Sang Pelindung Bumi
Mengalahkan Traknis
”Jadi, para Orc ini bukanlah Bos monsternya?” tanya Marc masih belum percaya jika musuh besar yaitu Spartan ORC bukanlah bos monster. Artinya, masih ada monster yang lebih kuat lagi yang harus mereka hadapi.
Marc sendiri sedikit gemetar dengan hal itu, dia adalah seorang Hunter Rank B. Bagaimana mungkin dia akan menghadapi monster yang keluar dari pengukuran dimensional portal rank A. Itu mustahil baginya bertahan lama dengan kekuatannya sebagai seorang Tank yang menahan serangan monster.
”Jangan takut Marc, tetap waspada!” kata Marius mencoba menenangkan, ”Kita akan keluar dengan selamat di sini. Jadi ...!”
Crop!
Semua mata kaget melihat hal itu, tubuh Marius bergetar. Dia tertusuk dari belakang dan dia merasa tubuhnya menjadi lemas dan bergetar. Marius tak menduga karena di berada paling depan dan sedang menghadap ke Marc untuk menenangkannya.
Namun, serangan itu bukan dari monster. Tapi, serangan dari Leo dengan kedua belati panjangnya. Dia menusuk rekannya sendiri, tubuh Marius ambruk ke depan dan di belakangnya, Leo tersenyum sambil menarik kedua belati panjangnya dari punggung Marius.
Apa-apaan ini!
”Apa yang kamu lakukan, Leo!” teriak Chelsea. Dia tak percaya apa yang dilihatnya, Leo yang baru masuk ke tim utama ini membunuh ketua Tim, Marius. Semuanya kini terlihat kacau dan beberapa Hunter mundur ke belakang.
”Sudah lama aku ingin membunuh Marius, hanya saja waktunya belum tepat. Dia telah membawa kakakku bersamanya dalam sebuah Raid, namun dia selamat dan kakakku terbunuh di dalam portal. Kakakku melindungi Marius dan dia kabur dan tak membantu kakakku. Maka dari itu, aku membalas kematian kakakku!”
Senyuman aneh tercipta dari bibir Leo, dia tertawa kecil dan membuat semua orang di sana sangat ketakutan. Leo sendiri merupakan seorang Assasin super cepat, semua Hunter tahu hal itu. Jika diserang, kemungkinan dia sudah siap dan akan berlari cepat untuk menghindarinya.
Jika Leo sudah melakukan hal pembunuhan di dalam portal dimensi, maka dia juga harus menutup bagi saksi. Secara tidak langsung, mereka tahu bahwa mereka semua adalah target berikutnya karena Lao harus menutup barang bukti dan saksi.
Semua Hunter selain Leo berkumpul dan bersiap. Namun, senyuman Lao membuat mereka semua merasa bahwa mereka memang harus bertarung.
[Kelelawar Raksasa, Traknis muncul. Matanya mampu mengintai dan melihat mangsa dengan sangat tepat. Kalahkan bos monster Traknis, hadiah penyerapan energi akan diakukan otomatis!]
Roooaaaammm! Roooaaammm!
Sebuah suara mengagetkan mereka semua, bahkan Leo pun kaget dan melihat di belakangnya. Itu adalah suara yang mengerikan. Dan, dari balik dinding-dinding goa, sebuah tangan raksasa yang sangat besar muncul. Dipenuhi dengan kuku-kuku tajam. Satu tangan keluar dan sat utangan lagi disi dinding ainnya.
Para Hunter mundur perlahan karena makhluk besar itu baru terlihat tangannya yang mengerikan. Ada selaput yang membungkus lengannya, itu seperti sayap tebal. Jadi, apakah monster itu adalah bos monster?
Tidak ada pemimpin, mereka semua tak bisa tidak, mereka begitu gemetar begitu sebuah kepala raksasa mulai terlihat di balik kegelapan. Persis seperti sebuah wajah kelelawar, taringnya yang mengerikan dan hidungnya yang bergerak-gerak, matanya yang menonjol.
Roooaaammm!
Suaranya Traknis, di kelelawar raksasa itu kini benar-benar dekat. Teriakannya mengandung tekanan energi yang besar. Para Hunter, mereka tahu itu. Sang pemimpin sudah tidak ada, jadi mereka hanya bisa lari dari tempat itu. Mereka merasa musuh kali ini tak akan bisa dilawan.
Mereka semua kembali ke titik awal, mereka harus selamat. Marc si Tank bahkan begitu tak tahan dan berlari, dia menabrak Dinan yang masih menggendong tas, keduanya jatuh. Namun, Marc langsung bangkit dan berlari sekuat tenaga. Membiarkan Dinan yang masih terjatuh.
Raymond juga mundur dan berada di belakang Dinan yang kini bangun dan menatap monster kuat di depannya. Bahkan, sang pembunuh Marius yaitu Leo. Dia langsung melesat ke arah keluar. Musuh kali ini, itu tidak akan bisa dihadapi oleh mereka kerena monster yang keluar dari portal dimensional Rank A.
Semua Hunter segera perti dan menjauh, mereka semua menuju ke arah pintu masuk. Kecuali Dinan dan Raymond. Raymond tidak bisa membiarkan brother Dinan bertarung seorang diri. Susah senang mereka selalu bersama dan berjuang di dalam menara, mengingatkan bahwa Raymond akan selalu menjadi serangan bantuan untuk brother Dinan.
