Sang Pelindung Bumi
Hunter, Saatnya Bergerak!
Para Hunter yang berjumlah dua puluh itu, mereka bersiap dan gemetar. Sosok tinggi dan besar itu maju lagi ke depan dan meninggalkan singgasananya. Sepuluh prajuritnya yang masih menekuk satu lutut mereka, mereka masih diam dan belum bergerak.
Hernet, sosok besar yang mengaku pasukan dari Giganos itu mengangkat pedangnya dari pundak dan mengarahkan pada para Hunter. Dia begitu besar dan pedangnya itu mengarah pada para Hunter.
”Jika kalian, manusia. Tidak mau memilih salah satu, maka artinya aku akan membunuh kalian semua dalam waktu sekejap. Jadi, aku memilihkan untuk kalian dan membasmi kalian dalam sekali serang. Setelah itu ..., aku akan segera keluar dari portal dimensi ini dan membantai seluruh penghuni manusia. Setelah aku menaklukkan dunia, maka Rajaku, Giganos. Dia akan menyangjungku dan akan mengangkatku menjadi tangan kanannya!”
Para Hunter masih bingung, mereka tak mengerti sama sekali. Apa itu Giganos? Planet Cyprus? Dan penghancuran bumi! Ini seperti tiba-tiba dan belum pernah dibicarakan dalam literatur apapun soal portal dimensi.
Henry harus memperjelas segalanya, dia pemimpin sekarang.
”Tunggu tuan Hernet! Kami, kami belum mengerti dengan apa yang anda inginkan dan anda bicarakan. Tapi ..., kenapa anda ingin melakukan penghancuran di bumi? Apa salah manusia?”
Hernet tersenyum, ”Manusia yang berani, aku berharap kamu memiliki kemampuan yang cukup dengan keberanianmu. Tapi, aku harus mengatakan padamu, bahwa alasan untuk penghancuran itu, tidak ada! Tidak ada alasan apapun. Karena Rajaku, Giganos. Dia dan bangsaku sedang mencari tempat yang nyaman sebagai pusat kekuatan kamu dalam menguasai alam semesta.
Kami akan menjadikan bumi sebagai pusat tempat kami berkumpul untuk seluruh pasukan dari Cyprus. Kami akan menjelajah ke semua planet di seluruh alam semesta dan menjadikan bumi sebagai pusat komando.”
Para Hunter semakin bingung dengan penjelasan dari Hernet. Bahkan, mereka baru memahami hari ini bahwa ada pasukan khusus dari luar angkasa yang menginginkan bumi sebagai pusat kekuatan mereka. Jadi, mereka pada akhirnya ini mengambil alih bumi dan menjadi pusat kekuatan dan menjadikan bumi sebabai tempat mereka.
Ini adalah penjajahan untuk seluruh manusia. Hal ini tentu tidak bisa dibiarkan oleh manusia manapun.
”Waktu kalian habis! Aku akan memilih dan membantai kalian tanpa harus pertarungan satu lawan satu. Padahal, satu lawan satu adalah merupakan kesenanganku. Namun, aku melihat bahwa kalian semua manusia itu sangat lemah. Jadi, tak perlu satu lawan satu, akan aku habisi kalian sekaligus!”
Hernet mengangkat pedangnya ke atas, energi meluap dan mengelilingi tubuhnya. Para Hunter menyadari mereka akan bertempur. Tekanan yang diberikan oleh Hernet itu mampu membuat mereka tertekan hingga terdorong dengan energi kosmik milik Hernet yang besar itu.
”Hati-hati, semuanya berlindung!”
Teriakan dari Henry dan juga Dokhan tertutupi oleh suara raungan pedang milik Hernet. Dia mengangkat pedangnya, mundur satu langkah dan melesat dengan cepat ke arah para Hunter sambil mengayunkan pedangnya yang besar. Tubuh yang besar dan energi besar, ditambah kecepatannya.
Energi mengelilingi pedang besar Hernet dan seperti energi yang berputar-putar di pedangnya yang terayun.
Hernet melompat dengan sangat cepat ke arah para Hunter. Bros dan Loki, dua Hunter tank, mereka maju dan menggunakan kekuatan senjata mereka untuk membuat shield kuat dan mencoba menahan serangan dari Hernet tersebut.
Bruusshh!
Krak! Kratak!
Penghalang energi maksimal dari kedua tank, hal itu hanya bisa bertahan satu detik saja dan penghalang itu pecah. Keduanya bahkan merasa energi membakar seluruh tubuh mereka. Dua senjata yang mereka pegang bahkan hancur, dan mereka tak bisa melakukan apapun kecuali melihat Hernet yang besar sudah melewati keduanya.
