Sang Pelindung Bumi

Bertahan, Stok Makanan Habis

Hunter Geno mengorbankan diri, Rhoma kaget dan terpental di dekat Goa. Para Hunter tahu kalau para ORC itu menuju ke arah mereka. Rhoma masih tak percaya dan hendak menyelamatkan Geno. Namun, dia ditarik oleh yang lainnya dan Metry membuat penghalang dengan sisa kekuatannya. Goa tersembunyi dan menjadi samar dengan kondisi lingkungan.

Para Hunter berada di dalam goa, mereka semua tak berdaya dan gelisah. Satu rekan mereka, sudah terbunuh dengan serangan panah yang kuat. Bagaimana mereka bisa memasuki sebuah portal yang sangat mengerikan seperti ini?

Nen cemas dan bahkan meneteskan airmatanya, Dinan menenangkan Nen.

”Aku hanya ingin bisa pulang ke keluargaku, tidak peduli untuk menjadi Hunter. Aku hanya terpaksa menjadi Hunter dan mendapatkan uang untuk mereka!” kata Nen sambil meneteskan airmatanya. Dia hanya ingin pulang.

”Kita akan pulang dengan selamat, masih ada para Hunter kuat yang melindungi kita, Nen.”

”Apakah kamu tidak melihat, bahkan sang pemimpin Rhoma sekarang sudah tidak berdaya.”

Benar saja, Dinan melihat bahwa Rhoma kini bersandarkan pada dinding goa. Melihat salah satu dari mereka mengorbankan dirinya, itu membuatnya sedikit shock. Itu bisa dipahami karena Rhoma adalah pemimpin dari tim ini, dia bertanggung jawab pada semua tim yang berada dalam Timnya.

Semua tampak bersedih di depan goa para Orc tidak bisa menemukan mereka. Mereka kehilangan jejak, Metry menggunakan kekuatannya dan merasakan bahwa para Orc itu sudah pergi dan tak menemukan mereka. Mereka dapat selamat untuk beberapa saat, namun mereka harus waspada jika para Orc itu akan menelusuri dan mencari mereka terus-menerus.

”Apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Nico, dia gelisah dan memukul dinding goa.

”Tidak ada,” Marvelo menyandarkan tubuhnya ke dinding goa, ”Kita akan di sini menunggu bantuan datang!”

Tim yang tersisa dari tim utama raid, mereka tinggal enam orang; Rhoma, Marvelo, Metry, Nico, Hans, dan Bella. Mereka semua sudah lelah dan tak berdaya, mereka semua diam dan tak ada yang bersuara. Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing dan mengingat rekan mereka yang mati.

Rhoma menyadari hal itu, tak ada gunanya lagi bersedih. Dia ingat pesan terakhir dari Geno, dia harus menjaga semua timnya. Mereka semua harus selamat keluar dari portal ini. Itu benar!

”Semuanya, jangan putus harapan. Kita akan bertahan dan melihat besok hari, semoga saja para Hunter di Guild segera menyadari jika pengukuran rank dimensional telah naik. Jika mereka tahu, maka mereka akan segera datang.”

Rhoma pun bangkit, dia tak boleh terlihat lemah. Jika dia terlihat lemah, maka semua Hunter juga akan melakukan hal yang sama. Rhoma menuju goa lebih dalam, dia menemukan beberapa kayu dan juga lainnya untuk digunakan. Hari mulai sore, hal itu dapat dirasakan oleh para Hunter. Mereka akan menginap di dalam goa tersebut. Api dibuat, dan mereka sedikit merasa lebih hangat.

Rhoma masih memikirkan bagaimana kabar tiga orang Hunter penambang, mereka memang berada di awal permulaan masuk ke portal ini. Rhoma hanya berharap bahwa mereka bertiga baik-baik saja dan dapat menemukan tempat untuk beristirahat serta menghindari para Orc Champion atau Nomad dengan bos mereka, White Orc.

