Sang Pelindung Bumi
Belial dan Lantai 100
Dinan bertahan dari Api yang meledak di seluruh tempat, kekuatan Belial sunguh luar biasa dengan apinya yang berkobar-kobar.
[Defense Armor menahan api dari Belial! Kerusakan 20 persen]
Defense Armor sudah diupgrade dengan tingkat tertinggi namun masih bisa tembus oleh kekuatan dari Belial. Sungguh luar biasa kekuatan api yang dikeluarkan dari ledakan Belial.
Dinan merasakan panas yang luar biasa, Dia masuk dalam jangkauan ledakan yang besar dari Belial. Belial kembali berteriak dan melihat Dinan yang terpental karena ledakan apinya tadi.
”Sejak aku diciptakan, aku menunggu momen ini. Aku menunggu seorang manusia yang datang untuk aku habisi. Aku diciptakan untuk menghadang manusia yang akan melewati dimensi ini. Sejak itu aku menunggu hingga saat ini, aku sudah bosan! Kamu datang juga, Manusia!”
Dinan kaget, baru kali ini dia menemukan monster yang dapat berbicara dengan manusia. Dan dia mengatakan kalau selama ini diciptakan? Artinya dia khusus diciptakan di menara ini untuk menjadi penghalang Hunter yang memasuki lantai ini untuk bisa naik ke lantai 100.
”Siapa namamu Manusia? Aku akan mengenang dirimu dalam ingatanku. Jika kamu bisa mengalahkanku, maka kamu akan bisa bertemu dengan pencipta menara ini!”
Suara dari Belial itu seolah menandakan bahwa dia terlalu gembira, karena ada seorang manusia yang mampu mencapai lantai 99 ini. Dia pasti merasa bosan karena tidak pernah bertemu dengan manusia sama sekali sejak menara diciptakan.
”Aku adalah Dinan, dan aku akan mengalahkanmu, Belial!”
Jawaban Dinan itu membuat Belial terpingkal-pingkal dan dari napasnya keluar hawa panas dan abi yang berkobar. Belial itu memiliki api yang berkobar sangat kuat di setiap lubang tubuhnya. Tanduknya yang berkobar, lubang hidung, lubang telinga, lubang mulut dan juga pori-pori Belial semuanya mengeluarkan api.
Saat dia tertawa, tubuhnya bergoncang dan api juga terlihat seperti pompa yang kadang keluar dengan energi panas kemudian kembali lagi mengecil.
”Jangan bercanda wahai manusia, kau tidak akan bisa mengalahkanku dengan kemampuanmu itu! Aku diciptakan sebagai puncak dari kekuatan terbesar di menara ini. Jika kamu bisa mengalahkanku. Maka, kamu akan mendapatkan hadiah besar di dalam menara ini!”
Belial ini sungguh sombong, tapi itu sesuai dengan kekuatannya. Bahkan, Armornya saja sudah tertembus dengan kekuatan apinya dan itu bukan kekuatan yang sebenarnya, itu baru permulaan.
”Bersiaplah manusia, kita bertarung dengan adil!”
Dari langit sana, ada lingkaran portal yang sangat besar. Besarnya bahkan seperti besarnya sebuah kota. Belial mengangkat tangannya dan mengambil sesuatu dari lingkaran portal besar itu.
Sebuah pedang diambil oleh Belial. Pedang yang memiliki kekuatan energi api yang benar-benar membakar apapun yang berada di sekitarnya.
[Pedang Penghancur Semesta muncul, Belial menggunakan seluruh kekuatannya!]
Pedang yang sangat besar. Great Sword. Pedang itu memiliki aura yang mengerikan. Itu terlihat seperti pedang yang bahkan bisa menghancurkan seluruh dunia.
”Bersiaplah Manusia! Tahan serangan ini jika kamu bisa!”
Mata Belial membesar dan menyala. Dia mengayunkan pedang besarnya itu, dia melihat Dinan yang begitu kecil. Jika saja pedang itu mengenainya, maka tempatnya berpijak pasti ikut hancur berantakan.
Dinan tidak boleh main-main lagi. Ini benar-benar kekuatan yang di luar batas imajinasi seseorang. Kekuatan yang sangat dahsyat!
Defense Armor diaktifkan!
Pedang besar itu mencoba mendekati Dinan, pedang itu dengan kekuatannya sudah berada sejajar dengan perut Belial. Kekuatannya saja sudah dapat dirasakan, damage dari serangan itu pasti besar.
[ Manipulasi waktu diaktifkan! ] Kemampuan manipulasi waktu didapatkan Dinan saat menghadapi Bos Monster dengan tipe pengendalian waktu di lantai 79.
Waktu melambat sehingga membuat serangan Belial menjadi sedikit lambat, namun Belial mengetahui itu. Kekuatannya ditahan dengan kekuatan waktu, Belial menambah energi kekuatannya. Manipulasi waktu dipatahkan meski tidak semuanya. Pedang masih bergerak ke arah Dinan.
[Pedang Fire Dragon ditingkatkan dengan level tertingi!]
Pedang yang sudah ditempa oleh Dinan dengan kekuatan level dan juga pengalaman perangnya. Pedang itu siap menahan serangan dari pedang Penghancur Semesta milik Belial.
Brush!
Sebelum pedang bertemu pedang, energi dari kedua pedang sudah bertemu duluan. Hembusan angin marah dan seolah angin bertabrakan dan menimbulkan goncangan. Gedung bertingkat yang ada di sekitar mereka bahkan pecah karena energi keduanya yang bertemu. Mobil-mobil di pinggir jalan beterbangan.
