Squad Star Girls Story

Jihyo Dalam Bahaya

Setelah memakai serum dan memakai masker Jennie beranjak dari tempat riasnya dan berbaring di atas kasur. Tidak lupa dengan niatnya malam ini dia pun langsung menghidupkan alat elektronik berbentuk persegi empat itu. 

*Jihyo

"Jen, Lo udah tidur?" 

Tiba-tiba dering ponselnya kembali berbunyi pesan dari saudarinya. 

"Belum, ada apa?" 

Ponsel pun bergetar hebat ternyata Jihyo melepon dirinya saking panik dan penasaran akhirnya Jennie langsung menekan layar hijau. 

"Jen, Lo bisa jemput gue. Soalnya gue sendirian ini di tepi jalan hiks hiks," terdengar suara tangis Jihyo dengan sesegukan. 

Mendengar tangisan Jihyo Jennie langsung duduk. "Kenapa kok Lo nangis gitu?" tanyanya ikut panik.

 

"Lo bisa jemput gue gak?" tanya Jihyo belum menjawab pertanyaan Jennie cewek itu masih menahan tangisannya. 

"Iya iya bisa Lo dimana sekarang coba kirim sherlock," pinta Jennie khawatir terjadi sesuatu dengan saudarinya.

Jihyo merasa lega akhirnya Jennie mengangkat telepon darinya dan mau menjemputnya. "Oke gue kirim, Lo buruan kesini yah, jangan bohong." 

 

Sambungan telepon pun terputus begitu saja, Jennie masih bingung kenapa Jihyo menangis dan minta dijemput sebenarnya apa yang terjadi kepada cewek itu? 

"Ya ampun ngapain dia ke tempat ini?" Jennie terkejut melihat titik lokasi tempat Jihyo berada. Dia juga melihat jarak yang begitu jauh dari rumahnya. 

Jennie akhirnya menelpon Sanha hanya cowok itu yang bisa membantu dirinya. "Hallo Jen, ada apa?" 

"Sanha, gue minta tolong banget sama lo, Jihyo sedang sendirian dia menangis entah karena apa tapi dia minta gue jemput dan lokasinya ada di Pretty Diskotik, gue takut terjadi sesuatu sama dia, soalnya jaraknya lumayan jauh hampir 1 jam setengah gue mohon sama Lo, jemput Jihyo nanti gue kesana juga kok," pinta Jennie panjang lebar menceritakan tentang Jihyo. 

 

"Ya ampun oke kirim share lokannya gue langsung otw," pekik Sanha panik dan langsung mematikan sambungan telepon. 

Jennie mengirim share lokasinya yang sudah Jihyo kirim kepadanya sebelum pergi dia meraih cardigannya karena udara malam sangatlah dingin. 

"Jihyo Lo sabar yah, cari tempat yang aman dulu jangan dipinggir jalan gue akan kesana jadi Lo gak usah takut yah." 

 

Sebelum masuk ke dalam mobilnya Jennie mengirim pesan terlebih dahulu untuk Jihyo dia khawatir Jihyo akan diculik oleh para laki-laki mabuk yang ada di Pretty diskotik. 

Rumah sudah terkunci, gerbang pun sudah Jennie tutup kembali ini kali kedua Jennie mengendarai mobil Ayahnya sendiri. Karena setiap kali Jennie meminta izin mengendarai mobil dia tidak dibolehkan dengan beberapa alasan kekanakan menurut Jennie membuatnya selalu minta Rose untuk jemput atau supir pribadi Ayahnya yang kini sedang cuti karena istrinya lahiran di kampung. 

 

Jalanan malam cukup sepi tapi Jennie harus tetap waspada, dia melihat jam pukul 21:05 WIB, pikirannya masih menyimpan banyak pertanyaan untuk Jihyo, entah bagaimana saudarinya itu selalu membuat ulah berbeda dengan adik perempuannya Seo Yeon yang begitu pendiam dan cerdas. 

