Sang Pelindung Bumi
Benturan Artefak Semesta
Melihat Dinan dan Stanley sudah bersiap kembali, Giganos masih melayang di udara. Raja Kehancura sudah bersiap, dia mampu menggunakan kekuatan dari Artefak Penghancur Semesta. Jika dia mau, dia bisa menghancurkan sebuah planet dengan kekuatannya.
Artefak Semesta yang diserapnya yaitu Artefak Penghancur Semesta merupakan kekuatan dahsyat yang hanya digunakan Giganos saat membutuhkan kekuatan besar. Kali ini, Giganos harus menggunakan kekuatan artefak penghancur tersebut. Dia kini sudah mampu menggunakan artefak semesta itu dengan seimbang. Dengan kekuatan itu, Giganos mengincar Dinan dan Stanley.
Energi berpendar hitam di tangan kanan Giganos, dia mulai menggerakkan artefak semesta dengan kekuatannya. Energi meluap dan Planet Nibiru bergetar luar biasa, goncangan planet Nibiru membuat gempa yang luar biasa di semua sisi Nibiru. Kemarahan Giganos mencapai puncaknya. Dia telah kehilangan banyak pasukannya, pasukan kuatnya sudah disapu bersih dan tidak ada yang tersisa.
Giganos merasa dihina dengan hinaan yang berat. Belum pernah selama hidup ratusan tahun dan ribuan tahun, Giganos belum pernah mendapatkan kehinaan sebesar ini. Maka, dia pun menggunakan kekuatan puncak dari Artefak Penghancur Semesta. Dia harus membalaskan semua sakit yang diderita oleh Bangsa Cyprus.
Giganos tak bisa lagi menahan dirinya, kekalahan yang dideritanya kali ini sudah mencapai titik terendah dalam peradaban Cyprus. Harga diri seorang Giganos merasa diinjak-injak. Bangsa Cyprus yang tidak pernah terkalahkan, dan menjadi yang terkuat untuk menguasai seluruh alam semesta dan tiap planet. Apapun Planet dan makhluk yang dilalui oleh mereka selalu dikalahkan dengan gemilang. Kini, mereka dihinakan dengan dipindahkan ke planet tandus dan mereka ditipu.
Bumi yang ditargetkan menjadi tujuan Bangs Cyprus dengan menggunakan kekuatan penyihir yang dimiliki Cyprus. Namun, mereka dipindahkan dengan tempat tandus dan hanya berisi kekeringan. Ini adalah penipuan dan trik kotor.
”Kalian memang makhluk rendahan! Hanya berani bermain trik kotor!” Giganos merasa ditipu dengan tipuan rendahan. Dia menunjuk ke arah Dinan dan Stanley.
Dinan pun tahu bagaimana perasaan yang dialami oleh Giganos saat ini. Dia adalah seorang pemimpin Cyprus. Belum pernah mengalami kekalahan sedemikian parah, seseorang yang sudah punya gambaran kemenangan dan tidak akan kalah. Namun, tiba-tiba dikalahkan tanpa mengetahui apapun. Pada intinya, Giganos tidak pernah siap menerima kekalahan seperti yang terjadi saat ini.
Dinan paham akan hal itu. Dia melayang dan melayang di udara, dia tidak takut lagi pada Giganos. Dia bersiap untuk bertarung dengan kekuatan penuh. Semua akan dibuktikan dalam pertarungan akhir ini.
Nibiru bergetar luar biasa, pertarungan di sekitar mereka masih terjadi dengan sengit.
”Apa yang terjadi merupakan aturan semesta, Pemimpi Cyprus,” kata Dinan menatap kemarahan dari Giganos, ”Kamu dan bangsamu telah banyak membuat kerusakan di seluruh alam semesta. Semua menjadi tak seimbang dan kekacauan besar terjadi di seluruh planet, galaksi dan alam semesta ini.”
Dinan menerangkan hal itu agar Giganos menyadari kesalahannya, ”Kalian telah membuat banyak bangsa hancur, maka kalian juga harusnya bersiap dengan akibat dari apa yang kalian buat. Jika kalian dihancurkan maka itu adalah hukum alam semesta ini. Mereka yang memulai, harus siap diakhiri!”
Dinan menjelaskan hal itu agar Giganos tahu, bahwa semua kekalahannya adalah karena keserakahannya sendiri. Namun, Giganos tidak peduli akan hal itu. Dia merasa bahwa apapun yang dilakukannya memang sudah seharusnya. Mereka ditakdirkan untuk menjadi pemimpin bagi alam semesta.