Malam itu, mereka membuka tas pengangkut yang dibawa Nen. Sayangnya, semua kaget karena tas yang dibawa oleh Nen sudah tidak ada. Nen baru ingat kalau dirinya lari ketakutan dan meninggalkan tas berisi makanan. Semua Hunter sempat memarahi Nen, namun Rhoma menghentikannya.

Kini, mereka semua sedang dalam kondisi yang cukup sulit. Untungnya, Dinan memberitahu bahwa di dalam tas yang dia bawa, masa ada makanan meskipun sedikit. Dinan sudah paham hal itu, dia memang membawa makanan dari tas Nen sedikit ke dalam tasnya.

Hal itu juga menyelamatkan Nen untuk disalahkan terus-menerus. Nen pun berterima kasih pada Dinan.

Mereka tertolong, untuk malam ini, mereka masih bisa mendapatkan makanan.

”Saudara Dinan, bagaimana kamu bisa memiliki makanan di dalam tasmu? Sebelumnya, tasmu hanya berisi perlengkapan dan tasku berisi makanan,” Nen masih saja penasaran saat duduk bersandarkan goa di sebelah Dinan.

Dinan pun tersenyum, ”Sebelumnya, aku melihat kamu terlalu berat membawa tas, jadi aku memasukkan beberapa makanan ke dalam tasku,” jawab Dinan. Hal itu membuat Nen menjadi paham. Namun sebenarnya, Dinan sudah mengambilnya setelah Nen meninggalkan tasnya dan membawa beberapa makanan dalam tasnya.

Malam itu, mereka tidur dan pagi harinya, Metry mencoba keluar dari goa. Sudah pagi, namun tidak ada yang berani keluar. Metry merasakan masih ada satu atau dua Orc Nomad atau Orc Champion yang terlihat dari kejauhan. Metry pun kembali dan mengabarkan hal itu pada semua Hunter.

”Sepertinya, kita memang harus bertahan hingga esok hari. Besok adalah hari terakhir bagi portal ini bertahan. Jika sampai besok para Hunter tidak dateng dari Guild, maka Portal Crash akan terjadi,” Marvelo mencoba memahamkan lagi pada yang lain.

Benar, jika portal tidak diselesaikan. Besok, para monster itu akan keluar dari portal dan mengacau di bumi. Mereka akan membuat kerusakan dan kehancuran di dunai nyata. Portal yang terbuka akan memaksa siapapun yang tersisa di dalam portal untuk keluar, termasuk para monster dan juga Hunter.

Itu adalah jalan satu-satunya mereka semua selamat, keluar dari portal dan bertarung dengan para monster itu di luar portal. Hal itu akan membuat banyak Hunter dari Asosiasi dan pasukan pertahanan akan membantu, termasuk Hunter dari Guild. Mungkin, itu adalah jalan yang tersisa untuk mereka.

”Apa tidak ada jalan lain?” Hans yang merupakan Hunter Assasin kini bicara, ”Apakah kita tidak bisa membunuh para monster itu satu persatu? Kita pasti bisa dengan menjebak satu persatu bukan?”

”Bodoh! Apa kamu pikir para Orc Nomad itu akan diam saja! Mereka kuat dan memiliki sense tinggi. Jika satu mati, maka mereka akan mencari kita dan menghancurkan semua tempat!”

Kini, mereka semua terlibat masalah internal. Apa yang harus mereka lakukan, itu semua akan menjadi penentu keselamatan mereka semua.

”Stok makanan kita habis, kita bisa tak berdaya jika ada masalah,” suara Bella dia memecah kesunyian.

Sedari tadi, Rhoma mendengarkan mereka. Dia masih memikirkan alternatif apa yang harus dilakukan. Dia sudah tak sanggup lagi melihat kematian salah sati tim-nya seperti saat terakhir dia melihat Geno. Semua langkah harus dilakukan dengan matang, kini Rhoma merasa tidak berdaya sama sekali.

Namun begitu, Orc Nomad adalah lawan yang sangat kuat. Biasanya, itu adalah bosa monster dan mengalahkannya harus menggunakan semua kekuatan Hunter. Dan kini, itu adalah pasukan dari White Orc. Artinya, White Orc memiliki kekuatan yang sangat mengerikan.

