Sang Pelindung Bumi

Pendaratan Portal Dimensi

”Prajurit terkuat Cyprus! Semuanya bersiap dan masuk ke Bumi sekarang juga! Siapkan senjata kalian semua!” teriak Giganos sambil mengangkat pedangnya. Semua Pasukan Cyprus bersiap di depan pintu Portal besar mereka masing-masing. Mereka bersiap dengan satuan yang sudah diatur oleh Nariko. Setiap satuan khusus itu memiliki pemimpin yang akan menjadi panglima mereka.

”Siap Raja kami, Tuan Giganos! Kami akan menjadi peluru anda untuk menaklukkan Bumi!”

Pemimpin dari tiap-tiap rombongan yang sudah dipersiapkan berada di depan, dan di paling dekat dengan Portal Dimensi besar yang sudah dibentuk oleh Penyihir-penyihir Cyprus.

Giganos mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, menjulang ke langit. Saat waktu sudah dirasa tepat, Giganos akan menjatuhkan ujung pedangnya dengan kuat ke tanah sebagai bentuk aba-aba untuk maju. Itu adalah komando untuk membuat semua pasukan pemimpin dari masing-masing grup untuk memasuki Portal Dimensi di depan mereka.

Giganos masih mengangkat ujung pedangnya ke atas, saat itu seorang prajurit melapor bahwa Dimensi ke target bumi sudah stabil. Semua sudah aman. Sudah saatnya! Giganos tersenyum dan kemenangan seolah sudah di depan matanya. Angin berhembus dan membuat wajahnya tertiup angin, dia merasakan kesegaran Bumi sudah dapat dirasakannya. Meskipun dari jarak yang sangat-sangat jauh, rasanya Bumi sudah di dalam genggaman tangannya.

”Maju semua!” Giganos mengarahkan pedangnya turun, dan itu adalah isyarat untuk bergerak. Para pemimpin di tiap-tiap pasukan mengangkat pedangnya, dan mengarahkan ke dimensi Portal tersebut. Dia pun masuk dan memimpin pasukannya. Masing-masing mulai masuk ke portal dimensi besar itu.

Pasukan terbanyak ada di depan Giganos, dengan beberapa prajurit kuat yang merupakan bagian dari 100 kekuatan para pemimpin pasukan dari bangsa Siprus. Giganos bergerak mendekati portal besar di dekatnya, semua pasukannya mengikuti dan berjalan di belakang Giganos.

Giganos berjalan dengan gagah, dan diikuti dengan semua pasukannya. Pasukan Giganos lebih banyak dari jumlah pasukan lainnya. Pasukan yang lainnya masing-masing memasuki dimensi. 400 portal besar yang dibentuk dan semuanya akan masuk ke setiap tempat di bumi. Peperangan akan memenuhi Bumi. Dan tentunya, Giganos akan mengincar sosok manusia bernama Dinan atau Guardian of Earh.

Sosok yang tergambar dan sudah menghancurkan pasukannya yang dikirim lebih dulu ke Bumi.

Tangan kanan Giganos gemeretukan menahan amarah, dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Guardian of Earth. Tunggu saja kau, Dinan! Guardian of Earth. Giganos sudah tidak sabar lagi, dia akan menghancurkan sosok manusia yang sudah menghalangi semua rencananya dari mulai kedatangan ayahnya, Norton.

Splash!

Semua pasukan Giganos memasuki Portal Dimensi Raksasa. Beberapa saat kemudian, pemandangan bumi akan mereka lihat. Bumi yang sudah mereka rindukan ratusan tahun, bahkan ribuan tahun lalu.

Mereka mulai memasuki celah yang bercahaya, seperti ruangan serba berkilauan cahaya. Giganos masuk lebih dulu dan diikuti semua pasukan yang bersamanya. Saat cahaya dimensi yang dilewati mulai menghilang. Mereka semua berada dalam dimensi yang cukup lama, sekitar beberapa menit dan Mata Giganos menyadari sesuatu. Mereka sudah berada di tempat yang cukup aneh, seperti dataran luas.

Dimana ini?

Giganos dan pasukan yang bersamanya melihat ke kanan dan kiri. Mereka semua seperti tidak menemukan apapun. Bumi seperti yang digambarkan dengan tempat yang dipenuhi energi kehidupan.

