Solo Leveling (Indonesia Terjemah)
Berburu Goliath Raksasa
Adam White langsung mengecek kondisi Thomas Andre.
Ba dum ba dum!
Ketika dia menempelkan telinganya ke dada Thomas, Adam bisa mendengar detak jantungnya. Kemudian dia meletakkan tangannya ke hidung dan memeriksa pernapasan Thomas.
Untungnya semuanya normal. Namun, dia merasa sulit bernapas. 'Ini tidak bagus.'
"Ayo lakukan Thomas Andre seperti ini..."
"Berapa banyak pemburu di dunia yang bisa melakukan itu?"
"Tidak, apakah itu ada?"
"Karena itu bisa terjadi, dunia bisa terbalik kapan saja."
Adam sangat terkejut dengan kekuatan Jin Woo yang jauh melebihi harapan dirinya dan Biro Hunter.
"Tapi ini bukan waktunya untuk mengagumi Jin Woo."
"Dengan cepat!"
teriak Adam pada Healer kelas Hunter yang berafiliasi dengan Hunter Agency.
Tabib, yang merupakan salah satu yang terbaik, segera datang dan duduk di sebelah Thomas. Dia kemudian memeriksa kondisi Thomas sebelum merapal mantra penyembuhan, kata tabib itu dengan gemetar.
"Setiap tulang di tubuhnya hancur. Dia mengalami pendarahan hebat. Saya tidak bisa melakukannya sendiri. Akan lebih baik jika kita melakukannya bersama-sama.
Atas permintaan tabib ini, tabib lainnya segera pindah untuk mulai merawat Thomas.
'Tetapi..'
"Bisakah kita mengisi danau dengan setetes air?"
Kekuatan fisik Thomas sedemikian rupa sehingga dia membutuhkan lebih banyak sihir dari biasanya untuk menyembuhkan.
Sementara para tabib berkeringat dan memaksakan diri untuk merawat Thomas, Adam bangkit dan pergi ke pemburu lainnya. Setelah Adam, para pemburu Biro Pemburu dengan cepat berurusan dengan para pemulung Persekutuan Pemburu yang tergeletak di sekitar pabrik.
"Ah..."
"Kakiku, kakiku!"
Kondisi para Hunter elit Guild Scavengers sangat tak masuk akal. Walau Adam tak melihat bagaimana ini bisa terjadi, dia cukup tahu siapa yang bisa melakukannya.
‘Sebuah Guild dikalahkan oleh seseorang.’
‘Hanya satu orang Hunter, dan dia bisa menghancurkan salah satu Guild terbaik di dunia.’
‘Yang benar saja…’
Adam menggelengkan kepalanya dan mencoba memberanikan diri untuk mendekati Hunter Sung Jin Woo.
“Eh?”
Tapi, dia tak bisa menemukan Hunter Sung Jin Woo di manapun. Saat Adam terus mencari-cari Jin Woo, suara yang akrab terdengar oleh telinganya.
Itu adalah nada dering ponselnya.
“Ya. Ini White.”
-Tuan White. Lokasi Hunter Yoo Jin Ho telah ditemukan.
Itu adalah panggilan dari Biro Hunter.
“Senang mendengarnya.”
Wajah Adam yang wajahnya suram sejak tadi, menjadi cerah saat mendengar itu.
“Kamu ada di mana saat ini?”
-Aku di depan sebuah rumah sakit besar yang merawat Hunter Yoo Jin Ho yang terluka. Mereka mengatakan, jika hidupnya sudah tak dalam bahaya.
“Baiklah, setelah aku selesai dengan masalah ini,aku akan pergi ke sana.”
-Baik.
Adam mengakhiri panggilan dan menghela nafas lega.
“Hah…”
‘Jika sesuatu terjadi pada Hunter Yoo Jin Ho, bagaimana aku bisa menangani kemarahan Hunter Sung Jin Woo?’
Adam kagum dengan pemikirannya di tengah situasi yang mengerikan ini.
‘Yah, aku tak bisa mengambil air yang sudah tumpah. ‘
‘Bukankah lebih baik untuk bahagia karena gelas yang berisi air miliknya, tak pecah?’
‘Untuk saat ini, sepertinya semua sudah selesai, lega mengetahui ini.’
“Selesai.”
Para Healer yang merawat Thomas bangkit.
Adam lalu bertanya.
“Apakah Thomas baik-baik saja?”
“Hampir.”
“Hampir… huh?”
“Tubuhnya yang terluka sudah pulih. Tapi luka-lukanya yang lain sangat serius, dan membutuhkan waktu untuk dia sadar kembali.”
“Ah.”
Meskipun mantra penyembuh dapat menyembuhkan kerusakan fisik, mereka tak dapat menghilangkan dampak magis yang diterima oleh target penyembuhan.
Dengan ini, Thomas Andre harus menginap selama beberapa saat, di dalam rumah sakit. Menatap Thomas dengan wajah sedih, Adam mengatakan kepada kepada Healer untuk terus merawat Thomas.
Tapi karena Thomas adalah Hunter Rank nasional, walau mereka tak diperintah oleh Adam, mereka pasti akan bergerak.