”Kapten, Kapten!” suara Metry menyadarkan Rhoma yang sedang berpikir keras.

”Apa yang harus kita lakukan sekarang, Kapten?” semua mata menatap Rhoma, mereka semua percaya pada Rhoma. Ketua Tim, tetaplah ketua Tim. Dia pasti punya pertimbangan yang lebih matang daripada yang lainnya.

Semua kini mempercayakan keputusan untuk mereka semua pada sang kapten. Maka, Rhoma pun menyadari hal itu dan dia merasa bahwa beban sebagai pemimpin sangat berat di saat seperti ini. Apa yang harus dilakukan?

”Kita akan bertahan di sini. Aku akan keluar untuk mencari tas ransel yang dibawa Hunter Nen. Jadi, kita akan bertahan hingga portal mengalami Crash, atau menunggu Hunter dari Guild menyelamatkan kita. Kalian tetap tenang di sini.”

Keputusan itu, adalah keputusan terbaik yang dipikirkan oleh Rhoma. Semua Hunter memahami, beban seorang pemimpin itu berat. Dia bahkan mencoba menenangkan yang lain untuk tetap tenang dan dirinya akan keluar untuk mengambil makanan di dalam tas ransel yang tertinggal.

”Apakah ada di antara kami yang akan ikut?” tanya Metry, dia merasa bahwa Rhoma ingin berkorban untuk yang lainnya.

”Tidak perlu, aku bisa menjaga diri. Aku memiliki kekuatan tertinggi di sini. Jika ada apa-apa, aku hanya tinggal menggunakan kekuatanku untuk lari.”

Semua terdiam. Rhoma pun bersiap dan mempersiapkan semuanya, peralatan yang tersisa di dalam tas Dinan dan juga senjata. Dia pun keluar, semua pun terdiam. Meskipun mereka Hunter yang selalu dihormati di luar sana, mereka dihormati oleh para manusia biasa. Namun kali ini, nyawa mereka adalah taruhannya. Mereka benar-benar merasa sangat lemah dan payah.

Hunter Rhoma pun mencapai bibir goa dan bersiap untuk pergi, penghalang yang dibuat Metry mulai samar. Namun, para Hunter menutupinya dengan batu besar agar lubang goa tidak terlalu terlihat.

Rhoma melihat ke depan, terlihat aman. Dia harus cepat dan menyelinap.

Klap!

Rhoma kaget karena sentuhan tangan di pundak kanannya. Itu adalah Dinan yang sudah berada di belakangnya.

”Ada apa, Hunter Dinan. Kamu sebaiknya di dalam saja,” kata Rhoma. Dia sendiri cukup kaget karena tidak merasakan kehadiran lelaki pengangkut tersebut. Namun, mungkin itu karena dirinya terlalu cemas dan khawatir.

”Saya akan mengikuti anda, Hunter Rhoma.”

”Kenapa kamu melakukannya Hunter Dinan?”

”Saya tahu di mana tepatnya tas ransel itu tertinggal, dan saya juga paham di mana para monster itu bergerak?”

Mata Rhoma seolah tak percaya mendengarkan kata-kata Dinan. Para Hunter di dalam goa tak mendengar mereka. Jadi, kecurigaan Rhoma cukup berdasar sejak awal ketika Dinan meragukan bahwa tingkatan rank dimensional portal ini melebihi rank B. Dan hal itu pun terbukti.

Seperti anggapan Rhoma semula. Para Hunter yang sudah menjalani ujian di menara, mereka memiliki kekuatan yang berbeda, termasuk kekuatan skill tertentu meskipun mereka adalah Hunter dengan Rank rendah.

Bisa jadi, Sense mereka sangat kuat sehingga mereka mampu mendeteksi adanya bahaya. Jadi, dalam kasus ini. Dinan adalah salah satu dari Hunter yang memiliki kemampuan sense yang tinggi.

”Baiklah jika itu adalah kemauanmu, kita akan menuju ke arah tas itu jatuh,” kata hunter Rhoma. Dia juga membutuhkan pemandu agar Rhoma tidak salah arah dan bahkan akan bertemu dengan para monster Orc Nomad.

