Sang Pelindung Bumi
Munculnya Pasukan ORC
Dinan dan semua Hunter tim utama tetap melangkah. Hunter penambang masih di belakang, mereka hanya bertugas mengumpulkan item kristal. Mereka tidak bisa bertarung dengan baik, Hunter rank E adalah Hunter yang menaiki menara dan tidak lulus dari lantai satu. Mereka log out tanpa menyelesaikan lantai satu.
Mereka hanya setingkat lebih tinggi daripada manusia biasa.
Tim raid ini akan mengalami pertempuran yang sangat sulit jika tahu bahwa dimensi pengukuran di dalam portal telah berubah. Sistem yang memberitahu Dinan, artinya itu benar terjadi.
Rumput di depan sangat tinggi, tim Raid belum ada yang curiga. Mereka tetap berjalan sambil tetap berbincang satu dengan lainnya. Jika mereka tahu, mereka tidak akan bisa santai seperti itu. Lalu, apa yang harus dilakukan Dinan? Satu rekannya di samping juga tidak memahaminya. Nen hanya berjalan santai, sebagai Hunter Pengangkut, dia hanya menjadi Hunter di belakang dan tidak akan bertarung.
Cukup melihat para Hunter tim Raid bertarung dan dia akan menjadi penontonnya saja.
”Energi mereka mulai dekat, saatnya kita semua bersiap. Mervelo, pasang jebakan bom Gen-A!” pertintah Rhoma pada Marvelo.
Marvelo paham, dia meminta Dinan untuk mengeluarkan tasnya. Di dalamnya, ada beberapa alat jebakan, dan senjata. Dinan baru tahu bahwa tasnya berisi alat-alat yang digunakan untuk melawan para monster. Di sisi lain, Nen membawa tas yang berisi perlengkapan dan makanan.
Marvelo mengambil beberapa alat dan itu termasuk peledak monitor yang bisa dikontrol dengan remote. Ledakan akan terjadi, dan itu akan mengurangi jumlah monster dengan cepat. Pertempuran akan lebih ringan oleh para Hunter yang bertarung melawan mereka.
Bom dengan bentuk cakram itu dipasang beberapa tempat, mereka akan menjebak para monster untuk datang kesitu. Bom Gen-A, ledakannya sangat kuat dan saling bersambung satu bom dengan bom yang lainnya.
Marvelo selesai memasang Bom Gen-A tersebut. Kontrol remote juga sudah dipegang olehnya, hanya tinggal menunggu untuk diledakkan.
”Hunter Marvelo,” Kaja mengatakan sesuatu saat Marvelo memasukkan beberapa alat lagi ke dalam tas, ”Rank dimensional di dalam portal ini meningkat. Saya merasakannya, Hunter.”
Marvelo kaget mendengar hal itu, seorang Hunter dengan rank rendah bahkan berani dan bisa merasakan sesuatu seperti itu? Sungguh, tak patut bagi dia bercanda. Dirinya sendiri yang merupakan Hunter rank A, bahkan tak merasakan apapun. Sungguh bodoh!
”Jangan bicara sembarangan! Cukup ikuti saja dan bawa tasmu, tugasmu itu hanyalah menjadi Hunter Pengangkut, dan tak perlu ikut campur!” bentak Marvelo. Beberapa Hunter melihat hal itu, nada keras Marvelo mampu membuat yang lain melihatnya lagi.
Bagi para Hunter, seorang Hunter rank tinggi apalagi masuk dalam Guild dan memarahi seorang Hunter biasa itu hal lumrah. Mereka mempunyai keistimewaan, para Hunter rank Kuat selalu harus dihormati. Mereka adalah pahlawan, sedangkan Hunter rank rendah hanyalah seorang sampah dan tidak berguna.
Metry melihat hal itu, dia menenangkan Marvelo untuk membela Dinan yang dimarahi oleh Marvelo.
”Sudahlah, mungkin dia hanya terlalu khawatir. Kamu juga tidak perlu marah di dalam portal. Kekuatan kita sedang dibutuhkan dalam menyelesaikan misi ini. Jangan membuang energi dengan sesuatu yang tidak perlu,” jelas Metry.
”Benar kata Metry,” kali ini giliran Rhoma sang ketua tim, ”Marvel, apakah sudah selesai instalasi dan pemasangannya!”
”Sudah kapten!”
Dinan pun hanya diam dan Marvelo meninggalkannya. Metry melangkah melewati Dinan, dia berpesan padanya agar tidak menyinggung Hunter tingkat rank tinggi. Mereka biasanya sangat mudah marah dan temperamental.
Dinan berterimakasih pada Metry. Benar, semua sudah terjadi pada semua Hunter. Mereka yang merasa memiliki kekuatan besar dan memiliki rank Hunter tinggi. Mereka selalu merasa sebagai tuan, mereka menganggap rendah Hunter lainnya yang lebih rendah.
Dan itu terjadi, dimanapun! Namun kali ini, Dinan memang tahu bahwa portal ini sangat berbahaya dan mereka tidak menyadarinya.
[Hunter Dinan, Kalahkah Nomad. Mereka adalah pasukan High ORC yang merupakan ORC tertinggi atau panglima dari semua ORC. Bos Monster mereka adalah, White ORC. Kekuatan penyerapan energi akan dilakukan otomatis jika para monster dikalahkan!]