Jika Hunter lain yang dibuat menjadi seperti ini, mereka pasti sudah mati.
“Hmmm…”
Adam mengangguk dengan pemikiran itu.
‘Ini Thomas, Hunter rank nasional.’
Untuk pertama kalinya, Adam senang jika Thomas adalah seorang Hunter rank nasional.
‘Lalu, apa yang terjadi pada Hunter Hwang Dongsoo, seseorang yang memancing kemarahan Hunter Sung Jin Woo?’
‘Apakah dia ada di sini juga?’
Adam yang telah menunjukkan wajah yang tegasnya lagi, bergegas ke berkeliling ke sekitar pabrik. Di mana para Hunter yang terluka tergeletak.
Seseorang lalu berteriak padanya ketika dia melihat sekeliling.
“Tuan White! Di sini!”
Jantung Adam terpacu, dengan suara yang mendesak itu. Ketika dia menenangkan jantungnya yang mulai berdebar, Adam mulai berlari ke arah suara yang memanggilnya. Dan di sana, ada Hunter dari Biro Hunter yang berdiri di sebelah seseorang.
Adam yang mengenal orang yang disampingnya itu, menyebut namanya seperti mengeluh.
“Hwang Dongsoo...”
Kemudian Hunter itu memberi tahu Adam.
“Pria itu, dia tak bernafas, juga tak memiliki denyut nadi.”
* * *
“Apa kamu tak bercanda dengan memanggilku saat ini. Aku harap, kamu tak melakukan sebuah kesalahan, kan?”
Kemudian, seorang reporter tamu yang sudah membuat janji datang.
“Kamu siapa?”
“Pemimpin redaksi surat kabar yang menerbitkan berita paling banyak di Amerika Serikat bagian timur.”
Awalnya, itu bukan posisi yang bisa memanggil seorang jurnalis tamu. Tapi setelah mendengarkan pembicaraan, dia tak bisa untuk tidak bergerak.
Jika reporter tamu ini membuat omong kosong untuk dirinya sendiri, editor akan dengan tegas berjanji untuk mengirimnya ke sel. Bahkan, setelah mengajukan tuntutan kepadanya. Tapi, reporter itu menatap mata staf editorial dengan semangat.
“Benar-benar tidak. Ini 100 persen asli. Editor, apa kamu tak suka yang asli?”
“Hmm…”
“Jadi, berapa banyak?”
“Setelah kamu menujukkan gambarnya.”
Reporter melirik ke sekeliling untuk memastikan siatuasi, dan lalu mengeluarkan gambar Pulau Jusum. Tangan editor menerima gambar dengan wajah tanpa ekspresi. Dan segera terlihat jika pupilnya bergetar.
“Ini, ini tak mungkin!”
Pandangan editor secara alami beralih ke wajah reporter di hadapannya.
Reporter mengangkat bahunya, ketika dia melihat ekspresi editor yang seakan bertanya, bagaimana dia bisa mendapatkan foto-foto ini.
Editor menyerahkan kembali foto-foto itu dengan tangannya yang gemetar.
‘Apa itu benar-benar terjadi?’
‘Thomas Andre dikalahkan pada malam Konferensi Guild Internasional?’
‘Selain itu, wajah yang mengalahkannya ini. Bukankah itu Hunter Sung Jin Woo?’
‘Ini sebuah Scoop.’
‘Tidak, scoop terlalu rendah untuk ini.’
Nafas editor menjadi buruk.
(Scoop= Zoom in. foto close up)
Reporter yang melihat foto yang diserahkan kembali, menambahkan beberapa penjelasan.
“Pria ini membuat Thomas Andre menjadi begitu. Jika editor entah bagaimana bisa menyelidiki identitas orang ini dan membuatnya menjadi artikel. Itu mungkin akan sangat menguntungkan.”
‘‘Idiot ini!’
Orang Barat tak dapat membedakan wajah orang Asia dengan baik. Dan reporter ini sepertinya salah satu dari kumpulan orang itu.
Saat ini, Editor bersyukur jika dia keturunan Asia-Amerika. Dan pada waktu yang bersamaan. Di kepalanya, berita utama untuk hari esok sudah muncul di pikirannya.
[Seorang pria yang menjatuhkan naga, digigit oleh naga Asia]
[Hunter Sung Jin-woo, berburu Goliath Raksasa?]
[Keadaan Hunter Rank Nasional runtuh karena dewa Korea?]
Ini adalah berita yang patut diperhatikan oleh seluruh dunia. Dan foto ini juga merupakan harta karun bagi dunia jurnalistis.
‘Berapa banyak hal yang bisa kamu dapatkan dari foto-foto ini?’
‘Nilai foto-foto ini tak ada habisnya.’
Jantung editor terpacu.
Reporter yang menyadari jika mata editor mulai bergetar, dengan cepat menyimpan fotonya kembali. Editor yang melihat itu khawatir, jika dia akan menyesal andai melepaskannya.
“Sekarang, kamu sudah melihat gambarnya, mari kita bicara tentang harganya. Berapa yang akan kamu keluarkan untuk ini?”
