Squad Star Girls Story
Baekhyun Minta Maaf
"Ada apa Mah?" tanya Eun woo wajahnya tampak cemberut membuat Gong Hyo jin yakin jika telah terjadi sesuatu dengan anaknya ini.
"Mamah dengar suara keras yang dibanting dari dalam kamar kamu, sebenarnya kamu kenapa Nak? Pulang-pulang kok cemberut gitu mukanya," tukas Gong Hyo jin dengan lembut tangannya meraih wajah Eun woo sebentar.
Tadi Eun woo memang emosi dia menutup pintu dengan kasar, "Aku tidak apa-apa Mah, hanya saja aku sedikit kesal dengan ayah yang menginginkan aku kuliah jurusan bisnis sedangkan Mama tahu sendiri aku tidak suka dengan bisnis dan perusahaan Aku lebih menyukai jurusan kedokteran," ungkap Eun woo yang memang lebih terbuka dengan Mamahnya.
Gong Hyo jin tahu jika suaminya telah mendaftarkan anaknya ini di universitas negeri di Amerika tapi dia tidak tahu jurusan apa yang suaminya itu pilih, "Kamu sudah bicara dengan Ayahmu?"
"Sudah Mah, tapi Ayah tetap menginginkan aku mengambil jurusan itu dengan alasan aku harus mengurus perusahaan dan menggantikan posisi ayah nantinya," jelas Eun woo yang menyimpulkan rencana Ayahnya.
"Sayang, lebih baik kamu pikirkan terlebih dahulu dengan matang-matang, lagi pula kamu baru saja kelas 12 mungkin setelah lulus nanti kamu berubah pikiran dan mau mengambil jurusan bisnis karena Mama sendiri setuju dengan apa yang Ayah kamu inginkan siapa lagi jika Bukan kamu yang akan meneruskan bisnis Ayah kamu," ujar Gong Hyo jin seraya menepuk bahu Eun woo mencoba memberikan ketenangan dalam hati anaknya.
"Baiklah Mah, tapi aku tidak suka diatur-atur seperti ini masalah masa depan itu akan menjadi urusanku lagi pula yang menjalankannya aku bukan ayah ataupun mama jadi aku minta sama mama dan ayah untuk tidak mencampuri pilihanku," pinta Eun woo seraya melipat bibirnya masuk ke dalam.
Gong Hyo jin tersenyum, "Iyah Mamah mengerti kok sayang dan Mamah akan sampaikan ini ke Ayah kamu," katanya.
"Ya udah Mah, aku gerah ingin mandi bisa tinggalkan aku sendiri di kamar."
"Baiklah sana pergi mandi, setelah itu turun untuk makan bersama yah," ujar Gong Hyo jin dan pergi dari kamar Eun woo setelah mengatakan hal itu.
Di dalam kamar Eun woo mencoba menghubungi Sanha yang sudah membalas pesannya tadi.
"Ada apa bro?" tanya Sanha dari seberang sana.
"Tadi lo ke rumahnya jennie Kenapa nggak bilang gue? Lo takut kalau gue ikut ke sana?"
"Bukan gitu bro, tadi gue buru-buru lagi pula di rumah Jennie ada sahabat-sahabatnya lo kalau ke sana bakal ketemu sama Jisso juga."
Seketika Eun woo merasa beruntung karena tidak ikut ke rumah Jennie, "Tapi gue penasaran bagaimana kabar Jennie?"
"Dia baik-baik aja kok, tapi gue gak suka yah kalau Lo ngasih harapan ke Jennie sedangkan hati Lo milik Jisso."
Eun woo terkekeh mendengar ucapan sahabatnya, "Yaelah bro, tenang aja gue sama Jennie kan bestie jadi wajar dong kalau gue perhatian sama dia emang gak boleh?"
"Alah, gue tahu sifat playboy Lo Eun woo."
"Gue udah insyaf kok tenang aja."
Setelah 30 menit telponan dengan Sanha dan mendapatkan kabar Jennie sekarang dia baru pergi mandi karena hatinya sudah tenang tidak lagi memikirkan Jennie yang entah kenapa akhir-akhir ini selalu berada di pikirannya.
"Ya ampun anak gadis mandinya lama banget yah," ujar Jihyo begitu melihat Jennie yang baru keluar dari kamar mandi.
