Squad Star Girls Story
Jisso Cari Perhatian
"Hey Lisa!" tepuk Jennie tepat di bahu sahabatnya yang sedang melihat Instagram.
"Udah ambil id card nya?," tanya Lisa tanpa menoleh.
"Udah nih, foto gue cantik juga ya di sini," pekik Jennie bangga sambil memuji diri sendiri.
"Najis, Lo pede banget sih Jen, kepedean Lo itu udah tingkat dewa tau gak?" cerocos Rose dengan heboh.
Jennie dan Lisa hanya terkekeh, sudah lama mereka tidak bercanda bareng sejak sibuk dengan tugasnya masing-masing. Jennie terdiam menatap orang-orang yang berlalu lalang di depannya serta para siswa dari kelas lain yang sudah berdatangan memenuhi aula.
"Kenapa kok kelihatannya murung gitu, ada masalah di rumah?" tanya Lisa yang memperhatikan raut wajah Jennie.
Seketika Rose ikut menoleh menatap Jennie, "Cerita aja Jen kalau lagi ada masalah jangan melamun nanti kesambet lho," timpalnya.
"Gak ada sih, cuma tadi bokap gue di mobil bilang kalau dia gak ngebolehin gue pacaran katanya takut fokus gue terganggu," ungkap Jennie memberitahu hal apa yang sedang dipikirkan oleh otaknya kini.
"Tadi Lo dianterin Om Suho? kok tumben banget bokap lo ada waktu buat anterin ke sekolah," sahut Rose terkejut.
"Iya bokap gue lagi libur, jadi ya pengen nganterin gue ke sekolah katanya." Jennie memang terbilang anak mandiri dia tidak pernah meminta kepada kedua orang tuanya untuk diantarkan ke sekolah bahkan dia lebih suka pergi bersama Rose karena rumah mereka satu arah atau naik angkot sendiri.
"Tau gak sih Jen, Lo tadi dicariin MJ terus tadi juga gue ketemu Sanha di kelas dia nanyain Lo udah datang apa belum, sana temui mereka dulu nanti lanjut ngobrol lagi." Rose memberitahu karena ke kota dua teman cowoknya sudah sejak tadi mencari Jennie takut ada hal yang penting.
"Iya bener, gue hampir lupa ngasih tau untung Rose ingat!"
"Ada perlu apa yah? Oh yaudah gue cari mereka dulu yah." Jennie berlalu pergi untuk mencari kedua cowok itu mungkin dia akan menemui MJ terlebih dahulu karena dia yakin Sanha pasti akan membahas kejadian kemarin.
Sudah dua hari dia belum ketemu Sanha kemarin cowok itu gak hadir rapat karena ada urusan keluarga dia juga tidak chatting selama dua hari ini.
Jennie mencoba menghubungi Sanha, untuk menanyakan keberadaan cowok itu namun panggilannya tidak terjawab.
"Hay Jen, Lo udah sehat?" tanya Rona melihat Jennie yang terlihat baik-baik saja.
"Memangnya kenapa dia?" timpal Shin Hye mengernyitkan dahinya.
"Jennie kan kena pukulan Baekhyun saat belain Eun woo," jelas Rona dengan hebohnya. "Dan Lo tau gak sih? Eun woo sampai gendong Jennie ke UKS," lanjutnya.
Deg, apa Jennie gak salah denger? Eun woo menggendong dirinya ke ruang UKS? ini tidak mungkin, batin Jennie mengelak ucapan dari Rona tentang dirinya.
"Rona! Lo ngomong apaan sih?" sentak Jennie tidak percaya dengan apa yang dikatakan Rona.
Rona kaget melihat respon Jennie yang ternyata tidak tahu akan berita ini. "Lah emang gak ada yang ngasih tahu Lo kalau sebenarnya yang bawa Lo ke UKS itu Eun woo?"
Jennie menggelengkan kepalanya ambigu, selama ini yang dia tau Lisa dan sahabatnya yang telah membawanya ke UKS.
"Gue kira Lisa dan Rose ngasih tau Lo, tapi … Lo tanya aja deh sama mereka." Seketika Rona takut merasa salah telah memberitahu hal ini kepada Jennie.
