Solo Leveling (Indonesia Terjemah)
Apakah Kamu Punya Waktu Sebentar?
David Brennan, kepala Biro Hunter, sangat frustasi saat ini.
"Apa yang dikatakan Asosiasi Pemburu Korea?"
"Mereka belum membuat pernyataan resmi."
"Lalu kenapa kamu di sini?"
"Ya?"
"Bukankah karena ketua sendiri yang mengundangku?"
Melihat bawahannya mengerutkan kening, pemimpin itu berteriak dengan marah.
"Kamu harus mendapatkan jawaban, bahkan jika itu berarti mencekik presiden Asosiasi Pemburu Korea! Bukankah itu pekerjaanmu?"
"Permisi."
"Keluar dari sini dan cari tahu apa yang terjadi!"
Bahkan setelah kepala mata-mata ditendang, direktur masih marah.
Gerbang ekstra besar.
Itu diharapkan jauh lebih besar daripada yang muncul di Seoul, sekarang muncul di langit Kanada. Dan karena Kanada adalah negara perbatasan Amerika Serikat. Tidak lama kemudian api menyebar ke selatan dari Kanada ke Amerika.
Hasil terbaik yang bisa dia harapkan berakhir dengan cara yang sama seperti di Seoul. Akan lebih baik jika mereka adalah prajurit pemburu Sung Jin Woo.
"Tapi masalahnya..."
Hunter Sung Jin Woo dan Asosiasi Pemburu Korea, yang mengetahui semua jawaban, tutup mulut. Dan sudah tiga jam sejak gerbang yang sangat besar muncul di langit di berbagai belahan dunia.
Pemerintah meminta tanggapan dari Biro Hunter.
Sementara itu, salah satu badan intelijen utama Amerika Serikat, Biro Pemburu sendiri, sedang menunggu tanggapan dari Asosiasi Pemburu Korea.
"Siapa yang mengira itu akan terjadi?"
"Selain itu, bagaimana saya bisa tenang dalam situasi seperti ini?"
mengintip mengintip.. berbunyi..
Kondektur menarik napas dalam-dalam dan mengangkat telepon. Ketika dia melihat cahaya berkedip di atasnya.
"Apa?"
- Manajer, seseorang sedang mencari Anda.
"Katakan padanya aku tidak di sini."
- Presiden...
bang!
Direktur menutup telepon dengan kasar dan menatap kosong ke langit-langit kamarnya. Sementara itu, kepala mata-mata yang baru saja dia pecat masuk kembali, terengah-engah.
"Pengelola!"
"Mengapa kamu kembali ke sini?"
Kepala intel dengan cepat mengangkat tangannya ke arah si pemimpin.
"A-Asosiasi Pemburu Korea berarti begitu!"
Kemudian wajah Direktur berbalik 180 derajat dan tersenyum cerah.
“Lihat! Kamu ternyata bisa melakukannya!”
Direktur lalu mendekati kepala biro intelijen.
“Ya, apa yang mereka katakan?”
“Ah. Yah, ini … Jika Anda ingin mendapatkan informasi tentang Gates ultra besar, maka datanglah ke Korea.”
“……”
Direktur dan kepala biro intelijen yang menyampaikan pesan kehilangan kata-kata mereka, dan saling memandang cukup lama.
Setelah beberapa saat.
Direktur yang kembali tersadar, bertanya.
“Siapa? Siapa yang harus pergi?”
“Siapa pun yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai wakil tak masalah.”
“…..”
Saat itu.
Beep.. Beep.. Beep..
Direktur yang melihat lampu di telepon di mejanya menyala lagi, mengangkat gagang teleponnya.
-Direktur, Presiden terus menelepon.
Klik
Direktur yang menjatuhkan gagang telepon dengan tergesa-gesa, berkata dengan wajah muram.
“Aku akan pergi.”
“Ya?”
Direktur lalu dengan ramah berbicara, untuk membuat kepala intelijen yang bingung ini mengerti.
“Aku akan ke Korea, sebagai perwakilan Amerika Serikat!”
* * *
Perwakilan dari masing-masing negara yang menerima panggilan dari Asosiasi Hunter Korea, pergi dengan pesawat pribadi mereka ke Korea.
Tekanan yang menakutkan.
Baru dua tahun yang lalu, Korea kehilangan Hunter S-Rank mereka, karena Amerika. Tapi kini, Korea yang sama, memanggil para pemimpin dunia menuju ke Negara-nya.
Tidak,
Bahkan setahun yang lalu, Korea masih belum bisa menangani Dungeon Break di Pulau Jeju dan diejek di Jepang.
Tapi..
Karena seorang Hunter yang sekarang disebut Ranker teratas, telah mengubah segalanya.
Pria yang menaklukkan pasukan yang muncul dari Gate ultra besar. Pria itu mungkin bisa menjelaskan kebenaran, dibalik Gate ultra besar yang ekstrem, yang kini menutupi langit berbagai belahan dunia.
