Squad Star Girls Story

Mengulur Waktu

Seketika mata Lisa terbelalak mendengar nama Eun woo, "Lah mau ngapain bukannya masih libur tah? Besok kan masuknya?" 

"Anterin gue yah beb, dia nyuruh gue nemenin dia ngasih laporan di ruangannya Bu Shin." Jennie berpikir jika berduaan dengan Eun woo di sekolah, pasti akan canggung dia tidak mau itu terjadi.

 

"Kan ada Eun woo terus Lo mau nyuruh gue jadi nyamuk gitu?" pekik Lisa terkejut dengan permintaan Jennie.

Jennie sudah siap memasang wajah penuh dramatis nya dia harus bisa membujuk Lisa untuk menemaninya datang ke sekolah. 

 

"Hayu lah bestie ku yang cantik ini masa tidak mau menemani sebentar saja, Lo tahu gue kadang benci sama Eun woo dengan segala pemikirannya yang masih labil, gue takut berantem sama dia." 

 

"Gue males sebenarnya, tapi gue gak bisa lihat Bestie gue disakiti sama Eun woo, baiklah aku mau ke sekolah tapi ada syaratnya," ujar Lisa yang sudah siap dengan permintaannya yang akan dia ajukan kepada Jennie.

"Apa?" sahut Jennie seraya menatap dalam penuh mata Lisa.

 

"Ajak Baekhyun juga, soalnya gue takut Eun woo tuh kalau pergi tidak pernah sendiri pasti ada ekornya kaya Bobby, Sanha, Mark mereka tuh pasti ikut aja ke manapun Eun woo pergi jadi gue males banget yang ada gue digodain sama mereka kalau Lo sama Eun woo masuk ke dalam ruangannya terus ngobrol lama sama Bu Shin," ungkap Lisa entah kenapa dia berpikir seperti itu tapi perkataannya memang benar jika Eun woo selalu membawa teman-temannya. 

 

*Jennie

"Eun woo Lo datang ke sekolah bareng teman-teman Lo?" 

Saking penasarannya Jennie sampai bertanya kepada Eun woo, dia bisa aja meminta Baekhyun buat datang tapi masalahnya dia sangat malas berhadapan dengan cowok itu. Permintaan Lisa bukanlah mudah baginya makanya dia ingin memastikan jika Eun woo tidak akan membawa gengnya itu.

 

Jihyo sudah bangun terlebih dahulu dia sedang sibuk di dapur memasak untuk saudarinya yaitu Jennie dan Lisa, dia memang senang memasak apalagi di rumah Jennie sepi dan banyak stok makanan yang bisa dia masak. 

Ponsel Jihyo berdering menampilkan panggilan masuk dari sahabatnya "Nayeon?" pekik Jihyo terkejut dia langsung mengangkat telepon itu lalu mengaktifkan loudspeaker. 

"Hello Jihyo?" Nada suara Nayeon masih biasa aja namun terdengar pilu. 

 

"Iya, ada apa Nayeon?" tanya Jihyo setelah kejadian hari itu dia tidak cerita tentang semuanya ke sahabat-sahabatnya dia hanya bilang jika akan pulang duluan dengan alasan kurang enak badan.m

"Jihyo aku pengen ketemu kamu bisa kan?" ujar Nayeon dengan mencoba menahan Isak tangisnya.

"Ada apa memangnya? Eh, kok suara kamu kayak habis nangis sih?" Seketika Jihyo mematikan kompor gas nya dia menyimak penjelasan dari Nayeon. .

 

"Aku mau cerita tapi tidak lewat telepon aku ingin ketemu kamu di tempat biasa yah," kata Nayeon seraya memohon agar sahabatnya mau menemuinya.

"Oke gue ke sana." Akhirnya Jihyo memutuskan untuk pergi menemui cewek itu.

 

"Thanks ya Jihyo," ujar Nayeon sebelum memutuskan sambungan telepon.

Setelah itu Jihyo kembali melanjutkan masaknya yang sebentar lagi selesai, dia tidak bisa menyajikan di meja makan karena harus buru-buru pergi untuk menepati janjinya kepada Nayeon.

 

Jihyo berlari naik ke lantai atas menemui Jennie dan Lisa yang masih duduk di atas kasur. 

"Ka Jihyo mau kemana?" tanya Jennie kaget melihat kedatangan Jihyo yang terlihat tergesa-gesa.

 

Sedangkan Lisa masih sibuk menatap layar ponselnya yang menampilkan drama Korea yang sedang dia tonton. 

