan kalian untuk menghentikan kekacauan di Bumi, dan aku ingin menghentikan Portal Dimensi muncul di seluruh dunia.”

Lucu! Itulah jawaban dari ketiga Beast tersebut. Sedangkan, Aline dan Raymond tidak mengetahui apa yang sedang dibicarakan oleh Dinan dan tiga Monster itu. Bagaimana mungkin Dinan bisa berbincang dengan bahasa aneh seperti itu?

”Baiklah Manusia! Tunjukkan kekuatanmu, apakah kamu layak untuk berbicara sesuka hati seperti itu!” teriak Titan Boa.

Slash!

Dalam waktu yang sangat cepat, lidah Titan Boa menjulur dan sangat cepat bagaimana tak terdeteksi. Lidah yang sangat kuat, dialiri energi melesat kilat ke arah Dinan.

Crop!

”Dinan!” Aline kaget karena lidah besar sudah menembus tubuh Dinan dengan cepat. Sense milik Aline bekerja, namun cukup lambat karena kekuatan dari monster itu sangat besar.

”Manusia itu hanya bisa omong besar! Bahkan, belum aku keluarkan sepuluh persen kekuatanku dan kau sudah tumbang!” teriak Titan Boa sombong. Dia menarik ujung lidahnya dan mendekat ke arahnya. Tubuh Dinan ikut tertarik.

Trang!

Sebuah pedang langsung menyambar dengan sangat cepat, itu adalah Aline yang menarik pedangnya dan melewati lidah Titan Boa dan mematahkannya. Tubuh Dinan terjatuh ke tanah, dan tubuhnya sedikit tertutupi awan yang bergoyang karena angin.

”Masih ada yang lain rupanya!” kata Titan Boa, ujung lidahnya yang terpotong langsung tumbuh kembali dan lidah itu sudah pulih.

Bajra, si Harimau besar bertanduk satu itu maju ke depan. Tubuhnya sempurna terlihat dan dia maju. Kakinya terangkat salah satunya, kaki yang sangat besar dan dia hendak menginjak tubuh Dinan yang masih terbujur kaku di bawah.

”Tidak!” hunter Aline bergerak lagi dengan pedangnya dan, berusaha untuk menerjang kaki Bajra yang besar. Namun, King Modo melompat ke depan dan menghadang serangan Aline dan membuat pedang Aline berbenturan dengan ekor King Modo. Energi Aline masih kurang kuat, sehingga dia terpental dengan benturan energi dari King Modo.

Tenaga yang sangat kuat! Saat Aline terpental, kaki Bajra sudah menginjak tubuh Dinan hingga menghasilkan getaran yang kuat.

Boom!

”Dinan!” teriak Aline. Dia hendak menerjang lagi untuk menyelamatkan Dinan. Raymond bahkan tak bisa berkata dan gemetaran karena melihat para Beast Nature kuat dan mengerikan tersebut. Raymond hanya berpikir bahwa brother Dinan tak mungkin kalah, dia pasti sedang menggunakan salah satu trik kekuatannya.

”Tenang hunter Aline! brother Dinan tidak akan kalah semudah itu, percayalah padanya!” kata Raymond mencoba menenangkan Aline.

Aline sendiri masih sedikit heran, dia terlalu khawatir pada Dinan. Namun, musuh dari tiga monster kuat di depan mereka, memang dirasakannya memiliki tekanan yang sangat kuat. Dia merasakan kekuatan mereka jauh melebihi semua monster yang pernah ditemui dan diselidiki oleh Aline.

Namun, Raymond yang hanya Hunter biasa saja mempercayakan harapannya pada Dinan. Raymond terlalu percaya pada Dinan dan yakin bahwa Dinan sedang membuat rencananya. Mungkinkah, mereka berdua sudah melakukan banyak raid bersama sehingga Raymond bisa demikian percaya pada Dinan, dan tenang dalam kondisi seperti ini?