Hernet tidak hanya melewati Bros dan Loki, namun keduanya sudah ditebas dengan energi pedang dan mereka terjatuh untuk tidak akan bangun lagi. Semua Hunter tak bisa berkata apa-apa lagi. Dua tank terbaik, mereka bahkan seperti rumput yang ditebas dan langsung jatuh ke lantai goa.
Para Hunter gemetar dan mundur secara tak sadar, Hernet turun dan melewati dua mayat dari Hunter yang sudah diselesaikan oleh Hernet. Dia berjalan lagi dan dua mayat ada di kanan dan kirinya. Dia pun tertawan lepas melihat bahwa manusia sangat lemah dan tidak seperti yang diceritakan oleh para sejarawan di planet Cyprus.
”Ha ..., ha..., ha...!” tawa Hernet menggelegar dan memenuhi goa, memantul dan menimbulkan kengerikan dari Hunter yang tersisa. 18 Hunter melotot tak percaya bahwa dua rekan kuat mereka, dimusnahkan dalam hitungan yang sangat cepat.
Kini, para Hunter tahu. Musuh besar di depan mereka, Hernet. Dia adalah musuh yang tidak akan mungkin bisa mereka hadapi dengan kekuatan Hunter mereka. Jika itu adalah Hunter Rank S, mungkin dia akan bisa mengimbangi dan bertarung dengan Hernet. Kini, mereka seolah terpaku di bumi dan tak bisa bergerak kecuali gemetaran.
Apa yang terjadi?
Semua Hunter yang ersisa, mereka bingung hendak melakukan apa. Dua orang rekan mereka terbunuh di depan mereka dengan mudah. Namun, Henry dan Dokhan merasa bahwa mereka tak boleh diam saja. Harus ada yang selamat dan memberi peringatan pada para Hunter lainnya. Jika mereka terbunuh di sini semua, maka tidak ada yang akan mengingatkan para manusia di bumi.
”Jika ada kesempatan, kalian harus lari dan memberitahu soal ini. Aku akan menghalangi dia sebisa mungkin!” Henry menguatkan tangannya, kakinya dijejakkan dengan kuat. Memegang pedangnya dan mengeluarkan energi terkuatnya. Dia harus bisa menjadi seorang pemimpin yang mati dalam membela manusia dan melindungi para Hunter.
Dokhan juga berada di sebelahnya dan menganggukkan kepalanya pada Henry. Keduanya memang berbeda Guild, namun dalam kondisi seperti ini. Mereka hanya akan bersatu untuk melindungi bumi.
Hernet suka melihat mereka mencoba saling melindungi dan mencoba melawan dirinya. Dia mengangkat pedangnya lagi ke atas dan bersiap untuk menyerang. Ini akan mengasyikkan baginya. Ada perlawanan, maka itu semakin membuatnya senang. Energi kuat muncul kembali menyelimuti pedang besarnya.
Para Hunter di belakang Dokhan dan Henry, mereka tak mau diam saja. Sudah saatnya untuk mati-matian bertarung. Mereka mempersiapkan kekuatannya, jika ada kesempatan maka Hunter Assasin atau Hunter Support yang bisa kabur.
Jadi, mereka akan melawan meskipun kaki mereka gemetaran.
Hernet mengangkat pedang ke atas, semua Hunter bersiap. Dan saat itu, Hernet tidak bergerak dan mengayunkan pedangnya ke tanah. Energi yang besar menyelimuti pedangnya dan menghantam ke bumi.
Retakan di bumi dan meledak, energi keluar dari pedangnya dan membesar hingga ke arah para Hunter.
Booom!
Para Hunter melompat ke kanan dan ke kiri untuk menghindari energi serangan kuat dari efek pedang Hernet. Kepulan asap terlihat dan mereka baru tahu, bahwa parit besar selebar tiga meter dan panjang itu telah membelah tanah goa dan itu merupakan peringatan dari Hernet bahwa dia sangat kuat!
Ha.. ha.. ha..!
Tawa Hernet, dia menikmati keseruan membuat para manusia itu gemetar dan ketakutan. Setelah mental mereka jatuh, saat itulah kesenangan sebenarnya bagi Hernet dan akan membunuh mereka saat mereka sudah tak lagi memiliki semangat bertarung. Itu sungguh mengasyikkan bagi Hernet.
Di luar portal Ganda, Dinan merasakan bahaya yang sangat kuat. Dia harus melindungi Raymond! Aku harus bergerak, dan Dinan hendak pergi beberapa langkah.
”Hunter Pengangkut! Mau kemana kamu?” teriak James karena melihat Dinan mau pergi.
Dinan kaget, ”Saya mau buang air kecil!”
James tersenyum, ”Baiklah, taruh saja tasmu dan jangan lama-lama.”
”Baiklah ...,” Dinan menaruh tasnya dan menyelinap di salah satu tikungan goa, saatnya untuk bergerak!