Sistem Penukar Kenangan

Kenangan yang Tidak Bisa Kuingat

Malam itu, langit di atas taman terlihat lebih gelap daripada biasanya.

Awan hitam menggantung rendah, menutupi cahaya bulan dan bintang. Angin dingin berembus pelan, membawa aroma tanah basah sisa hujan sore tadi.

Arya berdiri dengan napas memburu di hadapannya, Naila dan Void Hunter masih saling berhadapan.

 

Aura keperakan yang menyelimuti tubuh Naila berpendar terang di tengah kegelapan.

Sementara itu, kabut hitam yang mengelilingi Void Hunter terus bergerak seperti makhluk hidup.

 

Arya baru menyadari satu hal. Shadow Ghoul yang hampir membunuhnya beberapa hari lalu ternyata bukan apa-apa dibanding makhluk yang berdiri di depannya sekarang perbedaannya terlalu jauh.

 

Seperti membandingkan seekor serigala dengan harimau lapar. Void Hunter tersenyum tipis.

 

Matanya yang abu-abu menatap Arya penuh ketertarikan. "Aku bisa mencium aroma sistemmu."

Arya merasakan hawa dingin menjalar di punggungnya. "Aroma pengguna baru selalu menarik."

Naila langsung melangkah maju. "Tutup mulutmu."

 

Void Hunter tertawa kecil. "Apa kau takut dia mengetahui kenyataan?"

Tatapan pria itu beralih kepada Arya. "Sistem itu tidak menyelamatkanmu."

"Dia sedang memakanmu perlahan."

Jantung Arya berdetak lebih cepat, kalimat itu terasa seperti pisau yang menusuk tepat ke dalam pikirannya karena sebagian dari dirinya tahu itu benar.

 

Sistem memang membuatnya lebih kuat namun setiap kali ia memperoleh kekuatan, ada sesuatu yang hilang dari dirinya.

 

Sesuatu yang tidak akan pernah kembali. "Arya!"

Suara Naila membuyarkan lamunannya. "Lari!"

"Apa?"

"Lari sekarang!"

 

Belum sempat Arya bergerak, Void Hunter menghilang.

Mata Arya membelalak. Terlalu cepat bahkan lebih cepat daripada Shadow Ghoul.

 

DUAAAR!

Ledakan keras mengguncang taman. Naila berhasil menahan serangan itu menggunakan tombak peraknya.

Gelombang energi menyapu area sekitar, bangku taman hancur.

 

Pepohonan berguncang hebat, tanah retak membentuk garis panjang. Arya terpental beberapa meter.

Tubuhnya menghantam pagar taman. "Ukh!"

Dadanya terasa sesak. Ia bahkan kesulitan bernapas.

Perbedaan kekuatan mereka terlalu besar. Ia bukan lawan yang sebanding. "Aether!"

Arya berteriak dalam hati. "Ada cara membantu Naila?"

 

Gadis kecil itu muncul di sampingnya. "Waktu pengguna terlalu singkat."

"Aku tidak peduli."

"Probabilitas kematian meningkat."

"Aku tidak peduli!"

Untuk pertama kalinya Arya membentak Aether bukan karena marah melainkan karena takut.

 

Jika Naila kalah, maka dirinya juga akan mati. Namun lebih dari itu.

Naila adalah orang pertama yang mengerti apa yang sedang dialaminya.

Orang pertama yang memahami rasa takut kehilangan kenangan dan Arya tidak ingin melihat gadis itu mati.

 

Tiba-tiba layar biru muncul. [Misi Darurat Diperbarui] Bantu Pengguna Sistem Lain Hadiah: EXP Besar Kemungkinan Naik Level: Tinggi Arya langsung membeku Naik level.

Kalimat itu terasa mengerikan sekarang. Karena ia tahu artinya.

Kenangan lain akan hilang. Mungkin kenangan tentang ayah, mungkin tentang sahabatnya atau mungkin tentang ibunya.

 

Arya mengepalkan tangannya kuat-kuat untuk pertama kalinya sejak mendapatkan sistem, ia merasa takut menjadi lebih kuat.

Di sisi lain taman. Pertarungan semakin brutal. Naila bergerak cepat.

 

Tombak peraknya meninggalkan jejak cahaya di udara.

Namun Void Hunter selalu berhasil menghindar. Pria itu terlihat santai.

Seolah sedang bermain-main. "Masih selemah dulu."

 

Naila menggertakkan giginya. "Kau banyak bicara."

"Karena aku menikmati ini."

Void Hunter tersenyum. "Kalian pengguna sistem selalu lucu."

Tubuhnya berubah menjadi bayangan hitam. Lalu muncul tepat di belakang Naila.

 

BRAK!

Naila terpental, tubuhnya menghantam pohon besar darah mengalir dari sudut bibirnya.

 

Arya langsung berlari. "Naila!"

"Aku masih hidup." Gadis itu berusaha berdiri. Namun jelas ia terluka.

Void Hunter menghela napas panjang. "Sudah cukup."

Kabut hitam mulai berkumpul di telapak tangannya.