”Sudah selesai! Satu manusia sombong itu sudah binasa!” [Roarrr!] suara Bajra.

Dua Beast Nature lainnya tersenyum dan seperti biasa. Mereka membantai semua manusia yang berlagak memasuki Dimensi mereka, dan mencoba untuk mengambil sesuatu dari Portal ini. Apakah mereka pikir, mereka bisa menjajah dan menguasai apapun selama mereka mau dan menginginkannya?

Manusia dan makhluk lainnya, mereka memang tergiur dengan kekuatan. Untuk menjadi kuat, mereka melakukan apapun dan itu semua untuk kepentingan mereka sendiri.

[Salah satu klon jiwa anda hancur, Anda dapat menciptakannya lagi dengan energi anda]

”Kalian pikir bisa mengalahkanku begitu saja?” sebuah suara mengagetkan tiga Beast Nature.

Suara itu?

Ketiga Beast kaget dan melihat ke atas. Sosok yang mereka coba bunuh tadi sudah berdiri dan mengambang di udara. Lalu, bagaimana bisa itu terjadi, sedangkan Bajra merasakan kakinya menginjak hancur tubuh manusia itu, dan dia merasakan energinya habis dari Manusia itu.

”Beast Nature! Tunjukkan kekuatan kalian yang besar itu, aku ingin melihat kekuatan kalian dengan mataku sendiri!”

Manusia itu telah membuat ketiga Beast menjadi marah. King Modo merasa terusik, kekuatan energi mengalir dari ekornya dan dengan cepat energi itu memenuhi lehernya yang bercahaya. Energi aliran energi terlihat dari ekornya, dan terus menerus menuju leher. Lehernya membesar dan mulutnya terbuka.

Zuunngg! Bruushh!

Semburan energi keluar dari mulut besar King Modo. Energi itu seperti semburan energi yang penuh dengan cahaya dan tiada henti menyemburkan energi besar ke arah Dinan di atas sana.

Tubuh Dinan langsung meleleh karena serangan kuat tersebut.

[Salah satu klon jiwa anda hancur, Anda dapat menciptakannya lagi dengan energi anda]

Matilah sudah! King Modo kini merasakan serangannya benar-benar mengenai manusia itu. Pasti, manusia itu sudah hancur bagaikan debu dan menghilang. Serangan kuat itu adalah serangan yang sangat mengerikan.

”Hanya itukah kemampuan kalian?” Dinan dari arah belakang para Beast raksasa itu, dia berjalan di antara kabut awan. Dia berjalan mendekati para Beast. Bajra sudah pernah membunuhnya, begitupun dengan King Modo yang menyemburkan energi dahsyat. Titan Boa sudah menusuknya dengan lidah tajam yang memanjang.

”Titan Boa, mari bertarung!” teriak Dinan sambil berlari cepat ke arah Titan Boa. Titan Boa merasa diremehkan, dan dia meliuk cepat ke depan, kecepatan Titan Boa sangat tinggi dan dia menerjang ke arah Dinan dan menelan manusia itu hidup-hidup.

[Salah satu klon jiwa anda hancur, Anda dapat menciptakannya lagi dengan energi anda]

Titan Boa merasakan ada yang aneh, manusia itu selalu bisa hidup kembali setelah dihancurkan berkeping-keping. Apakah itu hanya sebuah skill kemampuan?

”King Modo! Bajra! Berhati-hatilah. Manusia itu sepertinya memiliki kekuatan untuk berpindah tempat dalam waktu yang cepat!” itu adalah teriakan dari Titan Boa, dia meliuk dan mencari arah munculnya manusia tersebut.

”Manusia sombong! Katakan, siapa dirimu sebenarnya dan apa tujuanmu?” tanya Titan Boa dalam bahasa Beast.

