Squad Star Girls Story

Hanbin Sama Rose Jadian?

"Itu gara-gara apa yah? Aku gak tahu loh Jennie juga heran kenapa tiba-tiba mereka berdua berantem," pekik Rose tangannya memangku dagunya tertarik dengan cerita ini.

"Aku juga belum tau kemarin Eun woo dan yang lainnya kumpulan di rumah bang Dongsaeng tapi aku gak ikut karena ada lain hal yang harus aku urus, kamu sebagai sahabatnya Jennie merasa bagaimana melihat dia dengan beraninya melerai perkelahian itu?"

 

Rose jadi berpikir mendengar ucapan Hanbin, "Ya I don't think," katanya. 

"Luar biasa emang kalian tuh selalu berani dan selalu nekad," ujar Hanbin berdecak kagum dia tahu betul bagaimana anak Squad star girls yang selalu melakukan kesalahan dengan Guru dengan cara pikir mereka yang kritis dan berani kepada semua orang. 

 

Jika salah mereka akan menentang, jika bosan mereka akan keluar dari kelas jika ada pelecehan di kelas lain dia akan bertindak makanya semua adik junior nya mengagumi mereka semua.

 

Tiba-tiba ponsel Rose berdering kencang terdapat panggilan dari Mamahnya. 

 

"Aku keluar dulu yah!" ujar Rose pamit kepada Hanbin. Cowok itu hanya menjawabnya dengan anggukan kepala. 

Rose memilih keluar dari caffe karena takut kena omel Mamah yang entah ada apa menelponnya malam-malam. 

 

"Rose, kamu dimana kok belum pulang? Sudah jam berapa ini?" pekik Mamahnya Rose mengomel seperti suara kereta api begitu cepat sekali.

"Aku masih di luar eh di rumah Jennie, apa Papa mencariku?" tanya Rose dia tidak akan pernah patuh kepada Mamanya kecuali atas dasar perintah papa nya. 

 

"Dia barusan menanyakan kabarmu Rose, dan memarahi Mama karena kamu belum pulang ke rumah," tukas sang Mama seraya memberitahu.

Seketika Rose merasa tidak percaya dengan ucapan Mamanya jika Papanya sudah memarahi Mamanya sebab mencarinya sudah pasti jika Papa nya mengkhawatirkan dirinya akan menghubunginya buktinya tidak. 

 

"Oke." Rose mematikan sambungan telepon secara sepihak setelah mengatakan satu kalimat itu.

Dengan kesal Rose berdiam diri dulu sejenak di bangku depan caffe untuk menenangkan dirinya, matanya menatap ponsel yang sama sekali tidak terdapat pesan dari Papanya. Kesal, tentu saja Papanya sekarang sudah berubah tidak seperti dulu lagi yang selalu mengkhawatirkannya. 

*Doyoung

"Rose, lo di mana? Cepat kirim alamat keberadaannya gue jemput." 

Pesan masuk dari kakaknya membuat hati Rose kembali tenang karena sang kakak selalu peduli dengannya meskipun dalam keadaan sibuk dengan kuliahnya. 

"Sebentar lagi Rose akan pulang ka." 

 

Akhirnya Rose beranjak dari duduknya dan kembali masuk ke dalam cafe untuk menghampiri Hanbin dan mengajak cowok itu pulang.

"Ada apa?" tanya Hanbin melihat raut wajah Rose yang cemberut membuatnya heran.

"Tidak ada, kita pulang yuk!" ajak Rose seraya meraih gelas minumannya yang belum habis. 

 

Sayang sekali sudah memesan Oreo milkshake jika tidak dihabiskan, Hanbin menyuruh Rose untuk menghabiskan terlebih dahulu minumannya, baru akan menghantarkan cewek itu pulang. 

Kedekatan Hanbin baru tiga hari setelah acara ultah sekolah kemarin, dia juga tidak percaya jika Rose punya perasaan yang sama dengannya jika tidak diberitahu Lisa, Hanbin mungkin tidak akan tahu. 

 

Ada perasaan senang dalam diri Hanbin akhirnya wanita yang sudah sejak dulu dia sukai ternyata menyukainya, dia kira Rose masih menyukai Eun woo sebagaimana tingkah laku Rose yang terlihat.

 

"Sudah, yuk pulang kakakku sudah mencariku bahkan tadi dia ingin menjemputku." Rose memasang wajah cemberut di depan Hanbin. 

Saking gemasnya Hanbin mencubit kedua pipi Rose, "Iya kita pulang yah." 

"Sakit," keluh Rose mengusap-usap pipi bekas cubitan Hanbin. 

