Squad Star Girls Story

Sanha Confess?

"Thanks beb," ujar Lisa ketika menerima minuman dari Jennie.

Rose sibuk bermain ponsel meng-upload video latihan tadi di akun sosmed nya lalu mengirimnya ke grup Squad star girls.

Sedangkan Jisso sibuk memberi kabar kepada Eun woo yang sejak pagi belum membalas pesannya. Disisi lain Jennie sedangkan memikirkan untuk ikut kontes video dance Korea yang akan diikutinya dia berharap bisa memenangkannya dan pergi berlibur ke Korea bersama ke tiga sahabatnya. 

 

Agency academic sedang mengadakan kompetisi di akhir tahun ini yaitu kontes video yang mana juara 1 nya bisa mendapatkan voucher gratis ke Korea untuk menonton konser black pink dengan lagu terbarunya itu. 

Kedengarannya sulit untuk bisa menduduki juara ke 1 tapi dia dan sahabat-sahabatnya akan mencobanya terlebih dahulu, menang kalah itu urusan belakangan yang penting dia bisa ikut kompetisi tersebut. 

 

"Gue mau nginap di rumah Jennie, kalian mau langsung pulang atau gimana," ujar Lisa menatap sahabat-sahabatnya satu persatu.

Rose menoleh, "Kayaknya gue pulang deh tapi nanti malam aja soalnya Hanbin mau jemput katanya," sahutnya sambil tersenyum.

 

"Widih yang punya gebetan baru," seru Lisa heboh dia teringat akan pandangan Rose saat menatap Hanbin waktu acara ultah sekolah dua hari yang lalu ternyata mereka saat ini sedang ada berhubungan dekat.

"Lo gimana Jisso?" tanya Jennie melanjutkan pertanyaan Lisa. 

"Gue langsung pulang deh soalnya tau sendiri Nyokap gue gimana?" jawab Jisso dengan lirih.

 

Lisa, Rose dan Jennie tau betul bagaimana kedua orangtua Jisso yang begitu posesif terhadap anak bungsunya ini dan mereka memahami itu karena tidak semua orangtua selalu memberikan kebebasan penuh kepada anak-anaknya.

"Lo bawa motor kan yah?" Lisa kembali bertanya kepada Jisso.

Kemudian Jisso menganggukkan kepalanya, "Iya gue bawa motor kok tenang aja," katanya. Karena dia tidak ingin merepotkan sahabat-sahabatnya untuk mengantarkannya pulang.

 

"Ya udah pada mandi dulu gih, udah sore nanti gantian aja mandinya," ujar Jennie dia bisa mandi setelah sahabat-sahabatnya.

"Ya udah kalau gitu gue langsung pulang aja yah," pekik Jisso sambil tersenyum tipis menatap satu persatu sahabatnya.

Jennie menganggukan kepalanya, Rose masih asik bermain ponselnya tidak merespon ucapan Jisso.

 

"Iya udah, makasih yah udah mau datang," ujar Lisa memberikan izin untuk Jisso pulang.

"Iya sama-sama thanks juga buat hari ini."

Jisso bangkit dari duduknya lalu menghampiri sahabat-sahabatnya dan melakukan tos high five seperti biasanya.

 

"Jen, gue mandi duluan aja deh," seru Lisa bangkit dari duduknya. "Dimana kamar mandinya?" 

Jennie bangkit dari duduknya. "Rose sebentar gue antar yah!" katanya. "Yuk ke kamar gue," ajaknya kepada Lisa. 

 

Lisa mengikuti Jennie yang masuk ke dalam kamarnya, karena sejak berangkat dia sudah berniat untuk menginap jadi dia sudah membawa pakaian ganti.

"Gue tinggal yah mau nganterin Jisso pulang dulu," tukas Jennie setelah selesai memberitahu Lisa kamar mandi dan handuknya. 

 

"Oke gak apa-apa tinggal aja." Lisa masih sibuk mengeluarkan pakaiannya dari dalam tasnya yang kecil namun dapat memuat banyak barang-barang.

Jennie keluar dari kamarnya lalu kembali menghampiri Jisso dan Rose yang sedang mengobrol dan bercanda. 

"Ya udah gue pulang dulu ya bye ka Ros." Jisso melambaikan tangannya kepada Rose setelah melihat kehadiran Jennie yang sudah keluar dari kamarnya. "Yuk ka!" ajaknya kepada Jennie.

 

"Gimana keadaan Bokap dan Nyokap Lo Jisso?" tanya Jennie dia pernah mendengar jika Jisso sedang menemani Nyokapnya yang sedang sakit seminggu yang lalu.

"Alhamdulillah udah sehat kok tadi juga pergi arisan di rumah ka Eun woo," sahut Jisso sambil memperhatikan anak tangga yang dilewatinya.

 

Jennie terdiam, dia kaget mendengar Nyokapnya Jisso ikut arisan di rumahnya Eun woo berarti orang tua mereka berdua dekat dong yah dan mungkin saling kenal? pikir Jennie dalam hatinya.

"Gue juga diajak sih tadi buat ke sana tapi gue nolak takut ketemu ka Eun woo yang nyebelin itu masa setelah Jisso dance kemarin dia jadi ngejekin gerakan gue kak," ungkap Jisso bercerita tentang kedekatannya dengan Eun woo.

 

Jennie tersenyum datar, "Gak usah diladenin orang kaya dia mah abaikan saja," katanya pelan.