Dinan tiba-tiba muncul dari kejauhan dan berjalan kembali, ”Namaku Dinan, aku adalah penerus dari Guardian of Earth. Jadi, serahkan kekuatan kalian agar aku bisa membentuk kembali Artefak Semesta yang telah hancur!”

Ketiga Beast kaget mendengar hal itu.

Bajra maju dengan kaki-kakinya yang besar, ”Dimana Abras sekarang?” tanyanya kepada Dinan.

Dinan kini benar-benar penasaran, ”Apa hubungan kalian dengan Abras?” tanya Dinan penasaran.

”Sepertinya ..., kami perlu mengujimu jika kamu benar-benar penerus Abras!” teriak King Modo saat Dinan bertanya hubungan mereka dengan Abras.

”Lanjutkan serangan terkuatmu, King Modo!” kata Dinan.

King Modo menyerap energi yang dahsyat dari sekelilingnya. Ekor hingga lehernya bercahaya, seperti tengah mengolah kekuatan di dalam tubuh raksasa King Modo yang mirip kadal raksasa dengan tandung rapat di pungungnya. Leher King Modo menggelembung, dan serangan energi besar bahkan bisa menghancurkan suatu kota sekaligus.

Serangan itu mengarah ke arah Dinan.

[Full Armor Supreme diaktifkan!]

Armor kuat dari cahaya menyelimuti tubuh Dinan.

Serangan datang dan menyerang Dinan. Namun, Dinan menahannya dengan kedua tangannya yang maju ke depan.

”Itu adalah Dinan yang asli!” kata Aline pada Raymond. Mereka berdua pun menonton pertarungan itu. Aline juga mengatakan pada Raymond bahwa, sepertinya mereka yaitu Dinan dan Beast itu, adalah teman akrab yang lama tidak bertemu  dan itu terlihat dari percapakan aneh mereka.

Aline harus menyelidiki lebih jauh soal Dinan, siapa dia dan bagaimana seolah dia bisa saling berbicara dengan monster-monster itu.

Dinan terdorong mundur karena serangan King Modo semakin lama bertambah kuat.

[Eight Hand Shadow diaktifkan!]

Delapan tangan kuat muncul di punggung Dina dan menghentak bumi dan menahan agar tidak terdorong mundur oleh serangan dari King Modo. Kini, Dinan mencoba untuk mendorong maju dengan kekuatannya, dan mendorong ke delapan tangan di punggungnya untuk maju dan menghadang serangan King Modo.

[Supreme One Nature diaktifkan!]

Mantel muncul di pundak Dinan dan matanya menyala. Kekuatannya tak dapat dibendung lagi, dia maju dan menembus serangan kuat dari King Modo dan melesat dengan sangat cepat.

Tangan Dinan mengepal dan dia sudah dekat dengan King Modo. Satu pukulannya membuat King Modo terpental, dan bergulingan ke belakang hingga menhancurkan perbukitan di belakangnya.

Serangan yang kuat.

Bajra dan Titan Boa tak bisa menerima. Mereka menyerang Dinan bersamaan. Mereka menerjang, Titan Boa meliuk dengan cepat dan kepalanya siap menyerang Dinan. Barja berlari dengan kaki-kakinya yang besar, dan dia mengarahkan tanduknya pada Dinan.

[Telekinesis Magic – menggerakkan benda kecil atau besar dengan kehendak sang Hunter]

Dinan menggunakan Supreme One Nature dan menahan serangan kedua Beast sekaligus. Serangan Beast ditahannya sekuat tenaga. Dua Beast tak bisa bergerak dan saat itulah. Dinan menggunakan kekuatan penuhnya untuk memberikan perintah kedua tangannya untuk saling menempel cepat, dan membuat Bajra dan Titan Boa tiba-tiba berbenturan kepala mereka satu sama lain.

Boommm! Brusshh!

”Cukup Dinan!” King Modo berjalan agak tak imbang. Serangan dari Dinan cukup kuat.