Dan jika dia tahu, maka secara alami semua orang juga dapat memahami, apa yang terjadi sebenarnya beberapa hari yang lalu.
Semua kuncinya dipegang di tangan satu orang. Dan masalahnya, orang yang memegang kunci itu adalah seseorang yang terlalu kuat untuk dilawan, hanya dengan kekuatan dan kelicikan.
Siapa yang bisa memaksanya, untuk membuka mulut di dunia ini?
Siapa yang bisa memaksa seorang Hunter yang mengalahkan Hunter Rank Nasional, dan memiliki summon lebih dari 100.000.
Tak ada, dan tak mungkin akan ada.
Presiden, Perdana Menteri, Kanselir, Direktur Biro Hunter, Presiden Asosiasi Hunter, dll.
Ada alasan, mengapa orang-orang besar seperti mereka bergerak, hanya karena permintaan Asosiasi Hunter Korea semata.
“Apa ada hal lain yang ingin kamu laporkan padaku?”
“Ya. Sejauh ini, 152 negara yang dipanggil sudah menjawab.”
“Bagus.”
Ketua Asosiasi Woo Jincheol diberitahu tentang kemajuan rencana.
Ruang darurat yang didirikan untuk serangan Gate ultra besar digunakan kembali saat ini.
“Perwakilan Hongaria baru saja tiba di bandara.”
“Siapa yang datang dari pihak Hongaria?”
“Presiden Ahnor Heydish datang langsung.”
“Ya ampun…”
Ketika seorang tamu mengunjungi negara asalnya, adalah hal yang sopan untuk menyambutnya. Tapi sekarang, Asosiasi Hunter belum memiliki kapasitas untuk memperhatikan hal-hal seperti itu.
Woo Jincheol yang membuat wajah sedih untuk sementara waktu karenanya,
“Bawa mereka ke hotel.”
“Baik.”
Karyawan yang hendak pergi berbalik kembali dan terlihat ragu. Woo Jincheol yang kembali membaca berkas di mejanya, mendongak lagi.
“Yah? Apa lagi yang kamu laporkan?”
“Ah…”
Karyawan yang cemas akhirnya mendapatkan keberanian untuk berbicara.
“Apa yang Anda dengar dari Hunter Sung Jin Woo di ruang Asosiasi kemarin? Aku belum pernah melihat Anda terlihat begitu pucat sebelumnya.”
Karyawan menyadari ini kemarin, tepat setelah Jin Woo datang.
‘Apa yang mereka bicarakan di sana?’
Dan karena ekspresi Woo Jincheol, itu terus tertahan di benak karyawan itu sepanjang malam. Meskipun dia tahu itu tak sopan, dia harus bertanya. Dan seperti yang diharapkan.
Wajah Woo Jincheol mengeras seperti batu, saat karyawan bertanya seperti itu.
“Ah, aku minta maaf. Aku sudah mengajukan pertanyaan yang tak berguna … “
“Tidak. Aku tak mempermasalahkan pertanyaanmu.”
Dia ingat kembali ingatan yang ditunjukkan oleh Jin Woo kemarin. Pasukan naga keluar dari sisi lain kegelapan. Dan seekor naga raksasa terbang dari belakang naga lain.
Naga itu terbang dengan kecepatan yang gila. Tapi dia tampak bergerak selambat-lambatnya, seolah dia masih berdiri diam di tempat.
Kehebatan sedemikian rupa, hingga bahkan jika semua Hunter seluruh dunia bergabung, mereka pasti tak akan bisa menggoresnya sedikitpun.
Woo Jincheol juga merasakan perasaan luar biasa dari naga itu. Dia juga merasa, jika naga itu bisa membakar seluruh bumi dengan satu nafas saja.
Walau dia hanya bisa melihatnya saja.
Itu sudah membuat Woo Jincheol kesal.
Tak peduli berapa banyak kekuatan yang ia miliki di tangannya, tak peduli berapa banyak kompensasi yang dijanjikan, dia tetap tak percaya diri dalam melawannya.
‘Aku tak bisa … ‘
Hunter Sung Jin Woo yang mengetahui keberadaan mereka, tapi tetap ingin menghadapi mereka tanpa melarikan diri, harus dihormati.
‘Tapi, apa yang dilakukan Hunter Sung Jin Woo sekarang?’
‘Masih ada waktu yang tersisa sebelum perwakilan dari masing-masing negara berkumpul.’
Woo Jincheol yang penasaran bagaimana Jin Woo menghabiskan waktu, bertanya kembali.
“Nah, di mana Hunter Sung Jin Woo sekarang?”
“Kami mendapatkan laporan, jika dia sedang beristirahat di rumahnya saat ini.”
* * *
“Voila!”