”Kami sudah ditakdirkan menjadi Dewa bagi seluruh alam semesta. Korban yang berjatuhan adalah kaki-kaki Dewa untuk mencapai puncak. Mereka akan menjadi tangga bagi surga. Mereka menjadi tumbal bagi kebangkitan Cyprus yang akan resmi menguasai seluruh alam semesta!”
”Tidak ada yang bisa menentukan takdir orang lain dengan pemaksaan, Giganos! Setiap makhluk memiliki pilihannya sendiri-sendiri. Setiap jiwa, memiliki hak untuk tersenyum dan tidak diperintah!”
”Omong kosong kau, Manusia!”
Nibiru bergetar, gempa terjadi dan menimbulkan keretaka di tanah Nibiru. Giganos marah dan mengeluarkan serangan kosmik cahaya dari tangannya. Di depan tangan kanan yang terbuka, muncul lingkaran hitam yang berpendar.
Dari lingkaran itu, keluar serangan cahaya hitam berupa energi kuat yang muncul dan menyerang Dinan bagaikan sebuah meteor yang jatuh.
Woossh! Woosh! Woosh!
Serangan itu begitu banyak, saling menyusul dan tidak ada hentinya. Serangan itu seperti tidak memiliki batas dan terus menyerang Dinan dengan energi yang kuat.
Dinan menggunakan pedangnya, energi dari pedang memiliki efek energi yang besar. Dinan menghancurkan setiap serangan energi yang datang dari Giganos. Dia menghantam semua serangan kosmik hitam yang diselingi energi halilintar.
Brush! Boom!
Brush! Booom!
Brush! Booom!
[Supreme One Nature, Maksimal Orb booster]
Lingkaran booster Orb di punggung Dinan menyala dan berputar cepat. Menghasilkan energi yang terus mengalir dalam tubuh Dinan. Dia mampu melihat semua serangan kuat dan beruntun dari Giganos. Dia terus menghadang serangan tersebut dengan kekuatannya.
Ledakan demi ledakan terjadi, benturan energi itu terlihat dari semua makhluk yang berada di sekitar mereka. Serangan tidak berhenti, Dinan pun mengubah tangannya untuk membentuk perisai defensif. Dia memajukan tangan kanannya dan memunculkan lingkaran defensif yang besar. Serangan dari kekuatan Giganos kini menghantam dinding defensif.
Giganos menyerang dengan serangan yang semakin banyak dan semakin kuat. Dia akan membuat manusia itu terdesak mundur dengan serangan tanpa hentinya. Namun, Dinan terus bertahan dan masih mampu menahan serangan demi serangan kuat tersebut.
Splash!
Giganos mengganti serangannya, dia menggunakan kecepatan cahaya. Dia sudah berada di atas Dinan dalam waktu sekejap, kecepatan itu bagi orang biasa maka mereka tak akan merasakan perpindahan dengan kecepatan tersebut.
Di atas, Giganos menggunakan pedangnya yang sudah dialiri dengan energi dari Artefak Semesta Penghancur. Serangan kuat, energi pedang dihempaskan dari atas.
Dinan menggunakan kekuatan Artefak Kosmik dan langsung menghadang serangan kuat dari Giganos.
Brush! Booom!
Serangan itu terlalu kuat. Dinan terdesak ke bawah, efek dari energi itu menghantam tanah di Nibiru. Tanah-tanah di Nibiru mulai terbelah seperti gempa yang dahsyat. Dinan terdorong muncur ke bawah.
Saat itu, Giganos tidak mau memberi Dinan kesempatan untuk melakukan trik skill lainnya. Maka, dia pun mengumpulkan energinya kembali dan menarik pedangnya untuk mengumpulkan energi yang lebih kuat. Dia pun menghantamkan lagi pedangnya ke arah Dinan yang masih menahan serangan pertamanya.
Dan ..., serangan energi pedang datang lagi, serangan yang lebih dahsyat dari sebelumnya.
Boomm!
Bruusshh!
boom!
Nibiru bergetar luar biasa, kehancuran di semua tempat. Banyak Klon jiwa Dinan yang sedang bertarung dan terkena efek serangan itu bahkan hancur. Pasukan Cyprus sendiri banyak yang terkena efek serangan kuat dari Giganos.
Serangan kuat itu masih ditahan oleh Dinan.
[Supreme One Nature ditingkatkan hingga batas maksimal, Galaxy Soul bersatu dan Artefak Kosmik menyatu dengan One Nature. Kekuatan anda meningkat drastis, bersiap untuk memberikan serangan dan menahan kekuatan Penghancur]
”Majulah, Giganos! Mari kita akhiri pertarungan ini!”
Brush! Boom!