"Gak jelas Lo, Eun woo gak mungkin gendong gue ke UKS lagian kan ada Lisa dan Rose di sana," ujar Jennie masih tidak mau percaya dengan ucapan Rona.
Akhirnya Jennie memilih untuk pergi, dia memang mengagumi Eun woo namun bukan berarti dia bisa berkhayal untuk memiliki Eun woo, laki-laki itu terbilang cukup sempurna tidak pantas untuk dirinya yang jauh dari kata sempurna. Lagi pula Eun woo punya banyak fansnya bisa-bisa dia habis di-bully karena sudah merebut cowok itu.
Ada yang sakit namun tidak berdarah, wanita itu pergi setelah mendengar gosip panas yang terdengar oleh telinganya.
"Jisso!!" teriak Jinjin sambil tersenyum manis sekali.
Jisso terkejut melihat kehadiran Jinjin yang tiba-tiba muncul di depannya. Saat ini Jinjin terlihat sangat keren sekali, cowok itu memakai kaos putih polos dengan rambut berwarna coklat yang tertata rapi membuat Jisso terpana dibuatnya.
"Untung gue gak punya riwayat penyakit jantung, kalau punya udah pasti gue bakal meninggal di sini," celetuk Jisso mendengus kesal sebab dibuat kaget.
"Hehe maaf, lo lagian kenapa sendirian disini?" Jinjin melihat Jisso yang berdiri di depan aula sehingga membuatnya berlari menghampirinya dan berteriak memanggil namanya, dia sama sekali tidak bermaksud untuk membuat cewek itu kaget.
"Gue tadi mau nyari ka Lisa dan yang lainnya cuma tiba-tiba gue denger berita yang bikin badmood katanya ka Eun woo gendong ka Jennie ke UKS," lirih Jisso yang tidak bisa membohongi perasaannya sendiri.
"Itu namanya Lo cemburu," sahut Jinjin sambil terkekeh.
Jisso masih memandang kosong orang-orang yang diperhatikannya sejak tadi, "Gue juga gak tau perasaan apa ini?"
"Lo sama Eun woo adik-kakak-an atau pacaran sih?" tanya Jinjin penasaran dengan hubungan mereka berdua.
Jisso mengedipkan mata dan menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan, "Adik-kakak-an, tapi perasaan gue lebih dari pada itu soalnya gue merasa nyaman banget kalau ngobrol atau jalan sama dia lagi pula gue kenal baik keluarganya," ungkap Jisso dengan jujur jika dia sudah mengenal keluarga Eun woo sejujurnya dia juga merasa bangga dengan statusnya meski sebagai adik dan kakak angkat saja.
"Ya udah kalau gitu Pepet aja terus Eun woo nya sampai dapat, gue yakin Lo pasti bisa kok." Jinjin mengangkat tangan kanannya yang terkepal seraya memberi dukungan kepada Jisso.
"Gue takut kalau ka Jennie juga punya perasaan sama ka Eun woo, gue gak mau menghianati persahabatan gue sendiri." Sampai detik ini perjanjian itu yang Jisso ingat untuk tidak dilanggarnya.
"Mending Lo cerita aja sama kedua sahabat Lo tentang kedekatan Lo dengan Eun woo biar nanti gak ada kesalahpahaman." Jinjin memberi saran untuk Jisso untuk bersikap terbuka kepada sahabat-sahabatnya.
Apa yang dikatakan Jinjin ada benarnya, namun Jisso masih belum siap untuk menceritakan semuanya, dia takut sahabat-sahabatnya akan marah kepadanya.
"Tapi Lo tau gak Jin, kejadian kemarin pas ka Eun woo berantem sama ka Baekhyun?" Jisso penasaran dengan kejadian kemarin sepertinya dia harus tahu sehingga tidak salah paham.
"Gue kan gak ke sekolahan kemarin, jadi cuma denger-denger doang anak-anak pada cerita kalau Jennie pasang badan buat belain Eun woo," tukas Jinjin. "Semua anak-anak kaget denger seorang Eun woo kepancing emosi untuk berantem di sekolah."
"Ternyata kejadian kemarin viral dan anak-anak sudah pada dengar," gumam Jisso dalam hati.
"Gue pergi dulu yah Jin, nanti jangan lupa nonton gue tampil dance di panggung!" pinta Jisso sebelum berlalu pergi meninggalkan temannya.