"Gue pergi dulu ya Jen, sepertinya malam ini pun gue gak nginep deh mau pulang aja soalnya Mamah udah nyuruh pulang terus." Jihyo menghampiri Jennie setelah membereskan barang-barangnya dan meletakkannya di dalam tas.

 

Jennie terkejut mendengar ucapan Jihyo namun dia juga tidak bisa menahan saudarinya ini untuk tetap tinggal di sini lagi pula tiga hari ini orangtuanya akan pulang.

 

"Baiklah kalau begitu, Lo hati-hati yah! Ingat harus waspada dengan Bangtan jangan sampai dia menangkap Lo lagi," saran Jennie begitu mengkhawatirkan Jihyo yang masih menjadi incaran Bangtan.

 

"Iya siap, mandi sana gue udah masak buat Lo dan Lisa jangan lupa dimakan yah!" pinta Jihyo sebelum meninggalkan kamar Jennie.

"Makasih," teriak Jennie yang ucapannya sudah tidak terdengar oleh Jihyo yang menghilang dibalik pintu.

"Ya ampun sedih banget, kesel banget sumpah sama nih pelakor," gerutu Lisa mengomel sendiri dia emosi melihat adegan pelakor yang berhasil menggoda suami orang. 

 

"Yaelah Lis, bangun tidur udah lanjut nonton aja Lo, gue mandi duluan yah!" Jennie beranjak dari tempat tidurnya menuju lemari pakaiannya.

Memilih pakaian mana yang harus dia pakai hari ini untuk bertemu dengan Eun woo, saking bingungnya Jennie memutuskan untuk mandi terlebih dahulu.

 

Begitu Jennie masih di dalam kamar mandi tiba-tiba ponselnya berdering menampilkan pesan dari Eun woo, Lisa meraih ponsel sahabatnya lalu tidak sengaja melihat pesan Eun woo. 

 

*Eun woo

"Gue sendiri ke sekolah, sahabat gue sedang pada pulang ke rumahnya masing-masing hari Sabtu kita kumpul lagi." 

Ponsel Jennie dipola, membuat Lisa kesulitan untuk membukanya tapi dia senang jika Bobby tidak datang ke sekolah.

 

Akhirnya dia melanjutkan kembali nontonnya, ini adalah episode yang sangat seru sekali, disaat pelakor mencoba mengambil malam suami orang yang sedang mabuk cinta dengannya.

 

Mereka berciuman mesra sampai lupa umur dan anak-anaknya di rumah, drama the Penthouse adalah drama terbaik dunia pelakor dan perselingkuhan yang sedang marak saat ini. 

Adegan kiss yang begitu hot meski yang melakukannya adalah orangtua, sedangkan anak-anaknya sibuk membully karena memperebutkan piala kejuaran menyanyi. 

 

Menurut Lisa drama the Penthouse memberikan banyak pelajaran seperti tidak boleh membully seseorang di kelas, tidak boleh membunuh hanya untuk menyingkirkan posisi terbaik seseorang, tidak boleh selingkuh dan lain sebagainya. 

 

Lima belas menit kemudian, Jennie sudah keluar dari kamar mandi, dia hanya dibalut dengan handuk yang menutupi tubuhnya, kaki jenjangnya terlihat sangat mulus, tidak salah jika hampir semua anak cowok di sekolah menyukai Jennie namun hanya orang-orang yang berani saja yang mampu mengungkapkan perasaannya seperti Taehyung, MJ, Suga dan Jimin. Yang lainnya hanya diam karena mereka sadar famesnya Jennie di kalangan Guru dan anak kelasnya ditambah lagi Jennie selalu cuek dan ketus dengan seseorang yang berani mendekati dirinya. 

 

"Lisa, mandi sana nanti Eun woo marah gara-gara telat." Jennie mengomel menarik selimut yang masih menutupi sebagian tubuh Lisa.

Merasakan selimutnya ditarik dengan paksa Lisa bangun dan mendengus kesal melihat Jennie, "Masih jam 8 pagi loh emang sekolah udah buka? Kita berangkatnya jam 10 aja yah," tawarnya tanpa berdosa sama sekali. 

 

"Astaga Lisa, gue gak bisa ngulur-ngulur waktu gitu emangnya yang mau gue temui di sekolah cuma Eun woo kan ada Bu Shin yang ada beliau marah dan ngasih nilai gue C lagi," gerutu Jennie menatap Lisa yang masih asik menonton Drakor. 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!