Jin Woo menaruh sup kimchi yang ia buat di atas meja makan, dengan wajah yang cerah.
“Wow! Kelihatannya enak.”
Di sisi lain, Ibunya merasa menyesal, karena membuat putranya yang sibuk memasak.
“Ibu bisa melakukannya …”
Jin Woo berkata sambil tersenyum.
“Aku hanya ingin menunjukkan, seberapa baik aku bisa melakukannya.”
Semua adalah ide Jin Woo yang membuat ibunya istirahat. Setelah Jin Woo mendesaknya untuk mencicipi makanan yang ia buat, ibunya tertawa dan mengangkat jarinya.
“Hufffff..”
Dengan hati-hati meniup, mata ibunya berubah menjadi lingkaran penuh, dan meletakkan satu sendok penuh makanan ke dalam mulutnya.
Jin Ah yang ada di samping gemetar.
“Bu, bagaimana? Bagaimana? Apa itu Lezat?”
“Mm..”
Dia melihat wajah ibunya dan mengangkat bahu.
“Aku tahu kalau Oppa pandai memasak. Bu, coba ini juga. Oppa sangat pandai dalam hal ini.”
Ketika adiknya tertawa dan memuji keterampilan memasaknya, Jin Woo dengan ramah bertanya pendapat ibunya.
“Ibu?”
Ibu yang diam-diam meletakkan sendok, bertanya.
“Jin Woo… apa yang tiba-tiba terjadi?”
Jin Woo menjaga wajahnya setenang mungkin, saat mendengar pertanyaan Ibunya.
“Apa maksudmu tiba-tiba?”
“Ayahmu akan memasakkan sesuatu untukmu, saat dia akan melakukan hal-hal berbahaya sebelumnya bukan?”
“….”
‘Anakku tak pernah khawatir, ketika dia akan membunuh para raksasa di Jepang atau ketika Gate ultra besar muncul di Seoul.’
‘Tapi kini, mengapa dia menjadi khawatir?’
Perasaan seorang wanita. Tidak, seorang ibu membuatnya mengerti semua itu.
‘Aku tak bisa berbohong pada Ibu … ‘
Jin Woo yang menyerah dengan insting Ibunya, dengan cepat menggelengkan kepalanya.
“Tak ada yang seperti itu, Bu.”
Entah karena dia ingin menjadi kekuatan untuk putranya yang sedang khawatir, atau dia memang benar-benar menyukainya makanannya, ibunya tersenyum dan terus makan.
Jin Ah yang memperhatikan Oppa dan ibunya tertawa, setelah menghabiskan makanan yang ada di mulutnya.
Pada saat makan hampir selesai.
‘Tuan.’
Suara Bellion terdengar.
‘Kami sudah menempatkan tentara dalam posisi siaga, seperti yang diperintahkan.’
‘Baiklah.’
Seolah menunggu, suara ‘Ber’ terdengar selanjutnya.
‘Raja, Akomodasi untukmu juga sudah tersedia.’
‘ Ya ,terima kasih.’
‘Yah, walau pun aku tak pernah memintanya.’
Jin Woo yang mendengar laporan dari para General Commander Shadow Army, bangkit perlahan.
“Aku sudah kenyang.”
Lalu,
Tangan Jin Woo yang hendak membersihkan alat makannya, merasakan sesuatu di luar dan dengan cepat berhenti.
‘Empat langkah … ‘
Jin Woo merasakan banyak kegembiraan di hati mereka. Walau itu tak penting bagi Jin Woo, tapi keempatnya adalah orang-orang biasa, bukan Hunter.
‘Apa ini?’
‘Tak akan ada perampok gila yang mencoba membobol rumah seorang Hunter S-Rank bukan?’
Di pintu masuk apartemen, para Hunter disiapkan untuk berjaga, agar wartawan tak akan bisa masuk.
Jin Woo lalu mendengar bel pintu dibunyikan.
Ting.. Ting..
“Aku yang akan melihatnya.”
Jin Woo yang berkata seperti itu, meninggalkan ibunya, dan kemudian pergi ke arah pintu.
Kieeeet !
Ketika Jin Woo membuka pintu, dia melihat tiga pria muda yang kuat berpakaian seperti seorang agen informasi.
‘Aku pikir, itu bukan agen Biro Hunter …’
Jin Woo yang bingung lalu bertanya dengan tenang.
“Ada apa?”
Tiga pria muda yang kuat berdiri di hadapannya, dan kemudian seorang pria yang lebih tua berdiri di belakang mereka, perlahan berjalan maju.
“Hunter Sung … Aku minta maaf telah datang tanpa pemberitahuan. Tapi, bisakah kamu memberiku sedikit waktu?”
Suara Jin Woo yang mengenali siapa orang di hadapannya menjadi sedikit lebih tinggi.
“Ketua Yoo Myunghan.”