 

Sanha yang panik mendapat pertanyaan dari teman-temannya apalagi melihat dia akan pergi. 

"Gue mau jemput Jihyo, dia dalam bahaya tadi Jennie ngasih kabar kalau Jihyo nangis-nangis di pinggir jalan dekat pretty diskotik," jelas Sanha tergesa-gesa sambil meraih jaket kulitnya dan kunci motornya. 

 

Chen, Dk kaget mendengar berita Jihyo mereka turut memberi dukungan agar Sanha segera menjemput cewek itu karena mereka tahu tempat itu sangat berbahaya untuk cewek seksi seperti Jihyo. 

"Gue ikut, Lo pakai mobil gue aja," pekik Eun woo yang ikut khawatir apalagi mendengar Jennie ikut pergi ke tempat itu. 

 

"Iya benar pakai mobil Eun woo aja, buru kasihan gue takut Jihyo dijaili sama cowok-cowok," seru Mark ikut prihatin.

Akhirnya Eun woo membawa mobil dengan mengebut, jangan salah dia sudah pernah ikut balap mobil juga apalagi ini sudah larut malam membuat Eun woo mudah untuk mengebut tanpa takut menabrak kendaraan lainnya. 

 

"Pantas saja, Jihyo tidak balas telpon gue ternyata dia sedang asik di tempat biadab itu," maki Sanha penuh emosi sekaligus khawatir. 

"Lo tenang gak boleh emosi, kita kan gak tahu apa yang terjadi sama Jihyo kenapa dia ada di tempat itu kalau menurut gue sih senakal-nakalnya Jihyo dia tidak akan berani datang ke tempat itu," pikir Eun woo yang malah seakan-akan membandingkan kepribadian Jennie dengan Jihyo. 

 

"Dia terlalu bebas dalam bergaul, mungkin diajak temannya pergi sana tapi kata Jennie Jihyo menangis gue jadi khawatir dia kenapa-kenapa Eun woo," ungkap Sanha matanya mulai berkaca-kaca detak jantungnya menjadi tidak karuan. 

Eun woo semakin ngebut mengikuti arah dari google maps, karena dia sendiri tidak tahu tempat pretty diskotik dimana, sedangkan Sanha mengetik pesan untuk Jihyo lalu mengirimnya setelah itu matanya menoleh ke arah jendela. 

 

"Hello Sanha, Lo udah dijalan, kan?" Jennie kembali menghubungi sahabat cowoknya.

"Iya Jen, gue udah dijalan Lo kesana sama siapa?" Sanha tiba-tiba terpikirkan dengan siapa Jennie pergi jauh itu dan naik apa?

 

"Gue sendiri naik mobil, yaudah kalau sudah sampai duluan ke sana kabarin yah." Jennie kembali memutuskan sambungan telepon dan meletakan ponselnya di depannya. 

Jihyo masih menangis menunggu seseorang datang menjemput dirinya, dia sangat takut berada di tempat sepi ini. Seseorang datang menghampiri Jihyo dan mengajak cewek itu untuk duduk di bangku panjang taman pinggir jalanan. 

"Nih buat Lo, gue tahu Lo pasti haus kan?" Cowok itu mengulurkan botol minuman semacam Aqua. 

 

Jihyo menggelengkan kepalanya, "Gue tidak haus gue hanya ingin pulang hiks hiks." 

"Iya minum aja dulu sambil nunggu temen lo jemput," kata cowok itu seraya merajuk agar Jihyo mau menerima minumannya.

Jujur saja Jihyo memang haus karena menangis sejak tadi, namun dia masih merasa takut jika terdapat sesuatu dalam minuman itu. Dia menatap minuman semacam Aqua itu dengan lekat-lekat. 

 

"Ini hanya air mineral biasa kok jangan takut, gue juga gak mabuk seperti teman-teman Lo di dalam," katanya lagi seakan-akan tahu apa yang sedang Jihyo pikirkan.