Aroma sakura tercium oleh Jihyo yang berasal dari tubuh Jennie, dia akui saudarinya ini memang pandai merawat diri bahkan yang mendekati Jennie adalah cowok-cowok keren dan incaran semua cewek.
Jennie yang cantik, pandai memasak serta berbakat memang pantas dicintai oleh semua orang, terkadang Jihyo juga merasa iri melihat Jennie yang menjadi artis di sekolahnya kadangpula Mamahnya membandingkan dirinya dengan Jennie yang begitu pandai menjaga diri.
"Udah gak usah bawel buruan mandi tuh," tukas Jennie dia berlalu meninggalkan Jihyo.
Di atas Lisa sedang asik bermain tik tok juga bermain Instagram dia tidak mau kehilangan moment saat berada di rumah mewah Jennie.
Lisa menoleh melihat ke arah pintu terbuka yang ternyata itu adalah Jennie, "Loh kamu habis mandi di mana beb?"
"Di kamar tamu, oh ya Lis nanti malam kita lanjut nonton lagi yah gue gak bisa nunda-nunda kaya gini." Jennie berjalan dan duduk di depan cermin rias nya.
"Oke siap," sahut Lisa seraya mengacungkan jari jempolnya dan tersenyum.
Tiba-tiba ponsel Lisa berdering terdapat panggilan dari Baekhyun membuat kedua alisnya terangkat ke atas penuh tanda tanya.
"Jen, Baekhyun nelpon angkat atau jangan yah?" tanya Lisa dia begitu malas karena sampai sekarang cowok itu belum meminta maaf kepada Jennie bahkan dia sudah membuatnya kembali berharap dengan sikapnya yang sok manis kepadanya.
Jennie menoleh dan tersenyum, "Angkat aja mungkin penting."
"Tapi gue masih kesal sama dia," ungkap Lisa dengan memanyunkan bibirnya.
"Gue udah maafin dia kok Sa, udah angkat aja katanya Lo mau ngasih kesempatan buat Baekhyun." Jennie mengingatkan akan ucapan Lisa waktu kumpul berempat dia ingin mencoba memberi kesempatan untuk Baekhyun menaklukkan hatinya.
"Yaudah deh gue angkat yah Lo jangan berisik!" pinta Lisa sebelum menggeser tombol hijau.
"Alhamdulillah, akhirnya diangkat juga kok lama banget sih my queen angkat teleponnya?" seru Baekhyun merasa senang begitu sambungan teleponnya terhubung.
"Iya maaf baru lihat ponsel, ada apa telpon?" Lisa berhasil mencari alasan untuk menjawab pertanyaan Baekhyun.
"Kok masih ketus sih ngomongnya, masih marah gara-gara aku belum minta maaf sama Jennie?"
"Pikir aja sendiri gue males ngomong sama orang yang gak punya telinga," ketus Lisa sambil melirik Jennie yang tersenyum ke arahnya.
"Ya ampun my queen jahat banget sih ya udah besok sekolah aku minta maaf sama Jennie yah."
"Sekarang aja!" pintanya sedikit memaksa.
"Lah kan aku gak ketemu sama Jennie, bagaimana mau minta maafnya?" Baekhyun heran mendengar permintaan Lisa.
Jujur Jennie tidak tahan untuk tidak terkekeh melihat sahabatnya yang sedang bucin terutama dia tahu betul jika Lisa anti sekali dengan cowok, Lisa berpikir kalau semua cowok itu sama selalu memberi harapan palsu dan pandai bermain di belakang dalam artian selingkuh.
"Aku lagi di rumah Jennie sekarang, di samping aku juga ada Jennie."
Mendengar namanya disebut akhirnya Jennie menghampiri Lisa yang sedang duduk di atas kasurnya.
"Oh iya? Hello Jennieya?" sapa Baekhyun langsung dia ingin membuktikan jika ucapan Lisa benar.
Lisa pun mengulurkan ponselnya ke arah Jennie dengan santai dia menyapa balik Baekhyun membuat cowok itu terkejut.
"Oh ternyata benar, kalian lagi bersama. Jennie gue minta maaf ya udah memukul jidat Lo yang katanya sampai benjol, demi apapun gue gak sengaja karena niat gue mau menghajar Eun woo bukan lo."
"Ada masalah apa sih Lo sama Eun woo sampai segitu bencinya?" Jennie malah penasaran, dia ingin mendengar sudut pandang Baekhyun tentang Eunwoo