Sistem lagi, Dinan sudah paham akan hal itu. Musuh kali ini, jika para Hunter tahu. Mereka mungkin akan memilih untuk mundur. Mereka memang bisa bertahan, tapi untuk menang melawan White ORC. Dinan meragukan kemampuan mereka semua. Meskipun, mereka bekerjasama dengan baik.
Hal ini karena mereka semua, empat orang adalah Hunter Rank A. Mereka butuh satu orang untuk seorang Hunter Rank S, jika mereka ingin memenangkan pertarungan dengan para monster tersebut.
Dinan pun kemudian berkumpul kembali dengan para Hunter, mereka para Hunter masih berbincang dengan santai. Mereka merasa masih akan menang, Hunter Marvelo sudah tidak memperhatikan Dinan lagi, pasti dia sudah lupa pernah memarahi seorang Hunter rank rendah karena setiap hari mungkin dia selalu memarahi para Hunter rank rendah di Guild-nya atau pun di luar Guild.
”Kamu jangan pernah membuat para Hunter kuat itu marah, Dinan,” suara Nen berbisik. Nen merasa kasihan pada Dinan sudah mendapatkan perlakukan tidak mengenakkan dari Hunter Marvelo. Nen juga tahu, Marvelo terkenal sebagai Hunter yang cepat terbawa emosi.
”Terima kasih sarannya,” Dinan pun tersenyum pada Nen sambil membenahi tas di punggungnya.
”Tunggu sebentar!” itu adalah suara Rhoma. Dia merasakan hawa kedatangan makhluk monster yang mendekat ke arah mereka. Seharusnya, tim maju untuk menjadi umpan sehingga menarik mereka untuk datang ke arah jebakan. Hal itu membuat semuanya waspada. Apakah mereka sudah ketahuan sebelum memancing para monster tersebut?
Hunter Rhoma teringat sesuatu, tentang sesuatu yang dikatakan Dinan para Marvelo. Apakah itu sesuatu tentang sense atau sejenis kemampuan yang mampu merasakan energi tanpa alat pengukuran.
Rhoma berbalik dan mendekati Dinan, ”Dinan, apakah kamu tadi bilang kalau portal ini telah berubah dimensi pengukurannya?” tanya Rhoma pada Dinan. Dinan sempat diam, namun karena Rhoma butuh jawaban dan menunggunya. Dinan pun menganggukkan kepalanya.
”Benar Hunter Rhoma, saya merasakan bahwa Portal dimensi yang kita masuki naik menjadi satu tingkat pengukurannya.”
”Itu tidak mungkin Kapten!” kata Marvelo menyela, ”Bagaimana mungkin Hunter rendahan seperti dia mampu merasakan sense pengukuran dimensi portal? Itu tidak masuk akal dimana saya dan anda tidak bisa melakukannya bukan?”
Rhoma melihat Dinan, dia melihat tanpa ekspresi. Wajah itu polos dan tenang, tidak ada keraguan dan kebohongan dalam sorot matanya. Jika memang apa yang dikatakannya benar, maka itu bisa saja terjadi. Sebagai Hunter yang sudah berpengalaman lebih lama, Rhoma tahu bahwa ada beberapa Hunter yang memang mendapatkan skill khusus saat ujian di menara. Mereka bisa mendapatkan skill dengan kekuatan sense di atas rata-rata.
Bisa jadi, Dinan adalah salah satunya. Meskipun rank Hunternya rendah, jika dia mendapatkan skill khusus saat ujian di menara, maka hal itu bisa terjadi.
”Metry, lakukan pengukuran ulang!” Persoalan ini sangat penting. Jika Dinan benar, maka mereka telah salah dengan melangkah lebih dalam masuk di portal ini.
Metry langsung paham, dia mengeluarkan alat pengukuran seperti kompas dari balik tas kecil di pinggangnya. Dia melakukan pengecekan sederhana dengan menekan tombol pengukurannya.
Tut! Tut! Tut!
Poin pengukuran bekerja dan berputar dengan cepat. Beberapa detik dan angka pengukuran berhenti. Semua Hunter penasaran dengan hasilnya, saat hasilnya keluar dan Huruf yang keluar menandakan bahwa portal dimensi itu memiliki ukuran yang muncul.
Semua mata kaget melihat hal itu, hurus yang keluar adalah Portal Rank A.
Jadi, mereka sekarang sedang berada pada portal dimensi dengan ukuran dimensional rank A. Jadi, ini adalah bahaya besar.
Belum sempat berpikir ulang dan apa yang harus mereka lakukan. Dari kejauhan, pohon-pohon terlihat tumbang. Dan beberapa monster besar menyibak pepohonan. Mereka adalah ORC besar dan ORC kecil. Mereka bermunculan satu persatu dan mulai terlihat cukup banyak.
ORC Besar bisa setinggi lima meter dan ORC kecil berukuran dua meter. Mereka semua melihat Hunter yang berjumlah 9 orang, dan mereka mulai menatap tajam dan menampakkan gigi-gigi tajam mereka.
”Siap bertarung!” teriak Rhoma. Mereka pun bersiap dan dua Hunter Pangangkut mundur ke belakang. Formasi di buat dan pertempuran itu tak bisa dihindari lagi.