Squad Star Girls Story

Selalu Ada Gosip

Lagi-lagi ingatan Lisa kembali berputar kejadian dulu saat dia jatuh cinta pada Bobby setelah mendapat job, untuk tampil dance berdua dengannya. Namun mengetahui Bobby playboy dia menangis di apartemen Jennie dan meminta Rose dan Jisso untuk datang kesana menemaninya serta menghibur dirinya. 

Seketika Lisa kembali sadar dia bergidik ngeri membayangkan jika hal itu terulang kembali, "Terus gue bingung sama Baekhyun kenapa dia masih ngejar-ngejar gue sih?" 

 

Apa yang sedang Lisa pikirkan itu juga terlintas dipikiran Jennie, "Gue juga gak tau sih yah tapi kalau Lo emang mau ngasih kesempatan untuk menerima cinta Baekhyun gue mau Lo cari tahu dulu kebiasaan cowok itu sehari-hari," usul Jennie sambil menganggukan kepalanya dan menyeringai.

"Boleh sih cuma masalahnya Lo mau gak buntutin Baekhyun kemanapun dia pergi?" ujar Rose menyetujui saran dari Jennie. 

 

Lisa menggelengkan kepalanya, "Gak deh, gue gak mau ngelakuin sesuatu yang hanya akan membuang-buang waktu gue." 

"Hay gaes makan yukk!" ajak Rose sambil teriak heboh membuat semua sahabatnya menoleh ke arah dirinya.

"Si super aktif sudah datang mari kita makan."

"Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga, mana nasi pasangnya?" 

"Iya nih kita udah laper ya ka Jen, ka Lis?" 

Rose terkekeh ternyata sahabat-sahabatnya sudah kelaparan, "Yuk di aula, Eun woo nyuruh gue nyusul kalian buat makan bareng di sana." 

 

Mereka bertiga pun bangkit dari duduknya dan mengekor di belakang Rose yang sudah berjalan di depan terlebih dahulu. 

Rasanya lega sekali akhirnya acaranya berjalan dengan lancar Bu Shin pun ikut makan bersama namun bersama dewan guru lainnya di kantor. Setelah acara ini selesai Jennie tidak perlu lagi menghubungi Eun woo karena dia sudah terlepas dari bendahara acara. 

Eun woo memberikan permintaan maaf dan terima kasih kepada rekan OSIS semuanya yang sudah membantu dirinya mensukseskan acara. Di detik terakhir terlihat Eun woo yang tersenyum kepada Jisso yang diketahui oleh Lisa. 

 

"Hey," tegur Lisa menepuk bahu Jisso. "Enak sekali bukan panitia ikut makan," lanjutnya sambil terkekeh.

"Syutt dia anak bawang gak boleh diomelin," bela Jennie sambil menepuk-nepuk punggung Jisso. 

"Jangan curi-curi pandang!" ujar Lisa kepada Jisso yang tersenyum lalu dia melanjutkan makannya kembali. 

"Siapa emang?" seru Rose penasaran. 

"Tuh anak bawang curi-curi pandang sama si Eun woo, jangan-jangan naksir ya Lo,?" tebak Lisa sambil menyipitkan matanya menatap Jisso yang membungkam. 

 

Seketika Jennie ikut memperhatikan wajah Jisso yang malu-malu, "Wajar lah Jisso memperhatikan Eun woo kan cowok itu jadi idola semua cewek adik junior," tukasnya. 

"Wajar sih jadi idola adik junior orang dia selalu tebar pesona di mana-mana, gue malah biasa aje lihat Eun woo," timpal Lisa dengan raut wajahnya yang muram menunjukan ketidaksukaan. 

 

Jennie jadi ingat perkataan MJ kepada Eun woo waktu itu mengenai Jisso, "Hati-hati Jisso sama dia jangan sampai jadi korban perasaan!" 

Sebenarnya perkataan Jennie berlaku untuk dirinya sendiri yang sedang mencoba melupakan Eun woo dari hatinya. 

Lisa tersenyum miring melirik Jennie, "Yakin buat Jisso itu?" Nada menyindir 

"Semua kita semua juga sih, termasuk gue sendiri," katanya sembari tersenyum. Jennie punya rasa sayang kepada Eun woo dan peduli kepada cowok itu namun hanya sebatas teman tidak lebih, yang dia harapkan hanya untuk bisa menjadi teman cerita cowok itu karena dia tahu latar belakang keluarganya bagaimana. 