"Baiklah terima kasih," ujar Jihyo menerima minumannya dan menatap cowok itu sebelum dia meminumnya. 

 

Cowok itu tersenyum melihat Jihyo meminum meski hanya sedikit kemudian terlihat Jihyo yang mulai menyadari sesuatu, ya cewek itu memegangi kepalanya.

"Kau apakan minuman itu?" pekik Jihyo sambil memukul-mukul bahu cowok yang berada di sampingnya. 

 

Cowok itu tersenyum senang, tangannya menyentuh wajah mulus Jihyo, "Aku hanya ingin bermain-main denganmu Jihyo, sudah lama aku menunggu momen-momen seperti ini." bisiknya pelan.

Jihyo langsung bangkit dari duduknya dan mencoba pergi dari sana tiba-tiba tangannya dicekal oleh cowok itu. 

"Lepasin tangan gue! Gue mau pulang lepasin gak!" teriak Jihyo meronta-ronta. 

"Ayolah Jihyo, kamu ke sini kan tadi terlihat happy bersama kedua sahabatmu mengapa sekarang jadi merasa sedih?" ujar cowok itu yang sudah berdiri berhadapan dengan Jihyo.

 

Jihyo memegangi kepalanya yang terasa pusing, "Gue mohon jangan macem-macem sama gue atau gue laporkan Lo Nayeon," adunya sambil memohon agar cowok itu melepaskan genggaman tangannya.

Sekali lagi cowok itu mengusap air mata Jihyo sambil tersenyum tipis, "Nayeon gak akan marah jika aku bisa bersenang-senang denganmu malam ini, karena dia pun di dalam sedang mabuk." 

"Jangan sentuh-sentuh gue Bangtan!!" teriak Jihyo sebelum memejamkan matanya tidak sadarkan diri oleh pengaruh obat tidur yang diberikan cowok itu.

 

Bantan menggendong Jihyo menuju parkiran dia merasa senang akhirnya bisa mendapatkan Jihyo malam ini rencananya berjalan dengan mulus, mengajak Nayeon ke tempat ini dengan membawa Jihyo sama saja dengan menyerahkan Jihyo kepadanya. 

Tiba-tiba seseorang membalikan tubuh Bangtan membuat cowok itu menoleh kaget. "Brengsek!!" teriak Sanha seraya memberikan pukulan pada wajah Bangtan. 

"Mau bawa ke mana cewek gue?" teriak Sanha wajahnya merah padam otot-ototnya keluar saking emosinya. 

 

Bangtan tertawa, "Dia cewek gue dan akan jadi milik gue selamanya," ujarnya dengan suara yang keras. 

"Sialan." Sanha kembali menyerang Bangtan membuat cowok itu terdorong ke tanah. 

"Bawa Jihyo ke dalam mobil biar gue yang urus cowok brengsek kaya dia," ujar Eun woo yang datang dari arah belakang Sanha, dia menggulung kedua tangannya bersiap untuk berantem. 

 

Dengan sigap Sanha mengambil Jihyo dari tangan Bangtan dan menggendong cewek itu.

"Kurang ajar, kalian sudah merusak rencananya gue buat dapatkan Jihyo malam ini, terimalah ini!" Bangtan bangkit dan memberikan pukulan pada Eun woo. 

Terjadilah perkelahian itu Bangtan yang terlihat mabuk tidak mudah untuk dikalahkan oleh Eun woo, melihat sahabatnya kena pukulan Sanha meletakkan tubuh Jihyo di bangku panjang tadi, lalu membantu Eun woo untuk menghabisi Bangtan. 

 

Satu lawan dua membuat Bangtan kewalahan dia akhirnya menyerah dan lari masuk ke dalam pretty diskotik.

"Jihyo!!" teriak Jennie yang melihat saudarinya tidak sadarkan diri. 