Jisso berusaha menghibur dirinya untuk tidak emosi atau cemburu kepada Jennie karena bagaimanapun dia berniat membantu meleraikan perkelahian itu.
Ingin sekali dia memeluk Eun woo saat ini juga dan bertanya bercerita tentang kegundahan hatinya, akhirnya dia mencoba menghubungi Eun woo.
*"Hello ka, bisa temui Jisso di ruang penampilan perut Jisso sakit banget," ujar Jisso berbohong agar Eun woo mau menghampirinya.
"Ya sudah nanti kakak ke sana yah," sahut Eun woo dengan lembut.
Jisso tersenyum karena berhasil membuat Eun woo menemuinya, dia tau betul jika cowok itu tidak akan menolak permintaannya.
Tidak lama kemudian Eun woo datang dengan membawa plastik hitam.
"Nih sarapan dulu, itu pasti karena telat makan jadi maag nya kambuh," ujar Eun woo penuh perhatian, dia membuka plastik hitam yang berisi roti, obat maag dan air putih yang tadi dibelinya.
"Astaga, dia beneran beliin gue obat maag padahal kan gue cuma alasan doang, tapi yaudah deh mending gue simpan aja nantinya," ujar Jisso dalam hati melihat kekhawatiran Eun woo yang tidak bisa dipertanyakan lagi.
"Makasih ka, maaf jadi buat repot gara-gara aku," kata Jisso penuh rasa bersalah karena telah berbohong juga.
"Lain kali jangan sampai telat makan yah, dan semangat buat penampilannya!" ujar Eun woo seraya tersenyum manis.
Aduhh cewek mana yang gak luluh melihat senyuman Eun woo yang begitu manis sekali, Jisso adalah orang yang paling beruntung daripada cewek-cewek yang lainnya.
"Nanti gak boleh lihat yah, aku malu." Jisso memang sudah bilang dalam chattingan agar Eun woo tidak melihatnya dance di panggung nanti.
Eun woo mengernyitkan keningnya, "Pasti lihatlah orang kakak duduk di depan," sahutnya.
"Yang ada nanti aku grogi ka kalau diliatin kakak," omel Jisso dia memang sedikit malu jika Eun woo menontonnya nanti.
Eun woo pun terkekeh, "Iya iya nanti gak lihat," katanya.
Seseorang pun datang membuka knop pintu ruangan penampilan, "Hey Eun woo, Jisso, yang lain mana?" tanya Mj sambil menghampiri kedua orang itu.
Maksud MJ para panitia yang mengurus penampilan tidak ada di ruangan, yang ada anak-anak yang mau tampil.
"Mungkin di ruang sebelah, MJ," sahut Eun woo menebak keberadaan panitia lainnya.
"Lo ngapain disini?" tanya Mj pada Eun woo, "Ya ampun ternyata lagi berduaan astaga?" MJ baru menyadari sesuatu yang terlewat dari pandangannya. Ternyata ada Jisso di ruangan ini pantas saja Eun woo ke sini.
Jisso terdiam sambil tersenyum tipis sedangkan Eun woo dia terkekeh melihat ekspresi Mj.
"Kan disini orang banyak bukan berduaan, ini tadi Jisso sakit perut jadi gue bawain sarapan sekaligus obat karena gak ada panitia yang mengurus," jelas Eun woo mengambil alasan dari tidak adanya panitia di ruangan ini.
"Yaelah bisa aja Lo Eun woo, bilang aja kangen sama Jisso gak usah beralasan lain gitu," celetuk MJ masih meledek Eun woo dan Jisso.
"Susah emang kalau ngejelasin sama orang yang susah kaya Lo ini." Eun woo menoyor kepala MJ pelan.
MJ akhirnya mengajak Eun woo untuk menemani keliling, untung saja telat saat itu juga Hye Rin dan Mi Ran datang dengan membawa bando serta alat makeup lain.
"Yaudah kakak pergi dulu yah," pamit Eun woo sambil mengelus lembut kepala Jisso.
Membuat hati Jisso kembali luluh dengan sikap Eun woo dan membuat dirinya egois menganggap jika Eun woo adalah miliknya selamanya.