Sang Pelindung Bumi
Kemunculan Ratu Lomodo
Para monster Lizard dengan nama Lomodo itu mulai menyerang para Hunter, mereka turun dari gedung-gedung tinggi dan turun ke bawah. Semuanya sangat banyak, para Hunter melihat berkeliling dan melihat ke atas. Bagaikan semut yang bersiap mengerumuni para Hunter.
”Semuanya berkumpul, jaga Healer dan Penyihir!” teriak Ben, dia harus menjadi seorang pemimpin yang bertanggung jawab. Menghadapi para monster seperti itu masih bisa dilawan dengan kerjasama yang baik. Namun, mereka juga harus menjaga baik-baik Healer yang bertugas menyembuhkan mereka saat terlula dan juga penyihir yang mampu memberikan serangan kuat pada monster dan juga memberi buff tambahan kekuatan pada mereka.
”Handon, siapkan kekuatanmu untuk menahan dan mengalihkan mereka semua!” perintah Ben pada Handon.
Monster-monster kadal raksasa itu menjulurkan lidahnya dan semakin turun dengan cepat ke dinding bawah. Ada di antara mereka yang melompat langsung turun ke arah sebelas Hunter di bawah mereka yang sudah bersiap. Hunter pengumpul mereka di tengah bersama dengan Penyihir dan juga Support Healer yaitu Mira.
Raymond dan juga Dinan berada di dalam lingkaran para Hunter, mereka juga bersiap. Raymond mempersiapkan tembakannya dan menembak langsung para monster yang mencoba melompat dari atas dinding dan langsung menuju mereka.
Dor! Dor! Dor!
Tembakan yang tepat! Dia menembak dengan tepat kepala Monster Lomodo yang mencoba masuk ke Hunter. Tembakan satu dan monster satu tumbang karena Raymond memilih kepala mereka. Serangan ke titik Vital dan membuat monster itu langsung tak bergerak lagi.
Monster semakin banyak, menyerang dari lantai karena banyak dari monster yang sudah turun ke tanah. Serangan dimulai, Raymond menembaki dengan tembakan beruntun ke arah atas, dimana para monster Lomodo melompat ke arah mereka.
Tembakan penuh diaktifkan!
Tembakan bertubi-tubi dan rentetan cepat dilakukan oleh Raymond. Hal itu untuk menjaga tim Hunter agar bisa selamat dan tidak ada bahaya datang dari atas. Hunter Raymond benar-benar bisa diandalkan pada situasi genting. Dinan pun melihat hal itu, dia sudah banyak berubah dan bertarung dengan sangat baik sekarang.
Dinan memperhatikan bahwa Raymond mampu meningkatkan damage serangan dan akurasi ketepatan serangannya. Monster Lomodo yang terkena serangan tembakannya akan langsung mati, atau terluka parah dan sulit untuk bangun kembali. Para monster Lomodo, terus merayap dari dinding bangunan-bangunan di sisi kanan dan kiri, mereka terus turun dan seolah tidak ada habisnya.
Tidak semua monster dapat ditembak oleh Raymond, banyak yang lolos dan ketika mereka mencapai para Hunter, Handon membuat membut shield besar yang menghalangi para monster mendekat. Saat shiel penahan muncul, assasin bergerak cepat dan menumbangkan beberapa dari mereka dengan kecepatan tinggi.
Slash! Slash! Srak!
Kecepatan yang bagus dari Hunter Mauren, Assasin satu-satunya di tim tersebut.
Shield masih terpasang di sisi kanan dan kiri, satu tank juga membuat barrier berbeda sisi. Mira melihat kesempatan yang baik. Serangan energi dilancarkan dengan cepat dan menghantam para monster itu dan membakar mereka dengan serangan energi jarak jauhnya.
Odette, dia menyerang juga dengan serangan efek slow dan juga penghancur. Dia juga mmberikan buff pada rekan setimnya. Semua bertarung dengan sangat sengit. Ben memegang pedang dan menghantam para monster dengan pedangnya. Gerakannya sangat kuat dan damagenya mampu membelah para monster itu dengan sekali serangan.
Mauren dengan kecepatannya meliuk kesana dan kemari, dia menggunakan dua pedang pendeknya dan memberikan serangan vital pada setiap monster.
Srak! Srak! Srak!
Mauren mengincar leher atau jantung para monster itu. Raymond terus menembaki para monster yang terlepas atau melompat dari atas gedung. Mira terus mengeluarkan serangan energi seperti meteor yang menghantam para monster.
Dinan melihat pertarungan tim tersebut, dia mampu melihat dengan baik dan menilai tim tersebut sudah bertarung dengan sangat baik. Mereka memiliki pengalaman dan pelatihan yang baik sehingga mereka serasa di atas angin dan sebentar lagi mereka akan bisa menang.
Kerja sama mereka terus dilakukan dengan baik, tank yang menahan serangan dan membuat penghalang. Fighter yang menebas mereka dengan kekuatan penuh, penyihir yang menghancurkan monster dari jarak jauh dan kekuatan mereka menjadi semakin kuat dengan adanya buff.