Sanha dan Eunwoo menoleh mendengar suara Jennie yang sudah berada disana. Mereka berdua menghampiri Jihyo dan Jennie.

"Apa yang terjadi dengan Jihyo, Sanha?" tanya Jennie cemas dia menepuk-nepuk pipi Jihyo agar sadar. "Kalian habis berantem dengan siapa?" Jennie bangkit dan melihat luka di bibir Eun woo, berdarah. 

 

"Ya ampun Eun woo bibir kamu berdarah," ujar Jennie sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya kaget dan bingung apa yang terjadi sebenarnya. 

Eun woo mengusap bibirnya, "Gue tidak apa-apa ini hanya luka saja," sahutnya santai seraya memaksakan untuk tersenyum dihadapan Jennie. 

"Jihyo hampir saja celaka Jen, tadi ada cowok yang ingin membawa Jihyo dalam keadaan pingsan untung saja kita datang tepat waktu, jika tidak... kita gak tahu nasib Jihyo bagaimana," jelas Sanha dengan penuh kekesalan dan kekecewaan namun dia juga sangat khawatir.

 

"Astaghfirullah, ya ampun gue berhutang budi sama kalian berdua terima kasih banyak yah udah menyelamatkan saudari gue ini," ujar Jennie menangkupkan kedua tangannya ke depan dada seraya meminta maaf. 

Jennie menatap Jihyo yang masih tertidur pulas, sedangkan Sanha sedang sibuk dengan pikirannya.

"Sepertinya Jihyo bukan pingsan biasa deh tapi karena pengaruh obat tidur," seru Eun woo menebak apa yang terjadi dengan Jihyo. 

 

"Sekarang sudah malam, sebaiknya kita bawa pulang Jihyo, dimana mobil Lo Jen?" Sanha menepuk Jennie membuat cewek itu bangkit dari duduknya dan membiarkan Sanha menggendong Jihyo ke dalam mobilnya. 

"Udah jam 11 Jen, gue khawatir jika mereka berdua terjadi sesuatu di jalan sebaiknya Eun woo pulang bersama Jennie yah," tukas Sanha menatap Eun woo dan Jennie secara bergantian. Kejadian ini membuat Sanha begitu mencemaskan kedua cewek ini. 

 

"Gue setuju, apalagi yang bawa mobil Jennie gue takut dia ngantuk dijalan kan matanya sayu, nih cewek cepat ngantuk," sahut Eun woo menganggukan kepalanya setuju dengan saran Sanha. 

Jennie memukul lengan Eun woo yang sudah mengejeknya, "Ish nyebelin banget sih." 

Namun pukulan Jennie tidak terasa di bahu Eun woo, membuat cowok itu tersenyum gemas melihat kemarahan Jennie. 

 

"Tapi gue gak tahu rumah Jihyo dimana." Sanha baru sadar jika selama ini dia tidak pernah tahu di mana rumah Jihyo, orang yang dia suka itu.

"Bawa dia ke rumah gue aja!" seru Jennie karena dia tidak ingin kedua orang tua Jihyo tahu keadaan Jihyo saat ini biarkan dia yang akan memberitahu mereka jika Jihyo menginap di rumahnya atas permintaannya. 

 

"Sini kuncinya," pinta Sanha kepada Jennie. Dengan cepat Jennie merogoh tasnya lalu memberikan kunci mobilnya kepada Sanha.

Begitu Sanha hendak masuk ke dalam mobil Jennie, Eun woo menarik tangan Jennie untuk ikut masuk ke dalam mobilnya juga.

 

Entah kenapa debaran itu masih ada, membuat Jennie gugup namun hatinya bersorak senang melihat Eun woo yang begitu perhatian dan peduli kepadanya, matanya beralih menatap tangan Eun woo yang memegangnya seperti anak kecil membuat Jennie tersenyum dia mau menjadi anak kecil yang manja asal bersama Eun woo. 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!