 

Merasa bersalah Hanbin pun kembali mengelus-elus kedua pipi Rose dengan lembut membuat cewek itu kembali tersenyum senang.

"Sudah sembuh?" tanya Hanbin seraya tersenyum manis.

 

Rose menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, jantungnya tidak aman di dalam sana membuatnya khawatir jika Hanbin akan mendengarnya apalagi jarak mereka saat ini sangatlah dekat. 

Mereka berdua pun pulang, sepanjang perjalanan menuju rumah Rose sebisa mungkin Hanbin mencoba bercerita banyak hal dari tempat tongkrongan dia bersama geng motor dan kebiasaan geng motor jika malam Minggu.

 

"Emang malam Minggu suka nongkrong juga?" ujar Rose dia penasaran apakah semua anak geng motor jomblo?

 

"Iya, kadang ada balap motor di Senayan kita semua hadir lalu nongkrong di basecamp buat bakar-bakaran sambil bernyanyi bersama," ungkap Hanbin menjelaskan kegiatannya dimalam Minggu.

Rose tidak ingin banyak tanya mengenai anak geng motor atau anak band yang Hanbin ikuti, dia lebih senang mendengarkan cowok itu bercerita tentang dirinya dan teman-temannya. 

 

Selama ini Hanbin terlihat cowok yang cuek, cool dan misterius banyak yang suka tapi sering kali menolak tidak dengan Eun woo yang malah memberikan harapan apalagi Bobby yang suka gonta-ganti pacar. 

 

Sesampainya di rumah Rose bersalaman dengan Hanbin sebelum pulang, lalu meminta satpam untuk membukakan pintu gerbangnya.

"Nuna Rose baru pulang?" tanya Pak Satpam. 

 

"Iya, apa Papa sudah pulang juga Pak?" Rose rindu dengan papanya yang super sibuk sekali di kantornya.

"Belum Nuna, Bos Hyun Bin tidak pulang hari ini." Pak Satpam memberikan laporan. 

"Baik Pak, terima kasih aku mau masuk ke dalam dulu yah selamat malam," ujar Rose yang berlalu pergi masuk ke dalam rumahnya.

 

Begitu Rose membuka pintu sepi sebagian lampu rumah padam, sepertinya semua orang sudah tidur deh? batin Rose menebak.

Rose langsung pergi ke lantai dua dimana tempat tidurnya berada, sengaja dia tidur disana agar jauh dari kamar orang tuanya. 

 

    ****

 

"Astaghfirullah," pekik Jennie terkejut saat bangun dari tidurnya. 

Dia kembali bermimpi berduaan sambil pegangan tangan dengan Eun woo, rasanya senang sekali dia bisa bersama dengan Eun woo tapi sayang itu semua hanya mimpi.

 

Sial, kenapa Eun woo selalu datang dalam mimpinya? Padahal semalam Jennie tidak sedang memikirkan cowok itu, dia pun meraih ponselnya yang berada di atas nakas sedang di charge dia mencabutnya lalu mengaktifkan datanya. 

 

Dia terkejut ada panggilan dari Bundanya yang pasti menanyakan dirinya lalu ada panggilan dari Taehyung juga dan ada pesan dari Eun woo, dengan penuh penasaran Jennie langsung membuka pesan dari Eun woo tersebut. 

 

*Eun woo

"Besok bisa ketemu Jen, gue disuruh ngasih laporan acara ultah sekolah di ruangan kerja Bu Shin."

 

Ah sialan, Jennie terlalu berharap jika Eun woo akan menanyakan kabarnya atau mengucapkan selamat pagi seperti dalam mimpinya ternyata hanya meminta dirinya untuk datang ke sekolah.

Lisa terkejut melihat Jennie yang sudah bangun, matanya memandang sahabatnya lalu menepuk kakinya pelan.

 

"Jam berapa Jen?" tanya Lisa sambil mengucek-ngucek matanya. 

"Bangun sana mandi biar seger!" pinta Jennie dia masih membalas pesan yang masuk di ponselnya.

"Ish dingin ah, jam berapa emang?" Lisa kembali mengulang pertanyaannya yang belum sempat Jennie jawab.

 

Jennie pun kembali merebahkan tubuhnya, "Lis, gue hari ini di suruh ke sekolah masa." 

Lisa menyipitkan matanya, dia kaget siapa yang menyuruh Jennie datang ke sekolah sepagi ini?

"Siapa yang nyuruh Lo datang ke sekolah pagi ini?" 

"Eun woo," jawab singkat terucap dari mulut Jennie yang ranumnya. 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!