Raymond juga yakin, brother Dinan tak takut apapun dan dia bisa melawan monster kuat tersebut. Kekuatan Raymond juga sudah meningkat, jika mengukur ulang, maka mungkin kini dia adalah seorang Marksman dengan ranker A. Kekuatan ledakan energi sihir dari pelurunya bahkan menembus monster yang kuat sekalipun.
Saat semua Hunter di tim berlari, mereka semua sudah menyadari tingkatan bos monster Traknis.
Traknis berjalan dan menyemburkan suara yang keras sambil berjalan maju.
”Raymond, apakah kamu siap bertarung!” Dinan melihat ke samping dan melihat ke arah Raymond.
”Siap Brother. Aku akan selalu mendukungmu!”
Dinan tersenyum, dia merasakan dengan kekuatan sense miliknya. Semua Hunter sudah menjauh dan Dinan bisa bertarung dengan leluasa.
[Pedang Penghancur Semesta diaktifkan! Pedang yang mampu membelah surga]
Pedang muncul di tangan Dinan, pedang yang kemudian mengalir energi dari tubuh Dinan. Dinan berjalan maju dan monster Traknis terlihat marah.
Traknis melihat manusia itu berani melawannya, dia pun membuka mulutnya dan semburan api yang berkobar memenuhi tempat dan membakar tubuh Hunter Dinan. Raymond yang cukup jauh merasakan api yang luar biasa panasnya, dia menjauh ke arah dinding.
Brohter Dinan! Apa yang terjadi padanya? Namun, Raymond yakin bahwa brother Dinan akan bisa menghadapi hal itu.
[Supreme Defense Armor diaktifkan!]
[Menahan serangan api, api tak akan melukai anda]
Api masih berkobar dan kemudian saat api itu mulai reda, Dinan terlihat sudah memakai armor yang megah. Baru pertama kali ini Raymond melihat hal itu, matanya kagum melihat perubahan armor yang dipakai brother Dinan.
Bagaimana brother Dinan memiliki Armor sekuat itu? Itu adalah Armor yang tidak bisa dimiliki oleh sembarang Hunter. Bagaimana mungkin brother Dinan, tidak tergores sama sekali dengan api yang besar tersebut.
Armor itu berkilauan dan sangat kuat, menutupi seluruh tubuh brother Dinan bahkan di leher dan dan sedikit di kepalanya.
”Bersiap Raymond!”
Dinan mengatakan aba-aba pada Raymond dan membuat Raymond segera sadar. Dinan berlari dengan pedang yang siap menerjang. Tangan bersayap milik Traknis menyambar Dinan dan memekikkan suara yang mengerikan.
Bruuussshh!
Serangan itu kosong, kecepatan Traknis sangat cepat namun Dinan melewatinya dengan mudah. Dinan sudah melompat ke atas, dia mengayunkan pedangnya sambil melompat. Traknis melihat hal itu dengan ketajaman matanya. Ekor Traknis yang besar mencoba menghempas Dinan. Traknis yang besar itu memutar tubuhnya ke kiri, hempasan ekornya menyambut Dinan.
Slash!
Dinan tak peduli, serangan pedangnya membelah ekor kuat yang penuh dengan tekanan energi. Ekor terpotong oleh pedang milik Dinan.
Roooaaammm! Roooaaaammm!
Traknis merasakan sakit karena ekornya terpotong.
Dor! Dor! Dor!
Boooommm!
Tembakan Raymond dari jarak jauh dan ada di samping dinding goa. Dia mengincar kepala Traknis, dua meleset karena kecepatan Traknis yang cepat menghindar, namun satu tembakan mengenai mata kirinya.
Traknis merasakan sakit lagi, dia berteriak lagi. Dan itu memberi celah pada Dinan, dia mengangkat pedangnya. Energi meluap, pedangnya bagaikan senergi yang besar dan terang hingga energinya menyentuh dinding Goa.
Dinan menerjang dengan cepat ke arah Traknis, dia melesat bagaikan meteor yang membara. Dan Traknis menutupi tubuhnya dengan kedua sayapnya. Dinan menerobos dengan cepat dan pedangnya diayunkan.
Sayap kuat milik Traknis, berharap dia mampu menahan serangan pedang dari manusia itu. Namun, energi pedang mempu membela dari leher atas hingga pinggang kiri Traknis. Tubuh itu terbelah dan Dinan melewati tubuh itu.
Booooommmmm!
[Monster Kelelawar Raksasa, Traknis dikalahkan. Monster yang menguasai kegelapan dan tubuh keras. Penyerapan energi ditransfer otomatis]
[Supreme Defense Armor dinonaktifkan]
Armor dan pedang menghilang dari Dinan. Dinan melompat ke bawah dan berjalan ke arah Raymond, bersamaan dengan jatuhnya monster besar itu dan membuat getaran goa dirasakan oleh semua orang.
Raymond tersenyum dan menunggu hingga brother Dinan datang ke arahnya. Kekagumannya pada brother Dinan memang punya alasan. Dia adalah seorang fake ranker, dia tak peduli dengan rank Hunter dan dia sangat kuat.
”Ayo pergi, Raymond”
[Pintu portal terbuka, Bos Monster sudah dikalahkan]
[Bahaya, energi manusia pembunuh. Energi hitam dari kejahatan manusia, dia harus disingkirkan. Misi: Bunuh Hunter Leo]
Apa lagi ini? Dinan merasa bahwa sistem sedang rusak?