Squad Star Girls Story

Waktunya Perform

"Lo gak apa-apa?" Sanha memandang Jennie dan melihat tangan yang cekal oleh Taehyung tadi yang memar. 

"Gak apa-apa kok, gue pusing sama Taehyung kenapa masih ngejar-ngejar yah, padahal kan hubungan gue udah selesai sama dia." Jennie sedih karena hatinya tidak bisa terbuka untuk orang lain seakan-akan dirinya milik Eun woo seorang. 

Sanha tidak tahu jika Jennie dan Taehyung pernah ada hubungan, "Lo pernah pacaran sama Taehyung Jen?" 

 

Pertanyaan yang menyebalkan buat Jennie namun karena Sanha sudah tahu jika Taehyung masih mengejarnya akhirnya dia pun jujur. "Dulu kelas 11, Lisa sama yang lain jodohin gue sama tuh senior bahkan sering kali mereka buat bajak ponsel gue dan ngajak Taehyung untuk bertemu, pas saling ketemu gue gak munafik karena Taehyung memiliki wajah tampan 11/12 dari Eun woo bahkan dia sangat perhatian banget sama gue akhirnya pas dia nembak gue ya langsung gue terima, tapi tiga hari setelah pacaran Rose memergoki Taehyung berduaan sama Winter di cafe janji setia sejak saat itu gue langsung putus sama dia." Baru kali ini Jennie bercerita panjang lebar kepada Sanha. 

 

Sanha menganggukan kepalanya saat mendengarkan cerita Jennie, dia terkejut Taehyung pernah ada hubungan dengan Jennie dan saat ini cowok itu tampak masih mencintainya kalau saja Taehyung tidak playboy mungkin Sanha akan lebih mendukung Jennie dengannya dibanding Eun woo. 

 

Dari ujung sana ada Eun woo yang menatap Sanha sedang memegang tangan Jennie membuat hatinya kesal, karena Sanha terlihat begitu sayang dengan Jennie meski dia tau hubungan keduanya hanya sekedar sahabat akhirnya dia menghampiri keduanya.

"Sanha, Jennie!" panggil Eun woo sambil membawa gulungan kertas.

Jennie terkejut, dia langsung menarik tangannya dari genggaman tangan Sanha, "Kenapa?" tanyanya.

"Sial, kayaknya Eun woo cemburu lihat gue megang tangan Jennie tadi," gerutu Sanha dalam hati mengetahui kedatangan temannya itu. 

 

"Gue tadi denger dari anak-anak kalau Lo jadi MC untuk acara, sudah nemu partnernya?" ujar Eunwoo menatap Sanha. 

 

"Nih, gue ajak Jennie soalnya yang lain gak mau katanya malu lah gak bisa lah jadi yaudah gue gak bisa maksa mereka lagian ini kenapa ditunjuk dadakan sih?" Sanha memang sedikit kesal karena seksi acara menunjuk dirinya. 

 

"Gue juga baru dibilangin sama Bu Shin untuk mencari MC hiburan, yaudah gak apa-apa kalian aja oh ya udah tau data-datanya? Siapa aja gitu yang mau tampil dan jangan lupa sebutkan kelasnya yah," tukas Eun woo memberitahu. 

 

"Kayaknya yang memegang data penampilan cuma Hanbin deh soalnya gue lihat dia pergi sama Mi Ran sambil membawa kertas catatan," ujar Jennie sambil menepuk jidatnya dia mengeluarkan ponsel untuk menghubungi Hanbin. 

Mata Eun woo terlihat fokus melihat Jennie tiba-tiba tangannya menyentuh jidat cewek itu yang terlihat ada yang aneh, "Jen, jidat Lo benjol?" Dia terkejut melihat benjolan di sana.

 

"Ish jangan dipegang! Sakit tau," omel Jennie menatap Eun woo tajam lalu kembali fokus pada ponselnya.

 

Seketika mata Eunwoo dan Sanha beradu tatap, keduanya saling berbicara lewat hati Sanha yang mengerti tatapan Eun woo dia menganggukan kepalanya. 

Eun woo berjanji untuk membuat Baekhyun meminta maaf kepada Jennie atas perbuatannya, bagaimanapun dia sudah salah melampiaskan amarahnya kepada Jennie yang akhirnya cewek itu terluka karena ulahnya.

 

"Maaf Jen, gue gak tau kalau pukulan Baekhyun bakal separah ini." Eun woo merasa bersalah karena Jennie terluka karena menolongnya.