Mereka keluar dan Hunter Rhoma mengikuti Dinan, Dinan yang memandu jalan karena Rhoma sudah menyerahkan tanggungjawab untuk menuntun dirinya.

Rhoma dan Dinan terus mengendap. Mereka mengisi waktu dengan obrolan ringan dan berjalan menuju tempat tas tertinggal. Mereka berjalan, aman dan tidak ada Orc Champion yang terlihat dimanapun. Di antara pepohonan, Rhoma menyadari kekuatan sense Dinan sangat kuat.

[One Nature diaktifkan, mengukur posisi semua makhluk hidup. Data didapatkan]

Dinan mengetahui posisi para Monster Orc yang menyebar. Dia mengambil jalur lain sehingga tak bertemu dengan satupun para Orc tersebut.

”Kenapa kamu menjadi seorang Hunter, Dinan?” tanya Rhoma sambil terus berjalan. Itu menghilangkan kebosanan dan keheningan.

”Saya ingin melindungi adik saya, Hunter Rhoma. Saya terpaksa menaiki menara dan menjadi Hunter untuk melindungi adik saya. Orangtua saya sudah meninggal karena dibunuh oleh monster saat portal crash.”

Rhoma dapat memahami apa yang dirasakan oleh Dinan. Dia masih muda, dia masih memiliki semangat yang tinggi. Dirinya sendiri sudah berumur empat puluhan tahun, dia menjadi Hunter awalnya juga untuk popularitas dan mencari keuangan keluarga.

Namun, semakin lama. Rhoma memahami bahwa Hunter itu harus ada untuk melindungi kehidupan manusia. Dia harus melawan monster dan melindungi manusia dari ancaman tersebut. Melihat banyak sekali orang yang menjadi korban karena Portal Crash, maka sebisa mungkin Rhoma harus menyelesaikan portal yang bisa dia selesaikan.

Itulah tujuan sebenarnya seorang Hunter.

Perjalanan Dinan sebagai seorang Hunter tentu masih panjang, para pemuda yang akan membuat perubahan di masa depan dan mengakhiri perang yang memunculkan monster di semua tempat di seluruh dunia. Rhoma merasa dirinya sudah tua.

Dia pun menulis sesuatu dalam sebauah kertas yang ada di kantongnya. Dia menulis kalimat singkat yang terpikirkan dalam pikirannya. Dia menuliskan sebuah surat perpisahan untuk keluarganya. Kali ini, mungkin dirinyalah yang akan menyusul Geno dan menyelematkan rekan-rekannya yang lain.

”Hunter Dinan, aku meminta tolong padamu,” Hunter Rhoma berhenti dan Dinan pun ikut berhenti.

”Apa maksud Hunter Rhoma. Kita sudah semakin dekat dengan tas ransel yang dijatuhkan Nen.”

”Bukan itu, saya ingin memintamu untuk menyampaikan sesuatu jika nanti aku tidak bisa keluar dengan selamat dari portal ini. Tolong, berikan kertas ini pada keluargaku dan sampaikan salamku pada mereka,” Rhoma memberikan sebuah kertas pada Dinan. Kertas yang sudah dilipat dengan baik.

”Paman Rhoma,” Dinan memanggil Paman karena memang dia lebih tua, sama seperti paman Agra yang dulu menyelamatkan hidupnya. Paman Agra bahkan meninggalkan surat yang belum diberikan pada puterinya.

”Tidak pamah, kita akan selamat dari portal ini. Kita harus yakin akan hal itu.”

”Iya, aku juga berdoa kita semua akan selamat. Tapi tolong, jaga kertas ini dan sampaikan pada keluargaku jika aku tidak bisa keluar dari portal ini. Ini adlaah perintaan terakhirku, Dinan,” Rhoma mengangguk dan sangat berharap. Dinan pun tak bisa menolak hal itu. Namun, Dinan akan berharap bahwa mereka semua akan selamat dan itu akan dilakukan oleh Dinan.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!