 

Setelah pulang sekolah, Jennie mendapat kabar jika kedua orangtuanya akan pergi ke Singapura karena Ayahnya akan bertemu klien di sana. 

"Yah kenapa dadakan sih perginya? Untung Jennie pulang tepat waktu, jika sampai pulang malam pasti kalian ngasih tahu Jennie waktu saat sudah berangkat," ujar Jennie sambil duduk ditepi kasur menatap kedua orangtuanya yang sibuk beres-beres. 

 

Irene menghampiri putrinya lalu membelai rambut panjang sang putri, "Sayang, baru saja Ayahmu di telepon sama orang kantornya untuk meeting dadakan ini jadi kami terpaksa harus terbang malam ini," jelasnya. 

 

Jika tidak ada orangtuanya Jennie pasti merasa kesepian apalagi di rumahnya tidak memiliki seorang pembantu rumah tangga, ingin rasanya Jennie ikut bersama kedua orang tuanya namun dia tidak dibolehkan sebab harus sekolah. 

 

"Kamu itu udah gede harus belajar mandiri, apalagi kamu mau kan kuliah di Korea bagaimana nanti kehidupan kamu di sana tanpa kami? Jadi mulai sekarang harus belajar terbiasa hidup sendiri ya." Irene kembali membelai rambut sang putri dengan penuh kasih sayang. 

Suho menoleh menatap kedua berliannya, "Dengerin tuh kata Bunda kamu, kalau kamu masih bersikap manja kaya gini mending kuliah di Jogja aja sekalian," pekiknya. "Nih, Ayah kasih ijin kamu untuk naik mobil Ayah yang merah, tapi ingat harus hati-hati bawanya!" 

Hati Jennie bersorak senang mendapat kunci mobil dari sang Ayah, dengan cepat dia meraih kunci dari tangan Ayahnya. 

"Oke, Ayah sama Bunda gak usah khawatir Jennie akan jaga diri baik-baik di sini, kalian berdua hati-hati dijalan Jennie akan berdoa keselamatan kalian berdua." Jennie dengan manjanya memeluk erat sang Ayah lalu bergantian memeluk sang Bunda. 

"Bunda gak akan pergi lama kok sayang paling sekitar 4 hari saja, kamu harus jaga diri baik-baik di rumah, jangan pulang malam-malam!" Irene kembali memberi nasehat kepada sang putri. 

"Yuk turun!" ajak Suho sambil menarik koper yang sudah penuh dengan pakaian dan barang-barang miliknya dan sang istri. 

Jennie membantu membawakan tas Bundanya lalu meletakkannya dimobil, lalu sebelum pergi Jennie bersalaman dengan kedua orangtuanya sambil memeluknya dengan erat. 

"Hati-hati ya Bunda Ayah, jangan lama-lama Jennie takut sendirian di rumah," tukas Jennie sambil menunjukkan wajah melasnya. 

Irene dan Suho masuk ke dalam mobil, dan berlalu meninggalkan kediaman rumahnya. Jennie menarik gerbang rumahnya sendiri lalu menguncinya, dia berlari masuk ke dalam rumahnya. 

Sebenarnya tidak ada yang perlu Jennie takutkan, kedua orangtuanya meninggalkan dirinya sendiri di rumah yang luas dan mewah layaknya istana ini membuat Jennie merasa kesepian meski dia senang mendapat kunci mobil serta saldo ATMnya terisi.  

Jennie beranjak mandi sebelum pergi tidur, namun dia ingat saat sedang mandi ada list Drakor yang belum ditonton "Mungkin malam ini aku akan begadang untuk menonton drama Oppa Song Joong Ki," katanya berseru riang memikirkan hal tersebut. 

"Lalalala …." Jennie bernyanyi riang setelah keluar dari kamar mandi. 

Kini tubuhnya hanya dibalut handuk kimono berwarna pink, kakinya yang jenjang tampak terlihat mulus wajah Jennie pun terlihat segar, rambutnya diikat ke atas seperti biasanya. 

Ponsel berdering membuat Jennie langsung meraihnya lalu kedua alisnya mengkerut penuh tanda tanya, digesernya ke samping kanan sehingga terdengar suara seseorang menyapanya dengan lembut. 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!