Solo Leveling (Indonesia Terjemah)

Merencanakan Guild Baru

[Kedua negara bekerja sama untuk membentuk aliansi, dalam tujuan memerangi monster yang mengubah Pulau Jeju menjadi tanah tandus!] Berita apa lagi yang bisa merangsang rasa ingin tahu banyak orang lebih dari ini?

Di TV, program yang terkait ditayangkan setiap hari, dan halaman depan surat kabar selalu memuat berita tentang aliansi Korea-Jepang.

Tapi, hanya Korea saja yang bersemangat tentang itu.

Meskipun jumlah Hunter Jepang yang berpartisipasi dalam operasi itu lebih dari tiga kali lipat Hunter Korea.

Tak ada yang memperhatikan betapa anehnya pergerakan media Jepang.

Bahkan komentar orang Jepang tentang beberapa artikel yang membahas aliansi kebanyakan hanya negatif.

-Apa yang akan kau lakukan jika Gate tertutup?

-Apa yang kau lakukan untuk memberi kompensasi pada para semut?

Bagi Jin Woo, ini adalah hari-hari terindahnya, sejak ibunya mulai dirawat di rumah sakit.

Pertama, dia pulang ke rumah bersama ibunya yang keluar dari rumah sakit.

Creack… Ketika Jin Woo membuka pintu, dia melihat Jin Ah, benar-benar sudah mengacak-acak rumah mereka.

Saat dia ditinggal sendirian, ketika Jin Woo berada di Demon Castle.

…” Sang ibu harus menghentikan Jin Woo, yang menarik pipi Jin Ah dengan senyum.

Jin Woo yang menarik pipi Jin Ah dengan keras, tertawa bersama ibunya.

Setelah empat tahun tak sadarkan diri, ibunya pulang dan hal pertama yang ia lakukan adalah membersihkan rumah.

Jin Woo tak bisa menahan sikap keras kepala ibunya, dan seluruh keluarga mulai saling membantu untuk membersihkan rumah.

Setelah ibunya meninggalkan rumah sakit, Jin Woo merasa jika rumah yang terasa sepi setiap harinya.

Setelah waktu yang lama, dia kini akhirnya bisa meregangkan kakinya tanpa khawatir tentang apa pun.

Dan keesokan paginya, Jin Woo keluar ke ruang tamu dengan mata terbuka lebar.

Park Kyunghye yang sedang memotong bawang, menatap Jin Woo dan bertanya.

Bukankah semut yang ditemukan di Jepang hanya varian mereka saja?” “Ya, saat semakin banyak varian dan juga kontrol seluruh kelompok, kami menyebutnya evolusi.

Itu adalah penampilan monster semut yang difoto, di operasi pertama dan kedua.

Di permukaan, itu tak kurang dari seekor semut dengan ukuran yang sangat besar.

Dan empat kakinya yang tersisa, bisa digunakan seperti tangan.

Itu tampak seperti Ant Hybrid (semut dan manusia bercampur menjadi satu).

“Dan ini adalah gambaran semut baru, yang menyebabkan kerusakan besar pada Jepang.

Ini juga merupakan momen yang menentukan bagi tim aliansi Korea-Jepang.

Jin Woo diam-diam mematikan TV, ketika kata itu keluar.

Dia tak ingin terlibat dalam operasi ini.

Dan kenyataan jika dia bisa mendapatkan lebih banyak Exp.

Kemudian, dia memahami situasinya saat ini, dengan lebih objektif dan berkepala dingin.

` Ibunya bahkan tak tahu, jika putranya ini telah menjadi seorang Hunter.

Dan ketika Jin Woo mendengar bahwa ayahnya hilang di Gate.

Karena itulah Jin Woo tak bisa mengatakan begitu saja, jika dia akan pergi ke Pulau Jeju.

Jin Woo ingin tinggal bersama keluarganya, setidaknya selama beberapa hari.

Jin Woo tak ingin meninggalkan hari-hari yang penting itu.

Dan hal itu juga adalah alasan, kenapa dia menambah kekuatannya sejak awal.

Tak ada penyesalan dalam pilihan itu.

*** Sementara itu, -Mengapa Sung Jin Woo tak ada di daftar tim Korea?

-Jepang berpartisipasi dengan mengirimkan semua Hunter S-Rank mereka, yang berjumlah 21 orang.

Sedangkan Korea mengirimkan 7 Hunter S-Rank mereka, termasuk seorang Hunter pensiunan… Tapi bagaimana dengan Sung Jin Woo?

Tapi Jin Woo tak peduli tentang banyaknya komentar negatif dari netizen, yang diarahkan kepadanya.

Yang bahkan tak tahu situasinya saat ini.

`Aku dan ibu tak peduli apa yang dikatakan orang lain.

` Tapi, Jin Ah sepertinya peduli dengan hal-hal ini.

” Jin Woo mendecakkan lidahnya dan meletakkan ponselnya.

Saat Jin Woo hendak keluar untuk mencari udara baru,ponselnya bergetar hebat.

Jin Woo menatap nama penelepon itu dan tersenyum.

Untungnya,ibuku menghubungiku…” Jin Woo mendengarnya tertawa, dan dia senang mendengarnya.

Kemudian Jin Ho dengan cepat mengatakan, jika dia ingin bertemu dengan dirinya.

Bisakah kamu datang menemuiku di kantor?” `Kantor siapa yang kamu bicarakan?` “Kantor?” Ketika Jin Woo bertanya dengan suara skeptis, Jin Ho menjawab dengan semangat.

Hyung-nim, jika kamu ingin membuat guild, kamu harus memiliki kantor.