”Kami sudah menunggumu lama hingga saat ini. Apakah Abras sudah menyerahkan kekuatannya padamu semuanya?” tanya King Modo.

”Benar! Dia ..., sudah mempercayakan tugas melindungi bumi padaku.”

Di kejauhan, Titan Boa dan Bajra bangun dari benturan yang menyebabkan mereka terluka. Mereka mendengarkan perkataan King Modo dan Dinan.

”Dinan ..., gunakan jiwa kami untuk menyelesaikan semua kekacauan yang sudah terjadi. Kami akan merelakan hidup kami!” King Modo menundukkan kepalanya dan matanya terpejam.

Splash!

Tubuh King Modo pecah, disusul Bajra dan dan Titan Boa. Semuanya membuyar dan membentuk satu butir cahaya kemilauan. Semuanya mendekat ke arah Dinan, dan Dinan memegang ketiga kristal bercahaya itu. Dinan memegangnya, dan kejadian aneh terjadi pada Dinan. Tubuh Dinan bergetar sangat kuat saat menerima tiga kristal kekuatan dari tiga Beast Nature itu.

Ada apa ini?

Tiba-tiba saja, airmata Dinan bahkan menetes tanpa dia sadari. Sesuatu bayangan melekat pada pikirannya. Dan, seolah dia merasakan kesedihan yang tiba-tiba menyerangnya.

Sebuah kenangan berputar begitu saja dalam pandangan fana Dinan.

Seorang wanita yang sedang menangis terlihat oleh Dinan. Dinan seolah sedang berada di sana, dan melihat wanita tersebut. Wanita itu menangis dan meneteskan airmatanya.

Dia memegang sebuah tongkat pendek, dan ada sebuah kotak berbentuk bintang delapan yang dipegangnya. Wanita itu mengeluarkan energi kuat dari dalam tubuhnya dan menuju ke tangannya.

”Selamat tinggal, Abras!”

Booommm!

Ledakan besar terjadi dan membuat mata Dinan pedih. Dan, dia hanya melihat cahaya yang sangat besar dan mementalkan tubuhnya dengan ledakan yang terjadi tersebut.

”Brother Dinan!”

Dinan membuka matanya. Dia tergeletak, dan di samping kanannya ada Raymond yang menungguinya. Dinan mengedipkan matanya lagi, dan Aline juga sedang menunggunya di samping kiri dan dia juga khawatir.

”Apa yang terjadi padaku?” tanya Dinan masih bingung.

Raymond menceritakan bahwa setelah para monster raksasa itu berubah menjadi kristal cahaya, dan brother Dinan menerimanya energi kristal. Dinan terpental karena ledakan sebuah energi, dan tak sadarkan diri.

Jadi, hunter Dinan pingsan di dalam Portal Langka. Dan, Portal Langka dapat diselesaikan.

”Ayo cepat Dinan, pintu Dimensi akan segera tertutup,” kata Aline. mereka harus segera keluar karena portal langka itu akan tertutup selamanya.

Dinan mengangguk, dan mereka pun keluar dari pintu Portal Langka. Mereka adalah Hunter yang menyelesaikan Portal Langka, setelah delapan tahun lalu terjadi Portal Crash pada Portal Langka dan saat terjadi perang bintang. Perang yang sangat dahsyat melawan Monster Kaiju di Tokyo.

Dunia akan heboh dengan terselesaikannya Portal Langka. Namun, mereka bertiga sudah membuat rencana untuk menutupinya sebaik mungkin.

Dinan merasakan pecahan dari tiga jiwa Beast Nature masih ada dalam dimensi di tubuhnya. Entah apa yang dilihat Dinan saat itu, apakah Dinan akan menemukan jawabannya nanti. Dinan mengharapkan semuanya jelas, dan siapa wanita itu? Dinan benar-benar tak bisa memikirkan terlalu jauh.

Persiapan perang melawan Giganos dan pasukannya juga tinggal menunggu waktu saja.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!