 

Energi mengerikan memenuhi udara bahkan Arya bisa merasakan tekanan yang membuat tubuhnya sulit bergerak.

"Serangan itu."

Aether terlihat serius. "Jika mengenai sasaran, peluang bertahan hidup kurang dari lima persen."

 

Arya menelan ludah. Lima persen. Artinya hampir mustahil, Naila juga menyadarinya, wajahnya menjadi pucat.

 

Namun ia tetap berdiri tetap memegang tombaknya, tetap menghadapi musuh yang jauh lebih kuat.

 

Entah mengapa, pemandangan itu mengingatkan Arya pada ibunya.

Tentang seseorang yang tetap berdiri meski dunia terus menekannya.

Tentang seseorang yang memilih bertahan meski tahu dirinya bisa terluka.

 

Dan tiba-tiba Arya membuat keputusan. "Aether."

"Hm?"

"Kalau aku naik level..."

Aether menatapnya. “Berapa besar kemungkinan kami menang?"

 

Beberapa detik berlalu. Kemudian layar biru muncul. Simulasi Peluang Menang Saat Ini: 8% Setelah Naik Level: 42%

 

Arya memejamkan mata. Empat puluh dua persen masih belum pasti.

 

Namun jauh lebih baik. Ia mengingat ibunya. Mengingat rumah kecil mereka, mengingat semua hal yang mungkin akan hilang.

 

Dadanya terasa sesak namun jika ia tidak melakukannya sekarang. 

Mungkin tidak akan ada masa depan yang bisa diingat lagi. "Aku mengerti."

Aether terdiam. Seolah memahami keputusan yang baru saja diambil Arya.

 

Void Hunter mengangkat tangannya, energi hitam semakin besar, udara bergetar hebat, tanah mulai retak. Naila menggertakkan gigi.

Ia tahu dirinya tidak akan mampu menahan serangan itu sendirian. Lalu.

 

Suara Arya terdengar dari belakangnya. "Naila."

Gadis itu menoleh. Arya sedang berdiri. Meski tubuhnya gemetar. Meski wajahnya pucat. Tatapannya berbeda. Lebih tegas.

 

Lebih matang."Aku akan membantumu."

Naila membelalak. "Kau gila?"

"Mungkin."

"Arya, kau bahkan belum memahami sistemmu."

"Aku tahu."

"Lalu kenapa?" Arya tersenyum kecil.

 

Karena ia sendiri tidak tahu berapa lama lagi ia bisa mengingat semua orang yang dicintainya.

Karena ia tidak tahu apakah suatu hari nanti ia akan melupakan ibunya.

 

Melupakan ayahnya, melupakan kehidupannya sendiri namun satu hal yang pasti Ia tidak ingin hidup sebagai seseorang yang terus lari dari ketakutan.

 

"Aku tidak mau menyesal." Naila terdiam.

Untuk sesaat, gadis itu melihat sesuatu dalam diri Arya.

Sesuatu yang membuatnya teringat pada seseorang dari masa lalunya.

 

Seseorang yang juga pernah berdiri di hadapan bahaya dengan senyum yang sama.

[EXP Bonus Diterima] LEVEL UP! Level 2 - Level 3 Cahaya biru menyelimuti tubuh Arya.

 

Energi hangat mengalir ke seluruh tubuhnya. Lukanya mulai pulih.

ekuatannya meningkat, kecepatan dan refleksnya bertambah namun bersamaan dengan itu...

 

Layar lain muncul, layar yang kini paling ia takuti. [Biaya Sistem Akan Diproses] 1 Kenangan Bahagia Akan Dihapus. 

Arya membeku. Jantungnya berdebar keras tidak sekarang...

 

Tolong jangan sekarang namun sistem tidak pernah meminta izin. [Penghapusan Dimulai] Dunia mendadak terasa sunyi. 

 

Dan Arya merasakan sesuatu dalam pikirannya perlahan menghilang.

Sesuatu yang hangat. Sesuatu yang berharga. Sesuatu yang pernah membuatnya bahagia.

 

Lalu semuanya menjadi kosong. Arya terhuyung. Napasnya memburu.

"Arya!" Suara Naila terdengar jauh.

Arya memegangi kepalanya pandangannya kabur.

 

Dan saat itulah sebuah kenyataan mengerikan menghantamnya. Ia masih mengenali ibunya.

Masih tahu bahwa wanita itu adalah orang yang paling ia sayangi.

 

Namun ia tidak lagi mengingat lagu pengantar tidur yang dulu sering dinyanyikan ibunya saat ia kecil. Kenangan itu lenyap benar-benar lenyap.

 

Air mata menetes tanpa sadar dari sudut matanya. Karena untuk pertama kalinya...

 

Arya merasakan bagaimana rasanya kehilangan sesuatu yang bahkan tidak sempat ia ucapkan selamat tinggal dan di hadapannya, Void Hunter tersenyum.

 

Seolah menikmati penderitaan itu. "Ya..." gumam pria itu pelan.

"Itulah alasan aku menyukai pengguna Sistem Penukar Kenangan."

Mata abu-abunya menyala. "Kalian selalu hancur oleh kekuatan kalian sendiri.”

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!