"Iya gak apa-apa nanti juga sembuh kok setelah acara ini gue obati lagi lukanya," sahut Jennie tanpa memandang Eun woo. "Kata Hanbin datanya sama dia dan sebentar lagi dia pulang."

 

"Yaudah gue sama Jennie pergi dulu ya Eun, kita mau latihan di sana." Sanha menarik tangan Jennie untuk pergi. 

Entah kenapa Eun woo merasa khawatir kepada Jennie, matanya terus menatap cewek itu sampai menghilang di balik pintu. 

 

Acara terus berjalan, Jennie dan Sanha memulai memandu acara dengan kompaknya, di dalam ruangan Lisa dan Jisso sedang berdandan sekaligus memakai kostum dance yang sudah disediakan. 

 

"Kok gue deg-degan yah? Biasanya gue pede-pede aja deh dance di perform tapi disekolah gue malah grogi," ujar Lisa sambil memegangi dadanya yang berdebar-debar. 

Jisso meraih tangan Lisa, "Bismillah, kita harus bisa memberikan yang terbaik untuk penonton," sahutnya sambil tersenyum. 

 

Akhirnya Lisa pun mencoba menenangkan dirinya, bagaimana ini akan menjadi terakhir dirinya tampil di depan teman-teman sekolahnya, tahun depan dia sudah lulus dari sekolah. 

 

"Baiklah kita saksikan penampilan dance dari Jisso dan Lisa …."

Semua penonton memberikan tepuk tangan dengan sangat meriah, karena yang mereka nantikan kini telat tiba yaitu dance dari para dancer hebat. 

Lisa dan Jisso langsung naik ke atas panggung dan berbaris membelakangi para penonton, Hanbin telah kembali dia memutarkan lagu yang sudah Jisso beritahu sebelumnya. 

 

Penonton bertepuk tangan ketika Lisa dan Jisso mulai dance dengan begitu keren, semuanya takjub melihat penampilan mereka berdua. 

"Baekhyun, Lo harus ke aula sekarang!" pinta Chanyeol sembari menarik tangan Baekhyun.

 

Baekhyun yang tidak suka langsung menolaknya, "Gue males ah apalagi ada Eun woo di sana yang ada gue tambah emosi," sahutnya. 

"Lo yakin gak mau lihat Lisa dance?" tanya Chanyeol to the point. 

Mata Baekhyun langsung membulat sempurna, "Serius my queen ikut dance?" serunya tidak percaya. 

 

"Gue serius, buru nanti selesai duluan," pekik Chanyeol sambil menepuk bahu Baekhyun gereget. 

Dengan cepat Baekhyun langsung bangkit dari duduknya, cowok itu benar-benar tergila-gila dengan Lisa sampai tidak pernah menyerah untuk terus mendapatkan hati Lisa. 

 

"Lihat kelakuan teman lo! Lagi bucin banget sama si Lisa," celetuk Bobby yang sedang duduk bersama dengan Moobin. 

Moobin menghisap rokoknya kuat-kuat lalu menghembuskan asapnya di udara, "Cinta itu segalanya, seseorang bisa dibutakan oleh cinta, bisa juga menjadi lemah karena cinta tinggal bagaimana kita memaknai arti cinta itu," kata Moobin menjadi begitu puitis, dia tampak serius menjelaskan tentang cinta. 

 

Bobby tertawa mengejek, dia belum pernah melihat Moobin menjadi begitu puitis seperti sekarang ini, yang dia tahu Moobin belum pernah bercinta namun kata-katanya sudah seperti orang yang berpengalaman dalam bercinta. 

 

"Lo harus bisa menemukan seseorang untuk Lo cintai dengan tulus Bob, karena dengan begitu Lo akan tau seperti apa gilanya orang yang sedang jatuh cinta," ujar Moobin sembari menatap Bobby dengan begitu dalam. "Anjay, gue sok banget ya nasehati senior kaya Lo," lanjutnya sambil terkekeh.

 

"Hahaha … gue rasa Lo lagi jatuh cinta yah? Hayo sama siapa?" goda Bobby sambil menyipitkan matanya dan tersenyum jail. 

"Ah khepo Lo, gue gak mau cerita sama Lo nanti ditikung lagi, berada di ruang lingkup cowok-cowok buaya kaya Hanbin, Lo dan Chanyeol itu buat gue harus waspada." 

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!