” `Jin Ho menang, bocah ini … ` Dia tampaknya memiliki ambisi untuk membuat guild dan menjadi wakilnya.

Dan sepertinya, dia ingin menjadikan Guild ini menjadi Guild besar, seperti Hunters dan Baekho.

`Orang-orang pasti akan terkejut, mengetahui jika aku adalah satu-satunya yang akan menjadi anggota Raid-nya.

` Saat ini, Jin ho mengundang Jin Woo untuk datang.

Tapi Jin Woo saat ini sedang kesulitan untuk menjelaskan, jenis guild yang ia impikan pada Jin Ho.

*** “Bagaimana menurutmu hyung-nim?” Seperti biasa, Jin Ho berkata dengan sangat bersemangat.

Jin Woo melihat bagian dalam kantor dan mengangguk.

` “Aku memilih tempat terbaik, dan tak jauh dari rumahmu.

Bukankah ada pepatah untuk menaruh anggur baru ke dalam botol lama, hyung-nim?” Anggur baru dalam botol lama.

…` “Aku akan membuat guild kita, menjadi guild yang melampaui lima Guild besar, hyung-nim!” Jin Ho terbakar dengan semangat.

Tapi aku ingin kamu meninggalkanku sendiri…` Jin Woo sangat khawatir.

Dia bertanya-tanya, apakah dia harus meminta Jin Ho untuk kembali ke Guild Yoojin.

Dia tak berpikir ketua yang bahkan memblokir akun putranya, akan menerimanya.

Melihat raut wajah Jin Woo yang sedang melamun, ekspresi Jin Ho memudar.

“Hyung-nim… Apa kamu tak menyukainya?” “Ya,” `Tidak, aku suka itu.

” Sewa bulanannya cukup besar, tapi dibandingkan dengan pendapatan guild, itu sangat sedikit.

“Seharusnya tak apa-apa membiarkan mimpi itu hidup, untuk saat ini.

” Jin Woo tak bisa mengatakan, jika dia akan menjadi satu-satunya yang menggunakan kantor besar ini di masa depan.

“Dan siapa yang akan kamu rekrut, hyung-nim?” “Siapa lagi?” Bukankah ada janji tentang reservasi?

Ketika Jin Woo yang jarang melupakan janjinya, memberikan tatapan ingin tahu.

“Ketika kamu pertama kali membuat guild, kamu harus memiliki setidaknya tiga Hunter,hyung-nim.

`Apakah ini jumlah minimum untuk anggota pendiri?` Tampaknya tak ada hubungannya dengan fakta jika jumlah minimum anggota untuk pergi Raid ke Gate E-Rank adalah tiga.

“Aku tak ingin guild benar-benar melakukan Raid untuk Gate E-Rank …” Dia adalah anggota pendiri.

Kemudian setiap wajah kenalannya muncu di kepala Jin Woo.

Siapa yang akan menjadi anggota terakhir?

Jin Woo bertanya.

“Apa ada orang yang cocok?” “Tidak, hyung-nim.

” “Aku?” “Ya, hyung-nim.

`Ini aneh untuk menghubungi Jin Ho daripada menghubungiku langsung.

` Orang itu sepertinya mencoba membuat rumit masalah ini dengan mencariku melalui Jin Ho.

“Siapa?” “Aku tak tahu, hyung-nim.

Dia adalah orang asing yang berbicara bahasa Inggris untuk sementara waktu.

” Hanya ada dua nomor ponsel dan nomor kamar hotel di catatan yang diterima Jin Woo.

Jin Woo membalikkannya, tapi tak ada yang tertulis lagi di sana.

`17… itu 3 hari dari sekarang…` Dia adalah orang asing yang berbicara bahasa Inggris.

`Siapa dia?` Jin Woo tak ingat satupun teman, yang berasal dari luar negeri.

Tapi tiba-tiba ini terjadi, “Aku harus pulang.

” Wajah Jin Woo mengeras.

Apa kamu tak mau masuk, hyung-nim?” Jin Ho yang senang karena mau makan malam dengan Jin Woo setelah waktu yang lama, tampak seolah-olah telah kehilangan tenaganya.

Tapi, Jin Woo tak mengerti perasaan Jin ho.

“Hati-hati di jalan… hyung-nim?” Ketika dia mendongak, Jin Woo sudah menghilang.

Mungkin kita hanya berada di jalan yang sama, jadi aku tak punya pilihan, selain tetap berjalan.

` Situasi seperti ini sangat sulit untuk dihadapi, entah itu pria ataupun wanita.

` Selain itu, jika dia berbelok di sudut ini, ada lorong gelap dengan lampu jalan yang rusak.

Pria itu yang mengenakan topi dan menundukkan kepalanya, bergerak diam-diam.

`Dalam situasi seperti ini, pertama-tama aku akan…` Eun Jimin berhenti berjalan, sambil berpura-pura mengikat tali sepatunya, dan pria itu melewatinya begitu saja.

Ketika pria itu menghilang, Eun jimin menghela nafas lega.

” Sambil melihat sekeliling, Eun Jimin tersenyum dan berjalan cepat lagi.

` `Seberapa jauh lagi rumahku?` saat dia berbalik, mata Eun Jimin membesar besar.

” Pria yang melewatinya tadi, saat ini sedang memegang pisau dihadapannya, “Apa kamu tahu berapa banyak orang yang mati di sini?” “Ah… ” Eun Jimin tak bersuara dan membeku, dengan wajah biru pucat.

Pria itu tersenyum, ketika dia menurunkan topeng putihnya.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!