“Ini… Agak sulit untuk mengatakan berapa banyak.”
Editor yang ragu lalu bertanya tentang pendapat reporter itu.
“Untukmu, berapa banyak yang kamu inginkan?”
Reporter yang sudah merenungkannya, lalu menunjukkan lima jari.
Editor mengangguk.
“ 50.000 dollar? Oke, aku akan…”
“Tidak.”
Reporter segera mengoreksi harga, sebelum editor bisa menyelesaikan ucapannya.
“Lima juta dolar.”
“Oh, lima jut….?”
5 juta dolar, itu hampir mendekati 6 miliar won. Tentu saja, wajah editor tercengang mendengar itu.
“Jika harganya tak tepat, aku akan pergi ke tempat lain.”
Reporter mencoba untuk berbalik. Tapi, editor menahannya.
“Tidak, tunggu!”
Jutaan dolar untuk foto bayi bertabur bintang, mengapa tak menghabiskan 5 juta untuk Scoop ini?
Lagipula, jika berita ini diketahui, penyiar dan surat kabar lainnya akan membicarakan hal ini selama berhari-hari.
‘Jangan lewatkan kesempatan ini!’
Editor yang menetapkan tekadnya, membuka mulutnya.
“Oke,sepakat. Tapi, kamu harus menyerahkan foto-foto aslinya kepadaku, dan tak memberikan informasi ini ke mana pun. Bagaimana dengan itu?”
“Sepakat.”
Seorang reporter lepas yang selalu hidup di bagian bawah, menjawab dengan suara gemetar. Ketika dia pertama kali mendapatkan transaksi bisnis yang besar.
“Baik.”
* * *
Yoo Jin Ho saat ini dirawat di rumah sakit.
Dia sudah melewati saat-saat kritis yang bisa mengancam nyawanya, tapi dia belum tersadar.
Jin Ho terlihat menarik napas panjang dan menyakitkan. Obat penghilang rasa sakit tak begitu efektif untuknya.
Setelah beberapa saat.
Dokter yang memeriksa kondisinya meninggalkan ruangan. Dalam bayangan yang masuk ke ruangan, satu laki-laki berwarna hitam lalu bangkit.
Gasasaak.
Itu ‘Ber’ yang berganti posisi dengan Jin Woo melalui skill ‘Shadow Exchange’.
‘Ber’ lalu meraih tangan Jin Ho untuk menyembuhkan sesuai perintah Jin Woo. Cahaya biru samar kemudian menyebar dari ujung jarinya.
Kondisi Jin Ho, membuat semuanya menjadi lebih mudah.
‘Ber’ yang memiliki kekuatan yang tak sebanding dengan Hunter S-Rank biasa, juga memiliki tingkat sihir penyembuhan yang berbeda dengan Healer terbaik.
‘Ber’ perlahan mengobati luka, untuk menyembuhkan dampak spiritual yang diterima oleh Jin Ho.
Woo Woong…
Jin Ho yang merasakan perasaan hangat berlalu-lalang di sekitar tubuhnya, kemudian membuka matanya.
“Eh?”
Lalu dia melihat kepala semut besar di depannya. Kepala semut itu lalu meletakkan jari telunjuknya ke mulutnya.
“Ini mimpi.”
Jin Ho menutup matanya lagi dan tertidur dengan ekspresi bahagia.
“…..”
Sementara itu, ‘Ber’ terus berkonsentrasi pada perawatannya secara diam-diam. Malam itu begitu tenang dan damai.
* * *
Korea, Seoul.
Dengan perbedaan waktu 14 jam dengan Amerika Serikat bagian timur, yang saat ini malam hari, di Korea itu masih pagi hari.
Di suatu taman yang jarang dikunjungi.
Seorang Knight hitam meletakkan kepalanya di sebelah ayunan dan bertanya.
“Tuan, berapa lama aku harus seperti ini?”
Jin Woo duduk di ayunan dan diam-diam menunggu sinyal dari ‘Ber’.
“Ya… Sampai ‘Ber’ melaporkan, jika dia sudah selesai merawat Jin Ho?”
“….”
Sang Knight diam-diam mempertahankan posisi aslinya. Jin Woo yang duduk, lalu memandang tangannya.
‘Tanganku kotor.’
Ada memar dan darah di sana.
Thomas Andre adalah pria yang sangat keras. Jin Woo mendapat goresan di tangan, setiap kali dia memukulnya. Tentu saja, luka ini pasti akan disembuhkan dengan tidur semalaman, itu akan menjadi lebih baik.
‘Ngantuk.’
Sedikit kelelahan berbondong-bondong datang kepada Jin Woo.
Hari yang keras sebelumnya diam-diam berakhir.
Prajurit bayangan yang masih diam, lalu berkata kembali.
“Tuan…”
“Apa?”
“Beri aku nama juga.”
Tatapan Jin Woo lalu beralih ke Shadows Army yang bertanya padanya.
[??? LV.1
Class: General]
“Ya, kamu harus punya nama.”
Jin Woo yang berpikir sebentar, lalu tersenyum pahit.
“Kenapa kamu tak menyebut dirimu ‘Greed’ saja?”