Sang Pelindung Bumi

Melawan Tiga Makhluk Besar

”Manusia! Apa yang membawamu masuk kemari!” teriak Ligra, kedua tangan kecil bergerak-gerak. Saat dia berbicara, maka kedua tangan itu naik ke atas dan ke bawah bergantian, kanan dan kiri, kiri dan kanan.

Ligra mewakili kedua monster besar lainnya. Tinggi Ligra hampir sama dengan gedung-gedung yang tinggi tersebut.

Dinan maju ke depan dan berhanti. Dua monster di kanan dan kiri, Ligra berada di depan Dinan dan mereka semua menantikan apa yang akan dikatakan Dinan.

”Aku datang untuk mengambil, Blue Eyes. Aku harap, kalian memberikannya dengan damai!”

”Ha..., ha..., ha...!” Ligra, Oson dan Sarken. Ketiganya tertawa bersamaan dan tubuh mereka pun ikut bergerak-gerak karena mulut mereka terbuka dengan lebar. Mereka tertawa dengan kadatangan seorang manusia yang ingin mengambil Blue Eyes.

Apakah bumi sudah kehabisan seorang pahlawan sehingga mengutus manusia lemah seperti itu untuk mencoba mengambil Blue Eyes?

Oson, ular dengan badan ular besar itu bahkan berdiri di antara gedung. Empat kakinya memegang gedung tinggi, dia pun menjadi tinggi. Kepalanya besar di samping gedung itu dan ekornya sangat panjang. Dia menjulurkan lidahnya.

”Bodoh! Manusia bodoh! Pulanglah segera, atau aku akan memakanmu! Hissss!” Oson mendesis, dia malas untuk bertarung dengan manusai yang bahkan datang dengan tanpa persiapan. Dia pasti akan langsung hancur begitu Oson menyerangkan dengan sekali serangan saja.

”Aku tidak peduli kalian berkata apa, aku hanya ingin pergi dari sini setelah membawa Blue Eyes!”

”Manusia Arogan!”

Sarken, dia sudah tak tahan dengan ocehan manusia itu. Dia melompat dengan sangat kuat, tekanan diberikan. Dia dari sebelah kiri dan dia adalah Gorila gurun dengan dua tanduk di kepalanya. Dia melompat dan hendak menginjak Dinan dengan kedua kakinya yang besar.

Jika saja kakinya itu menghentak ke bumi, maka bumi akan bergoncang dan gedung-gedung besar itu akan runtuhnya seketika.

Brusshh!

[Telekinesis Magic diaktifkan! Anda dapat mengendalikan benda atau makhluk sesuai keinginan anda, semua berdasarkan kekuatan yang anda miliki]

Stun!

Sarken tak bergerak di udara, padahal dua meter lagi kedua kakinya akan menghancurkan manusia itu, dan juga menghancurkan tanah di bawahnya. Namun, Sarken melayang di udara dan dia tak bisa menggerakkan tubuh besarnya sama sekali.

Di bawahnya, Dinan membuka tangan kanannya ke atas dan tepat mengendalikan tubuh Sarken.

Sarken menggunakan semua kekuatannya dan memaksa tubuhnya untuk bergerak. Dia tak peduli, dia tak mau kalah dengan manusia rendahan itu. Dia menggunakan semua energinya, kekuatan besar meledak. Dia kini menyadari bahwa manusia itu bukanlah lawan yang bisa dianggap enteng.

Syuunngg! Brash!

Ledakan energi kuat dan Sarken berusaha melepaskan aliran energi yang mengikatnya.

[Telekinesis anda tidak bisa bertahan lama, musuh memiliki kekuatan besar yang mampu menghancurkan pengaruh sihir telekinesis]

Benar! Dinan merasakan tekanan yang mencoba melawan energi telekinesis yang dikeluarkannya. Makhluk itu telah mematahkan hampir separuh kekuatan telekinesis. Bahkan, Sarken sudah dapat bergerak meskipun melambat. Dia mampu menggerakkan kedua tangannya dan bersiap mengarahkan serangan pada Dinan.

[Pengendalikan telekinesis magic dipatahkan hingga enam puluh persen]

Dinan menggenggam tangannya dengan kuat, aliran energi memaksa tubuh Sarken untuk digerakkan ke samping kanan. Terus melayang ke udara dan dipindahkan dengan kekuatan Dinan. Sarken melawan kekuatan pengendalian itu, Dinan kesulitan dan dia menghantamkan tubuh Sarken dengan melepas energinya.