Mendengar cerita Jisso hari ini membuat Jennie berpikir jika selain Rose yang pernah didekati oleh Eun woo ternyata Jisso juga, dan dia tahu kalau Jisso emang ngefans sama Eun woo waktu acara ultah sekolah kemarin yang mana Lisa menggoda Jisso yang ketahuan sedang memperhatikan Eun woo. 

"Oh jadi Jisso sekarang lagi dekat dengan Eun woo?" gumam Jennie dalam hatinya.

Setelah sampai di depan pintu Jisso berhenti melangkah, "Ya udah gue pulang dulu ya ka Jen," katanya dengan tersenyum.

 

Jennie kaget karena sejak tadi dia melamun, "O-h iya hati-hati dijalan!" katanya dengan kelagapan. 

Begitu motor Jisso sudah pergi meninggalkan rumahnya, Jennie pergi mencari Jihyo di rumah televisi namun ternyata tidak ada kemudian dia mencari Jihyo di ruang makan.

"Oh ternyata disini gue cari-cari dari tadi loh," ujar Jennie berjalan menghampiri Jihyo yang sedang asik makan petisan. 

 

Jihyo tersenyum, "Kenapa nyariin?" 

"Gue kira lo masih sama Sanha, dia udah pulang yah?" tanya Jennie kini dia sudah duduk di samping Jihyo.

"Sudah, nih buat Lo." Jihyo mengulurkan petisan buah-buahan yang ada di mika.

Seketika wajah Jennie menjadi ceria, "Wahh dia baik banget ya sama gue sampai bawain juga hehehe."

 

"Katanya kalau dia cuma ngasih ke gue takut lo nya cemburu dan marah sama dia," ungkap Jihyo mengulangi perkataan Sanha tadi. 

"Hahaha kalau gue marah nanti gue larang dia gak boleh lagi ketemu sama lo," ujar Jennie seraya terkekeh. 

 

Padahal ucapan Jennie hanya bercanda jika kerap kali dia melarang Sanha untuk bertemu dengan Jihyo, karena dia gak punya hak dan mana bisa dia tega sama Sanha cowok itu sudah begitu baik kepadanya selama ini. 

Wajah Jihyo kembali sedih dia masih bingung dengan perasaan yang berkecamuk di pikirannya saat ini.

 

"Kenapa Lo? Kok sedih gitu raut wajahnya?" Jennie mengkerutkan keningnya matanya menyipit menatap Jihyo. 

Entah harus cerita kepada Jennie atau tidak tapi saat ini dia memang sedang membutuhkan pendapat orang lain. 

"Ayo cerita kenapa? Jangan-jangan Sanha udah jahatin Lo yah? Atau … " 

Ucapan Jennie terpotong begitu Jihyo memberikan penjelasan yang terjadi sebenarnya, dia takut jika Jennie malah akan memaki-maki Sanha atas kesalahan yang cowok itu tidak lakukan. 

"Bukan, bukan kaya gitu Sanha gak jahatin gue kok." 

 

"Terus Lo kenapa jadi sedih?" Wajah Jennie berubah jadi bingung. 

Jihyo menghembuskan nafasnya perlahan jika dia bercerita tentang tadi otomatis akan membangkitkan perasaan itu kembali.

"Tadi Sanha ngungkapin perasaannya, gue bingung harus bagaimana gue gak mau ngejalanin hubungan sama dia tapi hati gue masih mengharapkan mantan gue buat kembali," ungkap Jihyo sambil memegang kepalanya yang terasa pusing.

"Terus Lo jawab apa?" Jennie tahu betul perasaan Jihyo saat ini.

 

"Gue udah cerita semua ke Sanha dengan sejujur-jujurnya tapi Sanha malah bilang dia akan terus menunggu dan gak akan menyerah sampai bisa membuka pintu hati gue," lirih Jihyo tangannya perlahan mengacak-acak rambutnya dengan frustasi. 

Jennie tersenyum dia tahu betul jika Sanha begitu menyukai saudarinya ini, dan cowok itu pasti akan berjuang untuk mendapatkan Jihyo. 

 

"Kok Lo senyum-senyum sih?" cibir Jihyo menatap Jennie dengan sinis.

Jennie menepuk bahu Jihyo, "Sanha itu cowok yang baik gue yakin dia akan setia jika udah cinta sama satu cewek, gue harap Lo bisa ngebuka hati Lo buat dia." 

Jihyo menatap Jennie menerka kata demi kata yang cewek itu katakan, apakah ucapan Jennie bisa dipegang dan percaya? 

 

"Gue butuh waktu untuk hal itu," kata Jihyo sembari mengunyah petisannya. 

"Oke never mind sist, malam ini Lo mau nginep lagi gak? Bye the way Lisa nginep juga di sini jadi kita bertiga bisa tidur bareng di kamar gue." 

 

"Gue udah izin untuk menginap sampai besok malam ke Mamah," sahut Jihyo dengan mengangkat kedua alisnya ke atas.

Jennie memeluk Jihyo, "Nah gitu dong baru namanya sister gue," katanya.

"Gue mau mandi dulu gerah dari tadi badan udah lengket banget nih soalnya." Jihyo berdiri hendak pergi.

"Mandi di kamar tamu aja yah, di atas ada Rose dan Lisa yang lagi mandi juga," seru Jennie memberitahu.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!