Pertarungan itu benar-benar membuat mereka semakkn bersemangat. Tumpukan monster Lomodo sudah mulai meninggi. Namun, para monster Lomodo seperti belum kehabisan jumlah. Mereka masih saja turun dari atas gedung dan mereka hanya berkurang intensitasnya saja dalam kemunculannya.
Mereka tetap datang dan menyerang. Raymond terus membidik, para Hunter terus berjuang dan hunter penambang masih ketakutan dan hanya berjongkok di bawah. Mereka ketakutan dan gemetaran. Mereka hanya bertugas mengumpulkan kristal dan berharap pertarungan sengit ini segera berakhir.
Dinan masih memperhatikan dengan seksama, semua Hunter sibuk dengan pertarungan mereka sendiri. Mereka semua fokus, dan Dinan fokus untuk melihat semua detail pertarungan yang terjadi.
Berbeda dengan di dalam ujian menara. Di dalam portal dimensi, mereka semua tak bisa ceroboh dalam pertarungan. Jika mereka mati, maka mereka akan mati dengan mati yang sebenarnya. Mereka tidak akan bisa diinstal ulang fisik mereka seperti di dalam menara ujian.
Jadi, pertarungan ini adalah real dan mereka harus menang, atau mereka akan mati menjadi makanan para monster yang ganas tersebut.
Monster Lomodo sudah tak lagi terhitung jumlahnya yang sudah dikalahkan sepenuhnya oleh para Hunter. Tumpukan mayat Lomodo sudah seperti mayat yang bergelimpangan dan saling bertindih. Pertarungan belum berhenti, monster masih saja turun.
Dan ..., stamina para Hunter mulai menurun. Hal itu karena mereka juga memiliki batasan energi atau mana yang mereka miliki. Kekuatan besar mereka tak bisa digunakan tanpa henti. Mereka juga manusia dengan keterbatasan, mereka tak bisa bertahan dengan energi yang normal setiap saat. Stamina menurun, efek serangan mereka pun menurun.
Saat itu, Mira kembali menggunakan kekuatan energi cahaya dan mengeluarkannya ke langit. Dia memeriksa, apakah pasukan monster Lomodo sudah berkurang dan mereka hanya akan tinggal menghadapi Bos Monsternya.
Sayangnya, tak semudah yang mereka bayangkan. Sempat menurun intensitas penyerangan para monster Lomodo. Mereka semua mengira bahwa pasukan mereka sudah mulai habis. Namun, saat cahaya energi milik Mira melambung ke atas dan turun lagi.
Mereka menyadari, bahwa para monster Lomodo menghentikan serangan mereka untuk sejenak. Dan, pasukan Lomodo dengan serangan lanjutan kembali dimulai. Serangan yang sangat banyak dan mereka menggunakan cakar-cakar mereka yang tajam untuk berlari lebih cepat.
Jumlah mereka belum berkurang dari serangan pertama sebelumnya. Serangan Lomodo yang merupakan serangan kedua dimulai.
Raymond masih menembaki mereka dengan seluruh kekuatannya, ada satu monster yang mendekati brohter Dinan. Namun, Raymond mampu melumpuhkannya. Para Hunter maju dan menghadang serangan. Jadi, brother Dinan baru saja akan diserang oleh monster dan Raymond menembak monster itu. Monster itu pun mati.
Ini adalah pengalaman pertama brother Dinan, dia pasti cukup kaget karena monster dan pertarungannya berbeda dengan di dalam menara.
Para monster Lomodo masih menuruni gedung, yang lain tetap menyerang. Para Hunter sudah mulai kehabisan energi, namun mereka harus terus bertarung. Healer, Odette. Dia memberikan penyembuhan pada setiap Hunter yang terluka karena cakar Lomodo. Luka pun sembuh, namun Odette juga harus memberikan efek pemulihan pada para Hunter.
Dia pun, Odette mulai kelelahan.
Di pinggir atas sebuah gedung. Salah satu monster besar dengan mahkota di kepalanya. Dia masih diam dan memegang tongkat trisula yang memiliki tiga mata di ujung tombaknya. Wajahnya mengerikan dan giginya seperti gergaji. Dia seperti monster wanita yang mengerikan.
Dinan melihat sosok itu, dia merasakan energi besar dari monster tersebut. Dan..., peringatan dari sistem pun muncul.
[Ratu Lomodo sudah muncul, kalahkan dia untuk mendapatkan kekuatan energinya! Dia bisa menggunakan kekuatan pemanggilan dan mengontrol dan membangkitkan kembali makhluk ciptaannya yang sudah terbunuh]
Dinan pun menyadari, bahwa Ratu Lomodo bukan lawan yang mudah untuk dikalahkan para Hunter di sekelilingnya.
Lalu, apa yang diputuskan oleh Dinan melihat keadaan ini?