Dinan tertekan, kekuatan Belial luar biasa. Dia ditekan dan kakinya mulai turun ke tanah, pijakannya mulai pecah dan dia ditekan demikian kuat. Pedang yang luar biasa dari Belial tersebut.
”Menyerahlah, dan matilah kembali manusia!” teriak Belial sambil menekan dengan kekuatan penuh. Pedang besarnya terus menekan dengan energinya. Pedang itu akhirnya bertemu dengan pedang Dinan.
Pedang Fire Dragon dan pedang Penghancur Semesta bertemu.
Klang!
Benturan energi benar-benar pecah dan bahkan menghancurkan semua tempat di sekitar mereka. Gedung-gedung pencakar langit di sekitar mereka hancur lebur bagai debu beterbangan.
Dinan terus ditekan. Dia mengalami luka dan pertahanannya mulai tembus. Apakah ini adalah kekalahannya? Jika dia kalah disini dan mati, maka dia akan mengulangi dan direset untuk bertempur melawan satu juta Uzain lagi, itu sungguh merepotkan!
Dinan tak mau mati lagi, di depan matanya nampak senyum kedua orangtuanya. Dia teringat pesan kedua orangtuanya saat monster menyerang keluarganya.
Saat itu, Portal Crash pecah. Semua orang berhemburan lari, monster Orc sebesar gajah masuk dan menghancur rumahnya.
Monster itu tidak hanya satu, ada tiga dan semuanya menggunakan senjata pemukul dan juga pedang yang sudah berlumuran darah.
Saat itu, Orangtua Dinan menuntun lari kedua anaknya, Dinan dan Dion. Dion masih kecil.
”Dinan! Kamu harus kuat. Lindungi adik-adikmu! Ayah dan ibumu akan memperlambat monster-monster itu,” Ayah Dinan memegang kedua pundak Dinan dan meyakinkannya, ”Kamu adalah pria yang kuat! Kamu harus menjaga adikmu dan jangan pernah jadi seorang yang lemah!”
Saat itu, Dinan hanya bisa bersedih. Saat kedua orangtuanya mengorbankan diri mereka dan terbunuh oleh para Orc besar itu. Dinan melihat kematian orangtuanya, dan Hunter berdatangan setelah orangtuanya meninggal. Dinan harus melindungi adiknya, dia bukan seorang lelaki yang lemah!
Mata Dinan bercahaya, dia tidak takut lagi pada apapun. Belial merasakan ada energi yang sangat kuat menahan serangan pedangnya. Padahal sebelumnya, tinggal sekejap lagi dia akan menghancurkan manusia yang bernama Dinan itu.
One Nature diaktifkan!
[Energi alam akan melimpah dan diserap sesuai dengan kekuatan]
Energi dari setiap sudut tempat berkumpul dalam diri Dinan. Tubuhnya bercahaya dan energinya tampak meluap-luap.
”Aku bukanlah orang yang lemah! Aku akan melindung keluargaku, aku akan melindungi mereka! Meskipun aku harus menghancurkan seluruh menara di dunia ini!”
Energi besar terus berkumpul. Dinan merasakan kekuatannnya hampir saja meledak. Namun, dia butuh kekuatan yang besar untuk dapat mengalahkan Belial. Pedangnya semakin bercahaya dan energi mengalir dalam pedang itu.
Skill Death Strong diaktifkan!
[Kekuatan penuh dari title Death Strong diaktifkan, Hunter telah mengalami kematian ribuan kali dalam menara. Semua rasa sakit kematian ditingkatkan menjadi kekuatan pada mode penuh]
Dinan merasakan tubuhnya begitu bertenaga. Dia mengangkat kekuatan pedangnya dan menghalau pedang Penghancur Semesta milik Belial. Pedang Belial terpental karena hantaman dari pedang Dinan.
”Tidak mungkin manusia! Aku adalah Belial, King of Hell! Aku adalah makhluk terkuat di menara! Tidak ada yang bisa mengalahkanku!”
Belial marah dan api berkobar-kobar memenuhi tubuhnya. Api terus membakar tubuh Belial dan dia merasakan energinya terus meningkat.
Dinan mempersiapkan pedangnya kembali dan siap mengakhiri pertempurannya dengan Belial.
[Teleportasi diaktifkan!]
[Telekinesis diaktifkan!]
Dinan menghilang dengan berpindah, telekinesis membuat tubuh Belial dipaksa melayang di udara. Belial tak paham dengan kekuatan kontrol atas dirinya, itu adalah kekuatan yang dapat mengangkat sesuatu. Namun, bagaimana bisa Dinan memiliki kekuatan besar itu untuk mengangkat seorang monster besar seperti Belial!
Dinan muncul di atas langit dan dengan kecepatan tinggi, Dia melesat dan mengangkat pedangnya ke atas. Kecepatannya melebihi kecepatan cahaya dengan energi kilatan cahaya yang memenuhi dunia.
Bruusshh!
Belial tak bisa bergerak dan Dinan melewati tubuhnya, dan membelah tubuh Belial menjadi banyak bagian karena kecepatan serangan Dinan.
Dinan menembus tubuh raksasa itu dan mendekat tanah. Tubuh Belial hancur dengan serangan kuat Dinan.
[Belial, King of Hell, Raja lantai 99 telah dikalahkan! Pintu menuju lantai 100 akan terbuka untuk anda!]