Tempat yang mereka lihat kali ini, memang sedikit mirip dengan apa yang ada dalam catatan pendahulu Cyprus. Tanah yang terlihat biru dan energi yang cukup besar terkandung dalam tanah. Namun, tidak seperti yang tertulis dalam catatan kuno mendiang Ayah Giganos, Norton. Ini adalah tempat yang berbeda, Giganos merasakan perbedaan dari semua yang sudah dibayangkan dan terlihat dalam pertempuran sebelumnya.

Apakah target tujuan dari Portal yang dibuat penyihir salah tempat? Tidak mungkin! Mereka tidak pernah salah sebelumnya. Pelindung di bumi sudah hancur dan mereka yakin jika titik target adalah Bumi.

Namun, semua ini terasa aneh bagi semua Prajurit Giganos. Hal itu tidak lain, karena dalam catatan bumi dipenuhi oleh tanaman atau pepohonan. Sekarang, dia tidak menemui hal itu disini.

”Kita bukan berada di bumi!” Giganos merasakan semua pasukannya berada dalam tempat itu. Namun, dia mampu merasakan dengan energinya. Dia kehilangan sekitar dua puluh persen dari pasukan yang datang bersamanya. Giganos hanya merasakan delapan puluh persen pasukannya di tempat itu.

”Nariko, lihat posisi kita saat ini. Teknologi koordinat hidupkan segera!” perintah Giganos kepada Nariko.

Nariko pun kaget, dia mengambil sebuah alat dari dalam armor bajunya. Dia memberikannya pada Raja Giganos. Giganos mengambilnya dan melakukan pengecekan dengan alat tersebut. Gambar portable keluar dari atas alat yang menjadi penentu koordinat semesta. Di atas alat koordinat itu, ditunjukkan posisi mereka berada dalam rotasi semua planet di Galaxy Tata Surya. Galaksi itu  menunjukkan tempat posisi bumi yang masih jauh dari tempat mereka keluar dari Portal.

”Bagaimana ..., Bagaimana ini bisa terjadi. Kita masih jauh dari letak lokasi Bumi. Ini adalah Planet baru yang muncul di Galaksi Tata Surya yang menjadi rotasi dan bagian dari bumi. Bagaimana hal ini bisa terjadi! Ini tidak masuk akal!” giganos tidak terima.

Giganos merasa sangat kesal, tapi dia tiba-tiba merasakan kehadiran sosok makhluk yang memiliki energi yang kuat. Energi itu muncul dan mendekat ke arah mereka. Giganos melihat dari kejauhan, dua makhluk melayang di udara dan semakin mendekat. Dari kejauhan itulah, di udara sosok itu yang memiliki energi yang kuat. Semua pasukan Giganos melihat ke arah mereka.

Dua sosok itu terus terbang dan melewati semua pasukan Giganos di bawahnya, mereka mendekat ke arah Giganos yang terlihat lebih bekilau dari pasukannya. Energi keduanya memang sangat melimpah dan mereka cukup dekat dengan Giganos.

Apakah keduanya adalah penghuni planet ini?

Tubuh Giganos tiba-tiba bergetar, ada energi yang tersulut dari tubuhnya. Seperti sinkron pada makhluk yang baru datang itu.

[Salah satu Artefak Semesta berada di dekat anda. Kedekatan satu dengan lainnya antara Artefak Semesta membuat pemiliknya ikut terguncang karena energi besar]

Giganos harus menstabilkan kekuatannya karena tubuhnya benar-benar bergetar hebat. Artefak Galaksi Penghancur yang dimilikinya berdenyut dan sulit dikendalikan karena energinya seperti hendak keluar.

”Artefak Galaksi Penghancur merespon sesuatu, dia merasakan adanya energi dari Artefak Semesta lainnya. Apakah mereka juga memiliki Artefak Semesta?” Giganos bahkan bergumam sendiri dan  beberapa panglimanya mendengar hal itu.

Kini, pandangan semua pasukan Giganos tertuju pada dua sosok yang sedang melayang tersebut. Kedua makhluk itu turun perlahan tanpa rasa takut. Barisan pasukan yang ada di bawahnya segera menyingkir seperti memberikan jalan. Mereka semua tidak mau bertarung sebelum ada perintah dari Giganos, Raja mereka.

”Selamat datang, Giganos dan seluruh pasukan Cyprus. Aku adalah penduduk Manusia, aku adalah Guardian of Earth!”

Mata Giganos membelalak tajam, dia tak percaya dengan apa yang didengarnya. Sebenarnya, apa yang sedang terjadi! Giganos masih penasaran.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!