Blaarrr!

Tubuh Sarken menghantam gedung tinggi, dia menabrak gedung itu dengan bahu kirinya. Gedung tinggi itu hancur seketika tertimpa tubuh besar Sarken.

Oson menggeliat dan berdiri di dekat Dinan. dia mengamuk dan mencabut sebuah gedung dengan keempat tangannya. Bumi bergetar, terjadi gempat. Gedung itu terangkat dengan banyak barang di dalamnya yang berjatuhan. Oson mengangkat gedung yang tersisa itu dan menghantamkannya pada Dinan seluruh gedung yang bisa diangkatnya.

Bruussh!

[Pedang Penghancur Semesta diaktifkan!]

Pedang mundul di tangan kanan Dinan, dia pun menerjang semua bangunan yang dilemparkan ke arahnya. Barang-barang bertabrakan dan menerjang ke arah Dinan. Dinan pun menerjang ke atas dengan pedangnya. Pedang Penghancur semesta mengeluarkan energi kosmik dan apapun yang mengenainya ikut hancur dengan penghalang energi yang dibentuk dari pedang tersebut.

Brush!

Dinan memutar pedangnya, dia juga memutar tubuhnya sambil menerjang maju. Keempat tangan Oson berusaha untuk mengenai tubuh Dinan yang kecil dan sedang melesat ke arahnya.

Pukulan tangan kanan atas dan cengkeraman itu mencoba menangkap Dinan. Dinan meliuk dan menghindari cengkeraman tangan besar Oson.

[Stealth ditingkatkan hingga ke maksimum]

Kecepatan Dinan bertambah, dia melesat lagi, satu pukulan dari Oson kembali dihindari dan Dinan melewatinya.  Terakhir dua tangan milik Oson sekaligus mencoba menahan Dinan dengan kedua tangannya. Dinan juga mengayunkan pedang Penghancur Semesta.

Ledakan energi terjadi. Defensif dari dua tangan Oson dihempaskan oleh Dinan. energi meluap dari pedang Penghancur Semesta dan itu mendorong tubuh Oson ke belakang. Oson terpental dan dia terdorong hingga menabrak beberapa gedung dan mundur. Dia hampir jatuh dan berdiri tegak kembali.

”Hebat juga kamu manusia! Bahkan, aku harus bertahan sampai batas ini! Tapi mulai dari sekarang, bersiaplah untuk menghadapi kekuatanku!”

Empat tangan Oson saling bertemu, pukulan tangan kanan masing-masing bertemu dengan tangan kiri yang terbuka. Dia bersiap untuk kembali menyerang Dinan, namun belum sempat dia mengumpulkan energi. Serangan pedang dengan kekuatan lengkungan energi besar sudah dilepaskan dari arah Dinan melayang di udara.

Oson kaget karena dia baru selesai bicara namun manusia itu sudah melancarkan serangan energi pedang yang melengkung dan menciptakan energi dahsyat.

[Manipulasi kekuatan diaktifkan!]

Bruusshh!

Oson menyilangkan keempat tangannya membentuk huruf X, energi defensif dikeluarkan dan penghalang energi tercipta. Sayangnya, penghalang energi itu masih belum mampu menahan serangan pedang Dinan.

Crak! Crak! Crak! Prang!

Penghalang energi pecah dan serangan energi terus menghantam tubuh Oson, dia terpental dan bergulingan menabrak gedung-gedung tinggi yang sudah terlihat tua. Dia menghancurkan banyak gedung karena terlempar oleh serangan manusia itu.

”Kurang Ajar!”

Ligra berteriak, dia rekannya sudah dihempaskan oleh manusia itu. Rupanya, dia cukup mampu untuk mengimbangi mereka. Bahkan, dia bisa mengeluarkan energi yang sangat besar.

Ligra membuka mulutnya, bola api besar muncul dan selanjutnya. Serangan energi kosmik yang besar dan membara, berkobar-kobar dikeluarkan Ligra. Kepalanya bergerak-gerak untuk membuat api menggulung dan menghantam semua yang ada di depannya. Itu adalah energi yang sangat kaut dan menghempas apapun yang ditemuinya. Gedung dan tanah langsung meledak dan menjadi serpihan debu dan Dinan menghadang serangan itu.

[Supreme Defense Armor diaktifkan. Menahan serangan kuat dan serangan energi, anda menahan serangan kosmik yang besar. Kekuatan defensif ditingkatkan hingga mencapai batas maksimal]

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!